Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Rencana Mbah Parwoto


__ADS_3

Dalam bingung Fahmi mengikuti Mika kembali ke kamar. Ia memilih untuk tak menceritakan hal tadi pada Mika sebab dirinya pun merasa aneh saat ini.


Hingga akhirnya Fahmi pun kembali tertidur.


Setelah melihat Fahmi tertidur Mika pun mulai beranjak,dengan raut wajah penuh amarah Mika berjalan keluar kamar nya , sebenarnya Fahmi belum benar-benar terlelap ,ia masih bisa merasakan tempat tidur nya bergerak saat Mika beranjak.


Fahmi pun bangun dan mengikuti kemana Mika pergi.


Ia bersembunyi saat Mika menoleh , akan tetapi saat Fahmi kembali melihat ke arah Mika, Mika sudah tak ada lagi.


Fahmi lalu berjalan mencari kemana istri nya itu pergi ,namun ia kehilangan jejak.


Hingga sampai lah Fahmi di depan kamar yang terkunci.


"sebenarnya ini ruangan apa? kenapa dikunci ....aku harus mencari dimana kunci nya ,supaya aku bisa tahu apa yang ada di dalam nya ,atau....aku bongkar saja gembok nya " fikir Fahmi bergumam


Fahmi pun mencari sesuatu untuk bisa digunakan membongkar gembok yang sudah berkarat tersebut,ia sampai melupakan niat awal nya yaitu mencari Mika,ia begitu penasaran dengan kamar itu.


Fahmi berlari ke arah gudang untuk mencari sebuah linggis ,ia teringat ada linggis di gudang,meski gelap ia masih bisa menemukan dimana benda itu di simpan.


"dapat..." gumam Fahmi


Fahmi pun kembali ke lantai dua sambil membawa linggis tersebut.


Tak membutuhkan waktu lama,Fahmi pun langsung mengayunkan linggis tersebut pada gembok nya.


buk


buk


buk


"apa yang Abang lakukan?" tanya Mika tiba-tiba


Fahmi terkejut dan langsung menoleh


"Mika....." gumam Fahmi


"apa yang Abang lakukan ? sudah ku katakan sebelum nya bukan ,untuk tidak penasaran dengan kamar ini ,kenapa Abang mau merusak gembok nya?" tanya Mika


"Abang hanya merasa penasaran dengan isi di kamar ini sayang " ucap Fahmi


"buang benda itu ,kita kembali ke kamar " ucap Mika memerintah

__ADS_1


"ok aku buang " Fahmi melempar asal linggis nya ke lantai hingga mengeluarkan bunyi yang keras saat benda keras itu menyentuh lantai


"aneh ,kenapa semakin lama aku merasa Mika semakin berubah,tak ada lagi tatapan hangat nya , sikap nya pun mulai berubah" batin Fahmi


Kini kedua nya sudah tiba di kamar.


Fahmi pun tidur dengan membelakangi istri nya,berbeda dengan Mika yang tidur terlentang dengan wajah menoleh pada Fahmi.


**


Malam pun berganti pagi,sinar matahari mulai menyinari bumi dengan hangat yang bercampur angin dingin di pagi hari.


Daun-daun nampak meneteskan embun ,rumput yang basah karena embun pun terlihat berkilauan terpapar sinar mentari pagi.


Semilir angin pagi menembus kulit hingga membuat siapa saja enggan untuk keluar dari selimut tebalnya,namun berbeda dengan para penduduk di desa ini yang sudah terbiasa bersahabat dengan cuaca dingin.


Para penduduk mulai melakukan aktivitas nya , ada yang pergi ke ladang ,sawah ,kebun ,ada juga yang pergi ke kota untuk menjual hasil panen nya.Sementara para perempuan sebagian pergi ke sungai untuk mencuci pakaian.


Mbah Parwoto yang selesai bersemedi pun membuka mata seraya menghela nafas.


"sekarang aku sudah tahu langkah apa yang harus aku ambil,moga saja para warga mau diajak kerja sama " gumam nya pelan


Mbah Parwoto kemudian beranjak untuk membersihkan badan nya terlebih dulu,agar lebih segar,sebab dari semalam ia sama sekali tidak tidur.


