
Setelah berkata begitu kepada Ale. Rosalina pun menjelaskan tentang rencananya kepada kedua lelaki itu.
Rosalina : "Besok, aku akan pergi kesana sendiri. Kalian berdua tidak usah ikut. Disana, sudah ada Ale! Dia sudah merekam semua kejadiannya, dan sudah mengetahui apa yg di lakukan oleh Jessica!"
Aldrich : "Sayang? Tidakkah, itu terlalu berbahaya?"
Rosalina tersenyum.
Rosalina : "Tidak, sayang? Aku janji aku akan kembali dalam keadaan selamat bersama kedua anak kita!" janji Rosalina.
Aldrich : "Aku takut kamu tidak akan kembali lagi, sayang? Aku takut, kehilangan kamu!"
Rosalina : "Percayalah, padaku sayang?" ucap Rosalina.
Melihat, kedua pasangan itu Flinch pun akhirnya buka suara.
Flinch : "Sepertinya, aku harus cari pasangan nih! Biar, gak jadi obat nyamuk gara-gara tingkah kalian berdua!" ucap Flinch terkekeh geli.
Rosalina tersenyum.
Rosalina : "Aiya, kakak? Tenang, saja! Setelah, masalah ini selesai aku akan mencarikan jodoh untukmu!"
Flinch mengangguk.
Flinch : "Please! Jangan, cari yg seperti dirimu! Aku bisa gila hanya karena mendengar suaranya saja!"
Tiba-tiba, Rosalina dan Aldrich tertawa lebar.
"Hahaha"
__ADS_1
Rosalina : "Baiklah! Besok, aku pergi menemui Jessica dan kakak besok datanglah segera ke kantor polisi untuk melapor. Lalu, serahkan semua bukti-bukti kepada polisi!"
Flinch : "Baiklah! Jika, itu rencanamu!"
Aldrich protes karena ia tidak diberi pekerjaan apan pun oleh Rosalina.
Aldrich : "Lalu, aku?"
Rosalina melihat kepada Aldrich.
Flinch menyela.
Flinch : "Ah, Aldrich kau ikut denganku saja teman?"
Rosalina : "Ya, begitu saja! Sayang? Kau ikut Flinch saja ke kantor polisi untuk melapor dan serahkan semua bukti yg sudah kakak kumpulkan waktu itu!"
Flinch : "Baiklah! Oke, kami berdua akan mengurusnya."
Lalu, mereka pun pergi beristirahat. Namun, sepanjang malam Rosalina tidak dapat memejamkan matanya. Ia memikirkan keadaan Ziqi dan Ziqo, kedua anak kembarnya itu. Ia berharap Jessica tidak menyakiti kedua anak kembarnya.
Aldrich yg melihat kekasihnya, tidak bisa tidur itu pun memberi nasehat kepada Rosalina. Bahwa, kedua anak kembar itu baik-baik saja.
Aldrich : "Sayang? Kamu, jangan khawatir ya? Mereka pasti akan baik-baik saja!"
Rosalina : "Ya, aku juga berharap begitu sayang? Tapi, aku juga takut akan keadaan anak kita. Aku takut, Jessica akan menyakiti mereka."
Aldrich mengusap kepala Rosalina. Memberi, sensasi nyaman disana.
Aldrich : "Kali ini, aku tak akan tinggal diam jika dia menyakiti anak-anak kita. Akan, kubuat ia membayar semua perbuatannya padamu dan juga pada anak-anak kita! Sekarang tidurlah. Bukankah besok kamu akan bertemu dengannya?"
__ADS_1
Rosalina : "Iya, aku akan tidur!" ucap Rosalina kepada Aldrich.
Setelah, melihat Rosalina tertidur. Aldrich mengambil ponsel miliknya lalu ia menelepon seluruh keluarganya dan ia pun menceritakan kejadian sesungguhnya kepada keluarganya bahwa ia sudah menemukan Rosalina dan kedua anak kembarnya di culik oleh Jessica.
Mendengar, berita penculikan itu membuat berang keluarga itu. Terlebih lagi, Inggrid. Setelah, Ia menerima berita itu ia pun segera berangkat ke Indonesia dengan pesawat pribadinya. Sedang, ayah dan Ibu Aldrich segera berangkat ke rumah Rosalina. Nessa dilarang ikut karena hal tersebut sangat berbahaya. Nessa tinggal di rumah bersama para pembantu di rumah keluarga itu.
Nessa berdo'a agar kedua keponakan kembarnya selamat dan dapat berkumpul lagi dengan mereka. Nessa sangat rindu sejujurnya pada Rosalina. Karena, sudah lama ia tak bertemu dengan calon kakak iparnya itu.
**********Skip***********
Sementara itu di sisi lain.....
Di sebuah tempat yg sunyi, sepi tanpa adanya satu pun penduduk disana. Di pabrik kosong, di tempat yg lembab dan gelap. Hanya sedikit saja pencahayaan disana, itu pun pencahayaan dari lampu yg sudah lama tak digunakan di pabrik kosong itu.
Tampak tertidur lelap tubuh kedua makhluk kecil berusia 4 tahun. Mereka diletakkan, di dalam sebuah kamar yg gelap yg tersisa hanyalah cahaya bulan saja. Sedang, tempat yg diterangi oleh sinar lampu yg agak remang-remang itu. Tengah, duduk seorang wanita muda namun jahat dan licik. Ia sedang mengkhayalkan sesuatu. Ia tampak sedang memikirkan rencana apa yg cocok untuk Rosalina.
Membunuhnya? Atau, menyekapnya dan membiarkan ia membusuk di pabrik kosong itu. Saat, ia sedang memikirkan rencana jahatnya, sesekali tersungging senyuman penuh kelicikan di bibirnya.
Jessica : "Hm? Besok, wanita itu akan datang kesini! Pasti, akan drama menarik besok! Tapi, aku masih bingung harus bagaimana melenyapkan wanita penggoda keparat itu! Dia sudah nerebut, Aldrich dari tanganku! Dia harus lenyap dari muka bumi ini! Agar, Aldrich menjadi milikku seorang! Hahaha....!!!" ucapnya sambil tertawa lebar memikirkan rencana jahatnya kepada Rosalina.
"Rosalina....Rosalina! Kau, tidak akan pernah menang menghadapiku! Meski, pun kau memiliki wujud dan identitas baru sekali pun! Dulu, kau berhasil selamat tapi, kali ini tak akan kubiarkan kau hidup!" ucap hati Jessica.
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
💦💦ROSALINA 2💦💦
Bagaimanakah, kisah selanjutnya?
Apakah, Rosalina akan berhasil menyelamatkan kedua anaknya?
__ADS_1
Ataukah, dia sendiri mati di tangan Jessica?
Ikuti, terus ya kelanjutan kisahnya hanya di ROSALINA 2