
Mika berhenti berlari saat kakinya terasa kebas dan berat ,Mika pun terduduk dengan nafas terengah.
Di bawah pohon mengkudu Mika menyandarkan punggung nya ,aroma bau busuk bercampur masam dari buah mengkudu yang jatuh berserakan dan membusuk pun sampai menusuk di hidung nya.
Ia pun tersadar jika dirinya kini tengah sendirian tanpa Fahmi di sisi nya.
"bang Fahmi"gumam Mika
"bang FAHMIII...." teriak Mika
Mika pun terdiam saat teringat dirinya tadi meninggalakan suami nya itu.
"astaga...kenapa aku malah meninggalkan bang Fahmi" lirih Mika
Ia pun merasa bersalah dan hendak kembali menghampiri suami nya ,akan tetapi ia terdiam saat melihat sekeliling nya.
"aku di mana?" gumam nya
Mika merasa asing dengan tempat tersebut
"masa iya aku nyasar sih ,perasaan tadi aku lari ke arah rumah deh " fikir Mika
Ia masih ingat betul jalan menuju rumah nya , ia pun dapat melihat rumah nya dari kejauhan tadi saat berlari ,namun ia menjadi bingung sendiri saat ia menyadari jika dirinya berada di tempat asing ,lebih tepat nya tengah hutan.
"kenapa aku bisa sampai di sini,ada dimana aku ini?" Mika melihat sekeliling nya ,hanya ada pohon-pohon yang tumbuh lebat dan tinggi,bahkan banyak rumput ilalang yang juga tingginya hampir sepinggang orang dewasa.
"sepertinya tempat ini jarang di datangi orang deh ,atau sekedar lewat juga seperti nya tak ada" gumam Mika
Tak ada jalan atau bekas orang lewat di sana ,semua nya nampak rimbun dan gelap ,apalagi malam kini kian larut ,udara dingin pun membuat nya memeluk tubuh nya sendiri .
"bang Fahmi....kamu dimana ?" lirih Mika yang sudah merasakan kedinginan
Mika pun berjalan tak tentu arah ,namun sudah cukup lama Mika menyusuri hutan itu lagi-lagi Mika kembali ke tempat semula , yaitu di bawah pohon mengkudu.
"aku rasa daritadi aku terus berjalan berputar-putar,bagaimana ini ,aku sudah sangat lelah ,juga haus " lirih Mika
Mika pun kembali berjalan ,kali ini ia mengambil arah lain.Tak perduli semak berduri mengenai kulit kaki ,tangan dan tubuh nya , Mika tak ingin menyerah ia terus berjalan diantara pepohonan dan rimbun nya rumput liar.
Peluh sudah bercucuran membasahi badan nya ,namun lagi-lagi Mika kembali ke bawah pohon mengkudu.
"Ya Tuhan.....kenapa aku bisa kembali ke tempat ini ,sudah jauh-jauh aku berjalan tapi kenapa malah kembali ke tempat ini" Mika pun semakin lelah dibuat nya
Nafas nya pun tersengal rasa dingin yang tadi menerpa tubuh nya pun tak lagi ia rasakan.
Sementara itu Fahmi yang mengejar Mika pun semakin mengkhawatirkan istrinya,sebab ia sudah mencari kemana-mana tapi tak kunjung ketemu.
Fahmi sudah mencari nya ke dalam rumah nya bahkan seluruh ruangan di rumah nya itu namun Mika tak ada di dalam rumah nya ,bahkan tak terlihat tanda-tanda jika Mika sudah pulang.
"sayang....kamu kemana " lirih nya
Fahmi pun merasa haus dan memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
glek glek glek
Hilang sudah dahaga yang tadi dirasakan Fahmi ,namun rasa khawatir masih ia rasakan mengingat istri nya belum ditemukan.
Fahmi pun meraih senter lalu bergegas pergi keluar untuk kembali mencari Mika.
Akan tetapi hujan tiba-tiba saja turun dengan sangat deras nya ,seolah melarang Fahmi untuk pergi.
"aaahhhh.....s*al..!" umpat Fahmi kesal
Namun bukan Fahmi nama nya jika akan menyerah dan pasrah begitu saja ,Fahmi pun pergi mengambil jas hujan lalu mengenakan nya.
__ADS_1
Tanpa berfikir panjang Fahmi pun langsung meninggalkan rumah nya dengan hanya membawa senter ditangan nya.
Fahmi berjalan menyusuri jalanan dengan terus menyoroti setiap titik yang ia lewati.
"Mika....."
"Mika...."
Meski hujan terus mengguyur tubuh nya Fahmi tak perduli ,ia terus berjalan dan mencari Mika.
"Mika...."
Fahmi terus meneriaki nama istrinya di tengah guyuran hujan yang semakin lebat.
DUAAARRRRR....
Petir tiba-tiba menyambar sebuah batang pohon hingga patah ,dan jatuh .
Hampir saja batang pohon itu menimpa Fahmi yang berada tepat di bawah nya jika saja Fahmi tak cepat-cepat menghindar.
"hampir saja " gumam nya seraya mengusap d*da
Fahmi pun kembali berjalan sambil terus meneriaki nama istrinya.
"Mika...."
"Mika...."
"Ya Tuhan... kemana aku harus mencari istri ku " lirih Fahmi
"Mika..."
