ROSALINA 2

ROSALINA 2
Penculikan Ziqi Dan Ziqo bag 1


__ADS_3

Rosalina tampak sangat khawatir karena ponsel Flinch tidak bisa di hubungi. Ponsel Flinch hidup tapi Flinch tidak mengangkat ponselnya. Rosalina menghubungi kembali ponsel Flinch. Dan, lagi-lagi Flinch tidak mengangkat ponselnya. Melihat, itu Aldrich pun bertanya pada Rosalina apa yg terjadi.


Aldrich : "Kenapa?"


Rosalina : "Flinch tidak mengangkat ponselnya!"


Aldrich : "Apa?"


Rosalina : "Tidak, biasanya dia begini! Atau, telah terjadi sesuatu di rumah!"


Aldrich : "Tenang, sayang? Jangan, khawatir begitu? Kita berdo'a saja semoga hal buruk tidak terjadi padanya dan juga Ziqi sama Ziqo!"


Rosalina : "Sayang? Bisakah, kita ngebut? Supaya cepat sampai?"


Aldrich : "Sesuai, keinginanmu sayang?" balas Aldrich tersenyum pada Sofie.


Aldrich pun menambah kecepatan mobilnya. Ia ngebut supaya cepat sampai di rumah Rosalina. Tidak, lama kemudian mereka pun sampai di rumah Rosalina. Saat, mereka sampai disana mereka melihat pintu rumah Rosalina sudah terbuka lebar. Mereka terkejut!


Namun, lebih terkejut lagi ketika mereka masuk ke dalam rumah. Rumah itu tampak berantakan. Belum lagi, mereka melihat semua barang-barang itu berserakan di semua tempat. Rosalina mencari Ziqi dan Ziqo sedang Aldrich mencari Flinch. Setelah, dicari ternyata Flinch tergeletak pingsan di kamar Ziqi dan Ziqo. Ia mencoba membangunkan Flinch. Bersamaan, dengan itu Rosalina pun tak menemukan sepasang anak kembarnya.


Aldrich : "Flinch! Flinch! Bangun!!!"


Rosalina berteriak histeris.


"Aaarrrggghh!" pekiknya.


Teriakannya membuat Aldrich yg sedang berusaha membangunkan Flinch jadi terkejut. Ia pun langsung menemui Rosalina.


Aldrich : "Sayang? Kenapa?"


Rosalina : "Baby! Aku tak menemukan anak kita dimana pun! Aku sangat takut sesuatu terjadi pada mereka!"


Aldrich memeluk Rosalina. Dan, mengusap lembut kepalanya. Memberi, rasa nyaman padanya.


Aldrich : "Tenanglah, sayang? Kita, pasti akan menemukan mereka! Sekarang, kita bangunkan Flinch dulu! Baru, kemudian kita tanya padanya! Apa yg terjadi! Oke!"


Rosalina mengangguk.


Kemudian, mereka pun membangunkan Flinch yg sedang pingsan. Akhirnya, dengan susah payah Flinch pun bangun dari pingsannya.


Rosalina : "Flinch? Kau sudah bangun? Kau tidak apa-apa?"


Masih merasakan pusing di kepalanya.


Flinch : "Em? Aku tidak apa-apa, Rossi? Ehh? Kau membuka topengmu?" ucap Flinch terkejut.


Rosalina : "Em? Nanti, akan aku jelaskan! Sekarang, katakan padaku apa yg terjadi? Kenapa, kau pingsan? Dan, dimana Ziqi dan Ziqo?"


Flinch : "Maafkan, Rossi! Aku pingsan! Ada, yg memukul kepalaku dan Ziqi juga Ziqo mereka berdua diculik!


Rosalina terkejut!


Rosalina : "Apa!!! Diculik?"


Flinch : "Iya"


Sambil memegang kerah baju Flinch.

__ADS_1


Aldrich : "Siapa yg menculiknya? Katakan, padaku Flinch!!!"


Flinch : "Jessica"


Rosalina dan Aldrich terkejut mendengar pernyataan Flinch barusan. Bahwa, yg menculik Ziqi dan Ziqo adalah Jessica.


Rosalina & Aldrich : "Apa!!! Jessica!!!"


Flinch : "Ya"


Rosalina : "Lalu, apa kau tahu kemana dia membawa Ziqi dan Ziqo?"


Flinch : "Maaf, Rossi? Aku tidak tahu! Karena, mereka memukul kepalaku dari belakang lalu membawa Ziqi dan Ziqo! Sekali, lagi aku minta maaf Rossi?"


Rosalina : "Dasar, perempuan kurang ajar!!!


Aldrich menenangkan Rosalina.


Aldrich : "Tenang, sayang? Kita akan mencarinya dan....!!!"


Tiba-tiba, kata-kata Aldrich terputus kala ia mendengar suara ponsel Rosalina. Buruan, Rosalina melihat ponselnya. Ada, panggilan dari nomor yg tak dikenal. Ia pun mengangkatnya.


Percakapan Via Telepon.


Rosalina : "Halo?"


Jessica : "Halo, Rosalina?"


Rosalina : "Jessica???"


Ternyata, Jessica yg menelepon Rosalina.


Rosalina : "Jessica!!! Tidak, usah basa-basi! Dimana, kedua anakku! Kau, menculik mereka kan?"


Jessica tertawa lebar.


"Hahaha"


Jessica : "Tadinya, aku ingin sedikit sekali bermain-main denganmu! Tapi, sudah terlanjur ketahuan? Ya, apa boleh buat?"


