Rizes Aimatos

Rizes Aimatos
Syarat Bersatu


__ADS_3

Setelah pernikahan yang megah itu, masih ada serangkaian pesta beberapa hari kedepan. Tiba saatnya untuk pesta rakyat, menyenangkan rakyat adalah suatu keharusan untuk menjaga kemesraan antar masyarakat dengan para pejabat.


Dinata akan melakukan pertunjukkan tentang Rizes saat pesta rakyat, Dinata sudah memikirkan hal ini jauh sebelum pernikahannya. Dalam pertunjukkan itu, Dinata menceritakan secara rinci kejadian sebenarnya asal usul Rizes, dengan boneka peraganya.


"Aku berharap kalian tidak akan pergi dari tempat ini dan bisa menghargai usahaku sebagai tuan rumah pembuat acara" Dinata memberikan perintah ke warga yang di undang.


Pertunjukkan Dinata


Suatu hari di desa A hidup lah pria tampan dan gagah berani memiliki kemampuan khusus dalam bela diri berlatih setiap hari berguna untuk melindungi desanya karena di desanya kemampuan itu harus dimiliki baik pria dan wanita.


Di desa B hidup seorang wanita cantik yang luar biasa dikenal pandai seni meracik obat dalam hidupnya pengobatan adalah hal mulia bagi seseorang dan mempunyai kepuasan sendiri jika seseorang sembuh dari sakit yang diderita orang lain.


Pria tampan itu tidak pernah merasa puas dengan kemampuan bela dirinya sehingga membuat pasukkan untuk bersama dengannya menjadi ahli bela diri dan berkelana mencari tempat untuk berlatih setiap hari tujuannya agar tidak mengganggu warga lain ketika berlatih.


Wanita cantik itu bersama beberapa temannya menyukai meracik obat sehingga keluar dari desanya untuk mencari bahan-bahan pengobatan yang berkualitas tidak hanya yang ada di desanya.


Pria tadi kehabisan bahan pangan untuk dimakan dan memerintahkan pasukannya mencari makan dan berpencar berkumpul lagi di tempat berlatih mereka bukan kembali ke desa pria itu berjalan *desa wanita cantik itu.


Pria itu lama tinggal bersama wanita itu sampai ketika mereka berdua ketahuan warga desa B dan memukuli pria itu tanpa ampun karena dianggap penyusup.


Wanita itu kasihan pada pria itu dan membawanya keluar desa B mengobatinya sampai sembuh di gubuk tempat wanita itu saat mencari obat waktu itu.


Pria itu jatuh cinta dengan wanita cantik itu menawarkan wanita itu mengobati pasukkan pria itu yang sering terluka karena berlatih dan berkumpul di antara desa A dan desa B.

__ADS_1


Mereka berdua membuat desa baru bersama teman-teman mereka mengembangkan desa itu lebih dari desa mereka, ada yang belajar bela diri disana, ada seni meracik obat disana, keuangan merata warga mereka sangat senang dan membentuk pemerintahan yang lebih maju sehingga orang-orang menyebut kota AB.


Perkembangan itu terdengar oleh petinggi desa A dan desa B, menyuruh seseorang untuk memeriksa siapa yang sudah mengembangkan kota AB ini.


Diketahui oleh mereka ialah orang yang terkenal didesa mereka, pria dan wanita itu terkejut dengan serangan desa A dan serangan desa B bukan untuk menghancurkan kota AB, desa B tetapi marah karena pria sudah menculik wanita itu dan desa A marah juga karena wanita itu pria hebat mereka tidak ingin tinggal lagi di desanya.


Peperangan terjadi di antara keduanya desa itu di kota AB, mereka memilik seorang anak lelaki. Dalam peperangan saat pedang saling siap membunuh pria dan wanita itu di tengah-tengah pedang itu dan menancap ditubuh mereka yang sedang berpelukkan, pria itu sempat mengatakan jangan lagi ada peperangan, dan wanita itu juga mengatakan utamakan perdamaian.


