
Lima tahun kemudian.
Perusahaan milik keluarga Jefferson sedang menerima, karyawan baru. Khusus, untuk lowongan kerja sebagai Sekretaris Khusus Presdir. Mengapa, ia butuh seorang Sekretaris? Karena, Yeno sudah ia pindah tugaskan ke tempat lain jadi ia butuh orang cekatan dan bisa di andalkan seperti Yeno.
Dan, dari sekian pelamar yg datang hanya satu file saja yg menarik perhatiannya yakni file seorang wanita yg sangat cantik menurutnya dan memenuhi kriteria sebagai Sekretaris pribadinya.
Aldrich : "Hm? Zenith Clayton! Nama, yg bagus! Cantik dan memiliki pengalaman kerja yg cukup bagus! ucapnya.
Lalu, ia pun menyuruh Yeno untuk memanggil pelamar yg bernama Zenith Clayton. Namun, Yeno bilang pelamar yg di maksud itu belum datang.
Aldrich : "Apa!!! Jam segini belum datang?" ucap Aldrich dengan nada tinggi.
Yeno : "Iya, tuan?"
Adrich : " Kalau begini, aku tidak jadi memindahkanmu ke cabang lain! Kau di sini saja!" ucap Aldrich kesal.
Yeno : "Lho, tapi tuan? Bukannya, cabang lain sudah mengirim suratnya. Dan, besok saya harus berangkat!"
Aldrich : "Yeno!!!"
Yeno : "Ya, tuan?"
Aldrich : "Siapa, bosnya disini?"
Yeno : "Tentu saja, anda tuan?"
Aldrich : "Kalau begitu....."
Tiba-tiba saja, Aldrich berhenti bicara. Karena, pintu ruangannya di ketuk dari luar. Seseorang meminta izin untuk masuk ke dalam ruangannya.
Aldrich : "Masuk?" ucapnya.
Setelah, ia berkata demikian maka masuklah seorang wanita ke dalam ruang kantor pribadinya. Seketika, Aldrich terhenyak. Ia jadi terpelongo melihat seorang wanita cantik dan bertubuh sexy masuk ke dalam ruangannya. Dan, ia sudah tahu siapa wanita itu sebab ia tadi sudah membaca profilnya.
Zenith : "Selamat siang, pak Jefferson?" ucap Zenith ramah. Begitu, mendengar suara Zenith tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang. Suara Zenith mirip dengan suara Rosalina. Namun, buru-buru ia menyadarkan dirinya dari keterkejutannya.
Aldrich : "Selamat siang, nona....."
Zenith : "Zenith....., Zenith Clayton pak?" ucapnya lembut.
Aldrich : "Oh, nona Clayton rupanya? Nona, Clayton apa kau tahu jam berapa sekarang?"
Zenith : "Tahu pak?"
Aldrich : "Dan, apakah kau tahu jam berapa waktu interview karyawan?"
__ADS_1
Zenith : "Saya, tahu pak? Maaf, pak saya telat! Tadi, saya kena macet pak!"
Aldrich : "Saya, tidak butuh alasanmu! Di dalam, kantorku semua orang bekerja harus tepat waktu. Bagaimana, jika nanti tiba-tiba saya membutuhkanmu! Dan, kamu entah ada dimana! Bagaimana??? Perusahaan, saya bisa bangkrut, tahu!!!" ucap Aldrich kesal.
Zenith : ???
Zenith diam tak menjawab, ia tak bisa membantah apa pun kata-kata lelaki di hadapannya.
"Siall! Belum, lagi bekerja dengannya ia sudah marah-marah!"
Aldrich : "Tadinya, saya pikir akan menerima kamu bekerja di perusahaan saya! Ehh, ternyata kamu seperti ini! Sekarang, saya sudah tidak berminat lagi sama kamu! Silakan, kamu keluar dari kantorku!" ucap Aldrich sambil mempersilahkan Zenith keluar dari kantornya.
Zenith : "Baiklah, kalau begitu pak! Saya pergi!" ucap Zenith lesu.
Setelah, berkata begitu tiba-tiba saja teleponnya berdering. Seorang, Resepsionis meneleponnya kalau Jessica datang mengunjunginya di kantor tersebut.
Aldrich : "Apa!!! Jessica?"
Resepsionis : "Iya, pak?"
Aldrich : "Baiklah" ucap Aldrich menutup teleponnya.
Setelah, ia menutup teleponnya tiba-tiba saja ia berkata.....
Aldrich : "Tunggu!!!"
Zenith : "Ada, apa lagi pak?"
