
"Kami tidak melakukan apa-apa semalam. Dia hanyan tertidur disini." jelas Minyan.
"Tapi itu tidak baik, pria dan wanita tidak bisa berada dalam satu kamar semalaman," kata Paman Tieh pada Minyan.
"Aku tahu,..... Tenanglah," lanjut Minyan.
"Sepertinya aku mengatakan sesuatu semalam. Tapi apa? Aku benar-benar tidak ingat. Hhhhhhh......kerongkonganku sakit sekali," batin Guyzu.
Kerongkongan Guyzu terasa sakit karena ia mengucapakan kata ibu semalaman.
Minyan bersiap untuk beres-beres rumah, ketika Minyan membersihkan area belakang rumah Guyzu datang menemui Minyan.
"Kemarilah," pangil Guyzu.
Minyan datang menghampiri Guyzu dan meletakan sapu yang ia pakai tadi.
"Apa yang ingin kaukatakan?" tanya Minyan.
"Apa pun yang terjadi semalam, tolong lupakan dan kuminta padamu sekarang juga jangan pernah mencampuri urusanku lagi, apa lagi kehidupanku. Aku rasa kita juga tidak perlu saling berinteraksi lagi, jadi anggap saja kita tidak saling kenal dan kauadalah Orang biasa yang menumpang tinggal disini," kata Guyzu dan langsung pergi meninggalkan Minyan.
"Hhhhhhh, kenapa jadi begini? Dia bertingkah seolah-olah aku melakukan kejahatan yang sangat besar padanya. Padahal aku cuman menyuruhnya berbaikan dengan Ayahnya saja. Apa itu salah? Baikalah, aku akan melakukan seperti yang dia katakan. Lagi pula siapa yang mau berteman dengan orang sepertinya? kecoa saja tidak akan betah berteman dengannya," kata Minyan dengan wajah tidak terima sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Tapi-tapi Guyzu tidak tahu kan kalau aku adalah seekor Rubah? Dia bilang, dia tidak ingat semua kejadia semalam. Itu artinya dia juga tidak ingat kalau aku semalam berubah menjadi Rubah. Hhhhhhh kenapa aku semalam sampai ketiduran sih?" batin Minyan.
Setelah Minyan selesai bersih-bersih kemudian dia duduk santai di depan TV. Namun dia hanya memplototinya saja, karena dia tidak tahu cara menyalakannya.
"Bagaimana cara menyalakan TV ini? Aku tidak tahu," Minyan.
Guyzu keluar dari kamar dan langsung pergi keluar rumah tanpa menyapa atau memberi salam pada Minyan.
Padahal Minyan tadi ingin meminta bantuan pada Guyzu untuk menyalakan TV.
"Oh jadi sudah di mulai ya? Baiklah aku juga akan memulainya," kata Minyan.
"Tunggu,.....Aku juga harus menemukan cinta sejatiku. Agar aku terbebas dari kutukan ini. Tapi bagaimana? siapa cinta sejatiku? bagaimana aku bisa tahu kalau seorang pria sedang mencintai aku atau tidak? Apa yang harus kulakukan?" kata Minyan sambil berbaring di sofa
"ITU DIA!!!!!!!....." sebut Minyan sambil duduk.
"Aku harus memulai dari langkah pertama. Dan langkah pertamanya adalah memahami apa itu cinta sejati. Ssssssstttttt.....Cinta sejati terdiri dari dua kata. Cinta dan sejati. Cinta adalah......... Sssssstttttt......Mungkin hubungan.......Tidak, tidak....... Mungkin status....... Tidak juga....... Mmmmmm....... Mungkin....... Haaaaaaa Ini terlalu rumit." kata Minyan sambil mengacak-acaki rambutnya.
"Tunggu, Kata Guyzu di internet kita bisa mencari banyak informasi. Aku harus mencari arti cinta di internet, itu akan membantuku. Tapi aku tidak punya ponsel. Aku juga tidak tahu cara menggunakannya. Apa aku minta bantuan Guyzu saja? Tidak, tidak aku lebih baik tidak mencari tahunya sama sekali dari pada harus meminta bantuan pada kecoa itu. Oh iya, aku bisa meminjam ponsel Paman dan memintanya mengajariku menggunakannya. Baiklah akan ku coba nanti," kata Minyan dengan penuh semangat.
Minyan duduk di ruang tamu sambil menunggu Paman seharian.
"Seharusnya jam segini Paman sudah pulang," kata Minyan sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 20.00 malam.
"Aku pulang," kata Paman sambil membuka pintu dan masuk kedalam rumah
"Paman sudah datang?" tanya Minyan dan langsung menghampiri Paman Tieh di depan pintu.
"Ahahaha..... Kauini seperti anak kecil. Jangan khawatir aku membawakan mu banyak makanan," ujar Paman Tieh sambil membuka jaketnya.
"Bukan itu, aku ingin meminta Paman mengajariku memakai ponsel dan bagaimana cara mencari informasi di internet," pinta Minyan pada Paman.
"Kenapa kautiba-tiba ingin bermain ponsel?" tanya Paman Tieh.
"Ada yang ingin kucari di internet. kata kecoa itu,....... Eee maksudku Guyzu kita bisa mencari semua hal di internet." kata Minyan.
__ADS_1
"baiklah aku akan mengajarimu. Mari kita duduk," ujar Paman Tieh sambil mengeluarkan ponselnya dari saku.
"Begini cara menggunakannya. Kalau kauingin mencari sesuatu di internet, maka kau harus membuka Google terlebih dahulu, kemudian ketik apa yang ingin kaucari di sini. lalu klik penelusuran. sudah.... itu saja," jelas Paman Tieh pada Minyan sambil memperagakan bagaimana cara menggunakannya.
