
Samar Fahmi mendengar suara isakan ,begitu ia telusuri ia tak menemukan apa-apa.Fahmi kembali berjalan mengikuti jalan setapak ,sisi kiri-kanan nya hanya ditumbuhi rumput ilalang , entah jalan itu akan membawa nya kemana ,ia terus saja berjalan tanpa henti ,sampai di suatu ketika ia melihat seseorang tengah berjongkok dengan memeluk lutut nya.
Fahmi merasa tak asing dengan wanita tersebut ,tanpa mengucapkan sepatah kata pun Fahmi langsung berlari dan memeluk wanita itu.
"Mika.... akhirnya aku menemukan mu "
Namun begitu wanita itu menengok ,Fahmi begitu terperanjat ,wajah nya penuh luka dengan sayatan di pipi kiri ,bola mata hampir terlepas serta leher yang menganga lebar bekas luka g*rokan.
Fahmi menjauh
"MIKAAAA......."
Fahmi terbangun dari pingsan nya , matanya melihat sekeliling yang nampak tak asing bagi nya ,jantung nya berdetak kencang serta nafas nya yang terengah-engah.
"kenapa aku bisa berada di rumah wa Bayu?" gumam nya
Bu Asih masuk setelah mendengar suara teriakan Fahmi.
"Alhamdulillah kau sudah bangun ,ini minumlah dulu biar segar kembali" ujar Bu Asih seraya memberikan secangkir ramuan herbal
Tanpa bertanya Fahmi meminum nya
"gimana ,gak pahit kan ,uwa sengaja bikin minuman nya biar gak pahit ,uwa tambahkan gula tebu asli juga madu " ucap Bu Asih
"kenapa aku bisa ada di sini wa?" tanya Fahmi
"malam itu uwa mu dan Mbah Parwoto menemukan mu dalam keadaan terluka dan pingsan,jadi kami dibawa kesini" sahut Bu Asih apa ada nya
"malam itu..... memang nya aku sudah berapa lama pingsan nya wa?" tanya Fahmi
sedikit demi sedikit ingatan nya tentang malam itu terlintas di benak nya.
"sudah hampir satu Minggu " jawab Bu Asih
"apa satu Minggu" seru Fahmi
"iya ,memangnya apa yang terjadi ,kenapa kamu sampai terluka begitu?" tanya pak Bayu tiba-tiba
"wa Bayu" lirih Fahmi
"coba ceritakan " ucap pak Bayu
Sebenarnya ia sudah mengetahui apa yang terjadi dari Mbah Parwoto ,sebagai sesepuh, juga ilmu kebatinan nya yang mumpuni ,Mbah Parwoto memang selalu tahu tentang apa-apa saja yang mengenai desa nya termasuk sejarah desa nya berikut rumah yang terletak di ujung jalan ,hanya saja Mbah Parwoto tidak pernah bercerita pada siapa pun,dan mengenai pengetahuan nya tentang apa yang dialami Fahmi ,itu karena malam setelah penemuan Fahmi yang terluka ,ia langsung menuju rumah itu lalu mencari Mika,namun nihil Mika sudah raib dibawa penghuni rumah itu.
Entah apa yang terjadi pada Mika saat ini,sebab siapa pun tak ada yang pernah kembali jika sudah begini,namun untuk saat ini Mbah Parwoto tak ingin diam saja seperti yang sudah-sudah ,ia terus berusaha bagaimana pun cara nya agar Mika kembali.
__ADS_1
"hentikan dendam dan sumpah mu ,kembalikan Mika , wanita itu tak bersalah " lirih Mbah Parwoto yang saat ini masih berada di rumah itu
"hahahaha........"
Suara tertawa seorang perempuan menggema di memenuhi setiap sudut rumah tersebut.
"jangan ikut campur......." suara lengkingan itu sampai menggaung membuat pendengaran merasa sakit
"Mika..... bertahanlah duk,..." lirih mbah Parwoto
Kembali ke Fahmi
Fahmi menceritakan apa yang terjadi pada Mika sebelum kembali menghilang ,juga terluka nya dirinya.
Pak Bayu dan Bu Asih pun menyimak nya dengan sangat serius,Fahmi pun menceritakan perihal mimpi yang membangunkan nya dari pingsan.
