
Setelah mereka selesai makan, waktunya untuk tidur. Minyan masuk ke kamar dan berbaring. Minyan mengingat kejadian yang tadi, dimana Guyzu mengatakan bahwa mereka berpacaran di depan orang banyak.
"Tunggu........ Apa lagi ini? kenapa jantungku kembali bergetar?..... Aaaaaaa," kata Minyan sambil berguling-guling.
~Pagi hari~
Guyzu sedang duduk santai diruang tamu sambil memainkan ponsel. Minyan datang untuk bersih-bersih.
"Kenapa kautidak pergi keluar? Apa kausedang tidak bekerja?" Minyan.
"Kau mengusirku? Teserahku mau pergi atau tidak, ini rumahku," jawab Guyzu ketus.
"Sensitif sekali". kata Minyan dalam hati dengan wajah cemberut.
"Benda apa yang kaupegang itu? aku melihatmu sangat sering menggunakannya. Orang-orang juga begitu," tanya Minyan sambil memegang sapu.
"Ini namanya ponsel," jawab Guyzu ketus.
"Apa kegunaannya?" tanya Minyan lagi.
"Benda ini dapat menghubungi orang pada jarak yang jauh, kaujuga dapat mencari berbagai informasi di internet," jelas Guyzu sambil menutup ponselnya dan memasukkannya kedalam sakunya.
Tiba-tiba Minyan teringat pada cerita Paman tentang Guyzu, dan bertanya.
"Guyzu... Boleh kutanya sesuatu?" kata Minyan sambil duduk di samping Guyzu.
"Apa?" tanya Guyzu sedikit curiga.
"Semalam Paman menceritakan sedikit tentang mu padaku. Kata Paman kau sudah lama tidak akur pada Ayahmu. Hey Guyzu, sejahat apa pun Ayahmu, tapi dia adalah Ayahmu. Tidak seharusnya kaubersikap seperti itu pada Ayahmu," kata Minyan sambil menatap mata Guyzu dalam.
"SIAPA KAU BERANI MENASIHATI KU? TERSERAHKU!... INI HIDUPKU!.... LAGI PULA DIA TIDAK PANTAS DI AMPUNI.....DIA PENJAHAT, DIA PENYIKSA DAN DIA PEMBUNUH," bentak Guysu dengan penuh kemarahan pada Minyan.
"Dengar ya gadis hutan, jangan pernah lagi mengurusi hidupku. Sekali lagi kaumengurusi hidupku, aku tidak akan segan mengusirmu dari rumah ini. Aku bahkan tidak ingin melihat wajahmu lagi" lanjut Guyzu sambil pergi keluar rumah dan menutup pintu dengan keras.
"Plakkk......... "
"Kaumau pergi kemana? Hey..... hey.... hey..." teriak Minyan memanggil Guyzu.
"Haaa,.... seharusnya aku tidak mengatakan itu padanya. Dia sampai semarah itu. Dia bahkan mengancam, akan mengusirku dari rumah, dia juga mengatakan tidak ingin melihatku lagi. kenapa jadi begini....?" kata Minyan dalam hati dengan raut wajah gelisah.
................................................................
~jep ajep ajep ajep ajep ajep ajep~
suara musik DJ di club malam terdengar sangat kencang. Guyzu duduk dengan wajah setengah sadar sambil memegang 2 botol bir.
Dia terlihat sangat mabuk, sampai-sampai dia lupa untuk pulang.
"Dia bilang aku harus berbaikan dengan Ayah ku. Dia tidak tahu apa yang telah dilakukan pria tidak bertanggung jawab itu pada Ibu ku. PRIA ITU TELAH MEMBUNUH IBU KU. HARUSKAH AKU BERBAIKAN DENGANNYA? DIA BAHKAN TIDAK PANTAS DIAMPUNI. HARUSNYA DIA DIBUANG KE NERAKA!!!!!!" kata Guyzu dengan mata setengah terbuka akibat terlalu mabuk.
Sementara itu Minyan terlihat sangat gelisah memikirkan kenapa Guyzu belum pulang.
"Kenapa Guyzu belum pulang? Tidak biasanya dia seperti ini," kata Minyan didepan pintu menunggu Guyzu pulang.
Paman datang dari luar selepas mencari Guyzu dari tadi, tetapi belum juga menemukannya.
