
Masih di rumah pak Bayu
"jadi kemungkinan besar nya sosok hantu wanita itu menyukai Fahmi sebab dari apa yang Mika sampai kan pada ku ,Fahmi dan kekasihnya mempunyai wajah yang hampir mirip" tutur Mbah Parwoto
"terus bagaimana kita harus menolong Mika,dan menyadarkan Fahmi jika Mika yang bersama nya bukan lah Mika yang sesungguhnya?" tanya pak Bayu
"cepat atau lambat Fahmi pasti akan merasakan kejanggalan pada Mika yang bersama nya ,kita tunggu saja waktu itu tiba,selama kita menunggu kita harus memikirkan bagaimana cara menolong Mika " tutur Mbah Parwoto lagi
"berarti yang aku lihat waktu itu ....hiiyy...." batin pak Bayu bergidik
"ya...tuhan.... Mika.....kasihan sekali kamu nduk " lirih Bu Asih
"tapi apa masih ada kemungkinan Mika untuk kembali pada kita?" tanya Bu Asih kemudian
"entahlah ,kemungkinan nya sedikit,sebab ruh dan raga nya sudah terpisah cukup lama,meski raga nya ditempati hantu wanita itu tapi pembusukan pasti akan terjadi pada raga nya ,dan itu akan sangat menyulitkan bagi ruh Mika untuk kembali ke raga nya " jelas Mbah Parwoto lirih
"Ya Allah....terus bagaimana ini bang?" tanya Bu Asih menatap sedih suami nya tersebut
"kita berdoa saja pada yang Maha Kuasa agar di permudahkan dalam penyelamatan Mika dan Fahmi " jawab pak Bayu
Malam pun kian larut ,nampak nya listrik di desa juga masih lama menyala nya,Mbah Parwoto undur diri dari rumah pak Bayu.
Mbah Parwoto kemudian berjalan menyusuri jalanan setapak . Meski gelap menghalangi pandangan,langkah kaki ringkih nya tak nampak kesulitan dalam melangkah.
Ia berjalan tak melewati rumah nya,namun berjalan ke arah lain menuju ujung desa,tujuan nya hanya satu yaitu rumah di ujung jalan.
Sepanjang jalan kaki nya melangkah ,banyak sekali makhluk astral berkeliaran bahkan tak segan untuk mengganggu nya.
Namun sedikit pun Mbah Parwoto tak merasa gentar ,ia terus berjalan seraya melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an.
Satu demi satu makhluk astral tersebut pun menjauh.
Tiupan angin malam sampai berhembus menerpa wajah nya yang mulai keriput di makan usia.
Dingin
Entah kenapa malam ini terasa lebih dingin dari malam-malam biasa nya. Suara burung gagak terdengar bersahutan dengan lolongan anjing hutan.
Tiba-tiba terdengar bunyi seperti gamelan Jawa beralun,suara nya membuat siapa saja ingin mendengar dan menyaksikan langsung.
Namun di jam yang sudah lewat tengah malam,mustahil masih ada yang menggelar suatu acara ,apalagi di desa tersebut tak pernah mengadakan acara apapun di malam hari. Dan apabila suara gamelan itu dari desa sebelah pun rasanya mustahil ,sebab desa itu berada jauh dari desa-desa lain nya ,alias terpencil,hanya hutan-hutan lah yang mengelilingi desa tersebut.
Setelah sampai di depan rumah itu,Mbah Parwoto menatap tajam dengan mulut yang tak henti-hentinya mengalunkan ayat Al-Qur'an.
Tiba-tiba sekelompok kelelawar berterbangan ke arah nya lalu menyerang nya ,Mbah Parwoto pun berjongkok dan melindungi kepala nya dengan lengan nya .
Mbah Parwoto pun meraba-raba sekitar nya dan berhasil menemukan sebuah ranting kayu kecil namun cukup kuat ,Mbah Parwoto pun menggunakan ranting kayu tersebut untuk menyerang puluhan kelelawar itu.
__ADS_1
buk
buk
buk
Satu persatu kelelawar itu pun berjatuhan terkena pukulan Mbah Parwoto.
Hingga sosok Mika datang dan membantu Mbah Parwoto menghalau kelelawar-kelelawar itu.
