ROSALINA 2

ROSALINA 2
Kecelakaan dan Kesedihan


__ADS_3

Aldrich sedang berada di kantornya. Ia sedang bekerja dengan riang. Maklum, saja sebentar lagi ia akan menikah dengan Rosalina. Dan, pernikahan itu pun akan berlangsung seminggu lagi. Namun, entah mengapa hari ini perasaannya terasa tidak enak.


Ia benar-benar merasakan sesuatu yg buruk akan terjadi. Tapi, apa???


Ia pun tak tahu. Sedang ia, mencoba menenangkan perasaannya tiba-tiba saja ponselnya bergetar.


Ia melihat ponselnya dan ia melihat nomor tak dikenal meneleponnya. Ia pun menerima panggilan tersebut.


Aldrich : "Halo?"


Polisi : "Halo, dengan pak Aldrich?"


Aldrich : "Ya, saya sendiri!"


Polisi : "Pak Aldrich, ini saya dari pihak kepolisian! Telah, terjadi kecelakaan pada nona Agatha di daerah tikungan bercabang maut!"


Aldrich terkejut!


Aldrich : "Apa!!! Kecelakaan???"


Polisi : "Saya, harap bapak segera datang kemari!"


Aldrich : "Oke, pak! Saya, akan segera kesana.


"Tut"


Aldrich pun memutuskan panggilan.


Ia terduduk lemas di kursi kebesarannya. Ia tak percaya telah terjadi kecelakaan pada teman Rosalina yg berarti juga telah terjadi sesuatu juga terhadap Rosalina. Padahal, belum ada 5 menit Rosalina berkirim pesan padanya.


Bahwa, ia pergi bersama Agatha untuk belanja keperluan pernikahan yg kurang. Disana, di ruang kantornya Aldrich terduduk lesu dan lemas seperti orang bodoh. Perlahan, setitik airmata menetes di pelupuk matanya.


Asistennya Yeno, yg melihat itu pun menegur bosnya itu.


Yeno : "Tuan??? Anda, baik-baik saja?" ucapnya sambil mengguncang tubuh Aldrich.

__ADS_1


Aldrich : "Yeno!"


Yeno : "Ya, tuan?"


Aldrich : "Ikut aku!"


Yeno : "Baik, tuan?" ucap Yeno kemudian mengikuti langkah Aldrich keluar dari gedung kantor. Sampai, di parkiran ia pun menaiki mobil bersama Aldrich.


Yeno : "Mau, kemana kita tuan?"


Aldrich : "Ke tikungan bercabang maut!"


Yeno : "Apa!!! Tuan, tempat itu jarang sekali di lalui kendaraan? Karena, disana sering sekali terjadi kecelakaan maut!"


Aldrich : "Tidak, usah banyak tanya! Kerjakan, saja perintahku!" ucap Aldrich marah.


Yeno : "Ba....baik....tuan?" ucap yeno tergagap lalu kemudian menyetir. Sampai, di tempat yg di maksud. Di tempat itu telah banyak orang berkerumun. Mereka ingin tahu perihal apa yg telah terjadi di jalan yg telah banyak menelan korban jiwa tersebut.


Aldrich langsung turun dari mobilnya. Ia pun menyeruak di antara kerumunan orang-orang tersebut. Ia ingin, melihat Rosalina. Namun, apa yg terjadi ternyata bukan jasad Rosalina yg dilihatnya melainkan jasad Agatha, sahabat Rosalina yg telah terbujur kaku. Agatha, telah tiada.


Namun, ia tak menemukannya. Dan, ia khawatir. Ia lalu menemui seorang polisi untuk mencari tahu keberadaan Rosalina.


Aldrich : "Pak, polisi? Maaf, pak! Saya, mau tanya?"


Polisi : "Pak Aldrich?"


Aldrich : "Iya, pak! Saya, sendiri!" ucap Aldrich.


Polisi : "Saya, tadi yg menelepon anda pak?"


Aldrich : "Oh, iya pak? Saya, tidak menemukan jasad tunangan saya. Saya, hanya menemukan jasad temannya, Agatha pak!"


Polisi : "Begini, pak! Hal, itulah yg ingin kami sampaikan kepada anda. Untuk, saat ini kami hanya menemukan jasad wanita itu saja yaitu nona Agatha. Sedangkan, jasad tunangan anda kami tidak menemukannya."


Aldrich : "Apa!!! Jasad Rosalina tidak di temukan?"

__ADS_1


Polisi : "Ya, begitulah pak! Tapi, kami akan berusaha untuk menemukannya!" jelas pak Polisi tersebut.


Aldrich terdiam.


Polisi : "Nanti, akan kami kabari jika kami menemukan jasad tunangan anda pak!" ucap pak Polisi itu lagi sambil menepuk-nepuk bahu Aldrich.


Aldrich : "Oke! Terima, kasih pak!" ucapnya seraya pergi meninggalkan lokasi itu.


Sedangkan, jasad Agatha sudah di bawa ke rumah sakit. Pihak kepolisian sudah menghubungi keluarga Agatha. Dan, rencananya mereka akan segera mengambil jasad tersebut.


Dan, Aldrich hanya memandangi mobil ambulan yg sedang membawa jasad Agatha. Melihat, itu hati Aldrich teriris pedih. Agatha, merupakan sosok sahabat yg baik bagi tunangannya. Agatha selalu ada di sisi Rosalina dalam kondisi apa pun.


Dan, kini Agatha telah tiada. Lalu, Rosalina kekasihnya pun entah ada dimana. Jasadnya tak bisa di temukan.


Aldrich merasa sedih dan putus asa. Ia merasa sangat menderita dan merana. Ia terluka dan ia sendirian.


Kini, tiada lagi senyum indahnya yg terbiasa menghiasi harinya. Sudah, tiada lagi rengek manjanya kala ia marah pada Aldrich. Yg, tersisa hanyalah bayang-bayang wajahnya saja. Serta kenangan indah mereka berdua. Aldrich menangis sedih dan bathinnya terluka demikian parah.


Ia sengaja tidak memberitahu kejadian ini pada keluarga Rosalina dan keluarganya sendiri. Sebab, ia tak ingin melihat mereka bersedih seperti dirinya.


Namun, pada akhirnya ia pun harus berterus terang pada keluarga Rosalina mau pun pada keluarganya juga. Betapa, hancur hati mereka saat mereka mengetahui hal tersebut.


Terlebih, lagi Inggrid. Ia tak kuasa menahan tangis. Tangisnya pun pecah. Ia tak menyangka kalau kejadiannya akan begini. Padahal, pernikahan akan dilangsungkan seminggu lagi tapi, apa yg terjadi?


Rosalina menghilang dalam kecelakaan maut tersebut dan temannya Agatha telah meninggal karena kejadian itu.


Semuanya, menangis. Semuanya, menderita. Tapi, yg paling merasakan kehilangan itu adalah Aldrich sendiri. Selama, beberapa tahun ia tetap mencari Rosalina. Ia datang ke kantor polisi untuk bertanya mengenai hal itu. Namun, jawabannya tetap nihil. Rosalina hilang bagaikan di telan bumi.


Namun, Aldrich tetap tak patah semangat ia tetap terus mencari Rosalina hingga, tak terasa waktu berjalan sudah lima tahun lamanya. Namun, ia belum juga menemukannya. Ia frustasi dan ia pun depersi.


"Rosalina!!! Where are you, my sweetheart?"


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹ROSALINA 2πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Foto Aldrich Jefferson.

__ADS_1



__ADS_2