Fahmi pun berfikir untuk meminta bantuan warga untuk mencari Mika,ia pun segera pergi menuju rumah pak Bayu.
Pintu kayu itu pun berbunyi saat Fahmi mengetuk nya.
Cukup lama pintu itu dibuka oleh pemilik rumah nya ,karena sebenarnya bukan nya pak Bayu atau Bu Asih tak mendengar suara ketukan itu ,namun mereka merasa heran dan bingung, siapa malam-malam begini mengetuk pintu ,apalagi keadaan diluar tengah hujan lebat.
"bang...itu siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini? " tanya Bu Asih
"tak tahu ,selama ini kan tak pernah ada yang bertamu malam-malam begini ,mana hujan lagi" jawab pak Bayu
tok tok tok
suara ketukan itu makin kuat dan keras
"waduh bang , jangan-jangan demit " bisik Bu Asih dengan nada bergetar
"kalau gitu aku lihat dulu" ucap pak Bayu
"iihh...jangan ...nanti kalau beneran demit,terus Abang kenapa-kenapa bagaimana,udah lah biarin saja " larang Bu Asih
Sebenarnya pak Bayu pun enggan untuk melihat nya ,namun karena bunyi ketukan itu semakin lama semakin kencang membuat nya terganggu dan ingin memeriksa nya.
tok tok tok
"assalamualaikum wa....wa Bayu...."
tok tok tok
"wa....ini aku Fahmi " teriak Fahmi
Ia terpaksa harus berteriak karena suara hujan mungkin membuat suara ketukan pintu nya tak terdengar ,hingga pintu tak kunjung di buka pemilik nya .
__ADS_1
"Bu....itu seperti suara nak Fahmi " ucap pak Bayu
"iya kah? salah dengar kali , mau apa nak Fahmi kembali ke rumah kita bukan nya mereka sudah pulang tiga jam yang lalu" seru Bu Asih tak percaya
"assalamualaikum.....wa....wa Bayu...." teriak Fahmi lagi
"tuh denger sendiri kan ,itu suara nak Fahmi " ucap pak Bayu yang menajamkan pendengaran nya
Kemudian pak Bayu pun teringat akan gelagat aneh Mika saat berada di rumah nya tadi ,perasaan nya pun berubah menjadi cemas ,tanpa mendengarkan larangan istri nya ,pak Bayu pun dengan segera keluar dari kamar nya ,dan langsung menuju pintu.
"Abang...." seru Bu Asih
"duh bener-bener nih si Abang ,kalau ada apa-apa gimana,aku belum siap jadi janda " ucap Bu Asih panik
Meski takut ,namun Bu Asih tetap mengikuti suami nya , diam-diam dia mengintip ke arah suami nya berada.
tok tok tok
"wa....wa Bayu...." suara Fahmi semakin terdengar jelas ketika pak Bayu berada di dekat pintu
Pak Bayu pun akhirnya membuka pintu nya tepat sebelum Fahmi kembali mengetuk pintu ,dan hampir saja kepala pak Bayu kena ketok.
"subhanallah....nak Fahmi , hujan-hujan begini ada apa nak ,ayo masuk, diluar dingin" seru pak Bayu
"wa...tolong saya wa ,istri saya ....istri saya menghilang ,tadi kami terpisah saat pulang , saya sudah mencari nya kemana-mana tapi tetap tidak ketemu" ucap Fahmi tanpa mengindahkan ucapan pak Bayu yang meminta nya masuk.
"apa...nak Mika hilang...? kenapa bisa ?" tanya Bu Asih yang mendengar nya pun segera menghampiri
"lebih baik nak Fahmi masuk lah dulu ,ceritakan di dalam kejadian nya bagaimana nak Mika bisa hilang " tutur pak Bayu
Akhirnya Fahmi pun menurut
"minumlah dulu" ucap Bu Asih seraya meletakan air minum
"terima kasih wa" ucap Fahmi
"sekarang coba nak Fahmi ceritakan " ucap pak Bayu setelah melihat Fahmi sudah mulai tenang
"jadi begini wa....." Fahmi pun menceritakan bagaimana ia dan istrinya bisa terpisah dan akhirnya kehilangan istri nya
pak Bayu nampak manggut-manggut mendengar penuturan Fahmi
"sepertinya nak Mika sudah masuk ke dunia lain " ucap pak Bayu lirih
"maksud uwa Bayu ...?" kening Fahmi berkerut
"kejadian seperti ini pernah terjadi ,ada salah satu anak di kampung ini yang juga melihat sesuatu di semak ,lalu berlari ketakutan dan setelah itu anak itu pun hilang " sahut pak Bayu
"apa anak itu ditemukan?" tanya Fahmi was-was
"bersyukur nya anak itu bisa ketemu karena kasus hilang nya anak itu tak ada sangkut paut nya dengan ....." hampir saja pak Bayu kelepasan menyebut kan rumah di ujung jalan yang merupakan tempat tinggal Fahmi
"tak ada sangkut paut nya dengan apa wa?" tanya Fahmi
"khem...tak ada ,sekarang lebih baik kita temui Mbah Parwoto ,karena dia yang bisa membantu kita menemukan istri mu" sahut pak Bayu langsung mengalihkan pembicaraan
"Mbah Parwoto....?"
.
.
.
__ADS_1
bersambung...