Rubah Noid

Rubah Noid
Episode. 9


__ADS_3

Staf toko ponsel itu langsung membungkus ponsel itu dan memberikannya pada Guyzu.


Guyzu langsung menerimanya dan pergi.


"Ayo pergi," kata Guyzu.


"Selamat tinggal," ucap Minyan Pada Meunjo.


"Pria itu akan menjadi penghalang rencanaku," batin Meunjo.


~Sesampainya di rumah Guyzu~


"Dia memberi kita diskon 50% persen. kenapa kita harus menolaknya? Lagi pula dia memberi diskon itu karena kami saling mengenal dan itu adalah pertama kalinya aku berbelanja di tokonya. Aku tahu kau orang kaya tapi tidak baik menolak rezeki," kata Minyan sambil membuka pintu dan masuk kerumah.


"Aku mampu membayarnya. Memangnya kenapa? Lagi pula seharusnya dia memberikan diskon itu pada orang yang membutuhkan saja," jawab Guyzu.


"Arogan sekali," ucap Minyan dengan suara pelan sambil duduk di sofa.


"Dimana kaumengenalnya?!" tanya Guyzu.


"Bukan urusanmu," jawab Minyan mengangkat lehernya ke atas karena Guyzu berdiri di depannya.


"Aku bilang dimana kaumengenalnya?!!!" tanya Guyzu lagi meninggikan suaranya.


"Di club malam dekat mall hokie hokie," jawab Minyan cepat.


"Apa? Oh, jadi dia adalah pria club," kata Guyzu sambil meletakkan kantong belanja ponsel tadi di meja.


"Tidak, dia hanya sekedar lewat," jawab Minyan.


"Buat apa kau pergi ke club malam?" tanya Guyzu lagi.


"Bukan urusanmu. Kenapa kau tiba-tiba penasaran pada hidupku?" kata Minyan.


"Jangan pernah bertemu dengannya lagi!!!!" perintah Guyzu lalu pergi keluar rumah.


"Hhhhhh, aneh sekali dia. kenapa dia melarangku bertemu Meunjo lagi? Dasar aneh," ucap Minyan.


"Dari pada kepalaku sakit memikirkannya, mending aku mencoba ponsel baruku ini saja....... Uuuuuuuu bentuknya bagus sekali, seharusnya harganya ini bukan 8,5jt lagi. seharusnya harganya ini 10jt ke atas. Tadi itu aku hanya berpura-pura saja pada staf toko ponsel itu, agar harganya di turunkan hehehe," ucap Minyan.


"Harus kuapakan ponsel ini? Ssssttt aku tidak mengerti. Aku minta bantuan Paman Tieh saja nanti. Tidak mungkin aku meminta bantuan pada kecoa ingusan itu," kata Minyan.


"Tok... Tok... Tok"


Suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Siapa itu? Tunggu sebentar....." jawab Minyan.


Ketika Minyan membuka pintu dan melihat wajah orang yang mengetuk pintu itu, ternyata orang itu adalah Meunjo.


"Meunjo?" tanya Minyan spontan.

__ADS_1


"Kautahu dari mana alamat rumah ini?" lanjut Minyan bertanya.


"Aku mengikuti kalian dari mall,"


"Oh begitu ya, tapi untuk apa kaumengikuti kami sampai ke sini?" tanya Minyan lagi.


"Tadi dompetmu tertinggal di tokoku. Jadi kuikuti saja kalian sampai ke sini," jawab Meunjo sambil memberikan dompet kecil itu pada Minyan.


"Dompetku? Terimakasih ya, sudah mengembalikanya padaku. Tapi tidak usah repot-repot mengantar dompet ini, isi dompet ini juga tidak ada, hanya tempat karet rambut saja," ucap Minyan.


"Begitu ya,...... Boleh aku masuk?" Tanya Meunjo.


Tiba tiba Minyan teringat pada kata-kata Guyzu. "Jangan pernah bertemu dengannya lagi !!!!"


"Eeee mugkin lain waktu saja, aku sedang bersih-bersih dan di dalam sedang berantakan," kata Minyan mencari alasan.


"Oh begitu ya... Baiklah mungkin lain waktu. Aku pergi ya," ucap Meunjo sambil melambaikan tangannya dan berbalik badan.


Tiba-tiba Minyan teringat pada ponsel barunya "Aku sangat tidak sabar memainkan ponsel baruku itu, kalau aku menunggu paman itu akan sangat lama. Apa aku minta bantuan Meunjo saja? Guysu sedang tidak di rumah, Dia juga tidak akan tahu,"


"Meunjo" panggil Minyan.


