
Suara deru mesin mobil memecah keheningan sepasang suami istri yang berada duduk di dalam nya .
Mika sang istri sudah terlelap karena jauh nya perjalanan membuat nya lelah dan mengantuk ,sementara Fahmi suami nya tengah fokus mengemudikan mobil nya yang melaju di atas jalanan aspal yang sudah berlubang-lubang bahkan permukaan aspal pun sudah hampir tak terlihat,hanya tanah berlumpur dan kerikil yang memenuhi jalanan tersebut.
"ya ampun makin parah saja ini jalan ,perasaan terakhir kali aku ke sini itu jalan nya masih bagus ,eh ...tapi itu kan dulu ya ,waktu aku masih SD ,sekarang aku bahkan sudah beristri ,berapa puluh tahun aku tak ke sini" gumam pria berkumis tipis itu.
Ia terlalu fokus pada jalanan yang berlubang dan berlumpur tersebut ,hingga ia tak menyadari jika ia sudah masuk ke wilayah lain yang bukan tujuan nya.
"kok perasaan gak nyampe-nyampe ya,duh mana GPS nya mati lagi " pria itu pun menghentikan laju mobil nya untuk memeriksa ponsel nya
"hm...gak ada sinyal rupanya,gimana ini ,mau tanya juga gak ada yang lewat " gumam nya bingung
Kawasan itu memang sudah masuk kawasan hutan yang jarang di lalui masyarakat,meskipun ada hanya beberapa orang saja,itu pun bagi yang mencari kayu sebagai bahan bakar.
"eugh.....sudah sampai ya" suara istri nya terdengar serak karena baru saja terbangun dari tidur nya
"belum ,sepertinya kita nyasar deh,gak ada sinyal juga di sini " ucap Fahmi
"hah nyasar ,kok bisa ?" tanya Mika
"ya nama nya juga lupa sayang ,sudah lama juga aku tak mengunjungi desa ,semenjak nenek dan kakek meninggal aku dan kedua orang tua ku sudah tak pernah datang lagi ke desa" tutur Fahmi
"iya juga ya" Mika pun mengangguk
__ADS_1
Desa yang hendak di tuju kedua nya yaitu desa kelahiran ibu dari Fahmi ,semenjak meninggalnya sang nenek juga kakek nya Fahmi dan kedua orang tua nya tak pernah lagi datang ,selain jarak nya yang sangat jauh dari pusat kota juga karena pekerjaan kedua orang tua nya yang menjadi alasan.
Akan tetapi kini kedua orang tua Fahmi sudah tiada karena musibah kebakaran pun menjadikan nya sebatang kara di usia remaja nya, begitupun dengan Mika istri nya yang juga merupakan anak yatim piatu semenjak kecil ,keduanya dipertemukan di sebuah panti asuhan yang mereka tinggali dulu, kedekatan mereka membawa mereka ke jenjang pernikahan hingga saat ini.
Mereka pun mulai merintis usaha di bidang kuliner ,namun bisnis mereka bangkrut di saat bisnis mereka tengah naik-naik nya, itu semua akibat adanya kecurangan salah satu saingan nya yang merasa iri degan kesuksesan nya.
Kedua nya lantas memutuskan untuk pulang ke kampung halaman ibu nya Fahmi,kedua nya terpaksa menjual rumah mereka untuk bertahan hidup ,sebagai ganti nya mereka pulang ke desa ,Fahmi masih mempunyai rumah peninggalan nenek dan kakek nya,makanya Fahmi memutuskan untuk ke sana ,apalagi setahu nya di desa nya itu masih terdapat tanaman herbal dan obat-obatan alami ,Fahmi berencana akan membuka lahan di dekat rumah nya untuk menanam beberapa sayuran dan tanaman untuk mereka konsumsi nanti nya.
Baik Fahmi dan Mika keduanya pun berharap kepindahan mereka ke desa akan memberikan kabar baik bagi pasangan suami istri tersebut yaitu dengan adanya buah hati di rahim Mika.
Saat tengah kebingungan , Mika tiba-tiba melihat ada seseorang yang tengah berjalan ke arah mereka
"sayang ,lihat deh itu kaya nya ada orang " tunjuk Mika pada seorang kakek-kakek yang membawa satu ikat kayu bakar yang dipikul di pundak nya
'itu di depan sana"tunjuk nya lagi
Fahmi pun menajamkan penglihatan nya ,selain hari sudah mulai gelap keadaan di sana juga lumayan redup sebab minim cahaya matahari yang menyinari karena rimbun nya pepohonan di sisi kiri kanan jalan,bahkan saking rimbun nya jalanan pun nampak mirip lorong dengan dedaunan yang menutup bagian atas jalanan.
"oh iya ya ,ya sudah kamu tunggu sebentar ya biar aku yang turun dan bertanya " ucap Fahmi
"iya ,jangan lama-lama,takut ..." rengek nya
"iya ,sebentar ya"
__ADS_1
Fahmi pun keluar di saat kakek itu sudah mendekat
"permisi kek ,maaf numpang tanya kalau desa Rawa ****** masih jauh kah atau sudah terlewat ?" tanya Fahmi
"mau apa kamu ke desa itu?" tanya kakek itu
"desa itu tempat kelahiran almarhumah ibu saya kek,rencana nya saya ke sana mau pindah" tutur Fahmi jujur
"kamu salah ambil jalan ,ke desa Rawa ****** seharunya belok ke kanan bukan belok kiri " jawab kakek itu datar
"oh gitu ,pantas saja ,ya sudah kalau gitu makasih ya kek ,kakek rumah nya dimana biar sekalian aku antar ?" tawar Fahmi ,ia merasa kasihan melihat seorang kakek berjalan sendiri menjelang malam apalagi sambil membawa seikat kayu bakar.
"tidak perlu ,rumah kakek dekat kok dari sini , berhati-hati lah jangan hiraukan jika nanti ada sesuatu di jalan " Fahmi yang entah kenapa merasa ada yang aneh pun menengok pada istri nya yang tengah menunggu di dalam mobil ,Fahmi pun kembali menengok pada si kakek itu akan tetapi kakek itu sudah tak ada
"maksud kakek.....loh ...kok gak ada " gumam nya
.
.
.
bersambung...
__ADS_1