Seorang pengasuh membawa anak mereka dan meletakkan anak mereka dekat dengan orang tuanya yang sedang terluka saat mendekat anak itu duduk dan menyentuh orang tuanya, seketika cahaya keluar dari kedua orang yang tertusuk pedang yang berkorban itu sehingga semua orang menutup mata karena tidak tahan melihat cahaya yang menyilaukan. Sampai cahaya itu meredup semua orang melihat anaknya memegang sebuah akar merah.


Setelah dewasa anak mereka diangkat warga kota AB menjadi seorang walikota dan menjaga melindungi akar merah menjadi sebuah harta berharga milik kota AB yang disebut dengan Rizes*.


Semua warga tidak percaya dengan yang ditunjukkan oleh Dinata, orang menganggap itu hanya sebuah pertunjukkan dengan cerita Rizes. Warga desa Koilada tidak percaya dengan pertunjukkan itu apalagi warga desa Lofos tidak mempercayai cerita itu.


Leasha dan Nuraga mengetahui kalau ibu mereka sangat membenci kedua desa itu, tetapi tidak tahu mereka sedang merencanakan apa. Leasha dan Nuraga berharap ibu mereka tidak gegabah dan ceroboh dengan kebencian yang ada dalam diri mereka.


Namun kerusuhan terjadi kedua desa saling serang dan menghancurkan acara itu, Leasha mengetahui kalau itu adalah kesalahan yang dibuat ibu mereka. Leasha menghentikan pertarungan itu tetapi tidak di dengarkan Leasha berteriak-teriak hingga akhirnya Leasha berada dalam pertarungan itu, sampai Leasha dengan sengaja menuju pedang yang ditujukan untuk orang lain dan dia terluka.


"Sayangku, ini perbuatan ibu kita. Tolong hentikan kerusuhan ini" Leasha memberitahu ke Nuraga.


"Iya sayangku, kau harus bertahan akan aku panggil Kiazi untuk mengobati kau" Nuraga panik dan menangis.


"Sayang tidak akan sempat obat-obat itu menyembuhkan luka ini, sepertinya luka itu mengenai ku terlalu dalam. Tidak akan berguna sayang" Leasha memegang tangan Nuraga.

__ADS_1


"Anakku" teriak ibu Leasha.



"Aku tidak akan membiarkan orang-orang ini hidup dengan tenang, kalian sudah membunuh istriku" Nuraga sangat marah.


"Tenanglah nak, semuanya sudah takdir. Leasha sudah berkorban demi perdamaian" kata ibu Nuraga.


"Jangan halangi aku Bu, ini semua karena ibu dan ibu Leasha membuat pasukan pemberontak. Kau mengira aku tidak tahu Bu" Nuraga berteriak.


Dengan amarah yang sangat membakar diri Nuraga, kehilangan istri yang dicintainya. Nuraga teringat dengan senyum-senyum istrinya, perkataan setiap harinya membuat Nuraga menangis tiada henti sambil bertarung. Kekuatannya bertarung membara oleh amarah yang tidak tertahankan, sampai Nuraga teringat oleh senyum dan kata Leasha terakhir kalinya.


Leasha tidak ingin melihat Nuraga membunuh siapa saja karena dirinya, seketika Nuraga lemas tidak berdaya dan berhenti bertarung termenung memikirkan istrinya. Semua orang menjadi ricuh dengan peperangan itu, sampai akhirnya pedang menancap di tubuh Nuraga oleh pertarungan.


"Berhenti semuanya" kata ibu Nuraga.


"Bu, aku dan Leasha tahu kau sangat membenci kedua desa itu. Kami tidak mengira kalian akan berbuat sejauh ini, tolong Bu jangan biarkan amarah ibu dan ibu mertua menutup hati kalian. Dengan pengorbanan kami, kami harap ibu dan ibu mertua tidak lagi memberontak." kata Nuraga kesakitan.



"Sayangku kita sudah berkorban demi ibu kita" Nuraga seolah bicara dengan Leasha.


Seketika pertarungan itu berhenti karena sudah ada yang berkorban demi menghentikan pertarungan itu, semua orang ditangkap dan dikurung di penjara. Terutama ibu Leasha dan ibu Nuraga yang sudah membuat kerusuhan ini terjadi, membentuk pasukan pemberontak.

__ADS_1


__ADS_2