Rizes Aimatos

Rizes Aimatos
Kebenaran Cerita Setempat


__ADS_3

Seorang walikota Klisi dan keluarga harus menurunkan seorang penggantinya, tahta ini tidak bisa di berikan ke keluarga lain atau orang lain menggantinya. Sebab itu Dinata anak walikota Klisi diberikan pengetahuan berbeda dengan orang biasa, dari kecil di besarkan oleh ilmu. Tidak hanya ilmu bela diri, pemerintahan, keuangan dan pengobatan selalu yang terbaik bagi anak seorang pejabat tinggi kota Klisi. Satu hal yang tidak ketinggalan dari perintah kepemimpinan kota Klisi cerita sebenarnya dari harta berharga yang disimpan dan dilindungi terjaga kebenarannya.


Namun sebagai keluarga nomor satu kota Klisi, tidak jarang mendengar cerita menyimpang tentang harta itu Rizes namanya. Dinata seorang anak walikota Klisi dan satu-satunya turunan keluarga pejabat tinggi memegang peranan penting, sekarang Dinata sudah bisa keluar dari lingkungan keluarganya. Dinata sangat ingin mempelajari lebih dalam ilmu bela diri di desa Lofos, waktu yang tepat ketika pembatasan kota Klisi dan desa Lofos dibuka karena ada perayaan desa. Festival Hang Glider dititik Hyperion dan fenomena alam Awan Topi.


Tiba waktunya Dinata bersiap dalam perjalanannya, namun Dinata diam-diam dari keluarganya pergi ke desa Lofos. Karena Dinata tidak pantas jika ingin belajar dikawal dengan pasukan kota Klisi hanya untuk bersantai ke desa Lofos.


"Ayah. Ibunda. Aku akan meminta izin dari kalian untuk menginap di danau." Dinata memulai pembicaraan.


"Untuk apa kau keluar dari rumah, kau tidak lupa dua purnama lagi kau akan bertemu keluarga pejabat keuangan" sambung ibunya Dinata.


"Hayolah ibunda, waktu itu akan tiba sangat lama. Berikan aku kesempatan untuk menginap disana" Dinata memohon.


"Baiklah. Jika itu sudah keinginanmu. Aku izinkan tetapi saat waktunya tiba jangan kau tidak hadir, apa kau mengerti?" ayahnya memberi izin.


Dinata bersiap untuk menginap di danau, rumah dan lingkungan saat dia kecil. Bersemangat untuk tinggal jauh dari orang tuanya, Dinata hanya menginap beberapa hari saja. Kemudian Dinata pergi ke desa Lofos dan sedikit menyamar menjadi pejabat biasa saja dengan menunjukkan plakat pejabat biasa milik pamannya.



Bagi seorang pejabat tinggi kota Klisi sangat mudah untuk membedakan warganya, Dinata mengikuti seorang wanita dan pimpinan keamanan Nuraga. Mereka juga menuju desa Lofos, Dinata sampai di desa Lofos saat warga sedang berkumpul dan ramai-ramai menyaksikan Hang Glider di titik Hyperion. Dinata sangat kagum akan warga desa Lofos, bisa saja membuat acara yang sangat menarik. Tidak seperti di kota Klisi, sangat jarang mengadakan perayaan kota.


Di dalam kerumunan orang-orang, Dinata melihat wanita yang bersama pimpinan keamanan hanya seorang diri saja. Pikir Dinata mungkin hanya pengawalan saja, dari kejauhan Dinata melihat wanita itu berbicara dengan orang desa Lofos tetapi tampaknya tidak dekat. Karena setelah berbicara mereka berpisah, Dinata tetap mengikuti wanita itu. Penasaran ada seorang wanita yang berani sendirian di desa Lofos, perlahan-lahan Dinata mendekati wanita itu.


"Nona" Dinata menegur.


"Iya. Apa kau salah mengenali juga?"


"Maksudnya? Apa nona orang warga kota Klisi?" Dinata sudah mengetahui.

__ADS_1


"Kenapa kau tahu, aku sudah menikah. Tidak pantas jika dipanggil nona."


"Oh. Maafkan aku Nyonya, kau yang bersama pimpinan Nuraga dari kota Klisi?" Dinata langsung menjelaskan.


"Aku istrinya, namaku Leasha. Sepertinya kita seumuran, panggil saja aku Leasha."


"Baiklah. Leasha."