Rosalina : "Jangan, banyak bicara Jessica!!! Dimana, kedua anakku!!!"


Jessica : "Anak? Hahaha!!! Kedua anakmu, ada bersamaku! Kau tidak perlu khawatir? Aku akan mengurus mereka dengan baik itu pun jika mereka berlaku baik tapi, sebaliknya jika mereka berlaku kurang baik untukku maka aku akan "melenyapkan mereka"


Rosalina : "Biadab, kau Jessica!!! Katakan, apa maumu?"


Jessica : "Mauku? Wah, kau cerdas sekali? Kau mau tahu, apa mauku? Hm?"


Rosalina : "Cepat katakan, Jessica!"


Jessica : "Mauku adalah, Adrich Jefferson!!! Berikan, dia padaku!"


Rosalina : "Apa!!! Aldrich Jefferson??? Tidak bisa, Jessica!!!"


Jessica : "Kalau, begitu kau tidak akan pernah melihat kedua anakmu lagi!"


Rosalina : "Apa!!! Jessica, jangan!!! Baik, aku akan menuruti keinginanmu! Tapi, tolong jangan kau sentuh anak-anakku!"

__ADS_1


Jessica tersenyum licik.


Jessica : "Baiklah! Besok, temui aku di sebuah pabrik kosong di dekat daerah A! Ingat, datang sendiri dan jangan lapor polisi!"


Rosalina : "Baiklah!"


"Tut"


Aldrich dan Flinch saling berpandangan. Mereka sungguh tidak mengerti dengan apa yg terjadi.


Aldrich : "Sayang? Tadi, itu Jessica kan? Dia bilang apa padamu? Dan, anak-anak kita dimana? Apa, ada bersamanya?"


Rosalina : "Iya, tadi Jessica yg telepon! Anak-anak, kita bersamanya! Dia menginginkanmu, sayang? Dia menyuruhku untuk datang sendiri ke pabrik kosong dekat daerah A dan tidak boleh lapor polisi!"


Aldrich : "Apa!!! Jadi, sayang? Kau akan menuruti kemauannya?"


Rosalina : "Siapa, bilang aku akan menuruti kemauannya?"


Aldrich : "Lalu???"


Rosalina : "Aku punya rencana!"


Aldrich : "Rencana apa?"


Rosalina tersenyum. Ia menatap Flinch dan Aldrich bergantian.


Rosalina : "Tunggu sebentar, baby? Aku akan menelepon seseorang!"


Rosalina pun kemudian menelepon seseorang yg sangat penting.


Percakapan Via Telepon.


Rosalina : "Halo, Ale!"


Ale : "Ya, nona?"


Rosalina : "Apa, kau sudah tahu lokasinya?"


Ale : "Sudah, nona?"


Rosalina : "Bagus! Tunggu, saja disana! Besok, aku akan datang kesana! Jangan, lupa rekam semua kejadian disana!"


Ale : "Baik, nona? Tidak, masalah! Dan, tidak perlu khawatir lagi! Aku sudah merekamnya! Hanya, perlu mengirim buktinya ke kantor polisi nona?"


Rosalina : "Bagus, sekali! Pastikan, kedua anakku baik-baik saja!"


Ale : "Baik, nona! Aku mengerti!"


"Tut"


Rosalina menutup teleponnya dengan seseorang yg bernama Ale. Merupakan, salah satu dari rencananya sejak lama. Rosalina sudah menyuruh, Ale orang yg di bayar olehnya untuk selalu memantau keadaan dan gerak gerik Jessica selama ini. Bahkan, sesungguhnya rencana penculikan terhadapa kedua anak Rosalina sudah di ketahui duluan oleh Ale.


Sebenarnya, Ale merupakan orang kepercayaan Aksa Franklin. (Baca: Novel SO HURT TO LOVE U). Ale merupakan orang yg sangat ahli dalam melakukan pekerjaan kotor yg sering diberikan oleh Aksa Frankin. Rosalina sudah mengetahui tentang hal itu. Dan, ia sendiri datang ke kantor tempat Aksa bekerja dan meminta Ale pada Aksa. Mulanya, Aksa menolak karena ia tidak mendapat keuntungan apa pun dari hal itu. Rosalina, tidak bodoh ia menawarkan kerjasama antar perusahaan dengan perusahaan keluarga Clayton. Sebelumnya, ia sudah meminta izin dari Flinch Clayton. Dan, Flinch pun menyetujuinya sebagai syarat barter.


Akhirnya, Aksa mau tidak mau ia pun menyetujui kerjasama kedua perusahaan itu. Dan, Ale pun bekerja pada Rosalina sejak saat itu. Rosalina tidak mau kalah pada Jessica. Ia tidak mau lagi, terjadi hal-hal yg tidak ia inginkan pada orang-orang terdekatnya. Setelah, kejadian kecelakaan tersebut yg menewaskan Agatha. Rosalina mulai belajar banyak hal bahwa ia tidak boleh menyerah begitu saja. Bahwa, ia harus melawan balik Jessica yg sudah menyebabkan dirinya terpisah dari keluarga dan orang yg ia cintai seumur hidupnya, Aldrich Jefferson. Dan, sekaranglah waktu yg tepat untuk membalas perbuatan Jessica pada dirinya dan juga pada Agatha dan juga Niki Clayton yg telah tiada.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤

__ADS_1


💦💦ROSALINA 2💦💦


__ADS_2