Aldrich : "Jika, kau bisa mengusir seekor kucing garong di kantorku! Aku, akan menerimamu bekerja di kantorku! Bagaimana?" ucap Aldrich serius.
Zenith tersenyum lucu.
Zenith : "Tampaknya, ini adalah hal serius! Baiklah, aku setuju! Katakan! Seperti, apa kucing garongnya?"
Aldrich : "Seperti ini!" ucapnya sambil memperlihatkan foto Jessica kepada Zenith.
"Jessica???" ucap hati Zenith.
Zenith : " Baiklah, tidak masalah!!!" ucap Zenith kemudian sambil membuka blazer yg ia pakai. Lalu, ia pun berjalan menuju Aldrich yg sedang duduk di kursi kebesarannya.
Tiba-tiba, saja ia duduk di atas paha Aldrich. Dan, ia mengalungkan tangannya di leher Aldrich lalu ia menarik dasi Aldrich hingga kepala Aldrich maju dan kini wajah mereka saling berhadapan. Zenith tersenyum sekali melihat wajah Aldrich demikian dekat dengannya. Pandangan mata mereka bertemu.
Lalu, jari lentiknya mengusap bibir menawan Aldrich.
Dan, cup....! Zenith, mencium dan melumat bibir Aldrich dengan sangat lembut sampai membuat Aldrich terlena dengan ciumannya. Aldrich seperti pernah merasakan bibir ini sebelumnya. Sensasi, seperti ini tiada ubahnya ketika ia berciuman dengan Rosalina.
__ADS_1
"Rasa yg sama, aroma yg sama! Zenith! Siapa, kamu!" ucap hati Aldrich.
Dicium demikian lembut seperti itu, siapa yg akan tahan dengan godaannya. Perlahan, Aldrich pun tenggelam dengan sensasi yg di tawarkan oleh Zenith. Ia pun membalas ciuman wanita itu sama lembutnya. Hingga.....
"Krieeet...."
"Brak"
Jessica : "Aldrich!!!" teriaknya.
Aldrich tetap tidak peduli ketika Jessica memergokinya sedang berciuman dengan seorang wanita. Malah, ia sengaja memperpanas ciumannya hingga Zenith mengeluarkan desahan indah dari bibirnya.
"Mmmh...., ahhh...."
Dan, tentu saja yg membuat Jessica semakin berang melihatnya. Langsung saja, ia berjalan mendekati keduanya dan ia pun langsung menarik wanita yg sedang berciuman dengan Aldrich. Dan, ia sudah siap untuk melayangkan satu tamparan untuk wanita itu. Namun, tiba-tiba saja ayunan tangannya berhenti ketika ia melihat wajah wanita itu. Dan, ia pun terkejut.
Jessica : "Niki Clayton?" ucapnya terkejut.
Jessica : "Tidak.....tidak mungkin!!!" ucapnya sambil segera pergi dari ruang kantor tersebut. Jessica pun kabur dari ruang kerja Aldrich.
Melihat, Jessica sudah pergi dari sana. Adrich pun bernafas lega. Jujur saja, ia sangat malas bertemu dengan Jessica. Ia tersenyum senang, karena kucing garong Jessica sudah pergi dari kantornya.
Aldrich : "Well, terima kasih untuk hal itu! Zenith, kamu di terima bekerja di kantor ini! Besok, datanglah tepat waktu ke kantorku! Oke!"
Zenith : "Oke, pak!"
Aldrich : "Ingat! Jangan, telat!" ucap Aldrich.
Zenith : "Iya, pak!" ucap Zenith kemudian memakai blazernya kembali. Dan, ia mengambil tasnya dan langsung keluar dari ruang itu. Namun, tiba-tiba saja Aldrich menari tangannya dan berbisik di telinganya.......
Adrich : "Tadi itu, kamu hebat sekali!" ucapnya demikian lembut sampai membuat telinga Zenith memerah.
Zenith : "Ehhh??? Biasa aja, pak! Sekarang, bisakah anda melepaskan tangan anda, pak? Tolong, saya mau pulang pak!" ucapnya lagi.
Aldrich : "Ohh, tentu saja! Pulanglah, sekarang!" ucap Aldrich sambil melepaskan tangan Zenith.
Zenith tersenyum sangat manis sekali. Hingga membuat Aldrich terperangah.
"Wow, she's hot!" ucap hati Aldrich.
Sementara, Zenith sudah melangkah pergi dari sana. Dan, Aldrich hanya dapat memandanginya saja. Serta, ia hanya dapat menarik nafas saja ketika ia memandangi keindahan tubuh Zenith yg melenggang pulang kembali ke rumahnya.
πππππROSALINA 2πππππ
Foto Zenith Clayton
__ADS_1