ROSALINA 2

ROSALINA 2
Sadar dan Rencana


__ADS_3

Rosalina tersadar dari pingsannya tepat tak lama setelah dokter yg memeriksa keadaannya pamit. Flinch yg melihat itu, buruan menghampirinya dan memegang tubuhnya agar tidak jatuh dari sofa.


Flinch : "Hati-hati"


Rosalina menoleh dam ia pun bertanya bertubi-tubi.


Rosalina : "Siapa, kamu? Dimana, temanku? Dan, dimana aku?"


Flinch pun menjawab pertanyaan Rosalina.


Flinch : "Tenang dan relax ya? Aku, Flinch Clayton. Aku adalah orang yg telah menyelamatkanmu! Temanmu, tewas di lokasi kejadian kecelakaan. Dan, sekarang kau berada di rumahku!"


Menangis dan menjerit histeris.


Rosalina : "Apa!!! Hiks....hiks...hiks....! Tidak mungkin, Agatha mati...tidak.....Tidaaaaaaakkkkk!!!"


Flinch mencoba menenangkan dan mengusap kepalanya lembut.


Flinch : "Sabar ya? Kamu harus tenang!"


Rosalina mencoba pergi dari sana untuk mencari Agatha.


Rosalina : "A....aku harus pergi mencarinya!"


Namun, Flinch mencegahnya.


Flinch : "Tidak ada gunanya kau pergi kesana! Pikirkanlah, keselamatanmu sendiri!"


Rosalina berkerut dahi.


Rosalina : "Maksdudmu???"


Flinch pun menjelaskan semuanya.


Flinch : "Maksudku adalah? Apa, kau tak sadar kau jadi sasaran pembunuhan?"


Rosalina terkejut!


Rosalina : "Apa!!!"


Flinch : "Namun, sayang kau yg jadi targetnya selamat, malah temanmu yg tak bersalah malah menjadi korban!"


Rosalina membuka mulut lebar.


Rosalina : "Tolong, jelaskan semuanya padaku! Apa, yg sebenarnya terjadi!"


Flinch : "Baiklah! Tunggu, sebentar!"


Flinch pun mengeluarkan beberapa berkas file dan juga sebuah handycam. Rosalina merasa heran, Flinch mengeluarkan semua berkas dan satu handycam.

__ADS_1


Rosalina : "Apa, semua ini?"


Flinch menjelaskan.


Flinch : "Semua berkas tentang Jessica Fernandez!"


Rosalina berkerut dahi ketika Flinch menyebutkan satu nama wanita yg pernah ia dengar entah dimana.


Rosalina : "Siapa??? Jessica Fernandez?"


Flinch mengiyakan.


Flinch : "Iya"


Rosalina : "Sepertinya, aku pernah mendengar namanya."


Flinch heran.


Flinch : "Oh, ya?"


Flinch menatap Rosalina penuh tanya.


Rosalina : "Emm? Kalau, tidak salah bukankah ia cinta masa lalu Aldrich Jefferson, kekasihku?"


Flinch tercengang.


Flinch : "Apa??? Aldrich Jefferson, kekasihmu?"


Rosalina : "Iya, Aldrich adalah kekasihku! Dan, kami sudah bertunangan dan satu minggu lagi kami menikah. Tapi, karena kecelakaan ini aku rasa aku tidak jadi menikah dengannya. Padahal, aku sudah mengandung anaknya."


Flinch merasa kaget sekaligus sedih.


Flinch : "Apa? Kau sedang hamil? Dan, kau sudah bertunangan dengannya!"


Rosalina mengangguk sedih dan Flinch memberikan pelukan hangat untuk Rosalina.


Flinch : "Maaf, aku tidak tahu kalau kau sedang hamil! Maaf, juga aku tidak tahu kalau kau sudah bertunangan dengannya. Dan, Aldrich itu sebenarnya adalah sahabatku dulu waktu SMA di Australia."


Rosalina : "Sahabatmu?"


