
Jam istirahat siang, Zenith pergi makan siang sendiri di kantin perusahaan tersebut. Ia sedang duduk sendirian. Namun, seluruh pandangan mata lelaki tertuju padanya. Sungguh membuat risih dirinya.
Belum lama ia menyantap, makan siangnya tiba-tiba saja ada seorang lelaki menawarkan diri untuk makan siang bersamanya. Ia kaget! Karena, baru dua hari ia bekerja di kantor dan ada seorang lelaki yg ingin duduk bersamanya.
Dan, orang itu adalah Galih. Seorang manager, yg bekerja di perusahaan tersebut selama 7 tahun lebih beberapa bulan. Zenith kaget lalu kemudian ia pun tersenyum.
Galih : "Hai" sapanya.
Zenith : "Oh, hai!" balas Zenith kaget.
Galih : "Bolehkah, aku duduk disini?"
Zenith : "Oh, tentu saja boleh kok!" ucap Zenith tersenyum.
Lalu, Galih pun mendudukkan pantatnya di kursi. Ia duduk berhadapan dengan Zenith. Galih, pun mengulurkan tangannya. Meminta kenalan dengan Zenith. Zenith pun menyambut uluran tangan Galih. Sembari menyebutkan nama masing-masing.
Setelah, itu Zenith mau pun Galih melanjutkan makan siang mereka. Sambil, bercanda tawa berdua. Memang, Zenith dikenal sebagai wanita yg ramah pada siapa pun. Baik itu laki-laki atau pun perempuan. Jadi, siapa pun yg dekat dengannya akan merasa nyaman.
Namun, di balik semua itu. Ada sepasang tatapan mata yg memperhatikan gerak gerik mereka berdua. Siapa lagi kalau bukan, Aldrich Jefferson. Dari, tatapan matanya tampak sekali rasa tidak suka terhdap Galih terlalu dekat dengan Zenith.
Giginya tampak bergemeletuk, ketika ia melihat keakraban Galih dan Zenith. Tiba-tiba, rasa cemburu menyeruak masuk ke relung hatinya yg terdalam. Pemandangan itu benar-benar, membuat panas hatinya.
Aldrich : "Zenith! Kau membuat panas hatiku! Lihat! Hukuman, apa yg akan aku berikan padamu, nanti!" ucap Aldrich penuh geram.
Setelah, berkata demikian. Aldrich pun segera kembali keruangannya.Tadinya, ia ingin makan siang bersama Zenith.Tapi, ia kalah duluan dari Galih yg membuat suasana hatinya panas. Ia cemburu melihat kebersamaan Galih dan Zenith.
Akhirnya, dia hanya bisa menahan sampai jam istirahat itu selesai. Setelah, jam istirahat selesai.
Aldrich memanggil Zenith ke ruangannya. Zenith, pun segera datang ke kantor atasannya sambil tersenyum.
Zenith : "Pak Jeff, panggil saya?" ucapnya dengan nada manja.
Aldrich : "Iya"
Zenith : "Ada, apa pak Jeff panggil saya?"
Aldrich : "Pertanyaan simpel. Ada, hubungan apa antara kau dan Galih?" tanyanya cemburu.
Zenith : "Tidak ada hubungan apa-apa, kok pak Jeff?" ucap Zenith manja membuat jakun Aldrich naik turun.
__ADS_1
Aldrich : "Benarkah? Lalu, mengapa kau tampak arab dengannya???" tanyanya lagi.
Zenith : "Pak Jeff? Apakah, anda sedang cemburu? Pertanyaan, anda ini benar-benar aneh?"
Aldrich mengaku kalau ia cemburu.
Aldrich : "Iya, aku cemburu! Aku cemburu melihatmu bercanda dengannya. Aku cemburu melihat kebersamaan kau dan dia!" ucap Adrich panjang lebar sambil mendekati Zenith dan meraih dagunya.
Zenith tampak terkejut sekali mendengar pengakuan dari Adrich. Namun, ia lebih terkejut lagi saat Aldrich menyentuh dagunya. Aldrich diam saja dan ia hanya menatap wajah cantik Zenith. Kemudian, secara perlahan bibirnya mencium bibir Zenith.
Zenith diam tak menolak keinginan Adrich. Ia hanya memasrahkan dirinya kepada Aldrich.
