ROSALINA 2

ROSALINA 2
Ziqi Dan Ziqo


__ADS_3

Aldrich : "Aku mau kau melakukannya. Tapi, cukup kita berdua saja. Atau, apa kau ingin jadi artis terkenal???" ucapnya sambil menunjuk cctv yg masih menyala di ruangan kamar pribadi itu.


Melihat itu, membuat Zenith jadi terkekeh geli.


Zenith : "Pak Jeff?" panggilnya lagi manja.


Aldrich : "Zenith sayang? Apa kamu udah gak tahan? Sehingga, kamu gak turun-turun dari atasku?"


Zenith : "Pak Jeff? Tentu tahu kan, kalau Zenith sekali di sentuh gak mau udah?"


Aldrich tersenyum manis.


Aldrich : "Nanti, kita ke hotel aja ya? Gak, usah di kantor "mainnya"


Zenith : "Oh, jadi pak Jeff mau lanjut lagi?"


Aldrich : "Tentu dong! Aku kan belum puas makan kamu?"


Zenith : "Mmhh? Pak Jeff???" ucapnya sembari mencium bibir Aldrich dengan gemas kemudian melepas ciumannya.


Aldrich : "Ya udah! Sekarang, kamu istirahat aja ya? Kamu, gak usah kerja!"


Zenith : "Baju aku, gimana dong! Basah, nih gara-gara pak Jeff?" ucapnya genit dan manja.


Aldrich : "Nanti, aku beli yg baru ya? Sekarang, kamu turun dong?"


Zenith : "Ehhh? Iya!" ucap Zenith sambil tersenyum nakal.


Aldrich : "Kamu ini! Menggodaku saja!" ucapnya sambil meremas payudara Zenith gemas. Zenith pun hanya mendesah kecil. Dan, Aldrich hanya mampu menelan ludah saja. Jika, bukan karena cctv yg sedang menyala tentu dia sudah menerkam tubuh Zenith bulat-bulat. Namun, karena cctv tersebut akhirnya ia mengurungkan niatnya tersebut dan kembali bekerja. Sedangkan, Zenith ia suruh tidur di ruangan pribadinya karena baju yg dipakai Zenith sudah basah karena ulah nakalnya.


Sementara, itu di tempat lain.


Australia, Sydney.


Di sebuah rumah mewah dan besar tersebut. Terdengar suara tangisan anak-anak. Suara mereka terdengar bersahut-sahutan karena berebut mainan satu dengan lainnya. Pengasuh yg sedang mengasuh mereka jadi bingung karena mereka menangis tiada henti. Hingga, membuat Inggrid yg sedang memantau pekerjaan pelayannya jadi berlari ke ruangan anak-anak bermain.


Inggrid : "Ada apa ini?"


Pengasuh : "Mereka menangis karena berebut mainan, nyonya besar?"


Inggrid : "Aduh....aduh! Ziqi dan Ziqo! Sayang? Kenapa, kalian bertengkar terus?"

__ADS_1


Ziqi : "Nenek buyut? Ziqo mengambil bonekaku?"


Inggrid : "Ziqo, sayang? Mengapa, kau mengambil boneka Ziqi?"


Ziqo : "Siapa, suluh Mama belikan Ziqi boneka dan Ziqo mobil-mobilan?"


Inggrid : Ziqo, sayang? Kamu, kan anak laki-laki jadi mamamu belikan kamu mainan mobil-mobilan. Sedangkan, Ziqi adalah anak perempuan dia lebih cocok main boneka!"


Ziqo : "Oh, begitu ya nenek buyut?"


Inggrid : "Iya"


Ziqo : "Kalau, gitu nih Ziqi boneka kamu!"


Ziqi : "Makasih, ya kak Ziqo?"


Ziqo : "Iya, sama-sama adek cantik? Muach....!" ucapnya polos sambil mencium pipi adiknya.


Inggrid : "Eh....eh....apa-apaan itu! Main, cium begitu!"


Ziqo : "Kemalin, Ziqo liat pak kebun sama bibi Belinda itu lohh....cium-cium pipi gitu, nenek buyut?"


Ziqo : "Iya"


Inggrid : "Sayang??? Lain, kali kamu gak boleh tiru orang dewasa ya?"


Ziqo : "Emang, kenapa???"


Inggrid : "Karena, Ziqo masih kecil."


Ziqo : ???


Ziqo bingung.


Ziqi : "Ayo, kak kita main lagi yuk?"


Ziqo : "Oh, ayo adek cantik???" ucapnya lagi.


Inggrid tersenyum melihat keceriaan Ziqi dan Ziqo. Lalu, ia pun berpesan kepada pengasuh kedua cicitnya itu untuk selalu memperhatikan kedua cicitnya lebih ekstra lagi. Karena, anak kecil mudah meniru orang dewasa.


Setelah, berkata begitu Inggrid pun segera berlalu. Ia pun mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang yg kini sedang berada di Indonesia. Yaitu, ibu dari kedua cicitnya itu.

__ADS_1


Percakapan Via Internasional.


Inggrid : "Halo"


Seseorang : "Halo, juga nenek?"


Inggrid : "Apa, kabarmu my dear?"


Seseorang : "Aku baik-baik saja nenek? Gimana, kabar anak-anak?"


Inggrid : "Anak-anak baik-baik aja, kok!"


Seseorang : "Syukurlah!"


Inggrid : "Gimana, dengan pekerjaanmu my dear?"


Seseorang : "Em, pekerjaanku di sini lancar-lancar aja kok!"


Inggrid : "Oh, baguslah kalau begitu? Gimana, dengan bosmu? Apakah, dia baik-baik aja?"


Seseorang : "Baik, juga kok nek? Nenek, gak usah khawatir! Ada, aku disini. Aku akan jaga dia, baik-baik!"


Inggrid : "Oh, baguslah my dear? Nenek, tutup dulu teleponnya. Mau, lihat Ziqi sama Ziqo dulu!"


Seseorang : "Baiklah, nenek! Aku titip Ziqi sama Ziqo ya?"


Inggrid : "Iya, my dear? Sudah, dulu ya?"


"Tut"


Setelah, menutup teleponnya. Inggrid pun bergegas menemui Ziqi dan Ziqo yg sedang bermain bersama di ruangan bermain. Memang, setelah Ziqi dan Ziqo dilahirkan. Inggridlah, yg paling banyak merawat dan menjaga kedua anak kembar tersebut.


Sedangkan, ibu dari kedua anak itu belajar mengurus bisnis keluarga Jefferson yg ada di Sydney, Australia. Dengan, dukungan dari Inggrid, Ibu dari Ziqi dan Ziqo pun cepat mengerti dengan seluk beluk dunia bisnis. Di tangannya, perusahaan keluarga Jefferson semakin maju pesat.


Setelah, ia berhasil membuat perusahaan keluarga itu maju. Ia mendapat kepercayaan untuk menjadi sekretaris cucunya, Aldrich Jefferson. Jadilah, ia terbang kembali ke Indonesia. Tentu saja, dengan identitasnya yg baru sebagai Zenith Clayton.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•ROSALINA 2πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


FOTO ZIQI DAN ZIQO


__ADS_1


__ADS_2