"Bagaimana paman? Apa Guysu sudah ketemu?" tanya Minyan dengan penuh kekhawatiran.
"Tidak, dia belum ketemu. Sudahlah kita cari lagi dia besok, kalau belum ketemu juga kita akan melaporkan kekantor polisi kasus anak hilang," kata Paman sambil masuk kerumah.
__ADS_1
"Haaaaa, entah kenapa perasaanku tidak enak," lanjut Minyan sambil melihat jam yang telah menunjukan pukul 23.22 malam.
" Sudah pukul segini, dia belum juga pulang. Atau kucari saja? haaaa .....Guyzu kaukemana? Kaubaik-baik saja kan?" kata Minyan khawatir.
"Tunggu, kenapa aku mengkhawatirkan nya? Dia bilang tidak ingin melihat wajahku lagi........Tapi kalau dia kenapa-kenapa gimana?......... siapa peduli, dia bilang akan mengusirku......... Bagaimana kalau dia lagi ada dalam bahaya?........ Tapi dia bilang aku tidak boleh mengurusi hidupnya lagi......haaa Guyzu cepatlah pulang," kata Minyan gelisah sambil mengingat kata-kata Guyzu tadi pagi.
~Di club malam~
"Hey kau, pulanglah kami akan tutup," ujar staf club malam itu pada Guyzu.
"Tidak mau, siapa kau? Kausaja yang pulang," kata Guyzu pada kondisi mabuk.
"Sudah, pulanglah. kami akan tutup," kata staf club itu sambil menyeretnya keluar.
"Hey, kauini siapa? Apa hakmu mengusirku? Kautidak tahu aku siapa?" kata Guyzu dengan nada suara mabuk.
"Kaumabuk berat, pergilah, kembali saja besok," ujar staf club itu sambil mengusir Guyzu dan menutup pintu.
"Hey, dasar kauini! Hey, aku akan menghajarmu besok. Lihat saja tidak akan kubiarkan kauhidup di dunia ini. Akan kubakar clubmu ini besok. Dasar staf bodoh!" kata Guyzu dan pulang dalam keadaan mabuk.
Dia berjalan sempoyongan menuju rumah sesampainya didepan pintu rumah, dia melihat Minyan menunggunya di sana.
"kau sudah pulang? Kaukamana saja dari tadi? Kau membuatku khawatir," kata Minyan sambil menghampiri Guyzu.
"Aaapa urusanmu? sudahku bilang jangan mengurusiku," kata Guyzu sambil berjalan dan hampir saja jatuh karena mabuk. Untung saja Minyan menagkapnya.
"Kaukenapa? Kenapa kausempoyongan? Nafasmu juga berbau menyengat. Bau apa ini? Aneh sekali. Apa kaumeminum racun?" Tanya Minyan pada Guyzu sambil membantunya berjalan dan membawanya masuk kerumah.
"Berisik sekali. Kenapa kauterus saja bertanya? Apa kautidak dapat menemukan jawabannya sendiri?" kata Guyzu sambil menundukan kepalanya karena mengantuk dan mulai kehilangan kesadaran karena terlalu mabuk.
"Bawa aku kekamar, cepat!!!" perintah Guyzu pada Minyan dengan mata setengah terbuka.
"Kenapa membawaku kesini? Ini bukan kamarku. Bawa aku kekamarku!!!!" perintah Guyzu lagi.
"Tapi, itu........ aku tidur di sana," ujar Minyan.
"Aku tidak peduli, bawa aku sekarang," kata Guyzu.
"Baiklah mungkin aku akan tidur diruang tamu," kata Minyan.
Minyan lalu membawanya ke kamar, ketika dia ingin membaringkan Guyzu, tiba-tiba mereka terjatuh dan terbaring di tempat tidur. Dan yang paling tidak disangka Guyzu langsung meluk Minyan.
"Jangan pergi.................. Ibu,..... "bu........ Ibu....... Ibu...... Ibu..... Ibu" kata Guyzu memeluk minyan.
Guyzu mengira kalau Minyan adalah Ibunya. Guyzu memeluk Minyan dengan sangat erat dan terus menyebut kata ibu. Minyan pun berusaha menenangkan Guyzu.
"Tenanglah,....... Tidak apa-apa....... Tenaglah.........Tidak apa-apa....... Tenanglah," kata Minyan menenangkan Guyzu.