"Mungkin kita bisa berbincang sekarang. Masuklah," kata Minyan.


Meunjo masuk ke dalam rumah dan melihat semua barang-barang di rumah itu tertata rapi. Itu berbanding terbalik pada yang di katakan Minyan tadi.


"Ini terlihat rapi, kaubilang kausedang merapikan rumah dan didalam sedang berantakan," kata Meunjo sambil melihat-lihat ke kiri dan ke kanan.


"Eeee aku masih merapikan dapur. Tadinya aku ingin merapikan Ruang tengah tapi tiba-tiba kaudatang. jadi aku tidak melanjutkannya," jawab Minyan mencari alasan.


"Tidak salah lagi, dia orangnya," batin Meunjo.


Minyan datang dari dapur sambil membawa talam berisi dua cangkir teh untuknya dan juga Meunjo.


"Ini, minumlah." kata Minyan sambil meletakan teh itu di depan Meunjo.


"Sebenarnya aku ingin meminta bantuan padamu," kata Minyan sambil duduk.


"Bantuan apa?" lanjut Meunjo.


"Aku tidak tahu harus kuapakan ponsel baruku itu. Apa kautahu harus kuapakan ponsel itu?" tanya Minyan.


"Oh itu, kauharus mencharge-nya terlebih dahulu," jawab Meunjo.


"Kalau begitu, bisa tolong kau charge-kan ponselku? Aku tidak tahu bagi mana caranya mencharge ponsel. Maklum saja, ini pertama kalinya aku memiliki ponsel." kata Minyan.


Kemudian Meunjo membuka kotak ponsel itu dan mengambil ponsel sekaligus charge dari dalam kotak itu.


"Dimana stop kontaknya rumah ini?" tanya Meunjo pada Minyan.


"Ada di sana," kata Minyan sambil berjalan kearah stop kontak itu.

__ADS_1


"Kalau ini ponsel yang standar, maka kauharus mencharge setidaknya 4 sampai 6 jam agar baterainya full. Tapi karena ini ponsel yang diatas standar dan memiliki sistem pengisi daya cepat maka kauhanya butuh mencahrgenya 1,5 jam saja," jelas Meunjo.


"Oh begitu," jawab Minyan.


"Sembari mencharge kita melakukan seting dulu pada ponselmu," kata Meunjo.


"Oh begitu ya..." jawab Minyan.


Kemudian Meunjo menyeting ponsel Minyan sampai benar-benar selesai.


"Sudah, Aku sudah menyetingnya," kata Meunjo.


"Cepat sekali," ucap Minyan.


"Apa kauingin membuat akun sosial media?" tanya Meunjo pada Minyan sambil menoleh ke arahnya.


"Apa itu sosial media?" tanya Minyan lagi tidak tahu.


" Sederhananya begini, sosial media itu adalah kumpulan masyarkat yang saling terhubung melalui internet," jelas Meunjo.


"Oh begitu, boleh-boleh. Kauboleh membuat akun media sosialku," kata Minyan girang dan tersenyum.


Meunjo pun membuatkan akun media sosial Minyan yaitu instagram.


"Baiklah begini dia, nah sekarang kita harus membuat foto profilmu dulu," kata Meunjo sambil membuatkan akun sosial media Minyan.


"Apa itu foto?" tanya Minyan lagi pada Meunjo.


"foto itu adalah tangkapan lensa kamera yang dicetak pada bidang datar," jelas Meunjo lagi.


"Ya sudah foto saja aku," kata Minyan.


"Baiklah, katakan chisss," ucap Meunjo sambil memotret Minyan.


Minyan manatap kamera dan tersenyum lebar dengan telapak tangan menghadap pada kamera seperti mangucapkan kata hai.


"Ini, sosial mediamu sudah jadi. Kaubisa melihat apa yang sedang terjadi disini," kata Meunjo.


"Oh Begitu ya," jawab Minyan.


"Aku rasa aku harus pulang sekarang. Aku masih harus mengurusi toko ponsel ku," kata Meunjo pada Minyan.


"Iya, kauboleh pulang," lanjut Minyan.


"Tapi jangan langsung mencabut charge ponselmu. Tunggulah sampai batrainya penuh," pesan Meunjo.


"Da-da" ucap Meunjo sambil melambaikan tangannya.


Minyan tersenyum dan melambai.


Meunjo berbalik dan pergi. "Akhirnya aku menemukanmu" batin Meunjo.

__ADS_1


~Bersambung~


Jangan lupa like dan vote ya...


__ADS_2