Romansa Terlarang

Romansa Terlarang
eps 3


__ADS_3

"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Irland pada Arina.


Bukannya menjawab gadis manis itu malah mengarahkan manik matanya ke arah pamannya.


"Pergilah! Kelihatannya Irland datang kesini hanya untukmu!" ujar Tuan Mario.


Pria tua itu sama sekali tak tersinggung dengan apa yang dilakukan putranya barusan. Karena Tuan Mario sadar jika dia sudah gagal menjadi sosok ayah bagi Irland.


.


.


"Ada apa?" tanya Arina.


Irland menutup pintu balkon kamarnya sebelum pria itu menghampiri Arina yang sudah menghadap ke arah taman belakang rumah itu.


Saat ini mereka berdiri di balkon kamar Irland, menikmati suasana malam yang indah dan juga sejuk.


"Aku dengar kau akan tunangan dengan putra kedua Kyomi Grup," ucap Irland to the point.


"Iyaa," Arina menjawab dengan nada yang tenang juga.


Karena melihat ekspresi Arina yang datar dan lebih ke arah bahagia saat mengatakan hal itu. Seketika hantaman tak kasat mata menerpa dada Irland dengan keras.


Irland merasakan rasa sakit yang amat sakit di dadanya. Kenapa pria itu sangat kesakitan saat menerka, Arina mungkin menyukai Hiroshi.


"Batalkan!" perintah Irland.


"Kakak kenapa?" Arina merasa cukup aneh dengan peralihan ekspresi di wajah Irland. "Perjodohan ini bahkan sudah direncanakan semenjak aku masih SMU, kenapa tiba-tiba kakak...?".


Perkataan Arina segera dipotong oleh Irland. "Aku tau, tapi kau masih punya pilihan!".


"Pilihan seperti apa?" Arina membesarkan manik matanya ke arah kakak sepupunya. "Wanara Grup, Salim Grup, Netsv Grup??? Kyomi adalah yang paling besar saat ini, jadi aku memilihnya!"


"Apa kau tak tau apa yang sedang kau hadapi?" tanya Irland.


Ternyata ungkapan Arina barusan benar-benar telah memporak-porandakan renung hati Irland.


"Tinggalkan Ferdinan Grup dan kembalilah ke Harsono Grup!" mohon Irland pada Arina.


"Memang apa bedanya, jika aku kembali ke sini??? Aku juga akan menikah dengan salah satu pria di keluarga itu.


"Kalian pasti tak akan membiarkanku menikah dengan lelaki yang kusukai!" ujar Arina, dia juga mulai emosi saat ini.


"Siapa? Pria mana yang kau sukai?" tanya Irland dengan nada tulus dan lembut.


"Kakak, aku hanya mencintai Irland Safalas Harsono!" kata Arina.


Irland memundurkan tubuh tegapnya, dia berbalik ke arah yang berlawanan. Wajah dinginnya sudah penuh dengan raut kesal, marah dan sedih.


Dia tak tau harus bagaimana, siapa yang harus dia salahkan di situasi ini. Apakah dia harus menyalahkan Tuhannya.

__ADS_1


"Mari kita akhiri semuanya!" kata Arina.


Wajah manis yang sangat imut itu juga tersirat raut yang menyedihkan.


Irland hanya bisa diam, dia tak bisa menjawab keputusan berat Arina. Dia bahkan tak tau jika perasaannya pada Arina bertumbuh menjadi sebesar sekarang.


Irland tak sanggup kehilangan Arina, tapi pria tanguh itu juga tak bisa memiliki Arina.


Mereka keluarga, itulah alasan satu satunya.


Alasan yang tak pernah bisa terpecahkan.


"Apa kau sudah makan?" tanya Irland, dia ingin memecah suasana cangung yang terjadi kini.


"Sudah!" jawab Arina, dia terisak tapi tidak menangis.


"Aku akan mengantar kau pulang!" kata Irland.


"Hiroshi akan menjemputku sebentar lagi!" kata Arina.


Lagi-lagi hantaman tak kasat mata kembali menerjang dada Irland. Rasa sakit yang amat sangat itu masih ia coba tahan. Dia tak boleh kehilangan kendali lagi, dia harus sadar. Karena Arina adalah saudaranya, bukan budak n.a.f.s.u s.e.x.nya.


Tapi Irland juga tak bisa memungkiri, rasa yang dia dapat dari Arina sangatlah berbeda. Gadis manis itu bisa membuatnya lupa diri dan melayang mengikuti kebuasannya tanpa rasa takut. Mereka berdua sama-sama suka bermain kasar dan lepas. Saat mereka berhubungan mereka ingin memuaskan satu sama lain, dan Irland hanya menyukai cara Arina yang selalu bisa membuatnya puas.


