
Sinar matahari senja menghiasi langit saat Zenith baru keluar dari gedung tempatnya bekerja. Di luar ternyata, Galih sudah menunggunya. Galih, bermaksud ingin mengantar Zenith pulang.
Galih : "Zenith, apa kau mau pulang?"
Zenith terkejut mendapati Galih sudah ada di sana dan sedang bertanya padanya. Zenith pun menjawabnya pendek.
Zenith : "Ehhh, iya! Pak, manager?"
Galih : "Jangan panggil, pak Manager dong? Panggil aja, Galih! Biar lebih akrab?" ucapnya sambil main mata sama Zenith.
Zenith : "Oh, iya! Pak, Galih aja!" ucapnya genit dan manja. Hingga, membuat Galih main mata dengannya.
"Eyyy, cowo ini main mata sama aku? Aku, godain ahhh???" ucap hati Zenith.
Zenith pun mengeluarkan jurus mautnya untuk menggoda Galih, seorang manager perusahaan yg bekerja di prusahaan milik keluarga Jefferson tersebut.
Zenith perlahan berjalan menuju Galih sambil memainkan anak-anak rambutnya. Setelah, sampai di hadapan Galih ia menarik dasi yg di pakai Galih.
Galih terkejut!
Kemudian ia menghembuskan nafasnya di telinga Galih. Galih merasakan sekujur tubuhnya jadi terasa panas. Ia merasakan nyut-nyutan di sekitar daerah selangkangannya. Dan, detk jantungnya jadi berdetak kencang.
Zenith : "Pak Galih? Anda main mata denganku! Apa, anda sedang menggodaku???" ucapnya manja.
Galih : ???
Galih diam dan tidak bisa bicara apa-apa.
Zenith, yg melihat ekspresi tersebut terlukis di wajah manis Galih hanya bisa tertawa saja.
Zenith : "Sudahlah! Aku hanya bercanda saja!" ucapnya sambil melepaskan dasi Galih dan kemudian beralih pergi meninggalkan Galih disana yg masih terbengong. Lalu, Galih sadar dan ia meraih tangan Zenith.
Galih : "Jangan pergi! Maukah, kau pulang denganku???"
Zenith : ???
Pada saat itulah, Aldrich melihat hal itu. Dalam sekejap saja hatinya mendadak menjadi panas. Lalu, ia pun memanggil Zenith.
Aldrich : "Zenith!!!"
Zenith menoleh. Ia kaget melihat Aldrich ada disana dan memandangnya dengan tatapan tajam menusuk hati. Ia pun berkata kepada Galih.....
Zenith : "Lepaskan tanganku!" ucapnya pelan pada Galih.
Galih pun melepaskan pegangan tangannya pada tangan Zenith. Setelah, tangannya terlepas dari tangan Galih. Zenith pun langsung berlari ke sisi Aldrich.
Zenith : "Hehe....Pak Jeff?" ucapnya manja.
Aldrich diam tak menggubris.
Zenith : "Pak Jeff? Marah, ya sama Zenith?"
Aldrich : "Jangan, kau pikir kau bisa menghiburku saat ini Zenith! ikut denganku!" ucapnya sambil nenarik tangan Zenith dan membawanya langsung pergi dari sana.
__ADS_1
"Pak Jeff, ini kenapa? Marah-marah melulu! Kemarin marah! Hari ini juga marah! Kaya cewe lagi datang bulan aja!" ucap hatinya.
Aldrich membawa Zenith masuk ke dalam mobilnya. Mereka duduk berdampingan, lalu pak supir yg bernama Yusuf itu pun menghidupkan mesin mobil. Dan, kemudian membawa pergi tuannya beserta Zenith pergi dari sana.
Galih yg melihat itu semua hanya bisa diam saja. Ia tak bisa berbuat apa-apa ketika Bosnya membawa pergi Zenith wanita yg sukses membuat jantungnya berdebar-debar itu.
Di dalam, mobil tiba-tiba saja Aldrich mencium paksa bibir Zenith. Zenith terkejut dan ia jadi kelabakan mendapat serangan Aldrich.
Zenith : "Emmhh.....ssshhh.....aaahhh" desahnya.
Kegiatan itu berlangsung sangat lama hingga membuat Zenith hampir kehabisan nafas.
Zenith : "Uuuuuhhh.......emmmhhh.....aahhhhhh.....pa......pak......Jeff???"
Melihat, Zenith yg hampir kehabisan nafas itu Aldrich pun melepas bibirnya dari bibir Zenith. Nafas Aldrich masih terdengar ngos-ngosan. Begitu, juga dengan Zenith nafasnya juga masih terdengar tidak stabil.