"Oh, begitu saja?" tanya Minyan memastikan.
"Iya, memang begitu saja," jawab Paman Tieh.
"Gampang sekali. Apa aku boleh meminjam ponselmu sebentar Paman? Ada yang inginku cari." kata Minyan meminta pada Paman Tieh.
"Tentu saja boleh. ini pakailah, Paman akan mengganti pakaian dulu," kata Paman Tieh sambil memberikan ponselnya.
"Baiklah kita mulai. Apa itu cinta?" ketik Minyan di internet.
"Cinta adalah perasaan timbal-balik yang timbul diantara pria dan wanita.
Cinta adalah perasaan saling suka antar manusia.
Cinta adalah perasaan yang timbul akibat dari kecocokan antar manusia." kata Google.
"Haaaaaa....Tidak disangka ternyata begitu banyak arti cinta di internet," kata Minyan.
"Dimana aku bisa menemukan cinta sejatiku?" ketik Minyan di internet.
"Cinta dapat dicari di tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang, carilah tempat yang disukai banyak anak muda." kata google.
"Kelihatannya ini meragukan, tapi aku harus mencobanya. ini demi memusnahkan kutukan busuk ini," kata Minyan.
Sesudah mengganti pakaian Paman keluar dari kamar dan bertanya pada Minyan. "Kau sudah selesai menggunakannya?"
"Paman dimana aku bisa menemukan cint......Eeee Maksudku tempat yang banyak dikunjungi anak muda di sini?" lanjut Minyan bertanya pada Paman yang hampir saja ke ceplosan.
"Baiklah kita mulai dari mall," kata Minyan dalam hati sambil mengembalikan ponsel Paman Tieh dan pergi ke kamar.
"Apa yang dia cari di internet?" tanya Paman Tieh sambil membuka riwayat pencarian.
"Ahh, dia mencari ini di internet? Apa itu cinta? Dimana aku dapat menemukan cinta?" kata Paman Tieh sambil membacakan riwayat pencarian.
~Ke esokan harinya~
~Teng teng teng ~
~Selamay datang di mall hokie hokie~
~Teng teng teng ~
"Aku sudah pernah dibawa Guyzu kesini. Di sini memang ada bayak anak muda. Tapi bagaimana aku tahu kalau disini ada pria yang menyukaiku? Apa kutanya satu-satu saja?" Kata Minyan sambil memerhatikan banyak anak muda pria.
"Baiklah mari kita mulai," kata Minyan.
"PERMISI APA KAU MENYUKAIKU? "
"PERMISI AKU MENYUKAI MU, APA KAU MENYUKAIKU?"
"HEY PRIA TAMPAN LIHATLAH AKU, AKU CANTIK DAN JUGA SEXY. APA KAU MENYUKAIKU?"
"KAU..... KEMARILAH, APA KAU MENYUKAIKU?"
__ADS_1
"ADA YANG INGIN MENJADI PACARKU?"
"HEY, KENAPA TIDAK ADA YANG MENJAWAB? APA KALIAN TULI?"
Tiba tiba seorang wanita memanggilnya dan berkata "Kausedang mencari cinta? Bukan di sini tempatnya."
"Kautahu dimana aku dapat menemukan cinta?" tanya Minyan Pada wanita itu.
"Ikutlah denganku" kata wanita itu.
Wanita itu Membawa minyan ke club malam di dekat mall itu.
~jep ajep ajep ajep ajep ajep~
Musik DJ terdengar sangat keras
"CARI LAH CINTA MU DI SINI," kata wanita itu.
"APA? AKU TIDAK MENDENGARMU. MUSIKNYA TERLALU KERAS," kata Minyan.
"AKU BILANG CARI LAH CINTA MU DI SINI," lanjut wanita itu.
"BAIKLAH"
Minyan berjalan ketengah gerumulan orang yang tengah asik bergoyang dengan alunan musik yang super keras.
"APA KAU MENCINTAIKU?"
"HEY KAU, APA KAU MENCINTAIKU?"
"SIAPA SAJA TOLONG LAH AKU!!! APA ADA YANG MENCINTAI KU DI SINI?"
"AKU MENCINTAIMU" kata seorang pria mabuk dari belakang Minyan.
Minyan lalu berbalik dan melihat pria itu.
"Kau benar mencintai ku?" tanya Minyan.
"Ya, Aku sangat mencintaimu duhai mawarku." ujar pria mabuk itu.
"Kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita melakukan hal yang seharusnya dilakukan sapasang kekasih," kata pria itu sambil menarik tangan Minyan dan membawanya ke belakang club. di sana ada banyak kamar disediakan bagi para bajing*n.
"Tunggu, kaumau membawaku ke mana? hey lepas kan aku," kata Minyan sambil berusaha melepaskan genggaman pria mabuk itu.
Pria itu kemudia membawa Minyan masuk kekamar dan melemparkan Minyan ke tempat tidur. Minyan terbaring di tempat tidur itu.
"Apa yang akan kau lakukan? Jangan menyentuhku!!!" kata Minyan panik.
"Ayolah, aku sangat mencintaimu dan aku hanya ingin melakukan apa yang di lakukan sepasang kekasih pada umumnya," ujar pria itu sambil membuka bajunya.
"JANGAN MENYENTUH KU, KALAU KAU MENYENTUHKU MAKA AKU AKAN MEMBUNUHMU HIDUP-HIDUP" teriak Minyan.
"Ayolah sayang tidak akan sakit, sebentar saja." kata pria itu mendekati Minyan.
Kemudian Pria itu memegang tangan Minyan kencang dan berniat menciumnya. Ketika pria itu ingin menciumnya tiba-tiba....
~Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya...