
"Jangan di sini," desah Irland.
"Kenapa," protes Arina yang sudah dalam kondisi yang ingin dipuaskan.
"Pacarku tau kata sandi apartemen ini," ujar Irland.
Dia menjauhkan tubuh kekarnya dari tubuh Arina. Wajahnya seketika menunduk lemas saat melihat betapa berantakannya kondisi Arina. Rambut hitam yang indah bergelombang milik gadis itu sudah acak-acakan sekali. Dan gaun peach pendek yang dikenakan oleh Arina sudah hancur karena ulah Irland.
"Apa kau mau memakai baju, Dara?" tanya Irland pada Arina.
"Aku bisa memakai kemeja, milikmu!" kata Arina.
Tujuannya menemui Irland hanyalah kepuasan, Arina tak ingin merusak hubungan kakak sepupunya itu dengan pacarnya.
"Akan aku ambilkan," kata Irland yang sudah berjalan menuju kamarnya.
'Kenapa aku tak bisa menahannya, kenapa aku sangat gegabah begini. Apa aku cemburu??? Karena Arina menginginkan pria lain,' Irland.
Irland membawa kemeja putihnya dari dalam kamar dan memberikan kemeja itu pada Arina. Arina yang sudah tak sabar dengan terkaman Irland pun, segera memakainya.
"Kita akan kemana?" tanya Irland dengan nada dinginnya.
"Hotel, tempat kita pertama kali melakukannya!" kata Arina.
Sepertinya gadis manis itu sudah memikirkan tempat itu sejak lama, karena itu adalah Hotel milik keluarganya. Hotel dimana Irland berkerja dan lelaki gagah itu saat ini sudah menjadi CEO jaringan Hotel tersebut.
"Bisa pikirkan tempat lain?!" kata Irland.
Irland tak mau stafnya curiga padanya, karena semua orang di sana kenal dengan dia dan Arina.
"Di mobilmu, atau mobilku? Terlalu sempit, tak akan cocok untuk gaya permainaanmu!" kata Arina.
"Aku punya mobil yang cukup besar!" kata Irland.
Arina pun tersenyum bahagia kearah Irland yang masih dengan wajah dingin tanpa ekspresinya.
Irland adalah lelaki sempurna, dia sama sekali tak punya kelemahan. Kelemahannnya hanya satu yaitu Arina.
Hamer H3, mobil suv itu menjadi pilihan mereka berdua untuk menjalani aksi percintaan terlarang mereka.
.
.
__ADS_1
"Apa kau tau alasan Arina kembali ke sini?" tanya Joy kakak perempuan Irland, pada adik semata wayangnya.
"Indonesia adalah rumahnya, apa dia perlu alasan?" kata Irland santai.
Irland yang baru beberapa jam yang lalu berada di dalam sebuah mobil bersama Arina, merasa bahwa gadis itu sama sekali tak terasa aneh. Arina masih seperti dulu, seksi dan sangat mengairahkan bagi Irland. Akhirnya pria ber--ibu etnis Tionghoa itu dapat menyalurkan semua hasrat yang dia pendam selama hampir dua tahun lebih.
"Arina pulang ke Indonesia untuk menjalani perjodohan dengan putra ke dua Kyomi grup," ujar Joy.
"Hiroshi???" wajah dingin Irland mengeras dan tersenyum tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari kakaknya.
"Kurasa Arina dijual oleh keluarga ayahnya!" perkataan Joy semakin membuat hati adik lelaki Joy panas. "Kyomi Grub baru saja berinvestasi di Ferdinan Grub, dengan nominal yang lumayan besar!".
"Setelah Tante Mayang meninggal, Arina seperti diinjak-injak oleh mereka!" ujar Irland dengan nada yang sangat kesal.
"Bujuklah Arina, bawa dia kembali ke Harsono Grup!" perintah kakaknya.
"Apa dia mau, Ayah Arina sedang sakit saat ini!" Irland menjawab dengan wajah datar lagi.
"Jika dia tidak mau itu pilihannya, itu artinya Arina mau berkorban demi keluarganya!" ujar Joy.
CEO utama di Harsono Grup itu sedang mengunjungi Hotel tempat Irland memimpin karena wanita karir itu harus menghadiri rapat dewan direksi. Karena itu Joy mampir sebentar untuk melihat adiknya dan menyampaikan keputusan ayah mereka untuk membawa Arina kembali ke Harsono Grup.