Dan, secara perlahan itu juga ciuman itu mendadak berubah menjadi panas dan sangat panas. Aldrich memasukkan lidahnya ke dalam mulut Zenith. Membuat, Zenith kelabakan. Di dalam mulut Zenith lidhnya bermain. Lidahnya bertemu dengan lidah Zenith. Terdengar, suara desahan indah keluar dari bibir Zenith. Di barengi dengan nafas yg terdengar tersengal-sengal.
Zenith : "Emmmmhhh.......aaaaahhhhh!!!" desahnya.
Setelah, 3 menit akhirnya Aldrich melepas ciumannya.
Adrich : "Apakah, enak?"
Zenith menganggukkan kepalanya dengan muka merah.
Zenith diam saja. Namun, tangannya bergerak mengelus-elus milik Adrich yg masih terbungkus rapi di dalam sana. Melihat itu, Aldrich tersenyum. Ia pun lalu menggendong tubuh Zenith masuk ke dalam kamar pribadinya.
Disana, ia segera membaringkan tubuh Zenith di atas tempat tidurnya. Lalu, dengan lihai ia pun kembali mencium bibir Zenith dengan ganas sambil meremas payudara Zenith. Kembali, Zenith mendesah penuh nikmat.
Zenith : "Aaaahhh.....sssssshhhhh.......emmmm!!!" desahnya dengan tubuh yg sudah menggelinjang tanda miliknya ingin segera di sentuh.
Zenith pun menuntun tangan Aldrich untuk menyentuh bagian intim miliknya. Aldrich pun menurut. Ia pun menyelusupkan tangannya masuk ke dalam cd Zenith. Aldrich tengah sibuk mencari sesuatu yg dapat membuat Zenith berteriak penuh nikmat.
Dan, akhirnya ia menemukannya. Ia pun lalu menyentuh serta mengocok klitoris milik Zenith lembut. Lagi, Zenith mendesahkan suaranya.
Zenith : "Ahhhhhhh......Aaaaahhhh.........Pak......Jeff.....kamu....nakal.........sssshhhhh.......emmmhhhh!!!"
Aldrich tersenyum begitu mendengar desahan indah keluar dari bibir merah Zenith.
Aldrich : "Oohhh......baby.......Zenith???" ucap Aldrich sambil mempercepat gerakan jari jemarinya pada daerah intim Zenith.
Zenith pun berteriak panjang.
__ADS_1
Zenith : "Aaaaaaaaaaahhhhhhhh.......yessssssssss!!!"
Dan, tak lama keluarlah air yg cukup banyak membasahi tempat tidur itu. Nafas Zenith masih tersengal-sengal. Sedangkan, Aldrich sudah siap untuk menidurinya kembali. Aldrich membuka seluruh pakaiannya. Zenith terkejut.
Zenith : "Pak Jeff? Apakah, anda ingin memakanku?" ucapnya manja dan genit.
Aldrich menaikkan satu alisnya begitu mendengar suara manja dan genit Zenith.
Aldrich : "Kenapa? Apa, kamu tidak ingin dimakan?" ucap Aldrich merayu lembut.
Zenith menggeleng.
Zenith : "Ah, Pak Jeff??? Bukan begitu? Tapi.....?
Aldrich : ???
Aldrich bingung.
Namun, tiba-tiba Zenith membalikkan badannya. Kini posisinya sudah berubah. Gantian Zenith di atas dan Aldrich di bawah.
Zenith : "Begini" ucapnya sambil mengelus dada bidang Aldrich.
Aldrich tersenyum.
Aldrich : "Baby......Zenith? Apa, yg akan kau lakukan dengan posisi begini?"
Zenith : "Ada, deh!!! Hihihi.....!!!" Zenith terkekeh.
Zenith membuka seluruh pakaiannya. Namun, belum lagi ia membukanya tiba-tiba saja Aldrich menghentikannya.
Aldrich : "Tunggu!"
Zenith : "Kenapa, Pak Jeff?"
Aldrich : "Aku mau kau melakukannya. Tapi, cukup kita berdua saja. Atau apa kau ingin jadi artis terkenal???
Zenith : ???
❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤
__ADS_1
💕💕💕💕💕ROSALINA 2💕💕💕💕💕