Zenith : "Pak Jeff? Kenapa, begitu tiba-tiba ciumnya?"
Aldrich : "Kenapa? Apa, kau tidak suka? Atau, apa kau lebih suka jika Galih yg melakukannya?"
Zenith : ???
Zenith bengong. Ia merasa atasannya jadi pencemburu berat akhir-akhir ini.
Zenith : "Masih cemburu, Pak Jeff?"
Aldrich diam, tak menjawab.
Dia malah menyuruh supirnya berhenti dan menyuruh supirnya keluar dari mobilnya. Yusuf menurut saja saat tuannya menyuruhnya keluar.
Aldrich : "Dimana rumahmu!" tanyanya ketus.
Zenith : "Apa, bapak akan mengantar saya pulang?"
Aldrich : "Iya"
Zenith : "Rumah saya di depan perempatan itu pak? Tidak jauh lagi kok?"
Aldrich pun mengemudikan mobilnya agak kencang supaya cepat sampai di rumah Zenith dan memberinya hukuman. Tak, lama mereka pun sampai. Aldrich memarkirkan mobilnya kemudian turun dan membuka pintu belakang mobil dan menarik tangan Zenith keluar dari sana.
Zenith : "Pak....pak Jeff? Anda tidak pulang?"
Aldrich : "Enggak!"
Zenith : "Jadi, bapak mau apa gak pulang?" tanya Zenith pura-pura tidak tahu.
Aldrich : "Mau, buat kamu loyo semalam suntuk!" ucapnya lagi ketus.
Zenith : "Apa!!!"
Aldrich : "Buka pintunya!"
Zenith : "I......Iya pak?"
__ADS_1
"Cklek"
"Krieeettt"
Setelah, pintu terbuka langsung saja Aldrich menarik masuk Zenith.
"Brak"
Pintu tertutup.
Di dalam rumah itu, Aldrich sibuk terus menarik tangan Zenith dan bertanya dimana letak kamarnya.
Aldrich : "Dimana, kamarmu?"
Zenith : "Disana, pak!"
Zenith menunjukkan dimana kamarnya berada. Setelah, berada di dalam kamar. Aldrich melepaskan tangan Zenith. Dan, tanpa babibu langsung saja Aldrich membuka pakaian dan celana panjangnya yg tertinggal hanyalah cd saja. Namun, tak lama ia pun membuka cdnya itu. Dan, tampaklah sebiah pemandangan indah terpampang di hadapan Zenith.
Zenith : "Pak???"
Aldrich : "Kerjai punyaku! Hisap!" ucapnya.
Zenith : "Apa???"
Aldrich : "Ayolah, Zenith?"
Aldrich menarik tubuh Zenith dan mulai melucuti semua pakaiannya hingga ia polos.
Zenith : "Ahhh, pak Jeff???" ucapnya manja berbisik di telinga Aldrich hingga membuat Aldrich jadi semakin tak sabar dan langsung meletakkan tubuh Zenith di sisi tempat tidur.
Ia pun lalu membuka lebar kedua paha Zenith hingga terlihatlah bentuk intim milik Zenith yg menggoda imannya. Perlahan, ia mencium lembut milik Zenith. Lalu, menjilat klit*ris milik Zenith dan menghisapnya lembut. Membuat, Zenith menggelinjang dan matanya mulai merem melek merasakan nikmat di sana.
Zenith : "Aaaah....pak Jeff???" desahnya pelan.
Aldrich masih melanjutkan aksinya. Setelah, menghisapnya lembut ia pun kembali menjilatnya lembut perlahan beberapa kali memberi sensasi nikmat bagi Zenith yg merasakannya. Kembali, Zenith mendesah penuh nikmat.
Zenith : "Ouhhhhh......ouuccchhhh......pak Jeff?" desahnya lagi.
Aldrich menghentikan aksinya sebentar. Ia menggoda Zenith.
Aldrich : "Gimana, rasanya sayang? Apakah, nikmat?" ucapnya sembari membelai lembut rambut Zenith.
Zenith : "Nikmat sekali, pak Jeff?" ucapnya kecapean.
Aldrich : "Mau, yg lebih nikmat lagi sayang?"
Zenith : "Emh! Kalau pak Jeff yg kasih! Zenith, mau pak?" ucapnya manja dan genit.
"Aduh??? Dia benar-benar, mengodaku!!!" ucap hati Aldrich.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💕💕💕💕💕ROSALINA 2💕💕💕💕💕
__ADS_1