ROSALINA 2

ROSALINA 2
You So Hot!


__ADS_3

Zenith baru saja sampai di rumahnya pada saat sore hari. Dan, ia sedang melepas lelah dengan duduk sebentar di ruang tamu rumahnya yg ukurannya tidak terlalu besar. Namun, terlihat sangat nyaman untuk di tinggalinya seorang diri.


Zenith tampak sedang memainkan ponselnya. Dan, ia tersenyum manis saat memperhatikan foto-foto kiriman dari seseorang di Australia. Foto-foto, anak-anak yg sudah berusia sekitar 4 tahun lebih beberapa bulan saja.


Lalu, ia pun mengirimkan pesan singkat kepada si pengirim foto tersebut. Dan, tak lama ia pun mendapat pesan balasan dari seseorang itu. Ia terkekeh geli ketika seseorang itu mengirimkannya pesan singkat lagi. Lalu, ia menjawab.....


Pesan Singkat.


"I'll be fine! Okey??? Don't worry!" balasnya melalui chat dengan seseorang itu.


"Okey? I'm understand! Take care Your Self! I miss you, my dear?" balas seseorang itu.


"Me too!" balasnya kemudian ia pun bangkit berdiri dari duduknya. Ia pun menuju kamar mandi dan melepas seluruh pakaiannya. Tampak sekali tubuh indah dan molek itu benar-benar sangat indah menantang. Lalu, ia membasuh seluruh tubuhnya dengan air bersih.


Setelah merasa segar, ia segera memakai baju mandi. Ia menyisir rambutnya yg panjang sampai ke pinggang. Sambil sesekali memandang wajahnya sendiri di cermin.


"Cantik!" pikirnya.


"Dengan begini, aku bisa mengambil hati Aldrich dan menyingkirkan Jessica." ucapnya dalam hati.


Lalu, kemudian ia pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yg empuk. Sejenak, pikirannya menerawang jauh. Hingga, akhirnya membuatnya tertidur lelap.


Ia terbangun, manakala jam wekernya berbunyi nyaring dan membangunkannya. Ia pun bangun dari tidurnya. Ia pun lalu bersiap-siap, mandi dan sarapan lalu berangkat kerja.


Ia pun menyetop taxi dan segera meluncur menuju perusahaan tempat ia mulai bekerja. Tak, lama ia pun sampai di kantor. Untung saja, ia tidak terjebak di jalanan yg macet. Jadi, ia bisa segera sampai di sana dengan cepat dan sudah pasti Aldrich tidal akan marah lagi padanya.


Sesampainya, di kantor. Ia langsung menuju ruangan kantor dimana biasanya Aldrich berada. Tapi, pagi ini ia belum datang. Zenith pun melihat-lihat sekeliling ruangan itu yg tampak sedikit berantakan di sana-sini.


Zenith : "Huh! Dia ini selalu saja begini! Ruangan kantor kok kaya kapal pecah begini!" gerutunya.


Sambil ia merapikan sambil ia menggerutu kesal.


Lalu, tak lama terdengar suara Aldrich dari arah pintu masuk ruangannya.


Aldrich : "Apanya, yg seperti kapal pecah?" ucapnya nyaring.


Zenith terkejut!


Zenith : "Hah? Hm.....itu pak ruangannya kok berantakan begini!"

__ADS_1


Aldrich : "Oh, wajar saja ruangan ini terlihat berantakan karena tidak pernah ada sentuhan wanita di dalamnya. Sebelumnya, hanya Yeno saja yg mengurus semuanya di sini! Tapi, setelah ia ku pindahkan ke cabang lain. Jadi, sekarang semua tugas dan tanggung jawab Yeno kuserahkan padamu! Termasuk, merapikan ruangan ini!" ucapnya panjang lebar.


Zenith : ???


Aldrich : "Apa, kau mengerti?" tanyanya.


Zenith : "Mengerti, pak Jeff?" ucapnya dengan nada manja. Membuat, Aldrich jadi terperangah mendengarnya. Lalu, perlahan ia berjalan ke arah Zenith dan kini mereka sudah saling berhadapan.


Kemudian, tiba-tiba saja ia memeluk pinggang Zenith sambil berkata.....


