ROSALINA 2

ROSALINA 2
Mica Sayangku


__ADS_3

Jam makan siang di kantor....


Aldrich : "Zenith!"


Dengan gaya centilnya.


Zenith : "Ya, pak Jeff?"


Aldrich : "Nanti, sore temani aku ya?"


Zenith : "Kemana?"


Aldrich : "Ke suatu tempat, menemui seseorang!"


Zenith : "Siapa?"


Aldrich : "Menemui anakku!"


Zenith : "Anak, pak Jeff?"


Aldrich : "Ya"


Zenith : "Memangnya, bapak sudah nikah?"


Aldrich : "Belum"


Zenith : "Lalu???"


Aldrich : "Ah, panjang sekali ceritanya!"


Zenith : "Tidak, apa-apa kalau bapak tidak mau cerita! Saya bisa mengerti, kok! Oh, ya? Siapa, nama anak bapak itu?"


Aldrich : "Mica!"


Zenith tersedak ketika mendengar nama Mica disebutkan oleh Aldrich.


"Uhuk....uhuk"


Aldrich bergerak cepat memberi air minum untuk Zenith.


Aldrich : "Hei....pelan-pelan! Ini, air minumnya!"


Zenith : "Terima kasih, pak Jeff?" ucap Zenith sambil menerima gelas yg berisi air mineral.


Aldrich : "Iya, sama-sama! Bagaimana? Apa, kamu baik-baik aja? Atau, kamu pulang saja dan istirahat di rumah."


Zenith : "Pak, Jeff saya baik-baik aja kok?"


Aldrich : "Benarkah?"


Zenith : "Benar?"


Aldrich : "Ohh, kalau begitu! Apakah, kau bisa menemaniku?"


Zenith : "Ten....tentu saja, bisa pak?"


Aldrich : "Baguslah! Aku tunggu! Aku masuk dulu ke ruanganku! Kau, segeralah menyusulku! Ya, Zenith sayang?"


Zenith : "Ehh??? Iya, pak Jeff?"


Kemudian, Aldrich pun segera pergi dari sana. Zenith alias Rosalina menarik nafas lelah.


Huff😥😥😥

__ADS_1


Sungguh, ia tak menyangka Aldrich akan membawanya untuk bertemu dengan Mica, anaknya. Jika, di pikir-pikir sudah 5 tahun ia tak bertemu dengan Mica. Ada, rasa rindu juga terasa disana. Mungkin, Mica sudah sekolah dan sudah mulai berusia 9 tahun.


"Seperti, apa ya wajah anakku sekarang?" ucap hati Zenith alias Rosalina.


**********Skip Siang**********


Sore harinya.......


Zenith pun menemani Aldrich untuk menemui Mica, anak dari wanita yg duduk di sisinya. Aldrich tidak tahu bahwa sesungguhnya, Zenith adalah Rosalina. Sebelum, sampai disana Aldrich terlebih dahulu menelepon Mica.


Aldrich : "Halo, Mica sweetie?" sapanya.


Dan, dari seberang sana Mica menjawab panggilan Aldrich. Seorang, lelaki yg sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri.


Mica : "Halo, juga papa Jeff?" jawabnya fasih.


Aldrich : "Bagaimana, kabarmu sweetie?"


Mica : "Mica, baik-baik aja papa?"


Meski, suara telepon tersebut tidak di loudspeakerkan tapi Zenith masih bisa mendengar suara seorang anak kecil yg sedang berbicara dengan Aldrich. Sungguh, airmatanya hampir saja jatuh ketika ia mendengar suara anak yg sudah lama berpisah dengannya selama 5 tahun.


Aldrich : "Oh, ya? Swèetie? Kamu, mau papa belikan apa?"


Mica : "Mica gak mau apa-apa, papa Jeff? Mica cuma, mama sama papa aja!" ucapnya polos.


Mendengar, kata-kata itu Aldrich tiba-tiba saja meneteskan air matanya. Sungguh, ia merasa trenyuh ketika ia mendengar Mica mengucapkannya. Ia sedih mendengarnya. Entah, ia mau berkata apa terhadap Mica. Tidak, mungkin ia mengatakan tentang keadaan sebenarnya tentang Rosalina kepada Mica. Bahwa, ibunya sudah menghilang selama bertahun-tahun tanpa kabar berita.


(Hiks...hiks...😢😢😢 Author bersedih)


Zenith melihatnya dan ia pun dapat merasakan kesedihan Aldrich disana. Ia pun, menepuk-nepuk pundak Aldrich. Aldrich pun menoleh, dan Zenith pun tersenyum. Senyum hangat yg menenangkan. Dan, senyuman itu mampu membuat hati Aldrich kembali tenang dan airmatanya pun berhenti menetes.


