
Tanpa menghiraukan suara ketukan yang terus terdengar semakin kencang , Fahmi berlari menuju kamar nya.
"Mika.....sayang ...kamu kenapa ?" seru Fahmi ,ia melihat Mika yang sudah berada di pojok tempat tidur dengan memeluk kedua lututnya,Mika bahkan menutup mata nya rapat-rapat
"astaga sayang....ada apa ...kamu kenapa ?" tanya Fahmi langsung mendekap nya erat
Tubuh nya menggigil ,jelas ada ketakutan pada diri Mika saat ini.
Fahmi pun membawa tubuh istri nya ke tempat tidur lalu dibaringkan secara perlahan
"kamu tunggu ya ,aku ambil kan minum dulu" ucap Fahmi seraya mengusap kening Mika
"tidak perlu ,aku gak mau sendirian,aku takut ,kamu di sini saja ,temani aku " lirih Mika memohon
"baiklah aku disini saja gak kemana-mana"ucap Fahmi
Fahmi pun menyelimuti Mika lalu mengecup kening nya ,ia pun ikut berbaring dan memeluk nya dari samping
Suara ketukan itu tak lagi terdengar ,hanya menyisakan suara gemuruh angin dan suara binatang malam yang bersahutan.
Tak terkecuali suara burung gagak yang terdengar nyaring di atap rumah nya.
Kilatan-kilatan cahaya di gelapnya malam membuat malam kian mencekam .
Semakin lama terdengar suara-suara aneh yang Fahmi sendiri tak tahu asal nya dari mana.
Kini Mika sudah terlelap ,Fahmi hendak menghidupkan genset karena listrik tak kunjung menyala ,namun baru saja Fahmi beranjak listrik pun menyala kembali.
Fahmi pun kembali merebahkan tubuh nya ,lalu tertidur sambil memeluk istri nya.
**
Pantulan cahaya matahari yang menerobos masuk ke celah-celah jendela membuat Mika yang masih terlelap pun mengerjapkan mata.
"eemmmhh....sudah pagi " lirih nya
Mika pun menoleh pada sosok pria yang masih terlelap di samping nya
"bang....bangun....sudah pagi...." bisik Mika ditelinga Fahmi
"aku masih mau begini ,nyaman banget " yang dibangun kan bukan nya terbangun malah semakin merapatkan pelukan nya
"tapi aku lapar bang..." rengek Mika
"sama , aku juga ,tapi aku masih mau meluk kamu seperti ini" sahut Fahmi dengan nada serak nya
"kamu nih ,kaya aku mau pergi jauh saja ,nanti juga bisa kok peluk lagi , aku mau buat sarapan dulu " ucap Mika
"janji ya setelah sarapan kita tidur lagi ,kamu peluk aku lagi kaya gini" pinta Fahmi
"iya ,tapi nanti setelah mandi ,biar seger dan wangi " sahut Mika
"baiklah ,udah sana katanya mau bikin sarapan "
"gimana aku mau bikin sarapan ,orang aku nya masih kamu peluk gini " decak Mika yang sudah tak heran lagi melihat suami nya bersikap seperti itu
"hehehe....ya sudah iya "
Akhirnya Mika pun beranjak untuk ke dapur ,namun sebelum nya Mika pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk cuci muka dan gosok gigi.
Saat menuruni tangga Mika terkejut saat melihat bercak darah berceceran dimana-mana,dengan pelan Mika mengikuti bercak darah tersebut.
__ADS_1
tap
tap
tap
Bercak darah tersebut mengarah ke bagian belakang rumah nya.
Sementara itu ,Fahmi yang sudah selesai mandi pun hendak menghampiri istrinya yang ia tahu berada di dapur.
Akan tetapi ia menghentikan langkah nya saat melihat bercak merah seperti darah di lantai ,saat hendak memastikan bercak itu darah atau bukan tiba-tiba Mika menjerit, sontak saja Fahmi pun segera berlari ke arah dimana asal suara istrinya tersebut berada.
"aaakkkhh....."
"astaga ,ini ada apa ?" tanya Fahmi terkejut saat melihat Mika sudah terduduk di depan kelinci yang sudah tergeletak bersimbah darah.
"bang....huuu....kelinci nya mati " Isak Mika seraya menatap sendu
"kenapa bisa kelinci nya mati sayang?"tanya Fahmi
"aku juga gak tahu ,tadi aku lihat ada darah ,aku ikutin dan ternyata itu darah kelinci aku ,kelinci aku mati bang ... huuhuuu....." tangis Mika kembali pecah
"kamu yang sabar ya sayang ,mungkin ada binatang lain yang masuk rumah ,dan memangsa kelinci kamu,nanti aku cari kelinci baru ya atau kamu mau kucing ,anjing,atau apa gitu buat peliharaan mu ?" bujuk Fahmi agar istri nya tak lagi bersedih
"gak usah " tolak Mika seraya menggeleng
"ya sudah biar aku bereskan ini ya, kamu mau masak kan,atau mau istirahat juga gak apa-apa" ucap Fahmi
"aku masak saja ,nanti itu kelincinya di kubur kan?" tanya Mika
"iya ,pasti aku kubur kok ,tenang saja " sahut Fahmi
Akhirnya Mika pergi ke dapur untuk memasak sarapan pagi mereka ,sementara Fahmi menguburkan kelinci itu dan membersihkan bercak darah di lantai.
