Romansa Terlarang

Romansa Terlarang
eps 15


__ADS_3

Hiroshi membuka pintu ruang ganti Arina.


Raut wajahnya langsung berubah, senyum diwajahnya seketika hilang tanpa bekas. Raut ceria yang dari tadi menghiasi wajah tegasnya kini berubah menjadi kemarahan.


"Kemana Arina?!" teriak Hiroshi. Semua urat dilehernya keluar, karena begitu marah. Sebab ia tak bisa menemukan calon tunangannya.


Orang-orang yang berada di dalam ruangan ganti Arina, semua terkapar tak berdaya dengan berbagai posisi yang tak normal. Hiroshi dan Dilan menebak, jika ada seseorang yang menyusup ke ruang ganti Arina, lalu membawa kabur calon tunangannya.


Di dalam kemarahan, Hiroshi memikirkan sebuah kemungkinan, siapa yang akan melakukan hal semacam ini terhadapnya. Hanya ada satu nama yang muncul di benaknya yaitu, Irland.


Ya nama itu membuatnya gemetar, karena setiap mendengar nama itu. Kemarahan di hati Hiroshi langsung memuncak, dia tak bisa lupa, akan traumanya yang disebabkan oleh Irland.


Trauma, yang membuatnya tak bisa menghargai siapa pun, trauma yang membuatnya tumbuh menjadi pria yang tak normal. Suka menyiksa wanita, dan menyakiti wanita kotor.


Bagi Hiroshi, hal itu amat sangat mengganggunya. Ia tak bisa terdiam saat melihat wanita, dengan profesi sebagai wanita penghibur para pria hidung belang.


Semua berawal, ketika Hiroshi pertama kali datang ke Indonesia dan Irland belum diakui oleh Harsono Grup. Usia keduanya masih menginjak enam tahun. Taman kanak-kanak yang Hiroshi dan Irland tempati, sebagai pemandu belajar mereka, kala itu, adalah taman kanak-kanak yang sama.


Irland dan Hiroahi berada di kelas yang berbeda, mereka tak saling kenal. Meski keduanya sering bertemu ketika istirahat, bahkan kadang bermain bersama. Tetapi Hiroshi dan Irland tak saling mengenal satu sama lain.


Mereka hanya anak-anak TK yang taunya main saja. Tak peduli siapa yang ia ajak main, atau mainan siapa yang mereka mainkan.


Sampai suatu hari, penculik anak-anak konglomerat. Menculik keduanya, karena bingung.


Tujuan sang penculik adalah Hiroshi sang pewaris Kyomi Grup, namun mereka ragu saat melihat Irland.

__ADS_1


Saat masih kecil, Ibu Irland sangat mempersiapkan Irland untuk menjadi pewaris utama di Hiroshi Grup. Ibunda Irland selalu memberi apa pun pada Irland yang terbaik, semua pakaian yang dikenakan Irland selalu bermerek mahal.


Entah kenapa hari itu, Hiroshi dan Irland memakai pakaian yang sama.


(TK elite yang memakai pakaian bebas)


.


.


.


.


Hiroshi dan Irland diikat kedua tangan dan kakinya, usia mereka yang terbilang masih muda belia, tak membuat pencuri yang berjumlah dua orang itu merasa iba.


Dua orang yang mencuri mereka adalah sepasang kekasih, yang memiliki penampilan, luar biasa aneh.


Rambut mereka berwarna pirang terang, dengan banyak tato yang menghiasi tubuh mereka berdua. Pakaian sangat seksi dan terbuka, dikenakan oleh si wanita. Sedangkan si pria mengenakan pakaian mirip preman pasar.


Hampir setiap inci pakaian mereka ada cacat, berupa robekan, berukuran kecil atau besar. Robekan-robekan yang sepertinya tak mengganggu aktifitas mereka.


Hiroshi terus memperhatikan dua orang yang berada di kursi setir dan penumpang di depannya. Tak banyak yang bisa dia lihat, selain betapa banyaknya tindikan di telinga keduanya.


Hiroshi merasa sangat ketakutan, selain penampilan sepasang kekasih yang menculiknya itu begitu berantakan. Bau tubuh penculik itu hampir selalu membuatnya mutah. Rasanya seperti menghirup bau tumpukan kotoran manusia.

__ADS_1


Sambil menahan mual Hiroshi melihat ke arah Irland yang begitu santai, padahal mereka sama-sama diculik.


"Kenapa kau santai sekali?" tanya Hiroshi pada Irland.


Hiroshi berbicara sangat lirih, dia tak ingin membuat kedua penculik yang menculiknya terganggu. Sepertinya kedua kekasih nyeleneh itu, tampak sedang berhayal mendapatkan tebusan dari kedua anak yang mereka culik.


"Mereka pasti akan menghubungi orang tua kita, untuk meminta tebusan! Jadi kau tak perlu khawatir!" jawab Irland dengan berbisik juga.


"Mereka menculik kita karena uang?" Hiroshi yang selalu berada di dalam istana mewahnya, ia tentu tak tau apa pun tentang hal semacam ini.


"Apa lagi?! Mereka tak akan menyakiti kita!" kata Irland.


Perkataan Irland membuat Hiroshi tenang, meski perkataan Irland benar. Tetapi kedua bocah cilik itu tak pernah menyangka jika penculikan mereka akan merubah kehidupan keduanya nantinya.


Hiroshi mencoba tetap tenang saat ia melihat betapa rimbun pepohonan dan semak-semak yang ia lihat di balik jendela mobil. Wajah mungilnya yang masih imut, sama sekali tak bisa menyembunyikan rasa takut dihatinya.


Cukup lama, mobil tua dengan suara gemeratak yang mereka tumpangi menyusuri hutan belantara. Irland juga mulai tak tenang, dia mejadi takut. Bagaimana jika penculik ini, tak sabaran menunggu tebusan, ibunya pasti butuh waktu untuk menemui ayahnya. Penculik itu bisa saja meninggalkannya atau membunuhnya di hutan ini.


Apa lagi teman yang bersamanya saat ini, terlihat kaya, tapi terlalu muram, seperti kekurangan kasih sayang. Bisa jadi anak di sebelahnya ini, adalah anak angkat atau anak hasil perselingkuhan sepertinya.


Kemungkinan besar, pasti orang tua anak di sebelahnya itu tak akan memberi tebusan pada penculik.


Irland adalah anak yang pintar dan cepat tanggap dengan situasi di sekitarnya. Dia bisa menilai dengan cepat, situasi apa yang bisa menimpanya, dengan memperhatikan sekitarnya.


Usianya masih belia, tapi kecerdasannya tak perlu diragukan.

__ADS_1


__ADS_2