"Aku pamit dulu, semoga kau bisa meyakinkan Arina untuk kabur dari jurang neraka itu!" kata Joy.
Bisnis Wisata dan perhotelan adalah kekuasaan Harsono grup. Sedangkan Kyomi adalah perusahaan nomor satu di bidang elektronik dan teknologi. Semua orang sudah mendapat perannya masing-masing, tapi keserakahan Ferdinan Grup akan membuat perseteruan di dunia bisnis Negara ini akan semakin panas dan tak sehat.
Jika Ronald dan Hiroshi sebagai pewaris dua perusahaan raksasa itu menyatukan kekuatan, maka Harsono Grup dan perusahaan lain akan terancam dan mereka bisa saja bangkrut.
Rencana mereka ternyata sudah amat matang, dengan Arina sebagai tumbal. Arina yang tak faham dengan kondisi ini pasti tak tau, bahaya apa yang bisa menantinya.
Awalnya mereka menjadikan ambisi besar itu sebagai bentuk ikatan keluarga, tapi lama-kelamaan Kyomi Grup pasti akan mendepak Arina dan Ferdinan Grup setelah mereka tak berguna lagi. Karena Irland tau betapa liciknya Hiroshi dan ayahnya itu.
Irland sudah tak sabar untuk menghubungi Arina, dia harus menyampaikan hal ini sendiri pada gadis yang sudah menguasai jiwa dan raganya tersebut.
"Kamu dimana?" tanya Irland di panggilan ponselnya ke Arina.
"Aku??? Di kamarmu!" kata Arina santai.
"Kamar mana?" tanya Irland.
"Aku dirumah ayahmu!" kata Arina jujur.
.
__ADS_1
.
"Irland sudah jarang pulang ke sini, dia tidur di apartemennya yang dekat dengan hotel!" kata seorang pria tua yang sudah berjalan lambat dengan batuan tongkat kayu.
"Kenapa paman malah naik ke sini!" ujar Arina yang langsung menghampiri sosok pamanya.
Gadis manis itu memapah tubuh pamanya itu ke arah ranjang di kamar Irland.
"Sebaiknya kau telfon Irland, suruh dia ke sini!" ujar pamanya.
"Aku udah ketemu sama kak Irland kok paman!" kata Arina yang duduk di dekat pamannya.
"Kau yakin mau menikah dengan putra kedua keluarga Kyomi?" tanya Paman Mario.
"Aku tak punya pilihan lain pamam!" ujar Arina. Tatapannya yang ceria berubah sedih.
"Kau masih punya kami, Nak! Jangan lupakan kami, kami juga keluargamu!" ujar Paman Mario.
"Aku tak ingin terus menjadi beban untuk kalian, aku akan segera bertunangan dan mungkin menikah. Aku berharap paman mendoakan pernikahaanku dengan Hiroshi," kata Arina dengan pancaran mata yang tulus.
"Paman akan doakan, tapi jika kau perlu bantuan. Hubungi kami. Hubungi Irland, dia pasti akan langsung datang padamu!" ujar Paman Mario.
"Tentu aku akan menghubungi Kak Irland," kata Arina.
.
.
Tak sampai 15 menit Irland sudah memarkirkan mobil sedan mewahnya di garasi rumah ayahnya. Pikiran lelaki tampan itu saat ini hanya tertuju pada Arina.
Dia tak ingin gadis manis yang dia cintai itu menderita. Apa lagi menderita karena berkorban karena keluarga Ferdinan yang telah membuangnya.
Kaki jenjangnya segera dia tapakkan dengan cepat menyusuri ruang tengah rumah itu.
"Seringlah datang Land," sapa ayahnya yang sedang duduk santai di salah satu kursi mewah di sana.
Pandangan Irland segera tersita ke arah Arina yang duduk manis di samping Mario ayah Irland.
Gadis manis itu tampak sedang mengupas buah untuk Mario. Dengan langkah yang berubah santai Irland ikut bergabung duduk di ruang tengah kediaman Mario Safalas Harsono itu.
"Apa aku harus menawan Arina di sini, agar kau sering datang?" tanya Ayah Irland.
Irland hanya diam saja, pemuda tampan itu memang tak akur dengan ayahnya sejak dulu. Irland adalah anak diluar nikah Tuan Mario.
__ADS_1
Semenjak kecil Irland selalu di bedakan, dan dijuluki anak haram. Mempunyai nasib yang sama membuat Arina dan Irland sangat dekat sampai seperti ini.