Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
Hutan


__ADS_3

Selama di perjalanan mereka bertiga bercanda gurau sesama. Afra melontarkan pertanyaan kepada Philo


" benarkah kau tidak mengetahui siapa orang tuamu Philo? ".


" tidak sama sekali, aku bahkan belum pernah mendapatkan kasih sayang mereka. " Philo tersenyum kepada mereka berdua


" sebelum aku mengenal Dam, aku selalu sendiri. kemanapun dan dimanapun aku selalu sendiri " ucap Philo sambil melebarkan tangannya


" Kalau begitu, bagaimana dengan mu Dam. " sekarang Afra bertanya pada Dam


" Aku... Setelah kejadian 9 tahun yang lalu aku tidak pernah lagi bertemu dengan ayah ku, Sampai saat ini. dulu Aku kehilangan dia dan sekarang aku kehilangan Ted " Dam berhenti sejenak dari jalannya


" Tidak apa apa Dam, aku akan membantu mu mencari Ted. kita pasti bisa percaya pada diri mu Dam. " Philo merangkul bahu sahabat nya itu.


***


Mereka terus berjalan, sampai lah mereka di sebuah hutan yang rimbun. Hutan ini sangat gelap dan hening.


" Apakah kita memang di jalan yang benar Afra ?" tanya Philo ketakutan


" Apakah kau takut Philo ?" tanya Dam sambil menepuk bahunya


" T ti tidak, aku hanya ragu saja " Philo begitu tampak gugup


" Tenang Philo, aku ada disini dan Afra juga. kau tak perlu takut. " Dam tersenyum pada Philo menyakinkan bahwa tidak ada yang perlu di khawatir kan


" Philo, kau begitu penakut. aku pikir kau pemberani seperti yang aku bayangkan. ternyata tidak. " Afra terus berjalan memasuki hutan yang rimbun itu.


Sekarang mereka sudah masuk ke dalam hutan itu. Dam menyuruh Philo untuk di tengah tengah sedangkan Afra memimpin jalan di depan. Sesekali Philo menoleh ke belakang.


"apa yang kau lihat Philo ?" tanya Dam


" Tidak, aku pikir hutan ini sangat gelap. Bukankah begitu Dam? "


" Tenang lah Philo, aku tepat berada di belakang mu. tak perlu khawatir. " Jawab Dam pada Philo


" Ini memang jalan ke wilayah kekuasaan klan Flyx, Hutan ini adalah bagian dari kekuasaan kami dan menjadi gerbang masuk ke wilayah klan Flyx. Bukankah kau bagian dari klan Wood, sebenarnya kau bisa mendengar kan apa yang pohon pohon ini bicarakan Philo. tapi sayang, kau tidak murni dari klan Wood. " Afra terus melangkah ke depan. di wajah nya tidak terlihat rasa takut sama sekali.

__ADS_1


" Kau mungkin benar, tapi sebentar lagi aku akan menguasai kekuatan murni klan Wood. kau lihat saja Afra " jawab Philo


Di balik pepohonan Dam merasa ada yang janggal. Dia melihat ada sosok bersayap lainnya yang bersembunyi di balik dedaunan pohon.


" Afra, siapa mereka? " tanya Dam


" Siapa? " Afra balik bertanya


" orang orang yang mengawasi kita itu. mereka di balik pepohonan. apakah kau tidak melihatnya " jawab Dam.


Afra mencoba melihat ke sudut pohon, ternyata benar ada beberapa pasukan klan Flyx yang mengawasi mereka.


" Mungkin mereka adalah pasukan klan Flyx yang mengawasi hutan ini. Kalian tidak perlu takut " jawab Afra


Namun sebelum mereka melangkah lebih jauh. Datang anak panah dari balik dedaunan.


" AWASSS " teriak Afra


anak panah itu tepat jatuh di bawah kaki Philo


" apa apaan kalian ini. " Teriak Afra pada pasukan yang memanah mereka


Salah seorang pemimpin pasukan itu tampak berjalan ke depan.


" Afra, apa yang kau lakukan dengan membawa manusia manusia ini. " Ucap pemimpin pasukan itu sambil menunjuk ke arah Dam dan Philo


" Memangnya kenapa? Bukankah tidak ada aturan tentang membawa siapa pun ? " tanya Afra


" apakah kau tidak tau tentang Serangan pasukan Raja Alto yang telah menghabisi umat manusia? " Pemimpin itu sangat marah pada Afra


" lalu apa masalah nya jika aku membawa mereka ke sini? "


" kau tidak mengerti Afra. pasukan raja Alto sangat membenci umat manusia. " pemimpin itu berteriak kepada Afra


" Raja Alto tidak hanya membenci umat manusia, namun seluruh klan juga dia benci " Afra berbalik berteriak kepada pemimpin itu


" tidak jika kita menjaga jarak dari mereka. apakah kau mau raja Alto menghabisi klan kita juga? dan membuat penduduk kita mati?"

__ADS_1


" DIA TELAH MEMBUNUH IBUKU " Afra tidak tahan lagi dengan kemarahan nya


Pemimpin pasukan klan Flyx itu pun terdiam oleh perkataan Afra.


Afra hanya bisa diam dan termenung. Dia sebenarnya tidak ingin mengatakan itu. namun, sudah terlanjur di ucapkan.


" Afra, apa yang kau katakan. Jangan bilang ibumu selalu keluar masuk dari wilayah kita. oh tidak, Aku harus mengatakan ini pada Raja. " ucap pemimpin pasukan klan Flyx tersebut


" Aku mohon Jangan tuan Ares, aku tidak ingin di hukum. " Afra menangis pada tuan Ares tersebut


Karena merasa kasian pada gadis malang itu. tuan Ares pun memberikan kesempatan.


" Baiklah, namun dengan syarat. dua manusia itu harus kembali ke wilayah mereka lagi " ucap tuan Ares


Philo dan Dam hanya bisa melihat kondisi Afra seperti ini. Afra pun mengangguk setuju.


beberapa pasukan tuan Ares pun menghantar kan Dam dan Philo keluar hutan. Afra dibawa oleh tuan Ares masuk lebih dalam kehutan.


Dan belum sempat melihat seperti apa wilayah kekuasaan klan Flyx. mereka berdua ingin sekali melihat lihat disana.


akhirnya mereka sampai di tepi hutan, pasukan itu tidak bisa mengantarkan mereka lebih jauh.


" Tidak apa apa, kami bisa berjalan sendiri " jawab Philo


pasukan itu pun terbang kembali ke dalam hutan.


" Apa yang harus kita lakukan sekarang? " tanya Philo pada Dam


" entahlah, kita harus menunggu disini. " jawab Dam


Dam dan Philo duduk di tepi hutan sambil bersandar di sebuah pohon. Daun daun itu jatuh di atas kepala Philo. Philo memegang daun itu dan meletakkan nya dikening. seketika matanya berubah menjadi hijau. dia bisa melihat Afra yang sedang dibawa oleh tuan Ares masuk jauh ke dalam hutan.


Dam yang melihat sahabatnya itu lalu mendekatinya.


" ada apa denganmu Philo " tanya Dam kebingungan


namun sayangnya Philo tidak menjawab pertanyaan Dam.

__ADS_1


sekarang apa yang harus Dam lakukan.


__ADS_2