Rizes Aimatos

Rizes Aimatos
Pesta Pernikahan. Perayaan Kota


__ADS_3

Seluruh penjuru wilayah bersuka cita menyambut kebahagiaan anak walikota Klisi, pernikahan diadakan dengan sangat meriah. Berbagai acara apapun ada dalam pernikahan Dinata dan Tarisa, sebagai pengganti walikota Klisi dan perayaan seumur hidup sekali akan sangat mungkin dilakukan dengan sempurna tiada gangguan. Dijaga ketat oleh pasukan keamanan kota Klisi. Seluruh pejabat menghadiri tanpa terkecuali seorangpun.


"Kita akan mulai menyerang setelah perayaan ini selesai, mungkin kita akan bilang ke pasukan untuk membuat api di kedua desa." kata ibu Nuraga.


"Iya. Kita harus berhati-hati dan bersembunyi merencanakan semuanya." kata ibu Leasha.


Kedua keluarga ini bersatu membentuk pasukan pemberontakan, membuat api amarah untuk kedua desa itu. Jangan sampai mereka merebut harta milik kota Klisi, pasukan keamanan sangat lengkap dan berjaga sangat teliti. Memperhatikan orang-orang yang berdatangan, pemerintahan kota Klisi sudah dihimbau untuk menjaga barang berharga mereka agar tidak mengundang kejahatan ketika pernikahan Dinata dan Tarisa. Karena banyak orang yang tidak dikenal keluar masuk ke kota Klisi.


"Mari perjamuan dimulai" ayah Dinata memberikan aba-aba pembukaan jamuan.


"Silahkan diminum dan makan semua yang dipersiapkan dari kami untuk anda semua" ayah Tarisa mempersilahkan tamu undangan.


Terlihat jelas kebahagiaan di wajah Tarisa, keinginan menikah sudah lama didambakan oleh Tarisa. Tarisa sempat iri dengan Leasha yang terlebih dulu menikah dan memperlihatkan kemesraan setelah menikah ternyata lebih menigkat. Dinata juga senang tetapi cemas jika terjadi sesuatu dengan sahabat-sahabatnya.



Kebahagiaan Tarisa dan Dinata dirasakan seluruh wilayah atas perayaan yang begitu megah. Orang-orang memberikan selamat kepada Dinata dan Tarisa atas suka cita yang menyatu dalam tali pernikahan.


"Apa yang kau pikirkan, bersenang-senanglah sebentar. Kebahagiaan semu ini akan dimulai" kata Tarisa.


"Maksud kau apa? Semu bagaimana?" tanya Dinata.


"Aku mendambakan kebahagiaan seperti Leasha dan Nuraga sebagai pasangan biasa saja, aku takut kita banyak berkorban untuk orang lain setelah ini" Tarisa menjelaskan.


"Aku akan membuat kau merasakan hal yang sama seperti Leasha, tidak perlu memikirkan pekerjaanku. Pikirkan saja apa yang kau suka, aku sangat mencintai kau Tarisa" Dinata bahagia.


"Aku juga mencintai kau Dinata" Tarisa tersenyum bahagia.

__ADS_1


Berbagai proses pernikahan selesai satu- persatu, hingga Dinata dan Tarisa dipersilahkan untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan pesta santai dalam beberapa hari kedepan.



Leasha dan Nuraga memiliki kebahagiaan sendiri, melihat sahabatnya menikah membuat Leasha lebih bahagia hari ini dari pada kemarin-kemarin saat melihat Tarisa bersedih melihat kemesraan dirinya dan Nuraga.


"Aku sangat bahagia melihat Tarisa, sayangku" kata Leasha.


"Memangnya kau tidak pernah sangat bahagia sayang?" tanya Nuraga.


"Bukan seperti itu, aku sangat lebih bahagia saat bersama dengan kau sayang. Tetapi mendengar keluhan Tarisa kemarin-kemarin, sangat bahagia memang hari ini ketika melihat dia menikah" Leasha menjelaskan.


"Jika begitu, semua orang juga merasa seperti itu sayang. Hanya berbeda sedikit dengan perasaanmu ke Tarisa sebagai sahabat dari kecil sudah seperti saudara saja" kata Nuraga.


"Kau tahu yang aku inginkan memiliki seorang anak, jika dia pria aku ingin seperti Karsa dan jika wanita aku ingin seperti Kiazi" kata Leasha.