Flinch : "Iya"


Raut wajah Rosalina berubah menjadi gembira.


Rosalina : "Aku bersyukur sekali, dapat bertemu dengan sahabat tunanganku!"


Flinch berkata lirih.


Flinch : "Aku juga!" Meski, pertemuan kita dengan cara seperti ini!"

__ADS_1


Rosalina menundukkan kepala. Dan, perlahan ia meraih berkas dan melihat file Jessica. Flinch membiarkannya saja. Setelah, membaca file tersebut Rosalina tampak sangat terkejut sekali.


Rosalina : "Apa!!! Pembunuh???" Jadi, Jessica adalah seorang pembunuh? Dia membunuh, Niki Clayton?"


Flinch : "Iya"


Rosalina : "Siapa, itu Niki Clayton!"


Flinch : "Adikku!"


Rosalina : "Adikmu? Dia membunuhnya? Apakah, karena lelaki?"


Flinch : "Iya"


Rosalina : "Wanita itu benar-benar psikopat gila!"


Flinch : "Ya, dia memang psikopat gila! Sampai-sampai, ia pun merencanakan pembunuhan yg sama padamu! Tapi, dia gagal! Dan, aku sudah merekam semuanya di handycam ini! Bukti sudah kudapatkan! Aku bisa mengirimkannya ke penjara, sekarang! Tapi.....!"


Rosalina : "Tapi, apa?"


Flinch : "Bukankah, itu terlalu enak untuknya tanpa dibarengi dengan perilaku yg sama?"


Rosalina : "Maksudmu?"


Flinch : "Maksudku adalah? Apakah, kau tidak ingin membalas dendam? Apa, kau akan membiarkan dia bebas begitu saja? Atas kematian, sahabatmu???"


Rosalina terhenyak kala Flinch berkata begitu padanya. Ia terdiam!


Rosalina : "Siapa, bilang aku akan membiarkan dia bebas begitu saja? Tentu saja, dia harus dibalas dua kali lipat! Agar, dia lebih menghargai nyawa orang!!! Simpan dulu, buktinya! Aku akan lakukan, sesuatu nanti saat aku kembali Lima Tahun Lagi. Akan, kubuat ia menderita dan tersiksa!" ucap Rosalina sambil mengepalkan tangannya erat penuh dendam kesumat.


Flinch tersenyum sinis.


Flinch : "Bagus! Kau balas dendam untuk sahabatmu! Aku balas dendam untuk, adikku!"


Rosalina : "Tidak!!! Aku akan membalaskan dendam mereka berdua!!!" ucap Rosalina sambil tersenyum dan melirik Flinch. Sedangkan, Flinch tampak manggut-manggut mendengarnya.


Flinch : "Baiklah! Oh, ya? Apa, kau lapar?"


Rosalina : "Ya, aku lapar!"


Flinch : "Baiklah, aku akan menyiapkan makanan untuk ibu hamil!" ucapnya.


Rosalina : "Hm, terima kasih!" ucap Rosalina tersenyum manis.


Senyum yg hangat, senyum yg penuh luka dan kesedihan. Kini, Rosalina sendiri tanpa sahabat dan kekasihnya. Agatha tiada dan ia harus menghadapinya sendiri tanpa Aldrich di sisinya.


Ia sedih dan menangis. Ia merana, ia tak menyangka kalau Agatha pergi mendahuluinya. Ia kira Agatha akan bersamanya sampai akhir. Sama-sama tua, sama-sama berkeluarga dan memiliki keturunan. Tapi, ternyata tidak. Ia harus menjalaninya sendiri tanpa sahabatnya. Dan, kini ia harus terpisah untuk sementara waktu dengan Aldrich. Lima tahun adalah merupakan waktu yg sangat lama. Penantian bagi dirinya dan Aldrich untuk kembali bersama selamanya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–ROSALINA 2πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


Wherever, I Go I Wiil Always Miss You....


Curhatan hati, Rosalina dalam penantiannya selama 5 tahun.


__ADS_2