Rizes Aimatos

Rizes Aimatos
Indahnya Rumah Tinggi


__ADS_3

Pesta Pernikahan


Warga kota Klisi sedang bersuka cita, anak pejabat pengobatan dan pejabat keamanan menikah. Mereka berdua sangat dikenal oleh orang-orang pusat kota Klisi, terlebih Leasha adalah orang yang perhatian dan sangat di kenal sebagai penyelamat orang-orang sakit. Sedangkan Nuraga adalah pimpinan yang adil dalam bertindak, tidak semena-mena mengambil keputusan untuk warga yang bersalah. Pengiringan kencana pengantin wanita disambut oleh warga dan ditunggu-tunggu warga dengan sangat tertib.


"Nyonya Leasha. Nyonya Leasha. Sangat cantik sekali." warga berseru.


Leasha dan Nuraga sangat bahagia tercermin dari raut wajahnya menyambut setiap tamu yang datang, mereka seperti sepasang kekasih yang abadi. Orang-orang banyak mendoakan pernikahan mereka agar diturunkan anak-anak yang hebat. Kebahagiaan sepasang kekasih menikah adalah kekuatan cinta duniawi. Orang-orang percaya saat pernikahan untuk mempersatukan keluarga sangatlah indah, keluarga Leasha dan keluarga Nuraga sangat senang ketika mereka akan bersatu.


"Kudengar Leasha memiliki teman dari desa Koilada, bagaimana pendapatmu?" Ibunya Nuraga.


"Iya, anakku itu tidak mengerti kebencian ku kepada desa Koilada. Tetapi dia tetap melanggar." Ibunya Leasha.


"Jika demikian, mari kita bersatu dan bersama melawan desa Koilada. Aku pun benci kepada desa Lofos." Ibunya Nuraga.


"Kita akan rencana sesuatu setelah ini, aku sangat senang saat tahu kita akan menjadi keluarga." Ibunya Leasha.


Keluarga Leasha dan keluarga Nuraga bersatu untuk melawan desa Koilada dan desa Lofos. Kebencian keluarganya adalah hal yang sudah diketahui oleh orang banyak, tetapi orang-orang tahunya hanya sebatas permasalahan leluhur tentang harga berharga milik kota Klisi. Harta berharga selalu dijaga ketat oleh walikota dari turun temurun, cerita leluhur dari dulu selalu berubah-ubah. Cerita yang benar hanya keluarga walikota yang tahu jelas seperti apa.


Walikota Klisi selalu memberikan arahan untuk menjaga kerahasiaan harta berharga milik kota Klisi, agar tidak terjadi peperangan dikemudian hari. Cerita yang berbeda-beda dalam warga dibiarkan walikota, tidak juga dibenarkan ceritanya. Ada yang mengatakan desa Koilada menyerang desa Lofos, ada yang mengatakan desa Lofos menyerang desa Koilada. Desa Lofos yakin ada pesan dalam harta berharga dari leluhurnya, begitu pula desa Koilada menganggap ada pesan yang berharga terdapat di dalamnya.


Harta berharga itu bentuknya, warna dan ukurannya hanya walikota dan keluarganya yang tahu. Orang-orang warga kota Klisi tidak mengetahui jelas seperti apa, tetapi orang yang tua-tua masih jelas teringat harta itu.



Pesta pernikahan membuat Leasha lelah, Nuraga juga lelah apalagi berita dalam pernikahannya adalah menyatukan keluarga yang kuat. Kebencian keluarga semakin besar saja, Nuraga mulai waspada kepada keluarga mereka berdua. Nuraga juga tidak menyangka bahwa keluarga Leasha sangat membenci desa Koilada, begitu juga Leasha tidak menyangka bahwa keluarga Nuraga sangat membenci desa Lofos.

__ADS_1


Tidak mengurangi keinginan Leasha untuk tetap ke desa Lofos, mengembangkan Katastima miliknya. Leasha memberikan pengertian ke Nuraga, bahwa itu adalah tanggungjawab Leasha kepada orang-orang kota Klisi.


"Sayangku, aku tahu keluargaku membenci desa Koilada itulah sebab aku kesana. Aku mencari tahu kebencian ibu dan keluargaku apakah benar orang-orang desa Koilada seperti yang dimaksudkan mereka." Leasha menjelaskan.


"Dua purnama aku disana, mereka sangat ramah. Orang biasanya seperti kita kota Klisi, tidak mengetahui seperti apa cerita harta itu. Aku yakin begitu pula dengan desa Lofos, warganya pun tidak mengetahui banyak tentang cerita harta itu. Bahkan mereka saling merindukan lewat fenomena alam disana" jelas Leasha.