"Mika "gumam Mbah Parwoto pada sosok Mika itu ,setelah puluhan kelelawar itu pergi
"tolong aku ...." lirih nya
"iya nduk....kamu tenang saja ,itulah tujuan ku datang ke sini ,besok malam Mbah akan datang bersama warga ,kamu buat lah Fahmi sadar jika yang selama ini bersama nya bukan lah kamu ,juga kamu harus temukan sebuah kunci agar Mbah bisa membuka pintu kamar yang selama ini membelenggu hantu wanita itu" tutur Mbah Parwoto
"baiklah Mbah ,seperti nya aku harus segera kembali ke dalam , wanita itu tak akan membiarkan aku keluar lebih lama " ucap Mika
"tapi Mbah ,apa ....aku masih bisa kembali ke tubuh ku ?" tanya nya ragu
terdengar helaan nafas panjang dari Mbah Parwoto
"tidak bisa ya Mbah ? tidak apa-apa yang penting bang Fahmi tahu jika wanita itu bukan lah aku ,aku ikhlas jika aku tak bisa kembali,mungkin ini sudah jadi suratan takdir ku,jika aku tak bisa kembali ....tolong sampaikan maaf ku pada bang Fahmi,katakan padanya carilah pengganti ku yang bisa lebih membahagiakan nya daripada aku " pinta Mika dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"tidak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak nduk,berdoa saja semoga Allah masih mengizinkan mu tinggal di dunia lebih lama lagi " tutur Mbah Parwoto
"iya Mbah ,aku pergi" Mika pun melayang kembali ke dalam rumah itu
Ia pun kembali ke rumah nya.Ia berniat untuk mengajak warga beramai-ramai mendatangi rumah itu besok malam.
Setelah sampai di rumah nya,Mbah Parwoto segera bersemedi di ruangan pribadi nya,untuk menemukan sebuah petunjuk bagaimana memusnahkan hantu wanita itu.
Sementara itu
Fahmi yang tiba-tiba terbangun karena merasa haus pun,mau tidak mau harus beranjak ke dapur untuk mengambil air minum.
Di lihat nya Mika yang masih tertidur di samping nya ,ia pun perlahan turun dari tempat tidur.
Meski gelap dan ia tak tahu apa yang ada di depan nya, Fahmi tetap melangkah dengan penuh hati-hati,namun tiba-tiba ia merasa seseorang tengah memperhatikan nya.
"mungkin hanya perasaan ku saja " gumam nya pelan,ia masih berusaha bersikap biasa meski hatinya sudah merasa resah.
Sampai di dapur lagi-lagi Fahmi merasa seseorang memperhatikan nya ,hingga ia merasakan tangan nya di sentuh seseorang.
"Mika" ucap Fahmi pelan
"iya bang ,ini aku ,bukan dia "
__ADS_1
"maksud mu?" tanya Fahmi tak faham
"BANG FAHMIII........" suara Mika berteriak dari dalam kamar
Fahmi terkesiap
"Mika.....mika....." panggil Fahmi ,namun Mika tak ada lagi
Sepi ,hening ,dan sunyi
Tak ada tanda-tanda jika Mika berada di sisi nya.
Fahmi pun cepat-cepat kembali ke kamar nya.
Ting
Listrik pun tiba-tiba kembali menyala saat Fahmi sudah tiba di pertengahan tangga.
Nampak Mika dengan pakaian yang sama saat menghilang waktu itu berdiri tersenyum di ujung lorong dekat kamar yang terkunci.
"Mika...." panggil Fahmi
"iya ....aku Mika....bukan dia ...." sahut Mika
Akan tetapi tiba-tiba sesuatu kembali menarik nya hingga menghilang menembus pintu.
"MIKAAAA......" teriak Fahmi
"Abang kenapa teriak-teriak manggil aku ? aku di sini" tanya Mika yang lain
"Mika...." Fahmi kembali dibuat bingung
"Abang dari mana saja ,aku bangun kok gak ada ?" tanya Mika
"tadi aku haus ,jadi ambil minum dulu di dapur"sahut Fahmi
"kenapa mesti ke dapur ,di kamar juga ada ,tuh aku sudah siapain tadi " ucap Mika
"benarkah ,kok aku gak tahu ,kapan kamu menyiapkan minum nya ?" tanya Fahmi
"masa Abang gak tahu" sahut Mika tersenyum aneh
"kenapa aku melihat ada Mika lagi,jelas ini bukan lah halusinasi , aku yakin ini nyata,tapi apa maksud nya tadi ...aku bukan dia ....." batin Fahmi bertanya-tanya
.
.
__ADS_1
.
bersambung...