Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Suara tangisan


__ADS_3

Hari berganti hari ,Minggu pun berganti ,kini dua bulan sudah Fahmi dan Mika tinggal di rumah tersebut ,meskipun banyak keanehan yang ia rasakan pada istri nya namun ia tak ingin mengambil pusing dan mempermasalahkan nya.


Selama itu lah Fahmi sudah tak pernah datang ke rumah pak Bayu,begitu pun dengan pak Bayu ,semenjak ia melihat wanita di lantai dua yang dapat memutar kepala nya itu ,pria paruh baya itu sudah tak lagi datang ke rumah itu.


Pernah ia ingin pergi ke rumah itu karena istri nya selalu meminta mengantarkan makanan juga jamu pada Mika dan Fahmi ,namun baru keluar rumah, pak Bayu sudah dilanda demam juga sakit pada sekujur tubuh nya .


Rasa sakit nya itu selalu muncul di saat pak Bayu berniat ingin mengunjungi Fahmi.


Mbah Parwoto pun bukan nya diam saja ,ia bahkan selalu berusaha untuk menyadarkan Fahmi tentang siapa sebenarnya Mika yang bersama nya ,namun selalu saja gagal.


Hari sudah sore ,Mika meminta Fahmi untuk memetik kan beberapa sayuran yang sudah tumbuh subur di ladang mereka ,Fahmi pun dengan senang hati melakukan nya.


Sesekali Fahmi melirik Mika yang tengah berdiri menunggu nya di teras, Mika pun melambaikan tangan nya seraya tersenyum.


Kemudian Fahmi pun kembali memetik kangkung dan bayam.


Keanehan dapat dirasakan Fahmi,saat tiba-tiba ekor mata nya melihat Mika nampak menggerakan tubuh nya seperti gerakan menari ,akan tetapi saat dilihat ,ternyata Mika tengah berdiri menatap nya.


Fahmi menggeleng kan kepala nya lalu kembali memetik kangkung.


Hal serupa pun terjadi, lagi-lagi ekor mata nya melihat Mika tengah menari,dengan cepat Fahmi menengok ,namun lagi-lagi Mika sedang berdiri sambil tersenyum menatap nya.


"aneh... ,apa aku berhalusinasi ?"fikir nya


Ia pun menyudahi aksi petik memetik kangkung dan bayam nya ,sebab ia merasa sayuran nya sudah cukup untuk dimakan berdua.


Setelah itu Fahmi pun menghampiri Mika.


"sayang,segini cukup kan ?" tanya Fahmi


"iya cukup bang ,kalau gitu aku akan bersih kan lalu memasak nya ,Abang mandi saja dulu" ucap Mika


"ya sudah kalau gitu aku ke atas dulu ya,ah...iya ...nanti kita main ke rumah wa Bayu yuk,sudah lama kita tak bertemu dengan mereka" ajak Fahmi


"iya " sahut Mika singkat


Fahmi pun lalu menuju kamar nya untuk segera mandi ,sementara Mika pergi ke dapur seraya menembangkan sebuah tembang Jawa dengan meliuk-liukan tangan nya , lalu menghilang begitu saja bersama sayuran yang ia bawa.


"hm...wangi banget aroma nya ,bikin perut aku tambah lapar saja , istri ku ini memang paling pintar memasak ,apapun masakan yang ia buat pasti rasanya tak mengecewakan " gumam Fahmi,saat hidung nya mencium aroma masakan


tak tak tak


sebuah kelereng tiba-tiba jatuh dari atas tangga lalu menggelinding ke arah Fahmi.


Fahmi yang baru sampai di bawah pun mengerutkan kening nya


"kok ada kelereng ?" gumam nya ,ia pun melihat ke atas tangga ,namun tak ada siapa pun di sana


"masa Mika yang main kelereng sih ,bukan nya dia sedang berada di dapur " tanya nya pelan


Istrinya itu memang punya hobby unik ,yaitu bermain kelereng ,bahkan sampai kecintaan nya pada kelereng ,Mika sampai mempunyai banyak kelereng.


Tapi akan sangat mustahil jika saat ini Mika yang bermain kelereng ,sebab yang ia tahu Mika tengah berada di dapur.


Untuk memastikan, Fahmi pun kembali naik ke atas ,dan mencari tahu dari mana asal nya kelereng tersebut.


Seeettt

__ADS_1


Seseorang terlihat melintas , Fahmi pun berlari ke arah orang tadi melintas.


"dari pakaian nya kenapa mirip sama pakaian Mika yang waktu itu di pakai ?" gumam Fahmi


tap tap tap


Terdengar derap langkah seseorang ,Fahmi pun kembali melihat seorang perempuan berjalan menjauh .


"Mika...." gumam nya


Fahmi mengikuti kemana Mika berjalan,hingga sampai di sebuah ruangan yang pintu nya tertutup rapat ,bahkan sampai di gembok segala.