Hanya Arina yang bisa membuat Irland berada di puncak gairahnya, tanpa rasa was-was dan takut. Dan hal itu karena perasaan yang mereka miliki sejak awal pertemuan mereka.


"Apa kita benar-benar akan selesai?" tanya Irland.


"Aku tak mau menghalangimu, Kak!" kata Arina.


"Kapan kau menghalangiku?" Irland malah balik bertanya.


"Apa kau yang tak mau kuhalangi?!" bentak Irland.


Akhirnya pria macho itu bisa membentak Arina.


"Berpikirlah sesuai apa yang kakak inginkan!" kata Arina."Pertunanganku dan Hiroshi akan diadakan seminggu lagi, ku harap kakak bisa datang dan mendoakan hubungan kami!".


Gadis itu meninggalkan Irland sendirian di balkon. Sedangkan perasan Irland sedang terguncang saat ini. Dia patah hati, dia jatuh, tapi tak bisa berteriak atau pun meminta tolong. Irland hanya bisa diam dan memendam semua perasaannya pada Arina.


Ingin rasanya pria muda itu mengatakan 'tetaplah bersamaku' pada pujaan hatinya itu. Tapi dia tak berani, dia terlalu takut untuk meraih cinta terlarangnya. Dia takut Harsono Grup akan hancur karena keegoisannya.


'Saat tadi kau bilang hanya mencintaiku, itu bohong-kan???


Jika kau hanya mencintaiku, kenapa kau ingin mengakhirinya.


Kau pembohong Arina.


Kau bohong padaku,' Irland.


.

__ADS_1


.


"Apa kau tipe wanita yang sangat manja?" tanya Hiroshi.


Dari raut wajahnya dia terlihat sangat kesal, padahal dia sedang duduk di samping calon istrinya Arina.


"Tidak juga!" jawab Arina lirih.


"Aku ini calon suamimu, bukan kacungmu!!!


"Jadi jangan memanfaatkan ibuku untuk memperbudakku!" bentak Hiroshi.


"Salahku apa? Kenapa kau bicara begitu?!" Arina tentu saja ingin protes.


"Kau ingin tau apa salahmu?.


"Salahmu adalah! Lahir di keluarga Ferdinan!" Hiroshi masih saja berbicara dengan nada kasar pada Arina.


"Kau tau, pernikahan kita tak mungkin dibatalkan lagi.


"Jika kau tak suka padaku, kenapa tak bilang dari awal!" kata Arina.


Gadis itu juga marah, beberapa kali mereka bertemu di Amerika sebelum perjodohan bodoh ini. Tapi Hiroshi tampak baik-baik saja, dia hanya dingin. Tapi tak pernah sekasar ini pada Arina.


"Karena itu, aku bebas mengeluarkan apa yang ada di dalam hatiku kini!" kata Hiroshi dengan senyum bahagia yang kejam.


"Turunkan aku di sini!" perintah Arina.


"Tidak, aku akan mengantarmu sampai rumahmu. Bagaimana jika kamu diculik orang sebelum hari pernikahan.


"Aku tak akan mendapatkan Hotel Clain!" kata Hiroshi.


"Hotel Clain itu milikku, jangan coba-coba...!"


Plakkkkkkkk


Sebuah tamparan mendarat di pipi sebelah kanan Arina. Dia merasakan ngilu yang amat sangat perih, dia tak pernah menerka Hiroshi akan memperlakukannya sampai sekasar ini.


"Jika kau tak ingin mati sia-sia, turuti semua kata-kataku! Dan jangan coba-coba melawanku!" kata Hiroshi dengan tegas.


Arina tak bisa berkata-kata lagi, air matanya sudah meleleh membasahi pipinya yang memerah.


Apa ini yang dimaksut oleh Kak Irland, apa Kak Irland tau jika Hiroshi adalah orang yang amat kejam. Itulah kenapa dia menyuruhku membatalkan perjodohan ini.


Tetapi Arina tak bisa mundur lagi, dia tak bisa bertindak sesuka hati. Karena jika dia memberontak lagi, maka keadaan Ayahnya mungkin akan tambah parah lagi.


Ia harus menanggung semua ini, dia harus bisa. Meski dia ingin lari, tapi dia harus menjadi kuat untuk saat ini. Sebab dirinya tak punya pilihan lain selain menikahi pria kasar di sampingnya.


"Jangan pernah pergi ke Harsono Grup lagi!" kata Hiroshi.


Hiroshi memicingkan pandangannya ke arah Arina yang tertunduk menahan rasa sakit akibat tamparannya.

__ADS_1


"Aku tak suka, jika kau dekat-dekat dengan Irland!" ujar Hiroshi.


__ADS_2