Aldrich : "Nada manja bicaramu itu benar-benar membuatku ingin memakanmu! Apa, kau sengaja melakukannya untuk menarik perhatian dariku?"


Zenith mengalungkan tangannya di leher Aldrich lalu membalas ucapan Aldrich.


Zenith : "Pak Jeff? Sebenarnya, saya tidak ada maksud seperti itu! Tapi, sepertinya pak Jeff sendiri yg memang ingin memakanku! Apakah, aku salah Pak Jeff?" ucapnya lebih manja lagi.


Aldrich : "Kamu ini??? Bila, tidak ada cctv di ruangan ini akan kubuat kamu lemas tak berdaya! Sampai, kamu meminta ampun padaku untuk melepasmu!" bisiknya lembut di telinga Zenith.


Zenith : "Owhh? Benarkah? Saya, jadi penasaran ingin sekali merasakannya? Tapi, apa bisa Pak Jeff membuat saya lemas dan tak berdaya?" balasnya.


Aldrich : "Kau menantangku???"


Aldrich : ???


Aldrich bingung dan ia merasa tampak seperti seorang lelaki yg sedang di remehkan oleh seorang wanita.


"Sialan" ucap hatinya.


"Cuma, gara-gara cctv? Aku diremehkan oleh wanita ini???" ucap hatinya panas.


Lalu, Aldrich menelepon pihak security yg bekerja padanya.


Aldrich : "Security!!!"


Security : "Ya, pak!


Aldrich : "Matikan, cctv yg ada di ruanganku dan juga di kamar pribadiku! Lakukan, sekarang!"


Security : "Baik, pak!!!"

__ADS_1


"Tut"


Zenith terkejut!


Aldrich menyuruh Security mematikan cctv yg ada di ruangan itu.


"Laki-laki, ini sudah gila!" ucap Zenith dalam hati.


Zenith seketika melepaskan tangannya dari leher Aldrich. Dan, ia juga mencoba melepaskan diri dari pelukan Aldrich. Namun, apa yg terjadi Aldrich tidak mau melepaskannya ia malah semakin mempererat pelukannya di pinggang Zenith.


Zenith : "Pak Jeff, bisakah kau melepaskan saya?"


Aldrich : "Kenapa??? Bukannya, tadi kau menantangku? Ayolah, Zenith sayang? Kenapa, kau jadi takut?"


Zenith : "Pak Jeff? Tadi, saya hanya bercanda saja?" ucapnya lagi manja.


Aldrich : "Aku tidak peduli! Kau sudah terlanjur memancingku! Ayolah!" ucap Aldrich lalu kemudian menggendong tubuh Zenith masuk ke dalam kamar pribadinya.


"Aaaaaa" teriak Zenith.


"Kenapa, Aldrich jadi seperti bajingan begini ya?" ucap hati Zenith.


Di sana, di dalam ruangan kamar pribadi itu Aldrich meletakkan tubuh Zenith di atas ranjang yg empuk. Aldrich menatapi setiap inci keindahan tubuh Zenith.


"Tubuhnya sama indahnya seperti tubuh Rossie! Bahkan, suara manjanya benar-benar membuatku ingin melahapnya! Hanya, wajahnya saja yg berbeda! Zenith! Siapa kamu!"


Zenith merasa atasannya terlihat seperti singa yg sedang kelaparan. Zenith pun bangkit hendak keluar dari sana namun, kembali Aldrich menahan langkahnya.


Zenith : "Pak.......???"


Belum lagi, selesai ia bicara tiba-tiba saja Adrich mencium dan melumat bibirnya dengan lembut. Hingga, membuat Zenith jadi kelabakan karenanya. Belum lagi, sentuhan lembut tangan Aldrich di bokong bulatnya. Membuatnya, semakin tidak tahan. Dan, ia pun hanya bisa mendesahkan suaranya.


"Emmhh.....ssshhhh.....!!!" desahnya.


Aldrich : "Ohh, Zenith!!! You, so hot, baby???" ucap Aldrich di sela-sela ciumannya.


"Mmmm.....ahhhhh......" Aldrich mendesah ketika ia merasa Zenith membalas ciumannya dengan ganas.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤

__ADS_1


💕💕💕💕💕ROSALINA 2💕💕💕💕💕


__ADS_2