"Kau tahu mereka adalah pendekar di desa mereka masing-masing, bisa membela dirinya sendiri ketika ada yang menyakiti" jelas Leasha.


"Aku ayahnya, aku juga ahli bela diri, pimpinan keamanan sayangku" Nuraga tersenyum ke Leasha.


Jika terjadi sesuatu, Leasha ingin tetap bersama dengan Nuraga apapun yang diderita keduanya. Mendengar perkataan Leasha, Nuraga sangat kesal. Seolah akan terjadi yang besar menimpa mereka, Leasha sangat bahagia. Hari-hari belakangan ini sangatlah manja. Perintahnya ke Nuraga suka yang aneh-aneh. Ingin digendong ke bak mandi saat ingin mandi, makan disuapi saat ingin makan, selalu resah jika Nuraga bertugas keliling.



Akarsana menarik Azkiazi untuk ke suatu tempat yang indah di kota Klisi, sebagai pendekar di kota Klisi memiliki pakaian yang sama kebahagian bagi mereka berdua. Membuat mereka sangat menikmati hari perayaan kota dan pernikahan sahabat mereka.


"Aku sangat merindukan kau sayangku" Akarsana memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan, jika ada yang mendengarnya jadi malu nanti" Azkiazi menutup mulut Akarsana.


"Aku sengaja akan memberitahu orang-orang wanita ini kesayangan dan aku sangat cinta kau sayang" Akarsana menggoda Akarsana.


"Aku juga merindukan kau sayang" Azkiazi mencobanya.


"Jika begini aku sangat ingin menikah juga dengan kau sayangku, aku diberitahu Dinata setelah diangkat menjadi walikota kita diizinkan menikah" Akarsana memberitahu Azkiazi.


"Mengapa begitu?" tanya Azkiazi.


"Katanya saat menjadi walikota dan mengetahui keberadaan Rizes, dia akan memberitahu cerita sebenarnya ke warga desa kita masing-masing dari cerita Rizes yang turun temurun itu dan memberikan kepada kita untuk dijaga oleh kita sebagai wujud perdamaian" Akarsana menjelaskan.


"Semoga bisa seperti itu ya" Azkiazi berharap.


Akarsana dan Azkiazi sangat berharap akan terjadi kejadian yang perdamaian, menyelesaikan permasalahan leluhur. Mereka berdua sangat lelah menjadi alat pemerintahan dan diimingi pejabat desa, tetapi tidak mendapatkan kebahagian yang diinginkan. Sama seperti saat mereka berduaan saja selama satu purnama di gubuk lembah waktu itu.


...


Sebagian perjamuan datang dari berbagai wilayah termasuk orang-orang desa Koilada dan desa Lofos, mereka menghadiri pernikahan anak walikota Klisi sebagai bentuk suka cita atas pesta perayaan kota Klisi. Dalam perayaan itu ada hiburan pertunjukkan, di ceritakan bahwa sepasang kekasih memadu kasihnya dengan sangat sulit dan menyedihkan. Samar-samar ceritanya menjelaskan yang terjadi saat kejadian Rizes.


Bagi yang memahami pertunjukkan itu kembali kerumah masing-masing satu persatu, menolak ingin mengetahui cerita sebenarnya. Padahal ini harus diketahui agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi diantara warga desa.


Warga desa Koilada diberikan berita yang tidak mengenakkan, berita hinaan dari desa Lofos. Berita itu menyebar dengan luas ke desa Koilada, warga sangat marah khususnya pejabat tinggi desa Koilada. Begitu pula sebaliknya berita hinaan dari desa Koilada tersebar dengan cepat di desa Lofos, berita itu sengaja dibuat oleh pemberontak kota Klisi.


Warga menunda penyerangan ke desa musuh masing-masing karena perayaan kota Klisi sangat ketat, jika ingin ke desa musuh harus melewati kota Klisi terlebih dulu. Akan sangat tidak mungkin jika mereka menyerang, masing-masing desa merencanakan penyerangan dengan sangat kuat tanpa celah sedikit pun.


Dinata yang punya perayaan sudah mendengar kejadian-kejadian di masyarakat yang tidak menyenangkan, Dinata sangat kepikiran dengan keadaan orang-orang yang tidak memahami kejadian sebenarnya. Berperang dan saling serang karena Rizes saja.

__ADS_1


__ADS_2