Rintihan Pohon Tua

Rintihan Pohon Tua
Berlatih


__ADS_3

" Tunggu, Nama nama mereka seperti jenis nada yang dimiliki laki laki dan perempuan dewasa dalam bernyanyi " Ucap Afra yang menyela pembicaraan nenek


" Akhirnya ada yang sadar akan hal itu. " nenek tersenyum kepada Afra yang tampak penasaran


" Aku juga tau itu " Sela Dam


" Kalian tau kata Mezzo Sopran, itu adalah nada sedang seorang wanita. Jadi raja Mezzo Sopran dipanggil oleh ibunya sendiri dengan nada sedang, Terlebih lagi dia juga adalah kakak yang paling tua dan dia lah yang selalu menangani masalah masalah adiknya. " Jawab Nenek


" Jadi raja Alto di panggil ibunya dengan nada rendah? Karena Alto adalah nada rendah wanita dan dia juga anak paling kecil. " Tanya Philo


" Benar Philo, kau tepat sekali. Sementara itu raja Sopran di panggil ibunya dengan nada tinggi. Oleh karena itu dia diberi nama Sopran." nenek mencabut tongkat nya yang tertancap pada tanah


" Berarti Ratu Tenor dan Bass... " belum sempat Dam menyelesaikan pembicaraan nya, nenek Othello pun lalu memotong kata kata nya.


" Iya Dam, Tenor adalah suara tinggi pria begitu juga dengan Bass adalah suara rendah pria. Ayah mereka memanggil kedua putri nya dengan nada yang berbeda. Oleh sebab itu ayahnya memberi nama Tenor dan Bass. " nenek lalu duduk bersama dengan mereka


" Ibunya memanggil putranya dengan nada berbeda. Sementara ayahnya juga memanggil putrinya dengan nada berbeda?. Aku tau alasan mengapa nama mereka seperti nama nada sekarang. " Ucap Afra.


Nenek Othello mengangguk kepada Afra


" Lalu apa alasan mereka membuat wilayah klan nya masing masing? " Tanya Dam


" Aku juga tidak tau Dam, Aku kurang tau dengan masalah mereka. " Nenek Othello tampak tertunduk


" Jika Ratu Tenor masih ada, Mungkin kita bisa menanyakan nya. " jawab Othello


" Cuma ada 3 pemimpin yang masih hidup sekarang. " ucap Afra


" Ya, Raja Sopran, Ratu Bass dan Raja Alto " Jawab Othello


Philo berdiri lalu mencoba melangkah untuk pergi.


" Mau kemana kau? " tanya Afra


" Mau menemui raja Sopran, aku ingin tau alasannya " jawab Philo sambil terus pergi

__ADS_1


Othello mengendalikan sebuah akar pohon di jalan Philo, sehingga Philo terjatuh karena akar itu melilit dikakinya. Philo tampak tersandung dan terjatuh.


" Aduh " ucap Philo


" Kau harus mampu mengendalikan kekuatan mu dulu Philo, " Ucap nenek Othello


Nenek lalu menyerang Philo yang terkapar di tanah dengan bola bola air yang nenek kendalikan dari aliran sungai.


Dam lalu menepis serangan nenek dengan aliran air sungai yang sama. Dam membuat perisai dari air untuk melindungi Philo.


Nenek tersenyum melihat cara Dam melindungi temannya.


'' Nenek, kenapa nenek menyerang ku? " Philo berteriak kepada nenek


" Itu agar bisa melatih mu bodoh, Kau itu kan lemah. " Ucap Afra lalu ia terbang kearah Philo dan mengeluarkan pedangnya.


" Berdiri lah, dan lawan aku " Afra menyodorkan pedang nya ke wajah Philo. Philo lalu keheranan melihat tingkah Afra tersebut.


" Apa apaan ini, " Philo berdiri dan menurunkan pedang itu dari wajahnya


Dam yang melihat itu lalu mencoba mendekati mereka berdua. Namun, nenek memegang bahu Dam dan menggelengkan kepalanya. Itu berarti nenek melarang Dam untuk mendekati mereka berdua.


" Lihat saja Dam, Mereka berdua tidak akan kenapa napa. Ini bagian dari latihan. Kau tenang saja, aku akan mengawasi mereka " Ucap Othello sambil tersenyum kepada Dam


Dam mengangguk lalu kembali melihat mereka berdua bertarung.


...


" Afra aku tidak ingin melukai mu, Jadi tolong hentikan ini " teriak Philo sambil berdiri


" Kau tidak akan bisa melukai ku Philo, aku tepat berada di atas mu. kau tidak akan bisa menjangkau ku. " jawab Afra


Philo kelihatan bingung dan harus bagaimana.


Afra lalu melemparkan helaian bulu bulunya pada Philo. Bulu bulu Afra tersebut tampak runcing dan tajam.

__ADS_1


Philo lalu menangkis bulu bulu itu dengan tangannya. Nenek sangat terkejut melihat itu. Tangan Philo bisa saja terluka karena bulu bulu runcing milik Afra.


Namun apa yang terjadi diluar dugaan. Beberapa akar merambat menyelimuti tangan Philo. Sehingga, bulu bulu runcing itu menancap di tangan nya.


Philo yang melihat itu lalu terkejut, Bagaimana bisa akar merambat itu menyelimuti tangan nya? Tampa ragu Philo lalu membuat sebuah cambuk dari akar yang mendekati nya.


" Kenapa akar akar itu mendekati Philo? " tanya Dam yang melihat kejadian itu


" Akar akar itu mampu merasakan ancaman yang membahayakan seorang Wood. Jadi, akar akar itu mendekati Philo, karena Philo mungkin merasa terancam dengan serangan Afra tadi. " jawab Othello


" Tidak hanya akar, semua jenis tanaman hidup akan membantu seorang Wood " sambung Nenek


Dam paham sekarang dengan apa yang terjadi pada tangan Philo.


...


Philo melayangkan cambuk nya dan menggapai kaki Afra. Afra melirik kakinya yang dililit cambuk Philo. sekeras apapun Afra melepaskan nya, cambuk itu terus melilit talinya semakin kuat.


" Sekarang kau ragu lagi dengan ku Afra? " Philo tampak merayu Afra dengan senyuman nya


" Kau pikir aku akan hanya diam dengan tali mu ini? " Ucap Afra, Afra lalu terbang semakin tinggi sehingga Philo juga ikut terangkat ke atas karena dia memegang cambuk nya.


Mereka terbang semakin tinggi, Sekarang Philo tampak takut dengan ketinggian.


" Bagaimana Philo? " tanya Afra


" Turun Afra, aku takut ketinggian " Geram Philo


" lepaskan saja cambuk itu, dan kau akan turun " jawab Afra


" Apa? aku tidak akan melepaskan nya. kau gila Afra, aku bisa mati jika jatuh setinggi ini " Philo melihat kebawah ternyata mereka berada cukup tinggi dari permukaan.


Afra tersenyum sinis kepada Philo, Afra kembali mengepakkan sayapnya ke arah Philo sehingga membuat Philo tidak sanggup lagi memegang pegangan nya.


tangan Philo terlepas dari pegangan cambuknya sehingga ia jatuh dari ketinggian.

__ADS_1


" Tidak Philo, " Teriak Dam yang melihat dari bawah


__ADS_2