ROSALINA 2

ROSALINA 2
Pak Jeff? You A BadBoy


__ADS_3

Ciuman ganas bibir Zenith menyapu setiap inci bibir lelaki tampan itu. Membuat, Aldrich jadi semakin bergairah untuk melakukan hal yg lebih intim lagi.


Perlahan, jari jemari Aldrich dengan lihai membuka satu persatu pakaian yg di pakai oleh Zenith. Yg tersisa hanya roknya saja yg masih utuh.


Kemudian, Aldrich membalikkan tubuh Zenith dan ia pun segera bermain di belakang tubuh Zenith. Ia mencium lembut dan sesekali menjilat dan menggigit mesra tubuh Zenith. Dan, membuat Zenith jadi menggelinjang.


Zenith : "Uuuuuhhh......Pak......Jeff?" desahnya.


Aldrich semakin liar lagi. Ia melepas rok yg dipakai Zenith beserta cdnya. Ia mengelus bokong mulus itu.


Zenith : "Aaaahhh...." desah Zenith.


Lalu, ia pun meninggalkan banyak tanda merah di bokong mulus Zenith. Lagi, Zenith berteriak penuh nikmat.


Zenith : "Aaaaaaahh.....jangan.......pak......Jeff???"


Aldrich : "Ohhh.....baby.....Zenith??? You hot!!!" ucap Aldrich sampai akhirnya ia sampai di bagian intim milik Zenith. Ia mengecupnya lalu kemudian ia membaringkan tubuh polos Zenith, di atas tempat tidur yg empuk.


Zenith terlihat pasrah saja saat tatapan mata Aldrich menatap seriap inci tubuhnya yg sebagian sudah diberikan tanda cinta oleh Aldrich.


Aldrich menatap nanar tubuh polos Zenith. Ia tersenyum manis saat ia membuka lebar kedua kaki Zenith. Lalu, ia pun beraksi ia memasukkan jarinya dan mengocok lembut bagian intim Zenith.


Membuat, Zenith jadi mendesah penuh nikmat sambil memejamkan matanya.


Zenith : "Aaah" satu sentakan.


Zenith : "Aaaahhh" dua sentakan.


Zenith : "Aaaaahhhh" tiga sentakan.


Dan, "Aaaaaahhhhhhh" desah panjangnya saat ia mengeluarkan air yg sangat banyak membasahi tempat tidur itu.


Aldrich tersenyum senang telah membuat Zenith mencapai klimaksnya. Namun, baginya itu belum cukup karena Zenith sendiri telah menantangnya.


Ia pun menjilati milik Zenith yg sudah basah itu dengan lembut. Lalu, menghisapnya dengan kuat. Lagi, Zenith merasakan nikmat yg teramat sangat pada miliknya. Ia pun menjerit......


Zenith : "Aaaaahh....aaahhh....oouuhhhh" desahnya kuat memenuhi seluruh ruangan kamar.


Zenith kini terlihat bagai cacing kepanasan. Sedang, Aldrich ia semakin ganas dan ia semakin kuat menghisap milik Zenith lalu akhirnya.......

__ADS_1


"Aaaaaaaaahhhhhhhh" jeritnya panjang.


Zenith pun mencapai klimaks kembali. Dan, ia terihat sudah lemas dan tampak tak berdaya sambil berucap......


Zenith : "Pak Jeff? You, a BadBoy!!!" ucapnya sambil terengah-engah.


Aldrich : "Oh, ya? Tapi, bukankah kau sangat menikmatinya? Bahkan, sampai klimaks dua kali." ucapnya sambil tersenyum nakal.


Zenith : "Saya datang kemari mau bekerja, Pak! Bukan, mau begini? Ternyata, gosip yg beredar di dunia perkantoran itu benar ya?"


Aldrich : "Maksudmu?"


Zenith : "Atasan suka sekali memangsa bawahan."


Aldrich : "Wow, kau sungguh luar biasa, Zenith! Tampaknya, kau masih mempunyai tenaga untuk bercinta denganku! Sampai, kau berkata seperti itu!" ucap Aldrich kemudian sambil membuka seluruh pakaiannya hingga ia polos.


Zenith terkejut!


Zenith : "Pak Jeff? Tadi, aku hanya bercanda saja! Bisakah, anda melepaskan saya?" ucapnya manja dan lembut.


Aldrich : "Boleh saja, aku akan melepasmu! Tapi, setelah aku memakanmu!"


Zenith : "Apa???"