Namun Guyzu tidak kunjung melepaskan pelukannya. Sampai-sampai membuat Minyan tertidur dipelukannya.
Yang paling mendebarkan adalah Minyan berubah menjadi Rubah ketika jam 12 malam. Yang semula Guyzu memeluk seorang wanita cantik, setelah jam 12 malam Guyzu menjadi memeluk seekor Rubah.
Disitu Guyzu merasa kalau ada yang janggal, hidungnya terkena bulu Rubah yang membuatanya bersin dan terbangun.
Namun karena dia masih mabuk, dia jadi tidak bisa melihat dengan jelas dan kembali tidur.
~Ke esokan paginya~
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa," teriak Guyzu terkejut.
__ADS_1
"Kenapa kauada disini? Apa yang kaulakukan kepadaku?" tanya Guyzu dengan penuh keheranan sambil melepaskan pelukannya dan berdiri menjauhi Minyan.
Minyan bangun dan berkata. "Aku tidak berbuat apa-apa,......... Aneh sekali, harusnya aku yang bertanya, apa yang kaulakukan padaku semalam?!!!"
"Apa? Aku tidak melakukan apa-apa padamu semalam? Jangan memfitnah!!! Aku bukan orang seperti itu. Sekarang yang paling penting adalah, kenapa kauberada di sini? Cepat jelaskan!!!!" kata Guyzu cemas dan penasaran sebenarnya apa yang terjadi semalam. karena semalam Guyzu mabuk berat sehingga Dia tidak ingat apa saja yang dilakukannya semalam.
"Apa kaulupa ingatan? semalam kauberjalan sempoyongan dari luar, dan menyuruhku mengantarmu kesini, kemudian kau memeluku dengan sangat erat," jelas Minyan.
"Semalam aku mabuk?" tanya Guyzu.
"Kaubenar-benar tidak ingat? Haaaa, Apa setelah meminum racun itu kau jadi lupa ingatan?" tanya Minyan sambil berdiri.
"Meminum racun?" tanya Guyzu dengan suara kecil.
"Ia, semalam nafasmu berbau menyengat, kaujuga bertingkah aneh, kaujuga sempoyongan dan tidak mampu berjalan sendiri," jelas Minyan.
"Berarti semalam aku benar-benar mabuk?" batin Guyzu.
"Tapi aku benar-benar tidak melakukan apa-apa padamu kan?" tanya Guyzu memastikan.
"Tidak..... " Minyan.
"Aku juga tidak mengucap kan hal-hal aneh kan?" Guyzu.
Minyan mengingat kejadian semalam dimana Guyzu mengucapkan kata Ibu semalaman.
"Tidak" kata Minyan datar.
"Tunggu,..... rasanya semalam aku disini memeluk bulu-bulu hewan. seperti Rubah.
Minyan langsung ketakutan, kalau sampai Guyzu tahu bahwa dia adalah seekor Rubah.
"T-t-tidak disini tidak ada Rubah," jawab Minyan gugup.
"Tidak mungkin, semalam aku mersakan ada bulu-bulu yang mengenai hidungku lalu aku bersin-bersin," kata Guyzu.
"Mu-mu-mungkin itu rambutku, ya itu rambutku, rambutku panjang dan lebat. Mungkin karena itu kaujadi bersin," kata Minyan mencari alasan.
Paman keluar dari kamarnya dan mendengar suara orang bicara dari kamar yang dipakai Minyan. Paman membuka pintu dan melihat ternyata di kamar itu ada Guyzu dan Minyan.
"Kausudah pulang" tanya Paman Tieh pada Guyzu.
"Kapan kaupulang? Apa kausemalam tidur bersama Minyan?" lanjut Paman Tieh bertanya pada Guyzu.
Guyzu langsung keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Tunggu.....Hey, kaudari mana saja semalam? Hey," panggil Paman Tieh.
Karena curiga, Paman Tieh bertanya kepada Minyan.
"Minyan, apa yang kalian lakukan semalam? katakan dengan jujur!" tanya Paman Tieh sedikit khawatir.
"Kami tidak melakukan apa-apa semalam. Dia hanyan tertidur disini." jelas Minyan.
"Tapi itu tidak baik, pria dan wanita tidak bisa berada dalam satu kamar semalaman," kata Paman Tieh pada Minyan.
"Aku tahu,..... Tenanglah," lanjut Minyan.
~Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya...