
Semenjak, Rosalina pindah ke rumah Inggrid sejak saat itu Inggrid pun menyerahkan seluruh urusan perusahaannya kepada Rosalina. Awalnya, Rosalina tak mengerti akan bisnis yg di jalankan oleh keluarga Jefferson. Namun, ia pun belajar sedikit demi sedikit dari Inggrid. Dan, ia pun mengerti tentang bisnis yg di jalankan oleh keluarga itu.
Sementara, ia sibuk mengurus bisnis yg dipercayakan Inggrid padanya. Inggrid pun mengambil tanggung jawab Rosalina mengurus sepasang bayi kembar Rosalina, Ziqi Jefferson dan Ziqo Jefferson. Yah, Rosalina telah memberi nama kepada sepasang anak kembarnya. Dan, Inggrid pun dengan senang hati menyetujunya.
Flinch pun sesekali datang berkunjung untuk sekadar melihat anak dari sahabatnya itu. Ia sangat senang melihat perkembangan Ziqi dan Ziqo yg sudah tumbuh menjadi anak berusia 4 tahun. Tak terasa waktu penantian Rosalina sudah hampir mencapai 5 tahun. Dan, waktu penantian itu pun sudah hampir berakhir.
Flinch : "Bagaimana, perasaanmu sekarang, Rossie? Tak, lama lagi waktu penantianmu akan segera berakhir."
Rosalina : Senang dan buruk!"
Flinch : "What?"
Rosalina : "Kau tahu, Kakak? Bila, aku kembali kesana berarti aku juga mesti siap-siap untuk menghadapi Jessica!" ucap Rosalina lirih.
Flinch : "Ya, tentu saja! Kau, harus menghadapinya! Jangan, khawatir! Aku akan tetap, bersamamu! Dan, saat kau kembali lagi nanti kau akan kembali dengan wujud dan identitas baru! Kau akan kembali, sebagai Zenith Clayton!"
Rosalina : "Zenith Clayton?"
Flinch : "Ya, dan untuk itu madam Inggrid telah mengatur semuanya. Kau tenang saja!"
Rosalina : "Ya, begitu juga bagus! Kira-kira, akan jadi seperti apa aku nanti?"
Flinch : "Well, we look see!"
Rosalina pun tersenyum mendengar kata-kata Flinch. Ia pun jadi semakin tak sabar untuk kembali ke Indonesia dengan wujud yg baru sebagai zenith Clayton.
FLASHBACK SELESAI.....
KEMBALI KE SAAT INI
Rosalina menceritakan semuanya dengan gamblang. Dan, Jessica yg mendengarkannya hampir tak dapat mempercayainya. Hampir, saja jantungnya berhenti berdetak.
Jessica : "Jadi, kau.....?"
Rosalina : "Aku? Tentu saja, aku adalah RO....SA....LI...NA...!!!"
__ADS_1
Jessica terkejut.
Jessica : "Apa!!! Rosalina? Kau, Rosalina?"
Rosalina mengangguk.
Rosalina : "Jika, kau tak percaya! Lihatlah!!!"
Lalu, Rosalina pun menunjukkan wajah aslinya di hadapan Jessica yg selama ini ia tutupi. Rosalina membuka topeng wajah Niki Clayton, yg selama ini menutup wajahnya. Saat, melihatnya Jessica membulatkan kedua matanya.
Jessica : "Rosalina??? Ka....kau.....masih hidup???"
Rosalina : "Ya, aku Rosalina! Aku masih hidup! Kenapa? Terkejut? Berharap aku mati? Hegh! Jessi....Jessi....! Kau ini benar-benar, mengerikan! Kau berhak dapat piala Oscar atas jerih payahmu selama ini. Mencoba, melenyapkan pemeran utama! Wow!!! Congratulations!!!"
Jessica terdiam.
Rosalina : "Kenapa, diam? Kau, sangat hebat sekali! Kau berhasil melenyapkan sahabatku meski kau gagal melenyapkanku!"
Rosalina bertepuk tangan, mengejek Jessica.
Rosalina : "Well, tapi aku akan tetap berterima kasih padamu! Meskipun, kau pernah mencoba membunuhku! Berkat, kau aku jadi lebih banyak belajar banyak hal! Bahwa, ada orang-orang yg harus kau waspadai meski kau hanya sekali bertemu dengan orang tersebut! Apalagi, itu adalah mantan kekasihmu sendiri!" ucap Rosalina tersenyum.
Jessica benar-benar tertohok sekali dengan ucapan Rosalina. Dan, dia sama sekali tak dapat berkata-kata. Ia shock.
Rosalina : "Jessica, kau adalah orang yg memberi warna hitam dalam hidupku! Karena, kau sahabatku mati! Tentu, kau harus membayarnya! Tapi, tidak sekarang! Karena, aku akan membuatmu merasakannya pelan-pelan!" ucap Rosalina sambil memasang kembali topeng tersebut.
Jessica merasa ketakutan sekali begitu mendengar ucapan Rosalina. Sungguh, ia tak menyangka kalau aksinya saat itu gagal. Malah, ia membunuh sahabatnya Rosalina.
Rosalina : "Sepertinya, urusanku sudah selesai disini. Dan, aku harus pulang! Bye....bye....! Sampai jumpa lagi, Jessica!" ucap Rosalina sambil membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Jessica. Namun, satu kata dari Jessica menghadang langkahnya.
Jessica : "Tunggu!!!"
Rosalina menoleh.
Jessica : "Kalau begitu! Tunjukkan, padaku! Apa, yg akan kau lakukan padaku!" ucap Jessica sambil keluar dari mobil dan mendekati Rosalina.
__ADS_1
Rosalina : "Apakah, itu perlu?"
Jessica : "Tentu, saja perlu!"
Rosalina tersenyum.
Rosalina : "Tapi, sepertinya itu tidak perlu!"
Dan, Rosalina pun melangkah pergi meninggalkan Jessica disana. Sedang, Jessica ia tampak mengepalkan kedua tangannya.
Jessica : "Sialan!!! Rosalina! Kita lihat saja siapa yg akan menang di akhirnya!"
Jessica pun segera pergi dari sana dengan segala rasa kesal dan amarah yg menumpuk di hatinya. Sedang, Rosalina ia tampak sedang memegang ponsel sambil menelepon seseorang.
Percakapan Via Telepon
Rosalina : "Apa, kau sudah merekam semuanya?"
Seseorang : "Sudah, nona?"
Rosalina : "Bagus! Segera, kirimkan rekamannya padaku! Dan, aku sudah mengirim uangnya ke rekeningmu!"
Seseorang : "Baiklah, terima kasih nona?"
"Tut"
Rosalina tersenyum.
Rosalina : "Jessica....! Tunggu, dan lihat saja! Aku akan membuatmu bertekuk lutut memohon ampun padaku! Karena, semua bukti kejahatanmu sudah ada di tanganku!" ucap Rosalina penuh dengan senyum kemenangan.
Sungguh, ia telah merencanakan semuanya dari awal dengan baik. Dan, ia tampak senang dengan hasilnya. Sungguh, sebanding dengan waktu penantiannya selama 5 tahun. Ia pun menyetop sebuah taxi yg dengan segera membawanya kembali pulang ke rumah.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💦💦💦💦💦ROSALINA 2💦💦💦💦💦
__ADS_1