Rizes Aimatos

Rizes Aimatos
Perang Terulang


__ADS_3

Penobatan Walikota Baru


Setelah kematian sahabatanya Tarisa merasa masih sangat sedih terlihat saat penobatan dirinya menjadi pejabat tinggi kota Klisi walaupun sudah beberapa hari lalu kejadian itu terjadi. Azkiazi dan Akarsana tidak bisa berbuat banyak, mereka terikat oleh desa mereka masing-masing dan tidak bisa banyak membantu Nuraga saat pertarungan terjadi dan Azkiazi tidak bisa menahan Leasha waktu itu.


"Sayangku tersenyumlah untuk diriku, aku tidak ingin kau seperti ini" kata Dinata.


"Aku akan berusaha sayang, maafkan sikapku ini menambah beban kau saat ini" jawab Tarisa.


"Jika begitu sedikit senanglah untuk menyelesaikan semua langkah penobatan ini" Dinata meminta.


Tarisa mencoba sedikit tersenyum dan bersemangat untuk menyelesaikan penobatan walikota ini. Tarisa sangat merindukan Leasha, dia ingin menceritakan kebahagiaan yang dirasakan setelah menikah. Kebahagian mereka berbeda pikir Tarisa, keinginan Tarisa bahagia seperti pasangan Leasha dan Nuraga. Hidup tanpa beban banyak orang.



Dinata menyelesaikan langkah-langkah penobatan dengan sangat lancar, tiba saatnya Dinata memberikan hormat kepada semua warga yang hadir. Desa Koilada dan desa Lofos untuk pertama kalinya bersatu demi menghadiri penobatan walikota baru. Sekalian ingin mendengar apa yang akan dikatakan dilakukan walikota baru mengumpulkan warga kedua desa yang perang dingin itu.


"Sekarang aku walikota baru kalian, aku meminta kesediaan kalian untuk bekerjasama denganku mengembangkan dan perdamaian di hati kalian." kata Dinata.


"Aku akan mengeluarkan Rizes dari persembunyiannya, untuk membenarkan pertunjukkan ku waktu lalu." jelas Dinata.


"Mengapa dikeluarkan, untuk apa?" tanya semua warga.


"Untuk membuktikan bahwa aku tidak mengarang saja tentang Rizes bahwa berbentuk akar dan tidak ada yang tahu itu akar jenis apa. Apakah akar Hyperion atau akar Puspa Pesona. Agar tidak lagi ada kesalahpahaman." Dinata menjelaskan.


"Aku akan membukanya setelah aku menyatukan desa Koilada dan desa Lofos. Di wakilkan dengan pendekar kalian, Azkiazi dan Akarsana. Mereka akan menjadi saksi dan meneruskan menjaga dan melindungi Rizes agar tidak ada rasa iri pada salah satu desa saja" lanjut Dinata.

__ADS_1


Dinata menggelar pernikahan Azkiazi dan Akarsana dengan persiapan yang cepat dan apa adanya saja. Perintah pertama Dinata menjadi walikota mempersiapkan pernikahan sahabatnya, pikirannya ini sudah dibicarakan oleh Akarsana dan Azkiazi jadi mereka berdua tidak terkejut sama sekali. Azkiazi dan Akarsana sungguh berterima kasih dengan kenaikkan Dinata, mengorbankan dirinya untuk mengadakan hal yang tidak penting ini bagi seorang walikota.


Dinata membantah, ini bukan suatu hal yang tidak penting. Menyatukan orang yang saling mencintai adalah hal yang mulia, pikirnya ini semua demi Rizes dan semua warga agar terciptanya perdamaian.



Azkiazi dan Akarsana menikah disaksikan semua warga dengan perasaan yang kebingungan, senang ataukah sedih, kesal ataukah marah. Mereka masih tidak terima mereka disatukan dengan cara menikahi pendekar mereka. Tetapi tidak percaya dengan perkataan Dinata sebagai walikota untuk memberikan Rizes kepada mereka, pasukan masing-masing desa bersiap-siap untuk merebut Rizes dari tangan mereka berdua.


"Sayangku kita sudah menjadi alat bagi pemerintahan desa kita masing-masing, kini saat cinta kita di uji kita masih akan menjadi alat bagi Rizes" kata Akarsana berbisik ke Azkiazi.


