Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
Hutan II


__ADS_3

Philo melihat Afra telah sampai di wilayah kekuasaan klan Flyx. Philo sangat takjub dengan kemajuan klan ini. mereka membangun tempat tinggal di dinding tebing. Ya ini dikarenakan mereka punya sayap dan bisa terbang. Afra tampak di bawa ke sebuah bangunan tua nan tinggi. bangunan ini menyatu pada dinding tebing, Mereka berdua masuk ke dalam bangunan itu. koneksi Philo terputus dengan Afra. dia tidak bisa lagi melihat kejadian selanjutnya. Kini mata Philo kembali berwarna hitam.


" Kau kenapa Philo? aku cemas sekali pada mu. " ucap Dam


" Aku tadi melihat Afra, dia berada di sebuah bangunan tua yang tinggi sekali. tuan Ares membawa dia ke sana, setelah itu koneksi ku terputus dengan Afra " jawab Philo


" Kalau begitu mari kita bantu Afra " Dam berdiri untuk masuk kembali ke hutan


" tidak, dia baik baik saja. tuan Ares tidak jahat padanya " Jawab Philo lagi


" bagaimana kau tau? " Dam bertanya pada Philo karena khawatir dengan kondisi Afra


Kemudian seekor burung hantu menghampiri mereka di balik pepohonan


" Hai kau lagi, " ucap Philo


" Ya, Aku tau ini akan terjadi. oleh karena itu aku mengikuti kalian, " jawabnya


" kami tidak tau asal usul mu, dan bagaimana kau bisa tau tentang kami " Philo tampak kesal dengan burung hantu itu


" kau memang tidak tau aku, tapi Dam tau siapa aku. Nama ku Harsa, aku sama seperti mu. dulunya aku manusia namun, setelah itu aku dikutuk menjadi seekor burung hantu "


" Siapa yang mengutuk mu? " tanya Philo


" Vexana " jawab Dam memotong


" Ya benar, sekarang itu tidak lah penting. kalian berdua ingin mengetahui kondisi Afra bukan? Aku bisa membantu kalian untuk masuk kedalam hutan " ucap burung hantu itu


" Tapi bagaimana ? " tanya Philo


Burung hantu itu menceritakan rencananya pada Dam dan Philo. Dam sangat setuju pada rencana itu begitu juga dengan Philo menyetujui nya. Mereka pun masuk kembali ke dalam hutan yang gelap itu.


***


sementara itu di wilayah kekuasaan klan Flyx


" Afra, apa alasan mu untuk pergi meninggalkan wilayah kita? " tanya tuan Ares pada nya


" Bukankah semua orang bisa saja keluar masuk dari sini. lalu apa masalah nya? aku hanya pergi menjalankan tugas " jawabnya


" Tugas apa? "


" tugas untuk melindungi sang pemilik kekuatan mentari " seorang pria tua berjenggot putih keluar dari sebuah ruangan.


" pemilik kekuatan mentari? bukankah dia sudah dibunuh oleh Audero? " tanya tuan Ares


" Ya, kau benar. namun sebelum dia mati terbunuh dia telah mewariskan batu kunci pada anaknya " pria tua berjenggot putih itu mendekati Afra dan tuan Ares

__ADS_1


" Jadi pewaris nya masih hidup? " tanya tuan Ares lagi


" Ya, Oleh karena itu aku menyuruh Kore untuk menjaga keluarga pemilik kekuatan mentari itu. namun Kore mati terbunuh oleh Audero, Dan Afra selalu membantu ibunya dalam misi itu. " pria tua itu memegang pundak Afra


" Aku bisa merasakan pancaran aura dari tubuhnya. dia memang pemilik kekuatan mentari, Dia yang akan menghentikan kekacauan ini " jawab Afra


'' Siapa dia ?'' tanya tuan Ares


'' orang yang kau usir keluar dari hutan ini Ares '' jawab kakek tua berjenggot putih itu


'' apakah dia salah seorang diantara dua orang pemuda tadi ?'' tanya tuan Ares lagi


Afra mengangguk diam kepada tuan Ares


'' Kalau begitu mari kita jemput lagi mereka ''


'' Tidak perlu Ares, dia akan datang sendiri nya pada kita. '' jawab kakek tua


Afra melihat ke arah kakek tua itu dan kakek tua itu juga melihat balik ke Afra. dia tau bahwa Dam bukanlah orang yang meninggalkan teman nya sendiri.


