
Dinata berpikir sangat panjang sehingga mengganggu tidurnya beberapa malam lalu. Dinata harus mengetahui apa yang terjadi di desa Koilada tentang Rizes sebenarnya. Dinata meyakinkan Azkiazi untuk menceritakan tugasnya sebagai pejabat tinggi desa Koilada.
"Iya tugas berkaitan dengan Rizes, di desaku cerita Rizes adalah hal yang jarang dibicarakan oleh orang biasa. Warga mengetahui dengan berbagai cerita, namun yang ku dapatkan dari pemerintahan bahwa Rizes miliki desa Koilada karena terdapat pesan leluhur untuk warganya." Azkiazi memberitahu.
"Memangnya mereka mengatakan seperti apa bentuk dari Rizes?" tanya Dinata.
"Seperti ranting kayu ada tulisannya" kata Azkiazi.
"Ranting?" Dinata bingung.
"Leluhur desa Lofos juga sudah menghilangkan leluhur desa Koilada entah dimana keberadaannya kini" Azkiazi mengingat.
"Seperti itu ceritanya dari desa Koilada, kau tahu keberadaannya?" tanya Dinata.
"Di kota Klisi, disimpan oleh keluarga kau Nata." kata Azkiazi.
Dinata terkejut tentang cerita Rizes dalam masyarakat, ternyata begitu banyak versinya. Dinata juga mengatakan tidak mengetahui keberadaannya di simpan dimana, tetapi dari kecil dia diceritakan yang sebenarnya terjadi ketika itu.
"Aku harus kembali sendiri ke kota Klisi dan memberikan laporan kegagalan menemukan Rizes, kembali menjadi orang biasa saja." keinginan Azkiazi.
Azkiazi mengatakan ke Leasha dan Dinata untuk kembali sendiri ke kota Klisi hari ini juga, karena ada hal yang harus di laporkan ke desa Koilada mengenai sistem pemerintahan. Dinata menanyakan mengapa terburu-buru ke kota Klisi, mengapa tidak bersama saja kembali ke kota Klisi.
"Kau harus hari ini kembali ke kota Klisi sayangku?" tanya Leasha.
"Ada hal mendesak apa yang membuat kau terburu-buru Kiazi?" tanya Dinata.
"Aku harus bersiap ke kota Klisi mengirimkan pesan ke desa Koilada dan kembali sebentar ke desa Koilada setelahnya aku akan berada di kota Klisi selamanya." jelas Azkiazi.
"Apa kau akan tinggal di kota Klisi sayangku, aku sangat senang mendengarnya. Baiklah, hati-hati dalam perjalanan." Leasha khawatir.
Azkiazi kembali ke kota Klisi menyelesaikan yang seharusnya diselesaikan olehnya, kembali ke desa Koilada adalah cara terbaik saat ini untuk mengetahui rencana orang tuanya kepada pemerintahan desa Koilada. Lalu kembali ke kota Klisi sebagai orang biasa saja menjalankan toko Ziazi di kota Klisi.
__ADS_1
...
Dinata curiga dengan tingkah Azkiazi setelah berjalan keluar rumah dari siang ketika sore bersiap ke kota Klisi. Dinata mencari Akarsana ke rumahnya, tetapi tidak ada di rumah. Dinata semakin curiga ada apa dengan mereka berdua, Dinata menunggu Akarsana sampai malam di rumah Akarsana.
"Darimana saja kau seharian?" tanya Dinata.
"Aku ke pemerintahan mencari tahu sesuatu tetapi tidak menemukan apapun" jawab Akarsana.
"Kau terluka? Ada apa dengan kau dan Azkiazi. Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Dinata.
"Azkiazi tidak memberitahu kau apa yang terjadi?" tanya Akarsana.
"Jika aku tahu tidak mungkin aku kemari dan bersedia menunggu kau di rumah ini, apa kau tahu Azkiazi kembali ke kota Klisi dan desa Koilada?" tanya Dinata.
"Aku mengetahuinya, dia sudah mengingat semuanya dengan jelas tanpa berkurang apapun tentang dirinya. Sampai mengingat bagaimana orang-orang disekitarnya membuat dirinya seperti alat saja." jelas Akarsana.
Dinata sangat terkejut mendengar semuanya sudah menjadi rumit, Dinata harus merencanakan sesuatu agar sejarah tidak terulang kembali. Dinata berpikir apa harus menceritakan yang terjadi sebenarnya tentang Rizes tetapi harus mendengar cerita dari desa Lofos dari mulut Akarsana sendiri walau Dinata sudah mendengar banyak di tempat makan umum waktu itu.
