Rubah Noid

Rubah Noid
Episode. 8


__ADS_3

"Ayolah sayang tidak akan sakit, sebentar saja." kata pria itu mendekati Minyan.


Kemudian Pria itu memegang tangan Minyan kencang dan berniat menciumnya.


"TOLONGGGGGGG........ AAAAAAAA...." terika Minyan meminta tolong.


"SIAPA SAJA TOLONG AKUUUUU" lanjut Minyan meminta tolong.


Tiba-tiba........


"DORRRRRKRKRKRK........ " suara pintu yang didobrak.


"Seorang pria membuka pintu itu dan masuk.


"Lepaskan dia," Kata pria itu.


"Sapa kau? APA URUSAN MU. HAAA?" kata pria mabuk itu.


"Aku bilang lepaskan dia,"


"Oh, jadi kau menantang ku? baiklah, kita lihat siapa yang akan menang." kata pria mabuk itu.


"bukkkkkkkk" pria mabuk itu menumbuk namun tidak kena.


"Pria yang baru datang itu kemudian menarik tangannya, mengangkatnya dan menjatuhkannya,"


"BUSSSSKKKKKK" pria mabuk itu terjatuh.


"Ayo pergi," kata pria itu pada Minyan.


Pria penyelamat itu kemudian membawa Minyan keluar dari club.


"Pulanglah, tempatmu bukan di sini," kata pria penyelamat itu.


"Terimakasih," kata Minyan.


"Kaubaik sekali. Boleh kutahu siapa namamu?" lanjut Minyan bertanya.


"Meunjo, panggil saja aku Jo," jawab pria penyelamat itu.


"Meunjo ya.... Namaku Minyan. senang bertemu denganmu," kata Minyan.


"Sekali lagi terimakasih ya, sudah menyelamatkanku. Kalau kautidak datang tepat waktu mungkin aku akan berada dalam bahaya sekarang. Terimakasih," kata Minyan.


"Tidak perlu berterimakasih, aku hanya membantu sedikit," jawab Meunjo segan.


"Kau menyelamatkanku. Tentu saja aku harus berterima kasih padamu. Oh iya, sepertinya kau orang baik, kenapa kau berada di tempat seperti ini?" tanya Minyan Penasaran pada pria yang bernama Meunjo itu.


"Itu karena kau memanggilku" batin Meunjo.


"Tidak, aku hanya kebetulan lewat dan mendengar suara meminta tolong jadi aku hampiri saja," jawab Meunjo.


"Oh, Begitu..... " kata Minyan


"Pulanglah ini sudah malam. Tidak baik perempuan berkeliaran malam-malam begini," kata Meunjo.


"Emm.... aku akan pulang,.......Da-da" Jawab Minyan sambil melambai kan tangannya.


~Di rumah~


Karena Minyan belum juga pulang dan itu adalah kali pertamanya Minyan pergi keluar sendirian. Paman Tieh menjadi sangat cemas.

__ADS_1


Guyzu datang dari luar setelah selesai menagih hutang.


"Guyzu,..... Apa kautahu Minyan pergi kemana?" tanya Paman Tieh.


"Kenapa? Apa dia tidak ada dirumah?" tanya Guyzu pada Paman Tieh.


"Tidak, katanya dia ingin pergi keluar untuk berjalan-jalan. Tapi sampai sekarang belum juga pulang," jawab Paman Tieh Khawatir.


"Bisa kaucarikan sebentar? kaupernah pergi bersamanya waktu berbelanja. Mungkin kautahu kemana dia pergi," kata Paman Tieh.


"Ingatlah, dia juga pernah sangat mengkahwatirkanmu waktu itu. Dia menunggumu di depan pintu sampai kaupulang. Sekarang saatnya kaumembalasnya," lanjut Paman Tieh.


"baiklah Aku akan pergi mencarinya. Menyebalkan sekali," kata Guyzu sambil pergi ke luar mencari Minyan.


setelah Guyzu pergi......


"Aku pulang," kata Minyan sambil membuka pintu dan masuk.


"Dari mana saja kau? Kami mencarimu kemana-mana. Kenapa kautidak memberi kabar? Guyzu sedang ada diluar mencarimu," Kata Paman Tieh dengan raut wajah khawatir.


"Tenanglah aku tidak apa-apa," jawab Minyan.


"Guyzu mencariku?" tanya Minyan.


" Iya, aku menyuruhnya. Makanya itu, kauharus memberi pesan atau menelfon......Oh iya kau tidak punya ponsel....... Kita harus membeli ponselmu besok," kata Paman Tieh.


"Itu tidak perlu, tapi terimakasih telah mengkhawatirkanku. Terimakasih juga telah menganggapku sebagai bagian dari keluargamu," kata Minyan pada Paman Tieh.


"Tentu saja. Aku sudah menanggapmu seperti anakku sendiri," kata Paman Tieh.


Guyzu datang dari luar selepas mencari Minyan yang tak kunjung ketemu.