Aldrich pun menyambung kembali percakapannya dengan Mica.


Mica : "Ya, Mica tunggu lohh....pa?" balas Mica.


Aldrich : "Iya, papa sudah di jalan kok?"


Mica : "Dah....papa? Muach....!!!"


Aldrich : "Dah, sweetie? Muach...!!!"


"Tut"


Hati Zenith menghangat merasakan keakaraban antara Aldrich dan Mica, putrinya. Ia merasa sangat beruntung memiliki Aldrich di sisinya. Yg, selalu menjaga buah hatinya selama 5 tahun ini. Jujur!


Saat, ini juga ia ingin mengatakan siapa dirinya sebenarnya kepada Aldrich. Tapi, ia merasa semua itu belum waktunya. Dan, ia masih menunggu untuk melakukan sesuatu. Karena, ia masih merasa khawatir pada Jessica. Ia tidak ingin, Jessica menyakiti orang-orang terdekatnya lagi termasuk, Mica putrinya.


Tak lama mereka pun sampai di rumah keluarga Rosalina. Dada, Zenith seakan bergemuruh ketika ia sampai disana dan menginjakkankan kakinya disana.


Ketika, ia hendak melangkahkan kakinya ada rasa enggan untuk melangkah menuju kesana. Menuju rumah yg sudah lama ia tinggalkan.


Aldrich : "Ayo, Zenith? Kemarilah! Berjalan di sisiku!"


Zenith merasa gugup.


Zenith : "I.....Iya, pak?"


Akhirnya, ia pun melangkahkan kakinya meskipun ia sempat merasa enggan. Ia pun berjalan di sisi Aldrich dan setelah sampai di depan pintu Aldrich pun mengetuk pintu.


"Tok....tok....tok"


Aldrich mengucapkan salam.

__ADS_1


Aldrich : "Assalamu Alaikum....!"


Tak lama terdengar jawaban dari dalam.


Ibunya Naina : "Wa'alaikum salam!"


Suara pintu dibuka.


"Cklek"


"Krieet"


Ibunya Naina, sangat terkejut melihat kedatangan Aldrich dan seorang wanita di sisinya. Dan, Zenith ia benar-benar merasa terkesiap melihat ibunya menyambut kedatangan Aldrich dan dirinya. Ia ingin sekali, memeluk ibunya sambil berucap "maaf" tapi semua itu urung ia katakan. Karena, ia merasa tugas balas dendamnya belum selesai.


Ibunya Naina : "Silakan, masuk nak Aldrich! Oh, ya? Ini, siapa nak?"


Aldrich : "Oh, perkenalkan bu! Ini adalah, Zenith sekretaris saya yg baru!"


Ibunya Naina : "Oh, nak Zenith?"


Ibunya Naina pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Zenith. Dan, Zenith pun menyambutnya.


Zenith pun menerima uluran tangan ibunya sendiri dengan perasaan canggung. Dan, hampir saja ia keceplosan menyebut nama aslinya sendiri.


Zenith : "Na....emm...maksudku Zenith, bu?"


Aldrich pun menangkap gelagat aneh pada Zenith. Ia sedikit merasa curiga pada Zenith. Ia merasa ada sesuatu yg disembunyikan oleh Zenith. Namun, buru-buru ia membuang semua prasangka itu.


Aldrich : "Oh, ya? Bapak mana, bu?"


Ibunya Naina : "Bapak, sedang keluar sebentar nak Aldrich?"


Aldrich : "Oh? Mica? Dimana, ya bu?"


Ibunya Naina : "Ada, di dalam! Sedang, belajar dan mengerjakan PR. Sebentar, ibu panggilkan ya?"


Ibunya Naina : "Mica, sayang? Sini, nduk? Ini, papamu sudah datang?"


Tak lama, terdengar jawaban dari dalam.


Mica : "Iya, nek? Sebentar!!!"


Begitu mendengar suara Mica, jantung Zenith berdebar kencang. Dan, tak lama muncullah dari dalam kamar sosok seorang anak kecil berusia 9 tahun dengan wajah cantik sambil menggendong boneka beruang kesayangannya. Begitu, ia melihat Zenith ia langsung lari memeluk Zenith. Ia langsung membuang boneka kesayangannya sambil berteriak......


Mica : "Mamaaaaa....!!!"


Aldirch dan Ibunya Naina pun terkejut!


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦💦💦ROSALINA 2💦💦💦


Huwaaa.....😭😭😭


Untuk episode kali ini, airmata saya tak berhenti mengalir....saya sedih dan terhura...eh...salah....terharu......


Semoga, readers senang ya dengan episode kali ini......


Happy reading....dan tetap tinggalkan jejak kalian di kolom komentar dan like ya.....😊😊😊


FOTO MICA


__ADS_1


__ADS_2