Selesai mandi dan berpakaian ,Mbah Parwoto pun beranjak untuk menemui para warga ,akan tetapi di jalan ia tak sengaja bertemu pak Bayu yang hendak pergi ke ladang.


"ya sudah ayo kita ke pos ronda " ajak Mbah Parwoto


Di desa tersebut memang ada pos ronda ,hanya saja jarang dan tidak pernah mereka gunakan untuk meronda.


Warga yang berani keluar malam pun hanya di depan rumah nya saja itu pun warga yang letak rumah nya paling jauh dari rumah milik keluarga Fahmi,yaitu rumah yang dekat dengan gapura.


Sesampainya nya mereka di pos ronda pak Bayu pun segera memukul kentongan dengan cepat.


tok tok tok tok tok


Warga yang mendengar pun segera berbondong-bondong menuju pos ronda.


Dari jauh Fahmi yang baru selesai mandi pun mendengar suara kentongan itu.


tok tok tok


Meski samar namun Fahmi masih bisa mendengar nya ,ia pun bertanya-tanya suara apa kah itu.

__ADS_1


Saat ia hendak keluar rumah ,dengan tujuan ingin mencari tahu suara apa itu , tiba-tiba Mika berseru.


"Abang mau kemana ?" tanya Mika


"itu...aku mau melihat suara apa itu tadi " sahut Fahmi ,namun ia mengerutkan kening saat melihat Mika yang mengenakan baju minim bahan alias lingerie


"tak usah ,Abang di sini saja temani aku" suara Mika terdengar sangat genit


"Mika....kamu tak kedinginan?" tanya Fahmi bingung


Karena biasa nya jika di pagi hari begini ,jangan kan mandi atau mengenakan pakaian minim bahan,bangun pagi-pagi saja malas karena rasa dingin yang menembus kulit nya.


"dingin....makanya aku mengenakan pakaian ini karena aku ingin kehangatan dari mu " ujar Mika seraya berjalan perlahan dengan gaya seksi nya


"Mika....kau jangan ..." belum juga Fahmi menyelesaikan ucapan nya,Mika sudah lebih dulu menyerang nya dengan ganas


Di ujung tangga atas nampak sosok Mika melihat nya dengan tatapan sedih.Ingin ia melakukan sesuatu agar suami nya tak lagi melakukan penyatuan tubuh dengan wanita lain ,meskipun tak seutuh nya wanita lain karena masih dengan raga nya sendiri ,hanya saja isi dalam raga nya bukanlah diri nya.


Mendapatkan serangan yang tiba-tiba begitu membuat Fahmi tak berkutik ,ia pun malah larut dalam permainan Mika yang sebenarnya adalah Icih.


Dan di saat ritual penyatuan itu hendak terlaksana ,entah mendapat kekuatan dari mana , Mika tiba-tiba dapat menerbangkan sebuah guci hingga jatuh dan hancur berkeping-keping.


Pranggg.......


Sontak saja baik Fahmi maupun Mika palsu terkejut.Tapi karena permainan Mika yang begitu hot dari bisanya ,niat Fahmi yang ingin menunda dulu permainan nya dan melihat apa yang jatuh pun ia kesampingkan.


Dan ritual itu pun terjadi di depan mata sosok Mika ,istri nya.Dengan perasaan hancur Mika pun pergi menghilang.


Sementara itu


Mbah Parwoto dan pak Bayu tengah memberi penjelasan dan ajakan untuk mendatangi rumah itu nanti malam ,meski banyak yang tak mau tapi berkat usaha Mbah Parwoto yang dapat meyakinkan para warga pun akhirnya warga bersedia.


Mbah Parwoto pun menjelaskan apa yang tengah terjadi pada Fahmi dan Mika saat ini.


"ini demi desa kita juga ,kita harus bisa memusnahkan hantu wanita itu agar tak lagi menteror desa ini"tutur Mbah Parwoto


"bagaimana cara nya Mbah ?"tanya warga


"caranya ....."


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2