"Iya aku memahami sayang, tetapi ibu jika tahu akan kecewa." Nuraga menasehati.


"Kita tinggal dirumah kita, ibu-ibu kita tidak akan tahu aku kesana. Bila perlu kau ikut bersamaku" Leasha mengajak Nuraga.


"Justru aku ikut, ibu kita akan cepat mengetahuinya sayang. Baiklah. Aku akan kesana jika rindu." Nuraga menggoda.


"Ini adalah malam pertama kita, biarkan kita menikmatinya dahulu. Jangan pikirkan hal yang berat seperti itu." Nuraga kembali menggoda.


Berita yang beredar cepat sekali, apalagi berita itu tidak baik untuk didengar. Leasha mengkhawatirkan Azkiazi jika mengetahui keluarganya membenci desa Koilada. Namun saat tahu Azkiazi orang desa Koilada, ibunya mulai sedikit mengesampingkan kebenciannya karena ilmu meracik obat dari Azkiazi sangat terkesan. Sebenarnya ibu Leasha merindukan desa Koilada sehingga tidak tahan dengan berita yang salah menjadikan kebencian di hati ibu Leasha.



Setelah pesta pernikahan Leasha berkunjung ke Katastima, disana ada Tarisa dan Azkiazi yang terus menerus meledek Leasha. Semangat bisnis sangat besar diri Leasha, dia merasa sangat bertanggung jawab atas toko Ziazi dan Katastima.


"Aku datang untuk kembali bekerja" Leasha menyapa.


"Untuk apa sekarang bekerja, jika memiliki suami" Tarisa Menggoda.


"Aku di tinggal juga bekerja oleh Nuraga, aku pergi hanya ke tempat kalian berdua saja. Jika berdiam dirumah aku sangat kesepian." Leasha menjelaskan.

__ADS_1


"Jika begitu, apa kau tetap berencana ke desa Lofos Leasha?" tanya Azkiazi.


"Oh. Iya, aku akan tetap kesana. Kau tahu sebentar lagi ada festival Hang Glider di titik-titik Hyperion, aku sangat suka berpetualang. Kalian tahu itu." jelas Leasha.


"Bolehkah aku ikut bersamamu Leasha?" tanya Azkiazi.


"Toko Ziazi bagaimana jika kau ikut bersamaku, biar aku pastikan aku membuka Katastima disana. Maka aku akan mengundangmu kesana." Leasha menjelaskan.


Azkiazi sangat ingin ke desa Lofos, dia seperti selangkah lagi dengan tugasnya. Tetapi sangat terburu-buru dan diketahui cepat jika dia tetap bersabar. Azkiazi hanya menunggu sedikit lagi agar sampai ke desa Lofos. Untuk itu Azkiazi mengirimkan surat burung ke desa Koilada.


...Desa Koilada...


Dalam waktu dekat aku akan ke desa Lofos, mencari tahu yang sebenarnya tentang harta itu. Untuk perintah hasil rapat wilayah, kirim seseorang untuk membantuku disini. Agar aku bisa leluasa kemana pun untuk mencari tahu lebih banyak.


^^^Pendekar wanita^^^


...


Leasha tetap akan pergi ke desa Lofos, untuk mencari alat makan dan membuka Katastima disana. Karena Leasha sudah berjanji pada Tarisa dan Azkiazi untuk membuka Katastima, itu tujuan Leasha. Leasha yang suka berpetualangan ingin kesana, desa Lofos akan mengadakan festival Hang Glider dititik Hyperion. Setelahnya akan ada fenomena alam Awan Topi di desa Lofos. Leasha menunggu hari itu tiba, makanya Leasha bersikeras ingin ke desa Lofos.


"Aku akan mengantarmu sampai ke penginapan disana sayangku." Nuraga memberikan syarat.


"Aku akan merasakan indahnya rumah tinggi disana. Jika memang kau mengizinkan, aku tidak keberatan untuk diantar ke desa Lofos sayang." Leasha senang.


"Kau jangan khawatir setelah membuka Katastima disana aku akan memanggilmu, Tarisa dan Azkiazi untuk acara pembukaannya sayangku." lanjut Leasha.

__ADS_1


Leasha bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke desa Lofos. Leasha berpamitan dengan Tarisa dan Azkiazi, berpesan kepada keduanya. Ketika pembukaan mereka harus datang bersama Nuraga juga, Leasha sangat ingin ke desa Lofos.


__ADS_2