Leasha memberitahu tentang dirinya ditegur oleh seseorang yang merasa kenal dengannya, atau mungkin Leasha mirip dengan yang pria itu maksud. Leasha orang yang sangat pandai bicara, Dinata seolah terkejut sebab Leasha langsung menceritakan hal itu ke Leasha.


"Mengapa kau mengatakan itu padaku, sedangkan kita baru saja kenalan." Dinata terkejut.


"Kita dari wilayah yang sama, setidaknya kau tahu permasalahan setiap wilayah. Maka kalau satu wilayah, berarti kita saudara." Leasha menjelaskan.


Dinata berbincang dengan Leasha, mereka berdua seperti saling kenal lama. Hingga akhirnya mereka berpisah, depan sebuah penginapan.


"Aku seperti mengenalmu sudah lama, kau persis dengan sahabatku Nata." Leasha mencoba mengingat.


"Aku menginap disini, kau menginap disana saja. Jadi besok kita bertemu kembali ya" Leasha memberikan arahan.


Dinata menjawab hanya menganggukkan kepala saja karena itu adalah ide yang bagus mengenal orang kota Klisi di daerah lain. leasha masuk ke penginapan, Dinata melihat pria yang mendekati Leasha tadi masuk ke tempat makan yang cukup bercitra pejabat. Dari penampilannya Dinata yakin pria itu juga seorang pejabat.



...


Akarsana bertemu kembali dengan pejabat tinggi desa Lofos di sebuah tempat makan,hari semakin larut malam. Tempat-tempat mulai sepi, Akarsana merasa ada yang memperhatikannya. Tetapi Akarsana merasa itu hanya perasaannya saja.

__ADS_1


"Perintah apa yang akan aku lakukan, karena besok adalah hari terakhir festival Hang Glider di titik Hyperion." Akarsana memulai pembicaraan.


"Kau tahu yang seharusnya milik kita diakui oleh desa Koilada tetapi dilindungi oleh kota Klisi sebagai harta berharga mereka?" pejabat tinggi itu menjelaskan.


"Rizes? Kenapa dengan itu?"


"Kau tahu, Rizes menyimpan banyak pesan dari leluhur yang tertuju ke kita warga desa Lofos. Aku yakin begitu." kata pejabat tinggi itu.


Suara langkah kaki berjalan diluar sana, pejabat tinggi merasa ada yang mendengar pembicaraan mereka. Karena tempat itu khusus di pesannya untuk bertemu Akarsana.


"Kau yakin. Kau sendirian kesini Karsa?"


"Iya. Jika itu berkabar dari surat burung saja. Aku pamit." Akarsana pergi meninggalkan pejabat tinggi itu.


Akarsana terburu-buru keluar untuk mencari orang yang mendengar cerita dia dengan pejabat tinggi. Di tempat makan itu Akarsana tidak menemukan orang-orang yang mencurigakan dan berpikir tadi bukanlah siapa-siapa. Akarsana hendak pulang menuju rumah, melewati penginapan di desa Lofos.


"Permisi tuan. Aku ingin bertanya sampai kapan festival ini berakhir? Sebab aku dari kota Klisi berkunjung untuk menyaksikan Hang Glider." tanya pria itu.


"Sayangnya festival berakhir besok, tetapi tiga hari kedepan akan ada fenomena alam Awan Topi. Berdiamlah di desa Lofos sejenak menunggu waktunya tiba." Akarsana menjelaskan.


"Boleh aku mengenalmu tuan? Namaku Dinata."


"Boleh. Namaku Akarsana. Kau bisa memanggilku Karsa, orang-orang akan membantumu jika menyebut namaku di desa Lofos ini." Akarsana sambil tersenyum.


"Aku menginap di penginapan ini, jika tidak keberatan boleh besok menemaniku di festival terakhir besok dan menunggu fenomena alam itu terjadi. Aku sangat ingin belajar dan bisa mengendalikan Hang Glider."


"Jika kau ingin, akan aku ajarkan saat ada waktunya besok. Ada perlu apapun tanya rumahku kepada warga." Akarsana memberikan petunjuk.

__ADS_1


"Terima kasih." Dinata tersenyum dan masuk ke penginapan.


Dinata mengetahui tugasnya dengan menggantungkan hidupnya di desa Lofos, dia dengan mudah mendengar lebih banyak tentang perintah Akarsana dari pejabat tinggi itu. Dinata merasa kasihan dengan perintah yang diberikan, karena sudah banyak berubah cerita yang sebenarnya dari Rizes.


__ADS_2