"Kau sudah datang? Minyan sudah pulang dan dia baik-baik saja," kata Paman pada Guyzu.


"Jangan bicara kasar padanya. Yang penting sekarang dia sudah pulang," kata Paman Tieh.


"Makanya itu, besok tolong kautemani Minyan membeli ponsel untuknya. Agar dia dapat menghubungi kita kalau dia lagi ada di luar rumah," lanjut Paman Tieh.


"Kanapa harus aku? Kenapa tidak Paman saja?" tanya Guyzu tidak trima.


"Besok Paman banyak urusan, jadi kau saja yang menemaninya," kata Paman Tieh sambil pergi ke kamar, tanpa mendengar jawaban dari Guyzu.


"Tunggu, hey, Paman!...Paman...!... Dasar," kata Guyzu memanggil Paman Tieh kesal.


Minyan melihati Guyzu yang tidak trima itu.


"Apa lihat-lihat?!... Dasar repot!" kata Guyzu sambil pergi kekamar.


~Keesokan harinya~


"Aku pergi. Guyzu jangan lupa nanti menemani Minyan pergi ke mall membeli ponselnya, ok!!!" kata Paman Tieh sambil pergi bekerja.


Guyzu pergi kekamar Minyan untuk menyuruhnya bersiap-siap.


"Bersiap-siaplah nanti kita akan pergi. Ingat jangan membuat keributan di mall dan jangan menanyakan benda-benda disana," kata Guyzu datar.


"Selalu saja begitu, dasar kecoa bauk." ucap Minyan.


~Sesampainya di mall~


Suasana penuh kecanggungan terjadi. Guyzu kesal pada Minyan dan Minyan kesal pada Guyzu.

__ADS_1


Itu membuat mereka canggung untuk memanggil satu sama lain.


"Kaumau yang seperti apa?" tanya Guyzu pada Minyan tanpa melihat wajah Minyan sama sekali, sambil duduk di bangku yang telah disediakan toko ponsel itu.


"Yang ini bagus," kata Minyan tanpa melihat wajah Guyzu sambil menunjuk salah satu sampel ponsel dan meletakan dompet kecil diatas meja lemari kaca itu.


"Yang itu harganya 8,5jt kak," kata staf toko ponsel itu.


Mendengar itu Minyan langsung terkejut dan memarahi staf toko ponsel itu.


"APA-APAAN INI? KALIAN MAU MENCURI UANG PAKAI CARA BEGINIAN?"


"MASA BENDA KECIL SEPERTI ITU HARGANYA 8,5JT"


"TIDAK MASUK AKAL SEKALI"


"SIAPA BOSMU?"


"SURU DIA MENEMUIKU! BIARKU SADARKAN DIA" Kata Minyan tidak trima.


Pemilik toko yang kebetulan sedang berada di situ mendengar ada ribut-ribut dan menghampirinya.


"Ada apa ini ribut-ribut?" kata pemilik toko itu.


Minyan lalu menoleh, dan melihat pemilik toko itu.


"Meunjo?"


Ternyata pemilik toko ponsel itu adalah pria yang menyelamatkan Minyan semalam.


"Minyan? Senang bertemu denganmu di sini. Aku pemilik toko ponsel ini," ujar Meunjo.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Guyzu.


Minyan terlihat menyesal mengucapkan omelannya itu tadi.


"Aku dengar kaukeberatan tentang harga yang kami buat," kata Meunjo.


"Eeee tidak juga, aku rasa itu pas. Benda kramik itu,..... Maksudku ponsel itu pasti memiliki kualitas yang tinggi, makanya harganya tinggi juga," kata Minyan mencari alasan, karena dia segan mengatakan omelannya yang tadi itu pada Meunjo.


"Itu benar, semua ponsel-ponsel disini kualitasnya diatas standar. Harganya juga mahal-mahal. Tapi karena kita saling mengenal, dan ini adalah kali pertamamu membeli ponsel disini. Aku akan memberimu diskon 50%," kata Meunjo pada Minyan.


Mendengar itu Minyan sangat senang dan ingin langsung menerimanya. Namun Guyzu menolak. Itu karena Guyzu tak ingin membuat dirinya rendah dimata orang.


"Tidak usah. Kami sanggup membayar, dan kami juga akan membayar kes," kata Guyzu.


"Kenapa? Kita di beri potongan harga 50%. kenapa harus menolaknya?" tanya Minyan pada Guyzu.


"Aku bilang tidak ya tidak." kata Guyzu dengan suara pelan.


"Tolong yang tadi di bungkus, ini uangnya," lanjut Guyzu pada staf itu.


Staf toko ponsel itu langsung membungkus ponsel itu dan memberikannya pada Guyzu.


Guyzu langsung menerimanya dan pergi.


"Ayo pergi," kata Guyzu.


"Selamat tinggal," ucap Minyan Pada Meunjo.


"Pria itu akan menjadi penghalang rencanaku," batin Meunjo.

__ADS_1


~Bersambung~


Jangan lupa like dan vote ya...


__ADS_2