Romansa Terlarang

Romansa Terlarang
eps 17


__ADS_3

Dive into you


Di bawah cahaya gelap


Aku tertawa seperti lelucon yang tidak berguna.


Saat aku memikirkanmu, aku bisa tertawa.


Meski hari yang sulit, menerpaku akhir-akhir ini.


Hatiku pusing, karena tak bisa istirahat dari bayangmu.


Apa artinya? Bagimu?


Malam itu, getaran itu?


Aku mohon. Tetap bersamaku


Meski semua telah berubah, tapi tidak dengan hatiku.


Aku mau kau tetap selalu di sisiku.


Aku akan menyelamimu malam ini.


Kau harus tetap di sisiku.


Aku merindukanmu malam ini.


Tinggallah di sisiku.


Aku mengambil tanganmu.


Kau bisa mengembara selamanya.


Di lautan kebahagian yang indah.


Aku akan selamanya, di sisimu.


Apa artinya?


Keheningan singkat itu?


Aku masih disini.


Kau juga tahu, di hatiku hanya ada satu orang.


Aku akan menyelamimu malam ini.


Kau harus tetap sisiku, sekarang.


Aku merindukanmu malam ini.


Tinggal di sisiku.

__ADS_1


Aku memegang tanganmu.


Kau bisa mengembara selamanya, dengan perasaan yang tenang.


Akan kupastikan kau berada di lautan kebahagian.


Aku akan selamanya.


Aku akan selamanya berada di sisimu.


Untuk tidak jatuh,


Aku akan memelukmu dengan erat


Aku akan menyelamimu malam ini.


Tetaplah di sisiku sekarang.


Aku merindukanmu malam ini,peluk saja aku.


Jatuh cintalah padaku lagi.


Kau bisa mengembara selamanya, berada didekapanku dan bahagia bersamaku selamanya.


.


.


.


.


Namun terkadang perasaan kehilangan itu tak selalu berarti, bahwa kita kehilangan seseorang atau sesuatu. Tetapi kehilangan yang sesungguhnya adalah, saat kita kehilangan sebagian besar dari diri kita.


.


.


.


.


"Kau apakan Nona Arina? Dia saudaramu Irland!" bentak Jatara.


Dia baru saja menyaksikan, seorang wanita dengan penampilan begitu berantakan keluar dari dalam ruangan kecil di dalam kamar hotel. Kini lelaki berparas bule tapi berkulit coklat cerah itu, melihat sahabatnya, keluar dari dalam ruangan yang sama, dengan penampilan yang jauh lebih berantakan dari wanita tadi.


"Land! Jawab aku!" Jatara meraih kerah kemeja Irland yang sudah melambai lusuh.


Jatara masih kesal, karena sahabatnya itu tak mau menjelaskan, apa yang terjadi di dalam sana. Selama ia tak ada di dalam kamar ini.


"Land, jangan bilang...?!" Jatara tak bisa melanjutkan perkataannya. "Menghamili dulu baru nikah itu udah kuno! Tapi...!" Jatara kembali terdiam karena dia tak bisa mengutarakan apa yang saat ini sedang ia bayangkan.


"Tar. Apa kondisiku setabil?" tanya Irland pada Jatara.

__ADS_1


"Kamu gila! Kamu nggak waras! Kamu...!" Jatara masih tak bisa mengatakan, perbuatan kotor sahabatnya itu secara gamblang. "Kamu sudah punya Sandara! Seharusnya kamu berbuat begitu dengan pacarmu Land! Bukan dengan adik sepupumu!" Jatara mencoba menasehati sahabatnya.


Meski Jatara tau, apa pun yang ia katakan pada Irland saat ini, tak akan bisa merubah apa pun.


Semua akan runtuh karena kebodohan dan keserakahan, begitu pun Irland. Harusnya dia menolak Arina sejak awal.


Irland yang masih ling-lung berusaha mencari pintu keluarnya. Dia ingin pergi kepada Arina, dia ingin menanyakan, alasan sebenarnya, kenapa gadis cantik itu menolaknya. Apa karena permainannya yang begitu buas.


"Jangan konyol, Land!" untung Jatara menghentikan Irland. "Kau mau membunuh Nona Arina?! Jika kau berkeliaran di sini dengan pakaian begini! Hiroshi pasti akan langsung membunuh Nona Arina, saat ini juga!".


Jatara hanya bisa memberikan pakaian ganti untuk Irland. Dia tak menyangka, jika pakaian ganti wanita dengan ukuran 4 serta satu set jas untuk pria, yang Irland perintahkan untuk ia siapkan. Ditujukan untuk menyembunyikan sebuah perbuatan bejat sahabatnya.


.


.


.


.


Setelah berganti baju, Irland segera berlari mencari Arina. Seluruh setruktur sel di otaknya, hanya dikuasai oleh satu nama, yaitu Arina.


Bagian paling penting di dalam hidupnya, hanyalah gadis cantik itu. Tak ada yang lebih penting dari Arina, bahkan nyawanya sendiri.


Bagi Irland, Arina adalah segalanya. Satu-satunya orang yang mau menerimanya apa adanya, selalu bersamanya meski dirinya dulu banyak kekurangan.


Namun Irland secara tak sadar malah menghancurkan hidup, satu-satunya manusia yang ia sangat cintai. Dia melukai seseorang yang sangat baik padanya, dan kini penyesalan di dalam hatinya, tak bisa diukur dengan sekala apa pun.


"Saya kerabatnya!" bentak Iralnd.


Para pengawal di depan pintu masuk ruang ganti Arina, tidak memperbolehkan Irland bertemu dengan Arina.


"Maaf Tuan Irland. Tuan Hiroshi tak memperbolehkan anda masuk ke dalam!" ucap Dilan.


Asisten pribadi Hiroshi itu baru saja tiba di depan ruang ganti Arina.


"Kenapa bajingan itu, tak memperbolehkanku masuk?!" Irland semakin marah.


"Sebaiknya anda urungkan niat anda, untuk membatalkan pertunangan Tuanku dan Nona Arina. Jika anda masih peduli pada keselamatan Nona Arina," Dilan berkata dengan wajah datar.


"Ijinkanku, menemuinya sebentar saja!" Irland memohon pada Dilan.


Tak seharusnya Pemimpin Hartono Hotel berlaku seperti itu, merendah pada pelayan. Namun Irland sama sekali tak peduli, apa pun akan ia lakukan, asal dia bisa bertemu dengan Arina.


Jawaban Arina adalah yang terpenting bagi Irland.


Apa alasan Arina menolaknya, karena perlakuan kasarnya ketika mereka ber.cinta.


Jikalau Arina bilang 'Iya', Irland juga tak bisa menanggung rasa bersalah di hatinya. Irland berharap, ada alasan lain yang mendorong Arina, sampai wanita cantik itu mau menikahi monster seperti Hiroshi.


"Saya hanya menjalankan perintah atasan saya, Tuan. Tolong jangan menyulitkan perkerjaan saya!" Dilan masih berekspresi datar-datar saja.


Padahal Irland sudah terbakar emosi. Lelaki gagah itu selalu tenang meski menghadapi berbagai macam keadaan ketika berbisnis. Tetapi tampaknya sangat susah baginya, untuk tenang di situasi ini.

__ADS_1


Situasi cintanya, situasi perasaanya, dan situasi hatinya. Situasi yang membuatnya rela, menjadi tercela.


__ADS_2