"Demi memperlihatkan ke orang-orang bahwa kita saling mencintai walau pernah dipisahkan dengan cara yang keji, di peralatan setelah berpisah. Mungkin ini takdir kita" Azkiazi bersedih.


"Apapun yang akan terjadi aku sangat bahagia ketika orang tahu jika aku mencintai kau, biarkan hanya kita berdua yang merasakan kebahagiaan ini sayangku" Akarsana menenangkan.


"Aku merasa tidak berdaya lagi sebagai manusia, aku ingin hidup bersama dengan kau selamanya. Aku akan berterima kasih pada walikota kita, Dinata" Azkiazi menjelaskan.


Langkah demi langkah pernikahan dijalankan, semua orang tegang menghadiri pernikahan itu. Mereka seolah dipermainkan dengan pernikahan itu, menjadikan alasan bagi pasangan itu untuk bersatu setelah dipisahkan beberapa tahun yang lalu.


"Seperti tidak ada gunanya, aku melahirkannya" kata ibu Azkiazi.


"Aku membesarkannya untuk menjadi seorang pemberontak, bahkan sia-sia saja usaha kita membuatnya hilang ingatan" kata ayah Azkiazi.


"Kakakku aku sangat berbahagia saat kau menjadi seorang pengantin pria, berbahagialah walau semua orang tidak dengan dengan pernikahan kau. Aku akan selalu berdoa demi kebahagiaan kau." kata adiknya Akarsana.


Semua orang menunggu kehadiran Rizes yang sudah dijanjikan Dinata. Seolah menagih janjinya sebagai walikota Klisi yang baru. Kali ini tidak satu orang pun yang meninggalkan acara itu, seperti waktu acara pertunjukkan cerita tentang Rizes.

__ADS_1


"Semua persiapan pernikahan sudah dilakukan tiba saatnya aku menepati janjiku pada kalian, memberikan Rizes kepada Azkiazi dan Akarsana" kata Dinata.


Dinata memerintahkan orang untuk mengeluarkan Rizes, diletakkan dihadapan Azkiazi dan Akarsana untuk membuka bersama Rizes itu. Setelah dibuka benar yang dikatakan Dinata bahwa Rizes berbentuk akar, warga juga kebingungan dengan bentuk akar itu jenis apa.


"Wah benar. Benar. Itu sebuah akar" bisik-bisik warga.


"Tapi itu akar apa? Aku tidak pernah melihatnya bahkan aku menanam semua jenis bunga di desa Koilada, apalagi akar Puspa Pesona." kata warga desa Koilada.


"Akar apa itu? Itu bukan jenis pohon Hyperion atau jenis pohon lainnya" kata warga Lofos.


Ketika dilihat Azkiazi dan Akarsana ada warga yang siap-siap mengambil Rizes, serentak mereka berdua memegang Rizes dengan tangan mereka. Keluar cahaya yang sama dengan dulu saat leluhur mereka menghilang sampai menutup mata dan membuka mata kembali, melihat mereka masih ada disana Azkiazi dan Akarsana. Tetapi mereka semua melihat seseorang pria tampan dan wanita cantik di samping mereka berdua.


"Itu leluhur desa Koilada, itu leluhur kita" teriak warga desa Koilada.


"Itu juga leluhur desa Lofos, itu leluhur kita" teriak warga desa Lofos.


Semua orang terdiam dan menyaksikan yang terjadi di hadapan mereka.


"Kalian semua akan mengulang masa lalu?" tanya leluhur desa Lofos.


"Untuk apa masih mencari berselisih?" tanya leluhur desa Koilada.


"Biarkan mereka berdua menjadi saksi kami" serempak leluhur desa Koilada dan desa Lofos berbicara.


Para leluhur itu seolah angin yang teratur menuju badan Azkiazi dan Akarsana, leluhur desa Lofos masuk ke badan Azkiazi, leluhur desa Koilada masuk ke badan Akarsana. Warga merasa kebingungan, untuk apa jiwa leluhur masuk ke warga desa yang berbeda.

__ADS_1


Masing-masing warga memiliki penghasut setiap desa, jika leluhur masuk ke badan mereka untuk apa mereka menikah. Putuskan hubungan pasangan itu kata kedua pihak desa, tetapi warga bingung ingin bertarung jiwa mereka tidak masuk ke badan yang benar. Seolah leluhur menginginkan peperangan terulang kembali.


__ADS_2