"apa menurut uwa , Mika....sudah tiada " tanya Fahmi dengan suara berat nya ,terlihat jelas kesedihan di wajah nya ,pak Bayu dan Bu asih pun merasa tak tega melihat nya
"kita berdoa saja semoga istri mu baik-baik saja dan bisa kembali pada kita " ujar Bu Asih yang sebenarnya juga tak yakin jika Mika akan kembali
"sebenarnya apa yang terjadi wa,misteri apa sebenarnya di desa ini?" tanya Fahmi
Pak Bayu dan Bu Asih nampak saling tatap
Pak Bayu dan Bu Asih merasa bingung hendak mengatakan apa ,sebab mereka pun tak tahu pasti nya seperti apa kejadian dahulu hingga menyebab kan teror dan hilang nya beberapa orang yang berkaitan dengan rumah yang terletak di ujung jalan.
bruuugghh'
"apa itu yang jatuh bang?" tanya Bu Asih terkejut
Pak Bayu pun segera beranjak dan melihat nya dari jendela kamar itu.
Netra nya menyisir sekitar halaman yang dapat ia jangkau dengan pandangan nya ,hingga penglihatan nya tertuju pada sebuah kelapa tua yang tergeletak tak jauh dari pohon nya.
"hanya buah kelapa yang jatuh " ucap pak Bayu lalu kembali duduk di tempat nya
Tanpa sepengetahuan nya seorang wanita berkebaya kuning tiba-tiba muncul dan menatap tajam ke arah dimana pak Bayu tadi berada.
"kelapa jatuh , kalau gitu kebetulan dong aku pungut dulu lah ,takut keduluan orang ,lumayan buat bikin kolak " ujar Bu Asih seraya beranjak hendak mengambil kelapa itu
Sesampai nya di luar ,Bu Asih merasa kebingungan sebab ia tak menemukan buah kelapa yang jatuh itu,padahal itu satu-satunya pohon kelapa yang ada di depan rumah nya.
"masa iya udah ada yang lewat terus mungut kelapa nya ,kalau iya kok cepet banget jalan nya" fikir Bu Asih
Setelah merasa lelah mencari sesuatu yang tak kunjung ketemu ,Bu Asih pun kembali ke dalam rumah.
__ADS_1
"mana kelapa nya ?" tanya pak Bayu saat melihat istri nya masuk dengan tangan kosong ,saat ini pak Bayu sudah keluar dari kamar Fahmi.
"gak ada ,udah ada yang mungut kali ,tau tuh cepet banget orang nya " sahut Bu Asih
"sudah ada yang ngambil,siapa ?" tanya pak Bayu
"tak tahu,orang aku keluar juga udah gak ada siapa-siapa" jawab Bu Asih lagi
"kok bisa cepet banget gitu ya ,padahal jarak dari kamar ke luar kan tak selama itu ,kalau pun benar ada yang ngambil pasti orang nya masih kelihatan kan?" tanya Pak Bayu merasa heran
"nah ...aku juga bingung,ya sudah lah gak apa-apa,berarti itu bukan rezeki kita " sahut Bu Asih yang memang tak pernah mempermasalahkan nya.
Bu Asih pun beranjak ke dapur ,tak berselang lama Fahmi keluar dari kamar nya
"loh udah baikan ,kok bangun?" tanya pak Bayu
"aku mau pulang saja wa,siapa tahu Mika sudah kembali " ucap Fahmi
Pak Bayu terdiam ,lalu mengangguk perlahan.
"terima kasih atas pertolongan uwa ,kalau tak ada uwa tak tahu apa yang akan terjadi pada ku ,kalau gitu aku permisi sampaikan maaf pada wa Asih tak pamitan dulu, assalamualaikum" ucap Fahmi
"waalaikum salam" sahut pak Bayu
"huuuuuffftt......semoga saja Mbah Parwoto bisa membawa Mika kembali " lirih pak Bayu
Dengan kepala berbalut perban yang terbuat dari kain, Fahmi berjalan dengan tergesa menuju rumah nya ,tak jarang ia menyapa para warga yang berpapasan dengan nya.
Ada yang merasa bingung melihat penampilan Fahmi ,ada juga yang sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Fahmi,mereka pun turut mendoakan yang terbaik bagi Fahmi.
Sesampai nya di rumah,keadaan rumah yang selalu sepi menjadi sangat sepi setelah hilang nya Mika.Sedangkan Mbah Parwoto sudah kembali ke rumah nya.
Saat Fahmi memasuki kamar nya , Fahmi terdiam saat mata nya melihat seseorang yang tengah tertidur di tempat tidur nya .
Perlahan Fahmi melangkah kan kaki nya , hati nya berdesir kala melihat wajah sang istri yang tengah terlelap di tempat tidur.
Tangan nya terulur mengusap kepala nya
"sayang......"
.
.
.
__ADS_1
bersambung...