Romansa Terlarang

Romansa Terlarang
eps 7


__ADS_3

         ~♡~


Cinta adalah perasaan yang tak bisa dipaksakan, banyak orang bicara begitu.


Saat ini akhirnya aku mengerti apa arti dari kata-kata itu.


Rasa suka yang amat dalam pada seseorang itu, adalah sebuah perasaan yang sangat menyiksa sekali. Apa lagi jika perasaan itu adalah sebuah hal yang tak mungkin bisa menjadi kenyataan.


Kenapa aku hanya cinta kepada satu lelaki, dan kenapa lelaki itu adalah satu-satunya manusia didunia ini yang tak bisa kumiliki secara utuh.


Aku masih bertanya di dalam rasa sakit yang kini kutahan.


Apakah ini hukuman Tuhan kepadaku, karena aku sangat mencintai Irland.


~ARINA~


           ~♡~


Tok Tok Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan tajam Hiroshi kepada Arina.


Cekrekkkkkkk


Perlahan pintu kantor Hiroshi terbuka karena sang asisten, ingin menyampaikan beberapa kata pada bosnya.


"Tuan Hiroshi, rapat akan segera dimulai!" ujar asisten itu tanpa memandang ke arah Arina dan Hiroshi yang sedang dalam jarak terlalu dekat.


Senyum licik dimata Hiroshi memancar dan tertuju lagi pada Arina.


"Ayo sayang, mereka pasti sudah menunggu kita!" ujar Hiroshi.


Genggaman tangan yang sangat erat Hiroshi, kepada Arina, akhirnya terlepas.


Warna merah terang melingkar di bekas genggaman tangan Hiroshi kepada Arina.


"Indah sekali bukan?" tanya Hiroshi saat melihat luka di pergelangan Arina tersebut.

__ADS_1


Arina menjadi semakin takut kepada Hiroshi. Arina memang sudah menebak jika Hiroshi mempunyai kelainan. Tetapi dia tidak menyangka, jika Hiroshi akan sangat senang ketika melihat orang lain terluka karena dirinya.


Arina segera menarik tangannya dan menutupi bekas luka genggaman Hiroshi, dengan lengan blazernya yang dia tarik ke bawah.


Awalnya Arina menggulung lengan blazernya sebatas bawah siku, agar terlihat lebih stylish dan tidak terlalu kaku saat menghadiri rapat pemegang saham di Kyomi Group.


Tetapi ia harus menurunkan lagi lengan blazernya, untuk menutupi bekas luka yang diakibatkan oleh calon suaminya di pergelangan tangannya.


Hiroshi yang sudah dikejar waktu, segera keluar dari ruang kerjanya. Sementara Arina mengekori calon suaminya itu dari belakang.


Tidak ada waktu merengek, apa lagi berteriak kesakitan. Arina tak ingin membuat keributan yang mengakibatkan dirinya dan keluarganya serta Irland terkena masalah.


Satu-satunya manusia yang yang akan bereaksi, saat melihat luka di pergelangan Arina, hanyalah Irland. Meskipun Arina sangat percaya, bahwa dia tidak akan pernah menemui Irland di kantor Kyomi Group. Tetapi jika ada orang lain yang melihat bekas lukanya, cepat atau lambat lelaki gagah perkasa itu pasti akan tahu.


Tetapi pemikiran Arina salah besar. Ketika dia sudah duduk di tempat duduk yang disediakan oleh Kyomi Grup di ruang rapat pemegang saham, ia sangat kaget. Arina tak pernah menyangka akan melihat Irland di gedung kantor pusat Kyomi Grup seperti ini.


Tak hanya Arina yang kaget serta bingung saat melihat Irland di ruangan itu, untuk ikuti rapat pemegang saham Kyomi grub. Tampaknya Hiroshi juga tidak menyangka akan melihat Irland di tempat ini.


Keduanya tak bisa menyembunyikan kebingungan di wajah mereka.


"Apa kau mengundangnya?" tanya Hiroshi pada Arina.


Lelaki dengan bentuk tubuh yang amat sempurna, serta wajah yang begitu khas dengan Kharisma itu, mengenakan setelan jas berwarna abu-abu yang yang membuatnya semakin terlihat luar biasa.


Karena melihat Tuanya sedang bingung karena kedatangan


Irland di tempat ini, asisten Hiroshi yang sangat cekatan segera menghampiri bosnya.


Lelaki bertubuh jangkung, wajahnya yang terlihat sangat setia pada Hiroshi itu, bisikan sesuatu di telinga Hiroshi.


Terlihat sekali raut terlampau kaget, muncul di wajah Hiroshi. Setelah mendengar apa yang dibisikkan oleh asisten pribadinya.


Ternyata Irland datang ke sana untuk mewakili sebuah nama pemegang saham di Kyomi grup.


Sebuah nama pemegang saham misterius, yang tidak pernah muncul di rapat pemegang saham Kyomi grup sama ini, ternyata identitasnya adalah Irland.


.

__ADS_1


.


.


.


"Jadi NK adalah Irland?" tanya Hiroshi pada asisten pribadinya dengan nada yang sangat kesal.


Mereka berdua sudah berada di ruang kantor Hiroshi.


"Maaf Tuan harusnya saya mengecek semua dari awal!" ujar Dilan sang asisten.


Lelaki jangkung dengan wajah melankolis itu hanya berani menundukan kepalanya dalam-dalam. Dia sama sekali tak berani melihat ke arah manik mata tuannya yang sedang berapi-api.


"Kenapa aku harus berurusan dengan Irland lagi!!!" teriak Hiroshi penuh kemarahan. Urat-urat dilehernya mencuat dan matanya memerah karena amarah.


Sangat jelas sekali Hiroshi membeci Irland. Ia bahkan tak ingin melihat wajah pewaris Harsono Grup itu. Berada di sekitar Irland adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Hiroshi.


.


.


.


.


Arina menarik lengan Irland dengan kuat, ia membawa kakak sepupunya itu menuju tangga darurat.


Arina tak ingin mengajak Irland kabur dari sana, tapi sedikit banyak Arina tau jika Hiroshi sangat membenci Irland.


"Apa yang kakak lakukan di sini?!" tanya Arina ia tak bisa menyembunyikan rasa takutnya.


"Aku menghadiri rapat pemegang saham!" kata Irland dengan santainya.


"Sejak kapan kakak punya saham Kyomi Grup?" Arina masih bertanya pada Irland dengan nada tinggi yang tertahan.


Ia tak mau ada orang lain mendengar pembicaraannya pada saudara sepupunya. Arina tak mau membuat Hiroshi marah karena menemui Irland secara sembunyi-sembunyi begitu.

__ADS_1


"Sejak kemarin...," Irland bisa membaca kegelisahan di wajah gadis yang ia cintai itu. "Apa dia menyakitimu?" tanya Irland.


Arina mendongak dengan raut ketakutannya kearah Irland, pandangan keduanya bertemu. Sorot mata keduanya saling bertautan, seolah hanya dengan cara itu mereka bisa saling mengutarakan isi hati masing-masing.


__ADS_2