***


" Lihat lah, ada dua orang bersayap di antara dua pohon itu. " ucap Philo pada Dam


" Tenang saja, Mereka sebenarnya buta. " jawab Harsa


" Jika mereka buta, kenapa dia bisa melihat kita tadi. Bahkan mereka mengantarkan kami keluar hutan. " Ucap Philo


" mereka sebenarnya tidak melihat, namun menggunakan insting. kau tahu elang? elang salah satu hewan yang menggunakan insting dalam berburu. mereka sama seperti elang, mampu merasakan pergerakan mangsa " Harsa terbang ke arah mereka. mereka lalu dengan sigap bisa merasakan kehadiran Harsa,


Harsa terus terbang tinggi untuk melancarkan rencana mereka. benar saja dua orang bersayap itu terbang mengejar Harsa.


Dam dan Philo lalu berlari masuk ke dalam hutan, takut jika ada beberapa pasukan lainnya mengetahui mereka yang masuk ke dalam hutan.


Dam dan Philo terus berlari, Dam berada tepat dibelakang Philo. Mereka berdua sampai di tepi hutan dengan keadaan lelah


" Sungguh, ini sangat melelahkan Dam " ucap Philo pada Dam


" Mari kita lanjutkan saja lagi dengan berjalan " Jawan Dam


mereka sampai di luar hutan, mereka berdua berjalan ke arah tepi tebing. sungguh mereka dibuat takjub dengan keunikan klan Flyx ini. mereka melihat ke bawah tebing, di dinding tebing terdapat Bangunan bangunan yang menyatu dengan tebing. bangunan bangunan ini sangat indah. Air terjun begitu dekat dengan rumah rumah penduduk klan Flyx.



( ilustrasi gambar wilayah kekuasaan klan Flyx )


sumber : Pinterest

__ADS_1


" Dam, aku belum pernah melihat peradaban yang seperti ini " ucap Philo pada Dam


" Aku juga Philo, ini seperti surga. Ini alasan kenapa gerbang masuk ke dalam wilayah klan Flyx adalah hutan yang gelap. dibalik hutan gelap itu terdapat surga yang disembunyikan. " Dam sungguh takjub dengan peradaban klan Flyx, ia tidak berhenti melihat keindahan ini.


Harsa datang dari arah belakang mereka berdua dan bertengger di bahu Dam.


" Harsa, aku pikir kau tidak akan datang kesini " ucap Dam


" kau pikir aku burung hantu yang lemah,? " jawab Harsa


" Aku heran padamu Harsa, seharusnya burung hantu di siang hari itu tidur. bukankah burung hantu itu hewan nokturnal? " ucap Philo keheranan


"Jiwa ku masih manusia, tubuhku saja yang burung hantu. " Harsa pun terbang ke bawah tebing


" Bagaimana dengan kami? " teriak Philo


" Kalian berdua bisa melompat kebawah " Harsa semakin dekat dengan rumah rumah penduduk klan Flyx.


" Apa dia sudah gila, tebing ini sangat tinggi Dam. mana mungkin kita bisa melompat, Kita akan mati jika tiba dibawah " Philo sangat kesal pada Harsa


" Entahlah Philo, Aku percaya pada Harsa " tidak lama setelah itu Dam pun melompat ke bawah tebing


Philo yang melihat itu sangat terkejut dan tercengang.


" Dia sudah gila, " Philo kebingungan harus bagaimana sekarang.


Suara teriakan dari bawah tebing terdengar ke telinga Philo


" Lompat saja, aku sudah berada di bawah. ini tidak apa apa Philo " teriakan itu ternyata adalah suara Dam yang mencoba untuk menyakinkan Philo untuk melompat kebawah


" Tidak, aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu " balas teriak Philo


" Dasar kau laki laki penakut " teriak suara wanita.


" Afra? itu suara Afra " ucap Philo


Philo merasa malu jika ada Afra juga di bawah. Sekarang dia sangat kebingungan harus bagaimana.


Harsa terbang mendekati Philo dari arah bawah.


" kenapa kau diam saja di situ? Ayo lompat, kau tidak akan mati. ada jaring khusus yang akan menanti mu di bawah " ucap Harsa sambil bertengger di atas kepala Philo


" hai turun dari kepalaku, "


Harsa menarik rambut Philo dengan kukunya dan menyeret Philo ke bawah. Alhasil ini membuat Philo jatuh dari tebing


" arhhhhhhh '' teriak Philo ketakutan

__ADS_1


dia terbayang bagaimana jatuh waktu di bawa oleh Afra terbang. dia masih ingat trauma waktu itu. Philo menutup mata nya dan membiarkan dirinya jatuh ke bawah.


__ADS_2