Zenith : "Ohhh, Pak Jeff???" ucapnya semakin genit dan manja.


Aldrich semakin semangat begitu mendengar suara dan kata-kata indah keluar dari bibir manis Zenith. Aldrich tampak sangat bergairah kembali setelah sekian lama ia merasakan kesedihan.


Kini, melihat wanita yg sama manja dan genitnya dengan Rossie itu membuat ia jadi lupa diri. Baginya, wanita ini sama memabukkannya dengan Rossie. Hingga, membuat ia benar-benar lupa dengan pekerjaannya. Dan, sudah tak terhitung sudah ke berapa kalinya ia menggauli Zenith.


Sedangkan, Zenith ia sudah tampak lemas dan tak berdaya. Ia sudah kehilangan banyak tenaga karena, Aldrich terus-terusan menggempurnya. Dan, saat Aldrich selesai ia tersenyum menatap wajah cantik Zenith yg kelelahan. Ia membelai lembut rambut wanita cantik itu dan memberi kecupan lembut di kening Zenith.


Membuat, Zenith memejamkan mata merasakannya. Hingga, akhirnya ia tertidur lelap akibat kelelahan karena bercinta terlalu banyak dengan atasannya sendiri.


Sementara, Itu Di Lain Sisi.


Jessica yg tampak frustasi di kamar hotel yg ia sewa dan tempati. Sudah, berhari-hari ia tak keluar kamar. Ia sedang menunggu, telepon dari tantenya. Ia benar-benar penasaran dengan sosok wanita yg berada di kantor Aldrich semalam.


Dan, sudah berkali-kali ia menelepon tantenya namun, tak diangkat. Ia mngumpat kesal.

__ADS_1


Jessica : "Shit!!!" umpatnya sambil membanting ponselnya ke sofa yg ada di kamar hotel tersebut.


Jessica membuka jendela kamarnya. Lalu, ia mengambil sebatang rokok dari bungkusnya. Ia pun memantikkan api ke ujung batang rokok tersebut. Ia menghirup asapnya dalam-dalam lalu membuangnya melalui mulut.


Jessica tampak tidak sabaran sekali saat menghisap rokoknya. Ia cepat sekali menarik asap dari rokok tersebut. Hingga, akhirnya bunyi dari ponselnya menghentikan kegiatannya. Ia pun langsung kembali kedalam untuk mengangkat telepon masuk.


Percakapan Via Internasional.


Jessica : "Halo" sapanya ketus.


Ternyata yg meneleponnya adalah Tantenya sendiri, Paloma.


Tante Paloma : "Oh, maaf sayang? Tadi, tante sedang di jalan jadi tante tidak angkat panggilanmu!"


Jessica : "Oh!" balas Jessica pendek.


Tante Paloma : "Sayang? Tante sudah lakukan, apa yg kamu bilang kemarin itu!"


Jessica : "Hasilnya"


Tante Paloma : "Tante mohon maaf, tante tidak bisa menemukannya. Semua file, yg berisi tentang keluarga itu sudah di kunci dan tidak bisa di buka. Karena, akses yg berhubungan dengan keluarga itu terutama tentang Niki Clayton benar-benar sangat rahasia."


Jessica : "Apa!!! Tidak bisa di buka! Oh, my God! Tante? Aku udah kasih tante uang yg banyak! Kenapa, untuk cari informasi keluarga yg hartanya tak seberapa dibanding keluarga Jefferson saja tante gak bisa!"


Tante Paloma : "Jessica! Apa, kau sudah lupa? Meski, harta keluarga Clayton tak sebanyak keluarga Jefferson tapi, keluarga Clayton memiliki latar belakang yg tak bisa di anggap remeh. Mereka semua ahli di bidangnya! Kau paham?"


Jessica : "Okey, tante! Aku paham!"


Tante Paloma : "Jessica, lebih baik kau cari tahu saja sendiri! Siapa, tahu kau akan mendapat hasilnya!"


Jessica : "Oke! Baiklah, tante!"


"Tut"


Telepon mati.


Kembali Jessica pun, membanting ponselnya ke lantai.


"Brak"

__ADS_1


Jessica : "Arrrggghh! Sial! Kenapa, bisa jadi begini?" ucapnya marah. Jessica sekarang terlihat lebih frustasi lagi. Karena, ia tak bisa mendapatkan informasi mengenai Niki Clayton. Ia merasa benar-benar sial sekali. Belum pernah ia merasakan kegalauan luar biasa seperti ini.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•ROSALINA 2πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2