"Karsa kau percaya padaku, mungkin tiba saatnya aku membalas kepercayaanmu." Dinata memulai cerita.
"Aku sangat percaya pada kau saat kita bertemu, kau orang yang sangat baik." jawab Akarsana.
"Kalau begitu bisakah kau menceritakan Rizes padaku, akan aku beritahu kau cerita sebenarnya dari Rizes." kata Dinata.
"Baiklah. Menurut warga biasa cerita begitu banyak sehingga berbeda dengan para pejabat tinggi. Rizes milik leluhur desa Lofos, leluhur seorang pria yang mencintai gadis desa Koilada. Ketika itu leluhurku mempunyai jurus baru dan membentuk pasukan untuk diajarinya saat mencari makan leluhur tergila-gila oleh gadis desa Koilada sehingga tidak mau kembali ke desa Lofos." Akarsana menjelaskan.
"Sejauh ini kebenaran cerita itu sama seperti yang aku dengar, leluhur kau mempunyai alasan untuk tidak kembali." kata Dinata.
"Memangnya apa yang membuat leluhurku tidak ingin kembali?" tanya Akarsana.
__ADS_1
"Leluhur kau dan leluhur desa Koilada mempunyai mimpi besar untuk menghentikan peperangan dan membentuk pemerintahan sendiri, kota Klisi adalah usaha mereka dan perdamaian tujuan utamanya" Dinata menjelaskan.
"Iya juga ya, itu mungkin asal usul kota Klisi terbentuk" kata Akarsana.
"Iya, kau tau bentuknya Rizes seperti apa?" tanya Dinata.
"Kata pejabat tinggi itu, Rizes berbentuk akar pohon Hyperion dan terdapat tulisan disetiap jalurnya itulah pesan leluhur" Akarsana menjelaskan.
"Kau tahu Rizes berada dimana?" tanya Dinata.
"Aku ditugaskan untuk merebutnya dari desa Koilada, katanya Rizes ada di desa Koilada" kata Akarsana.
Dinata sudah memikirkan masalah ini dengan matang, cerita Rizes yang sebenarnya harus diselesaikan. Dinata tidak mau teman-temannya menjadi alat untuk memulai peperangan. Kemudian Dinata mengajak Akarsana untuk ke kota Klisi sebelum Akarsana pergi ke desa Koilada. Dinata harus mengatakan yang sebenarnya dari cerita Rizes itu, dia juga berjanji pada Akarsana untuk membantunya dalam melakukan tugasnya sekalipun dirinya anak walikota Klisi. Namun itu hanyalah strategi Dinata agar bergantung pada Akarsana dan menceritakan Rizes dengan lancar dan tenang.
Akarsana dan Dinata ke Katastima membantu Leasha disana, karena mungkin Leasha sedang sibuk kasihan jika di biarkan sendiri. Ketika tiba di Katastima, Leasha sedang termenung seperti sedang berpikir sambil menulis. Perkiraan mereka salah, justru yang sibuk adalah pelayan-pelayannya.
"Kalian kesini adalah waktu yang tepat"
"Mengapa begitu sedangkan kami melihat kau tidak sedang sibuk melayani pelanggan." kata Dinata.
"Aku sedang memikirkan perkembangan bagi Katastima, akan lebih menarik jika aku mengeluarkan beberapa menu baru lagi" Leasha menjelaskan.
"Memangnya kau memerlukan apa, bilang saja padaku. Akan aku bantu sebisaku" kata Akarsana.
"Bagaimana jika kita kembali ke kota Klisi, aku akan membuat menu baru disana. Menu baru harus memiliki izin pusat agar mudah masuk ke desa Lofos." tanya Leasha.
"Aku juga membutuhkanmu Akarsana untuk mempermudah pengantaran barang dari desa Lofos ke kota Klisi begitu pun sebaliknya Dinata untuk mengizinkan menu baru Katastima berada di desa Lofos." lanjut Leasha.
Dinata dan Akarsana sangat setuju dengan rencana Leasha, mereka bersiap-siap untuk ke kembali ke kota Klisi. Leasha sangat senang kembali ke rumah pikirnya, dengan bekerja dekat dengan rumah dan suaminya akan sangat menyenangkan.
__ADS_1