
"Aduh??? Dia, benar-benar menggodaku!" ucap hati Aldrich.
Aldrich : "Baiklah, akan kubuat kau merintih sepanjang malam!"
Zenith : "Emh???"
Lalu, Aldrich membawa Zenith ke kamar mandi. Aldrich menghidupkan keran air. Selanjutnya ia membasahi tubuh Zenith dengan air. Kemudian, ia mencium bibir Zenith lembut dan meremas kedua payudaranya. Zenith mendesah.....
Zenith : "Aaahh"
Tangan Aldrich turun ke bawah. Ia mulai mencari titik sensitif Zenith. Zenith melebarkan kakinya agar Aldrich mudah menemukannya. Ketika, ia menemukannya. Ia memasukkan jarinya dan mengocok daerah intim tersebut. Gerakan itu terasa lembut perlahan dan lama-lama gerakan itu kian cepat.
Zenith : "Ahh, pak Jeff?" desahnya.
Dan, membuat desahan itu kian keras karena irama kocokan itu semakin cepat.
Zenith : "Ah....ah.....aahh.....aaaaaahhhhhh....ouuuuuuuhhh....pak......Jeff......a......aku......ke......keluarrrrrr!!!"
Tak lama, keluarlah air yg sangat banyak dari daerah intim Zenith. Aldrich tersenyum senang, telah membuat Zenith mencapai klimaksnya. Nafas Zenith tersengal-sengal.
Aldrich : "Zenith sayang, gimana rasanya? Enak, kan?"
Zenith : "Uuuggh? Pak Jeff, nakal? Udah, buat Zenith tersiksa?"
Adrich : "Oh, ya? Aku membuatmu tersiksa? Aku akan membuatmu lebih tersiksa lagi!" ucapnya sambil menaikkan satu kaki Zenith ke atas. Lalu, kemudian ia memposisikan miliknya dan.....
"Bless"
Zenith berteriak.
"Aahh" ketika milik Aldrich memenuhi miiknya di dalam.
Aldrich membenamkan kepalanya di dada indah Zenith merasakan sensasi nikmat yg tak tertahankan. Kemudian, ia menggoyangkan pinggulnya perlahan dan lembut. Membuat, Zenith mendesahkan suaranya kembali.
Zenith : "Aaaahhh...."
Aldrich menghentikan goyangannya. Ia bertanya pada Zenith kembali tentang rasanya.
__ADS_1
Aldrich : "Bagaimana, tusukanku sayang?" ucapnya seraya berbisik.
Zenith : "Tusukanmu, berbahaya pak Jeff???"
Aldrich : "Bahayanya?"
Zenith : "Membuatku, mau lagi?"
Aldrich : "Mau lagi??? Baiklah!"
Kini, Aldrich melanjutkan kembali memompa milik Zenith hingga mentok. Dan, terdengar lenguhan nikmat mengalir dari bibir merah itu.
Zenith : "Aaaahh"
Ia lakukan lagi perlahan dan perlahan hingga Zenith berkali-kali mengalami klimaks. Terasa hangat di dalam, Aldrich merasakannya ada sesuatu yg mengaliri miliknya keluar secara perlahan. Ia pun mendesah juga karena sangat hangat terasa.
Aldrich : "Aaaahhh, sayang???"
Lagi, Aldrich memompa kembali dengan lembut dan perlahan.
Zenith : "Pak Jeff?" panggilnya di sela-sela permainan itu.
Aldrich mencium kembali bibir Zenith sambil terus memompa milik Zenith. Lagi, Zenith merasakan sensasi yg sama dan akhirnya ia pun kembali klimaks untuk kesekin kalinya.
"Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh" teriaknya bersamaan dengan keluarnya air yg banyak dari organ intimnya.
Aldrich pun semakin bersemangat terus memompanya. Ia pun mempercepat irama gerakannya hingga akhirnya ia pun menembakkan pejunya di dalam milik Zenith.
"Aaaah......aaaahhh.......a......aku.....keluarrrrrrrrr........."desah Aldrich.
Zenith dapat merasakan semburan hangat disana. Aldrich menumpahkan semuanya disana. Terasa sangat hangat. Beberapa, saat kemudian ia pun mencabut miliknya dari sana. Dan, menurunkan kaki Zenith dari atas badannya. Ia pun memberi kecupan penuh cinta di kening Zenith.
Aldrich : "Berjanjilah, padaku! Kau tidak akan dekat-dekat dengan Galih lagi!"
Zenith : "Emh? Iya, Zenith janji pak Jeff? Gak, deket-deket sama pak Manager lagi!"
Aldrich : "Sumpah?"
__ADS_1
Zenith : "Sumpah, pak Jeff???"
Aldrich tersenyum mendengarnya. Ia mencium lagi bibir Zenith mesra lalu melepasnya lagi.
Aldrich : "Terima kasih, sayang??? Sekarang, ayo kita mandi sama-sama!"
Zenith : "Iya, pak Jeff?" balasnya manja.
Zenith dan Aldrich pun mandi bersama. Setelah, tadi mereka bercinta hingga Zenith klimaks beberapa kali. Benar-benar, menguras tenaga. Setelah, selesai mandi Zenith keluar dari kamar mandi. Dan, ia pun memakai baju mandi. Sedang, Aldrich masih mandi.
Perut Zenith, terasa lapar setelah kegiatan tadi. Ia pun membuka isi lemari esnya. Masih ada sayur-sayuran disana. Dan, juga beberapa butir telur. Ia pun mengambil sayur dan beberapa butir telur tersebut. Lalu, ia pun membuka rice cookernya. Masih ada nasi meski tidak banyak. Tapi, cukup untuk makan dua orang.
Ia pun dengan cekatan mulai bekerja. Ia mengerjakan semuanya sendiri. Saat, Aldrich sudah selesai mandi dan memakai baju mandi. Ia mencium bau harum makanan. Ia pergi ke dapur dan ia melihat Zenith sedang menyiapkan piring, sendok dan garpu. Aldrich mendekatinya.
Aldrich : "Sayang? Sedang, apa?"
Zenith terkejut!
Zenith : "Ah, pak Jeff ngangetin aja!"
Aldrich tersenyum dan memeluk pinggangnya dari belakang.
Aldrich : "Kamu, masak sayang?"
Zenith : "Iya, pak?"
Aldrich : "Kelihatannya enak! Ayo, kita makan sayang?" ajak Aldrich.
Zenith : "Iya pak?"
Aldrich pun duduk di kursi. Ia duduk di hadapan Zenith. Lalu, kemudian mereka pun makan bersama. Selama, makan mereka diam tak bicara. Hanya, terdengar suara jangkrik malam yg terdengar nyaring.
Aldrich memperhatikan semua tingkah dan gerak gerik Zenith selama makan. Sungguh! membuat jakunnya naik turun saat pandangan matanya jatuh di belahan dada Zenith yg sedikit menyembul keluar. Jadi, membuatnya kepingin lagi. Ia pun, menyudahi acara makannya dan ia pun berjalan mendekati Zenith yg masih saja makan dengan tenang.
Ia merasa terkejut ketika ia merasakan sentuhan lembut di payudaranya. Namun, ia mendesis ketika sentuhan itu menyentuh bagian put*ngnya. Semakin lembut sentuhan itu hingga membuatnya menyudahi acara makannya. Lalu, ia berdiri dan menarik tangan Aldrich masuk ke kamar kembali. Dan, mereka pun bercinta kembali hingga pagi menjelang.
πππROSALINA 2πππ
__ADS_1