"entahlah sayang ,aku juga tak tahu" jawab Fahmi
terdengar helaan nafas dari Mika
"kenapa bisa ada hewan lain masuk rumah kita ?" tanya Mika lirih
"nama nya juga rumah pinggir hutan sayang,hewan apa saja bisa saja masuk" sahut Fahmi
"aku jadi takut deh kalau nanti tiba-tiba ada ular atau hewan lain tiba-tiba ada di dalam rumah " lirih Mika
"kamu gak usah takut ,hewan apa pun tak akan menyerang kita jika mereka tak merasa terancam ,maka dari itu saat kita berhadapan dengan hewan kita harus bersikap tenang jangan panik ,sebab kepanikan kita akan memicu kewaspadaan pada hewan tersebut ,dan nanti nya akan membahayakan kita " tutur Fahmi lagi
"begitu ya ,tapi ...Abang kan juga takut sama ular ,bagaimana kalau Abang tiba-tiba berhadapan dengan ular?" tanya Mika
"ya sebisa mungkin Abang akan bersikap biasa meski susah ,kan kamu tau sendiri Abang phobia ular " cengir Fahmi
"hehehe....iya ya ,aku masih ingat bagaimana reaksi dan ekspresi Abang saat diminta mengusir ular sama ibu panti dulu" Mika pun terkekeh saat ia mengingat kembali momen dimana Fahmi berkunjung ke panti asuhan tempat Mika tinggal
"hm...kenapa masih diingat juga sih ,itu kan sudah lama " keluh Fahmi
"hehehe...karena momen itu momen yang tak pernah terlupakan" Mika pun kembali terkekeh
Fahmi pun tersenyum bahagia saat melihat istrinya sudah bisa kembali tertawa dan ceria ,tak murung seperti biasanya
"syukur lah kamu sudah bisa tertawa seperti itu , tetap lah seperti itu " batin Fahmi seraya menatap intens wajah istri nya itu
Selesai sarapan ,seperti yang di rencanakan Fahmi sebelum nya ,ia mencangkul sebagian lahan di samping rumah nya yang lumayan luas itu ,ia hendak menanam kangkung ,selada ,cabai ,dan singkong .
__ADS_1
Semua bibit dan benih tanaman itu ia dapatkan dari beberapa warga yang dengan suka rela memberikan nya,Fahmi pun dengan senang hati menerima nya ,dengan tak lupa juga ia mengucapkan terima kasih pada mereka.
Mika dengan setia menemani suami nya itu ,dan sesekali membantu meski sudah dilarang oleh Fahmi.
"bang... istirahat dulu, minum dulu " seru Mika sambil membawa minuman segar ,meski tak ada lemari es namun cuaca di desa tersebut yang sangat dingin dan sejuk meski di siang hari yang terik menjadikan air disana pun juga turut dingin ,termasuk air minum pun turut menjadi dingin.
"iya ,terima kasih ya sayang " Fahmi pun meminum Air tersebut
glek
glek
glek
"hm...seger ya " ucap Fahmi
Tiba-tiba langit menjadi gelap dan gerimis pun turun ,Fahmi dan Mika pun beranjak masuk ke dalam rumah
"yah...padahal tadi terik banget ya , tahu-tahu hujan aja " ucap Mika pelan
"namanya juga cuaca tak bisa di prediksi ,ya sudah kalau gitu aku mandi dulu ya ,atau kamu mau ikut juga mandi bareng?" goda Fahmi sambil menaik-turun kan alis nya
"enggak ah ,aku baru saja mandi masa mandi lagi , dingin tahu " decak Mika seraya memasuki kamar nya
Kondisi rumah nya yang masih kosong tanpa perabot rumah berlebih seperti tv , kursi atau sofa pun membuat nya lebih nyaman berada di kamar.
"ya sudah kalau gitu aku mandi dulu" Fahmi hendak mencium Mika namun Mika menjauh
"eiiit....mandi dulu,bau" sergah Mika seraya menutup hidung nya
"hm...awas kamu ya kalau aku selesai mandi " Fahmi mencolek dagu istrinya lalu berlalu ke kamar mandi
Mika meraih majalah lama yang ia temukan di gudang ,lalu melihat-lihat isi nya
Pranggg.......
Mika menghentikan aktivitas nya membaca majalah lalu menajamkan pendengaran nya
Seettt....
Sekelebatan seseorang terlihat melintas di depan kamar nya
Mika pun menoleh
"siapa itu?" teriak nya
penasaran Mika pun beranjak
akan tetapi ia tak melihat siapa pun
"siapa yang melintas tadi ,bang Fahmi kan di kamar mandi?" gumam Mika lirih
Saat Mika berbalik Mika pun terkejut
"astaghfirullah......"
.
.
.
__ADS_1
bersambung...