ROSALINA 2

ROSALINA 2
Penangkapan Jessica


__ADS_3

Rosalina dan Flinch berbagi tugas. Rosalina menemui Jessica di pabrik kosong daerah A. Sementata, Flinch pergi ke kantor polisi untuk melaporkan Jessica dan menyerahkan semua bukti kejahatan Jessica kepada Polisi.


Polisi menerima laporan Flinch dan juga semua bukti yg di kumpulkan oleh Flinch. Polisi menyetujui penangkapan Jessica berdasarkan laporan beserta bukti yg ada. Polisi menindak lanjuti laporan Flinch. Dan, mereka pun segera bergerak cepat langsung pergi ke lokasi pabrik kosong daerah A.


Sementara, itu Rosalina sudah berada di sana untuk menemui Jessica. Sebelumnya, Rosalina bertemu dengan Ale dan Rosalina sudah berkoordinir dengan Ale. Ale di tugaskan untuk masuk ke dalam pabrik dan mencari Ziqi dan Ziqo sekaligus menyelamatkan mereka. Sedangkan, Rosalina sibuk mengalihkan perhatian Jessica.


Jessica menyunggingkan senyum sinis di pinggir bibirnya yg merah. Ia langsung menemui Rosalina begitu ia tahu Rosalina sudah sampai disana.


Jessica : "Akhirnya, kau datang juga Rosalina! Aku sudah lama menunggumu. Ternyata, kau memang seorang ibu yg peduli akan keselamatan anak-anaknya. Wow! Bravo, Rossy...!"


Rosalina : "Jangan, banyak bicara kau Jessica! Dimana, anak-anakku. Cepat katakan...! Aku tak punya banyak waktu untuk berurusan dengan wanita sakit jiwa seperti kamu...!"


Jessica : "Hei..., tenanglah sedikit Rossy? Jangan, terburu-buru begitu? Anak-anakmu, mereka baik-baik saja! Kau jangan takut...! Sebaiknya, yg perlu kau takuti adalah aku! Karena, aku hm...? Sudah menyiapkan permainan yg menegangkan untuk kamu...!"


Rosalina : "Apa maksudmu, Jessica!"


Jessica tersenyum.


Jessica : "Maksudku adalah ini...!" ucap Jessica sambil mengeluarkan sebuah pistol yg sudah ia persiapkan sebelumnya.


Rosalina terkejut.


Rosalina : "Apa itu?"


Jessica : "Pistol...! Apalagi...?"


Rosalina : "Untuk apa pistol itu, Jessi?"


Jessica : "Tentu saja untuk bermain! Apalagi?"


Rosalina : "Bermain? Jessica, rencana apa lagi yg sedang kau rencanakan!"

__ADS_1


Jessica tersenyum lagi.


Jessica : "Tenang...! Jangan, gusar begitu? Kita akan mengadakan permainan. Namanya adalah permainan "hidup dan mati" Di pistol ini hanya ada satu peluru." ucap Jessica.


"Apa...? Permainan "hidup dan mati?" Wanita ini benar-benar sudah gila...!" ucap hati Rosalina.


Jessica : "Hei..., jangan takut begitu? Ini, hanya permainan saja? Karena kau dan aku sama-sama menginginkan Aldrich! Jadi, kita lakukan permainan ini biar adil. Bagaimana?"


Rosalina : "Baiklah, aku setuju!"


Jessica : "Bagus! Giliran pertama kau dulu." ucap Jessica sambil menyerahkan pistol tersebut pada Rosalina.


Rosalina menerima pistol tersebut lalu ia menggunakan pistol tersebut untuk menembak kepalanya sendiri. Ia memejamkan matanya, berharap ini bukanlah akhir dari hidupnya. Dan...


"Cklek"


Pistol ternyata tidak menembakkan pelurunya. Ia selamat. Jessica tersenyum licik.


"Dasar, wanita sialan!" ucap Rosalina dalam hati.


Jessica pun melakukan hal yg sama seperti yg dilakukan oleh Rosalina tadi. Dan, ternyata ia juga selamat. Begitu seterusnya hingga sampai di putaran terakhir. Jessica ingin melakukan hal yg sama seperti yg dilakukannya tadi namun ia ragu. Karena, ia tahu di giliran yg ke 6 kalinya disitulah letak pelurunya berada.


Jessica tersenyum sinis menatap Rosalina. Rosalina berkerut dahi melihat tingkah polah Jessica. Sudah 5 menit berlalu, namun Jessica tidak menembakkan peluru tersebut. Malah, ia tersenyum sinis ke arah Rosalina.


"Apa, maksud Jessica tersenyum dan menatapku seperti itu...! Seperti, ada yg tidak beres...!" ucap hati Rosalina.


Rosalina : "Jessica...! Apa, lagi yg kau tunggu! Cepat, lakukan...! Ini adalah giliranmu yg terakhir...!"


Mendengar kata-kata Rosalina membuat Jessica tertawa lebar.


"Hahaha" tawanya.

__ADS_1


Jessica : "Rossy....Rossy...! Sepertinya, kau memang sudah tak sabar lagi ya melihatku mati?"


Rosalina : "Tentu saja! Permainan ini sungguh membosankan...! Tidak ada gunanya...!"


Jessica : "Ohhh...? Begitukah...?"


Rosalina : "Hmph..! Aku sudah sangat bosan sekali di sini! Sebaiknya, cepat kau lakukan atau cepat kembalikan putra-putriku padaku...!"


Jessica : "Hahaha...! Rosalina, kau ini memang tak sabaran sekali...! Baiklah, kalau kau mau permainan ini dipercepat...! Aku akan melakukannya dengan cepat dan tanpa rasa sakit sama sekali...!" ucap Jessica sambil mengarahkan pistol tersebut ke arah Rosalina.


Mata Rosalina membulat lebar kala ia mengetahui niat licik Jessica yg sebenarnya. Yg tidak lain dan tidak bukan adalah ingin melenyapkan dirinya. Rosalina berdiri dan diam di tempatnya. Menunggu keajaiban datang dan menyelamatkan dirinya. Dan, Jessica masih berdiri di tempatnya. Ia masih mengarahkan pistol tersebut ke arah Rosalina. Lalu.......


"Doooorrrr....!!!" bunyinya.


"Aaaarrrggghhh....!"


Suara letusan tembakan terdengar menggema di tempat itu. Jessica pun menjatuhkan pistolnya sambil meringis memegangi kakinya. Ternyata, suara letusan tembakan tadi berasal dari pistol polisi bukan dari pistol Jessica. Rosalina akhirnya selamat. Flinch dan polisi tiba tepat waktu. Dan, menyelamatkan dirinya. Polisi pun menghampiri Rosalina dan Jessica.


Polisi : "Nona, Jessica Fernandez...! Anda kami tahan atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap nona Rosalina dan juga tuduhan penculikan terhadap sepasang anak kembar nona Rosalina, Ziqi dan Ziqo...! Sekarang, ayo ikut kami...!"


Jessica : "Apa...!!! Pak, saya tidak bersalah pak...?"


Polisi : "Kejadian tadi sudah cukup untuk membuktikan bahwa anda bersalah...! Ayo, jangan memperlambat tugas kami...!!!"


Jessica : "Baiklah, pak...?" ucap Jessica akhirnya karena memang ia sudah ketahuan. Dan, polisi pun segera memborgol kedua tangannya. Lalu, membawanya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan perihal kejahatan yg dilakukannya.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💕ROSALINA 2💕


__ADS_1


__ADS_2