ROSALINA 2

ROSALINA 2
Mama Zenith


__ADS_3

Mica : "Mamaaaaa!!!"


Aldrich dan ibunya Naina pun terkejut!


Saat, Mica memanggil Zenith dengan sebutan Mama . Tak, terkecuali Zenith ia pun terkejut saat Mica memanggilnya mama. Ia takut penyamarannya akan terbongkar dengan cepat sebelum ia menyelesaikan urusan balas dendamnya dengan Jessica.


Mica memeluk Zenith erat. Zenith memandangi Aldrich dan Aldrich memandangi ibunya Naina. Nenek, dari Mica ini pun dengan cepat menarik Mica yg masih memeluk erat tubuh Zenith. Tapi, pelukannya sangat kuat. Dan, Mica tidak mau melepas pelukannya dari Zenith.


Mica : "Mica, kangen mama! Mama, kemana aja? Mica, dah lama gak ketemu mama?" ucapnya.


Zenith : "Sayang? Nama, tante Zenith. Dan, tante bukan ibu kamu!"


Mica : "Siapa, bilang? Tuh, buktinya suara mama! Mama, bisa bohongi semua orang! Tapi, mama gak bisa bohongi aku, anak mama!"


Zenith terkejut begitu mendengar ucapan Mica. Aldrich pun juga terkejut mendengarnya beserta ibunya Naina juga terkejut dengan ucapan Mica barusan. Zenith, jadi diam. Zenith, meminta bantuan Aldrich melalui pandangan matanya. Dan, Aldrich pun mengerti.


Aldrich : "Sweetie? Emang, gak kangen sama papa?"


Mica : "Mica kangen juga sama papa! Tapi, Mica lebih kangen mama!"


Zenith : "Kalau gitu, anggap aja mama Zenith sebagai mama kamu! Gimana?"


Mica mengangguk.


Zenith : "Sekarang, lepasin dong? Kan, mama gak bisa gerak kalau dipeluk terus?"


Mica cengengesan.


Mica : "Hehehe...., abis baunya mama enak dehh?"

__ADS_1


Zenith : "Ehh???"


Aldrich : "Bener! Baunya, mama emang enak!" ucap Aldrich tiba-tiba.


Zenith jadi malu mendengar ucapan Aldrich. Apalagi, di hadapan orang tuanya. Sedang, ibunya sendiri hanya bisa tersenyum saja mendengarnya. Sungguh! Sudah lama, ia tidak merasakan perasaan hangat seperti ini.


Zenith membulatkan bola matanya menatap Aldrich. Sedangkan, Aldrich hanya bisa tersenyum saja. Sambil mengedipkan sebelah matanya pada Zenith. Seakan-akan sedang menggoda Zenith.


Zenith membuang muka. Mica melihat hal itu, dan dia pun menggoda keduanya.


Mica : "Hayooo, papa sama mama main cinta-cintaan ya? Hehehe....!"


Ucapan Mica sontak saja mengundang gelak tawa ibunya Naina.


"Hahaha"


Ibunya Naina : "Hush! Kamu ini, masih kecil kok ngomongnya sembarangan saja! Ayo, sini dekat nenek!"


Mica : "Gak, mau! Mica mau sama mama aja!"


Zenith : "Mica sayang? Gak, boleh ngomong gitu ya? Mica sama nenek dulu, ya?"


Mica : "Enggak! Mica mau sama mama?"


Ibunya Naina : "Ya sudah, kalau ndak mau? Tidak, apa-apa!"


Mica tersenyum senang. Dia pun menempel terus pada Zenith. Dan, tidak mau lepas meski hanya sebentar saja. Aldrich tersenyum senang melihat kedekatan Mica dan Zenith. Padahal, baru saja bertemu tapi terlihat sudah sangat akrab sekali.


Aldrich dan Zenith tidak bisa berlama-lama disana. Mereka harus pulang ke rumah masing-masing. Mica merengek minta ikut bersama Zenith. Aldrich bingung untuk menjawabnya. Tapi, Zenith mengiyakan Mica ikut bersama dengannya. Karena, rasa kangennya yg sudah lama tak bertemu dengan Mica. Membuatnya memberi izin kepada Mica untuk ikut.

__ADS_1


Aldrich pun menarik nafas lega. Karena, Zenith mau Mica ikut. Maklum, saja Mica sudah lama tak bertemu Rosalina. Makanya, ketika ia melihat Zenith rasa kangen itu pun membuncah. Karena, besok hari libur maka Ibunya Naina pun memberi izin kepada Aldrich dan Zenith untuk membawa pulang Mica bersama mereka.


Mica melonjak senang sekali. Neneknya memberi izin. Dia terlihat sangat gembira sekali. Akhirnya, Aldrich dan Zenith pun pamit pulang dengan membawa Mica bersama mereka.


**********SKIP***********


Sesampainya di rumah.......


Ternyata, Aldrich tidak pulang ke rumahnya. Ia malah menginap di rumah Zenith bersama Mica. Mica pun tertidur setelah Zenith menyanyikan lagu nina bobo. Lagu yg dulu sering ia nyanyikan saat Mica masih kecil sekali. Setelah, Mica tidur Aldrich pun menghampiri Zenith. Ia memeluk dan mencium leher putih Zenith.


"Mmph" desahnya.


Zenith : "Pak Jeff? Mau ngapain sihh?" ucapnya bernada manja.


Aldrich : "Zenith sayang? Kamu ini tampak seperti wanita polos aja! Kamu pura-pura gak tahu apa yg aku mau! Ayolah, sayang?"


Zenith : "Pak Jeff? Disini, ada Mica! Apa, tidak bisa menunggu sampai Mica pulang?"


Aldrich : "Aku bisa menunggu, tapi adik kecilku ini tidak bisa menunggu, sayang?"


Zenith : "Aduh, pak Jeff? Ja.....ngan!" ucapnya dengan suara yg terputus.


Aldrich : "Mmh...Zenith?" ucap Zed sambil terus menghujani tubuh Zenith dengan ciuman-ciuman ganasnya.


Tampaknya, sudah terlalu lama Aldrich memendam keinginannya. Buktinya, saat ini ia menjadi lelaki yg sangat ganas sekali. Ia meninggalkan banyak tanda di tubuh Zenith. Dan, malam itu mereka pun melakukannya lagi. Seperti, malam yg sudah-sudah. Dan, entah ke berapa kalinya mereka melakukannya. Mungkin, sudah sering kali.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦💦💦ROSALINA 2💦💦💦

__ADS_1


__ADS_2