"Mika....kamu sedang apa di sini?" tanya Fahmi


Namun sosok Mika yang ia ikuti itu sama sekali tak menyahut apalagi menoleh,hanya diam memunggungi nya.


"Mika..." panggil Fahmi


pranggg....


Suara benda terjatuh membuat Fahmi mengalihkan perhatian nya dari Mika.


Fahmi pun kembali menengok ,namun Mika sudah tak ada di sana .


"loh Mika kemana?"gumam nya bingung


"Abang sedang apa ?" tanya Mika tiba-tiba dari belakang nya sambil menyentuh pundak nya


"eh sayang ,kamu......"


"aku sudah nunggu kamu dari tadi ,kenapa gak turun-turun ,tahu nya Abang ada di sini ,Abang sedang apa ?" tanya Mika


"lebih baik sekarang kita makan yuk ,makanan sudah siap" ajak Mika


Fahmi yang masih merasa bingung pun menurut saja saat Mika menarik tangan nya


Sambil berjalan , Mika menengok ke belakang dengan senyum menyeringai,nampak sosok Mika yang lain yang menatap sendu kedua nya.


"aku lah Mika bang ,bukan dia " lirih nya ,namun tiba-tiba sesuatu menarik nya hingga ia masuk ke dalam ruangan yang terkunci itu.


Fahmi sempat menoleh ,namun Mika sudah tak ada


"Abang lihat apa?" tanya Mika yang bersama nya


"tidak ada " sahut Fahmi


Ia sendiri merasa bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini


Fahmi malah merasa Mika berada di belakang nya ,padahal ia tahu sendiri jika Mika tengah bersama nya saat ini.


"Abang jangan pernah pergi ke kamar itu ya!" pinta Mika


"kenapa?" tanya Fahmi


"karena pintu nya di kunci ,Abang lihat sendiri kan jika gembok nya sudah berkarat ,pasti susah untuk membuka nya ,kunci nya saja tak tahu dimana" tutur Mika


"iya kamu benar , lagipula untuk apa aku masuk ke kamar itu , pasti di dalam nya juga sangat berantakan ,atau malah tak ada sesuatu sama sekali" sahut Fahmi

__ADS_1


Mika tersenyum mendengar jawaban Fahmi .


Kini mereka sudah berada di ruang makan,seperti Mika yang sesungguhnya Mika yang ini juga melayani Fahmi sebagaimana Mika melayani Fahmi.


Dari mulai menyendokan nasi ,dan lauk pauk nya .


"loh kok ada ikan sayang ,bukan nya tadi hanya ada kangkung dan bayam?" tanya Fahmi


"oh iya ,tadi aku lupa mengatakan,tadi ada wa Bayu datang memberikan ikan ini saat Abang mandi ,katanya ikan-ikan nya hasil tangkapan di sungai " jawab Mika


"Alhamdulillah aku senang,wa Bayu juga warga desa ini semua pada baik pada kita ,serasa punya keluarga ya , berbeda saat tinggal di kota yang hidup nya masing-masing " ucap Fahmi


Lagi-lagi Mika hanya tersenyum menanggapinya.


Tak terasa malam pun menyambut.


Fahmi yang sudah tertidur pun tiba-tiba dibangunkan dengan suara tangisan seorang perempuan.


"huuuhhuuu.....to...looong.....hikkss...."


"siapa yang menangis malam-malam begini?" batin Fahmi bertanya ,ia menoleh pada Mika yang tertidur di samping nya


"bang Fahmi....tolong aku.....hiks....hiks...."


"Mika...." gumam nya


Ia pun kembali menoleh pada Mika di samping nya ,namun ia menjadi sangat terkejut saat melihat tiba-tiba Mika melihat pada nya dengan tatapan tajam.


"astaga...sayang...." pekik Fahmi


"Abang kenapa ?" tanya Mika tersenyum


"tidak apa-apa,Abang tadi hanya mimpi ,jadi terbangun " sahut Fahmi


Ia memilih untuk berbohong ,sebab yang ia tahu jika Mika sering kali berhalusinasi ,saat melihat Mika sudah jauh lebih baik dari sebelum nya ,ia pun tak ingin membuat Mika kembali berhalusinasi, tanpa ia sadari jika perubahan Mika itu karena ia bukan sosok Mika sesungguhnya.


Sementara di tempat lain


Mbah Parwoto sudah sangat merasa gelisah ,ia harus bisa melenyapkan sosok wanita yang selama ini menebar teror dan dendam.


Akan tetapi sampai saat ini ia masih belum bisa menemukan jalan keluar nya.


Tiba-tiba pintu rumah nya diketuk dari luar.


tok tok tok


Mbah Parwoto memejam kan mata ,dan menajamkan pendengaran nya.


Telinga nya bergerak-gerak saat menangkap suara tangisan seorang perempuan .


"hiks ...hiks...tolong aku....hiks...."


"Mika...itu kah kamu duk?" lirih mbah Parwoto


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2