Romansa Terlarang

Romansa Terlarang
eps 5


__ADS_3

Pagi ini seperti pagi biasanya, Arina duduk di meja makan bersama kedua saudara tirinya dan pasangan-pasangan mereka.


Joseph dan Lena istrinya, dan Margaretha dengan suaminya Aron. Josep dan Lena sudah dikarunia putra tampan berusia enam tahun. Tetapi Margaretha dan Aron masih belum memiliki momongan meski sudah dua tahun pasangan itu menikah.


Arina duduk di kursi paling jauh, dari kursi kepala keuarga yang biasa diduduki oleh ayahnya. Namun pagi ini kursi yang biasa diduduki oleh ayah Arina itu, telah diduduki oleh Joseph.


Selama Ayahnya sakit Joseph--lah yang ditunjuk sebagai pengganti. Dan tentang pernikahan Arina dengan Hiroshi, hal itu juga Joseph yang mengurusnya.


Joseph pasti membicarakan hal itu dengan sangat manis kepada ayahnya, sehingga ayahnya yang sedang terbaring tak berdaya di ranjang kamarnya. Menyetujui agar Arina menikah dengan Hiroshi secepatnya.


"Kau mau kemana?" tanya Joseph kepada Arina.


Tak biasanya Arina mengenakan pakaian yang formal ketika berada di rumah. Apalagi saat ini Arina mengenakan satu set perhiasan, yang Joseph tahu perhiasan itu pemberian dari keluarga Hiroshi untuk Arina, sebagai hadiah kepulangan Arina dari Amerika beberapa hari yang lalu.


"Hiroshi mengundangku untuk menghadiri rapat pemegang saham pagi ini!" jawab Arina tanpa mengalihkan pandangannya dari piring sarapannya.


Pagi ini menu sarapan di kediaman Ferdinan adalah Steak Salmon dan roti bakar serta salad yang menyehatkan. Bagi keluarga Ferdinan yang sudah terbiasa menjaga pola makan, untuk kesehatan mereka masing-masing. Menu sarapan seperti ini, sudah cukup mengenyangkan bagi perut elit mereka.


"Bukankah harusnya kau terima kasih padaku? Mencarikan calon suami yang baik, untuk adik tiri itu... Sangatlah susah!!!" kata Joseph dengan nada menyindir kepada Arina.


Arina hanya diam, dia tidak ingin mengatakan apa pun saat ini. Bertengkar dengan kakaknya bukankah sebuah pilihan yang tepat, saat ayahnya sedang terbaring sakit di dalam rumah megah ini.


Jika sampai Ayah Arina mendengar, Arina dan Joseph berteriak karena saling bersitegang, bisa-bisa kondisi ayahnya akan semakin memburuk.


"Benar sekali! Keluarga Kyomi adalah salah satu keluarga dengan kekayaan yang luar biasa.

__ADS_1


"Mereka sangat dihormati dan disegani didunia bisnis! Apa lagi Hiroshi, Tuan Muda Kyomi Grub itu sangat tampan bukan!" kata Margaretha.


Arina sangat faham dengan kedua sifat Kakak tirinya. Tak mungkin mereka menjodohkan Arina dengan seseorang yang baik. Kedua Kakak tirinya pasti tahu bagaimana perangi Hiroshi yang emosian.


Perjodohan Hiroshi dan Arina, pasti adalah sebuah alat yang disiapkan oleh kedua Kakak tirinya untuk menyiksa Arina.


"Tapi kudengar, Hiroshi dari Kyomi grub pernah membunuh seorang pelayan di rumahnya!" kata Lena istri Joseph dengan polosnya.


Perkataan Lena yang jujur itu membuat Arina, menghentikan aktivitas mengunyah roti di dalam mulutnya.


'Jadi benar, mereka tahu bahwa Hiroshi suka menyiksa wanita!' kata Arina didalam hati.


"Apa yang kau katakan Nyonya Lena?!" Margaretha membentak kakak iparnya sendiri. "Itu tidak benar! Itu hanya kecelakaan!" lanjut Margaretha dengan mata yang berputar-putar tak jelas.


Pasti wanita yang usianya lebih tua dua tahun dari Arina itu, sedang memberikan kode agar kakak iparnya tidak membicarakan tentang kejahantan Hiroshi lagi di depan Arina.


"Mana mungkin aku akan menjodohkan adik perempuanku sendiri dengan pria yang buruk?! Ya...Meskipun adik perempuanku itu hanyalah adik tiri!" ujar Joseph.


Dari kosakata yang dia ucapkan terlihat sangat jelas bahwa Joseph memang ingin menyiksa Arina, melalui keluarga Hiroshi.


"Trimakasih kakak, Aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan kalian!" kata Arina.


Tidak ada kata-kata lain, yang bisa diucapkan oleh Arina kepada kedua kakak tirinya itu.


Harusnya dulu saat dia di Amerika dia tidak hidup santai, harusnya Arina mencari pekerjaan yang baik dan bekerja keras.

__ADS_1


Tetapi apa yang bisa dilakukan oleh gadis lemah lembut yang tidak pernah bekerja seperti Arina. Apalagi ayahnya tidak mengizinkan Arina untuk berkerja di Amerika.


Mungkin Karma sudah mendatanginya, tepatnya adalah Karma ibunya yang telah merebut ayahnya dari ibu kedua kakak tirinya.


.


.


.


.


Arina pergi ke Kyomi grup diantar oleh supir pribadi ayahnya.


"Apa ada masalah Nona?" tanya supir itu kepada Arina.


Pak Bambang memang sudah terbiasa berbicara santai dengan Arina. Saling menanyakan kabar atau keadaan masing-masing, sering mereka lakukan bahkan ketika Arina masih berada di Amerika.


Bisa dibilang hanya Pak Bambang yang mendukung Arina di Ferdinan grup. Meski kekuatan Pak Bambang di Ferdinan grup tidak kuat. Tetapi di kediaman keluarga Ferdinan, Pak Bambang termasuk sopir yang sangat disegani oleh semua anggota keluarga Ferdinan.


Semua orang yang bekerja di di kediaman pribadi keluarga Ferdinan adalah orang-orang yang terpilih. Mereka sangat setia kepada Ferdinand grup, Pak Bambang dan juga Mbok Don mempunyai andil besar dalam kesuksesan Ayah Arina.


Mbok Don dan Pak Bambang tumbuh besar bersama dengan Ayah Arina. Mereka sudah 30 tahun lebih mengabdikan hidup mereka, untuk Ferdinan grup.


Ayah Arina sudah menganggap kedua orang itu seperti saudara kandungnya sendiri, yang tidak mungkin menghianati dirinya meskipun dirinya sudah meninggal nanti.

__ADS_1


Mbok Don dan Pak Bambang bahkan tercantum di dalam surat wasiat Kakek Arina. Saat pemimpin Ferdinan grup terdahulu itu meninggal, Mbok Don dan Pak Bambang ditunjuk sebagai kepala rumah tangga di kediaman Ferdinan.


Karena surat wasiat itu, tak ada satu orang pun yang bisa mengacak-acak rumah tangga di kediaman Ferdinan, termasuk kedua Kakak tiri Arina.


__ADS_2