Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Desa Rawa Bangke


__ADS_3

Fahmi pun segera kembali ke mobil meski ia kebingungan kemana perginya kakek tadi.


"sayang kamu tadi melihat gak kemana kakek itu pergi?"tanya Fahmi setelah ia kembali ke dalam mobil


"kakek yang mana?" tanya Mika bingung


"kakek yang tadi aku tanyai ,yang tadi kamu lihat berjalan " sahut Fahmi lagi


"justru aku mau nanya ke kamu kemana orang tadi pergi nya ,aku malah lihat kamu bicara sendiri tadi " tutur Mika


Yang sebenarnya ia merasa bingung saat melihat suami nya berbicara sendiri


"bicara sendiri bagaimana , jelas-jelas aku tuh bertanya pada kakek yang tadi kamu lihat,pas aku mau tawarin antar pulang, kakek itu menolak dan malah langsung ngilang gitu aja " ucap Fahmi menerangkan


"benarkah?" perasaan Mika sudah tak enak semenjak melihat suami nya berbicara sendiri ,di tambah keterangan suami nya ,membuat bulu kuduk nya pun berdiri


"iya ,tapi...."


"sudahlah lebih baik kita jalan lagi ,keburu kemalaman ,belum malam saja udah gelap banget kaya gini ,yuk cepet aku takut" rengek Mika yang tak bisa menyembunyikan ketakutan nya


"ya sudah ,aku putar balik dulu ,katanya kita salah ambil jalan "


"kata siapa?" tanya Mika


"kata kakek tadi " jawab Fahmi


"kamu percaya ,bagaimana kalau yang kamu maksud itu sebenarnya hantu" ucap Mika sudah berfikiran kemana-mana


"entahlah ,meskipun benar aku harap kakek itu tak mempermainkan kita ,semoga saja kakek itu benar-benar baik mau membantu kita " tutur Fahmi yang masih bisa berfikir positif


"iya....semoga saja "


Sebenarnya Mika tak setuju dengan keputusan suami nya untuk putar arah,dan ingin meneruskan perjalanan , namun ia percaya jika suami nya tahu apa yang harus ia lakukan.


Sekitar beberapa kilo akhirnya mereka sampai juga di persimpangan jalan ,terdapat papan penunjuk arah yang menuliskan tulisan Desa Rawa ****** ke sebelah kanan.


Fahmi pun memberhentikan mobil nya untuk bisa memastikan tulisan itu benar atau tidak.


"kenapa tadi rasa nya aku tak melihat tanda itu?" gumam Fahmi


"kenapa sayang ?" tanya Mika


"itu loh tadi perasaan,aku tak melihat papan petunjuk itu " ucap Fahmi menujuk papan arah

__ADS_1


"mungkin karena kamu terlalu fokus pada GPS mu kali ,jadi gak ngeh dengan tulisan itu" tutur Mika


"ya mungkin kamu benar" ucap Fahmi membenarkan ucapan istri nya


"ya sudah ayo kita menuju desa Rawa ******" ujar Fahmi seraya kembali menjalankan mobil nya ke arah jalanan yang ditunjukan oleh papan petunjuk tadi


"kok belum ada rumah yang terlihat sih...kamu gak salah lagi kan,mana ini sudah Maghrib juga " tanya Mika sudah merasa resah


"iya ya...eh , tapi seingat ku nanti ada gapura bertuliskan desa Rawa ******,mungkin di depan sana " ucap Fahmi yang lupa-lupa ingat


Mobil yang dikendarai Fahmi pun berjalan perlahan sebab jalanan nya sedikit rusak namun tak separah yang tadi.


Saat mobil itu melewati sebuah batu besar ada sosok wanita berkebaya hitam tengah berdiri menatap kosong , Mika yang melihat pun terkejut.


"astaga ....apa itu " Mika pun melihat pada kaca spion lalu melihat ke belakang ,namun sosok wanita berkebaya hitam itu sudah tidak ada


"kamu kenapa ,lihat apa?" tanya Fahmi yang ikut terkejut


"i..itu....mungkin aku salah lihat " sahut Mika


"oh ya sudah ,ini kamu minum dulu lah ,kamu pasti haus kan,daritadi aku tak melihat mu minum " Fahmi memberikan botol mineral pada istrinya


"terima kasih "


Namun tiba-tiba ia kembali melihat sosok perempuan itu lagi berada tepat di jalanan


"BERHENTI....." mika berteriak histeris ,Fahmi yang terkejut pun menginjak rem nya secara mendadak


ckiiiiiitttt.....


"sayang ada apa ....kok aku disuruh berhenti ,kalau terjadi apa-apa gimana nanti" seru Fahmi ,ia yang terkejut membuat nada bicara nya naik beberapa oktaf


dengan suara bergetar Mika menyahut


"ta..tadi...ada orang di depan ....a..aku takut kamu nabrak " bukan hanya terkejut akan wanita yang tiba-tiba menghilang saat mobil berhenti ,namun ia juga terkejut karena baru ku ini ia mendengar suami nya berbicara dengan nada tinggi.


Menyadari hal itu Fahmi pun merangkul istrinya lalu memeluk nya seraya menciumi pucuk kepala nya


"maaf....maafin aku sayang ...aku tak sengaja ,aku hanya terkejut " sesal nya


"iya tak apa" sahut Mika


"tapi kamu beneran gak melihat ada orang di depan ?" tanya Mika

__ADS_1


"tidak ada sayang ,kamu pasti kecapean , makanya kamu berhalusinasi seakan melihat orang padahal tak ada siapa pun di depan " ucap Fahmi lagi


"iya mungkin kamu benar aku memang sudah lelah " saut Mika yang tak ingin berdebat


"ya sudah kalau gitu kamu tidur saja ,tuh gapura nya sudah terlihat sebentar lagi pasti sampai ,kalau sudah sampai aku bangun kan " ucap Fahmi seraya mengecup kening istrinya


"katanya sudah mau sampai tapi di suruh tidur " ucap Mika


"karena rumah peninggalan kakek dan nenek jauh dari penduduk sayang ,letak nya di ujung jalan " tutur Fahmi


"jauh dari penduduk,...nanti kalau ada apa-apa gimana minta tolong nya ,kita kan baru di sini" ujar Mika


"itu kan dulu sayang ,siapa tahu sekarang rumah penduduk nya sudah makin banyak dan ramai dan dekat juga dengan kediaman kita" ucap Fahmi


"ya semoga saja deh sudah banyak rumah di dekat rumah kita "


"maafin aku ya, gara-gara aku kamu jadi harus ikut hidup susah seperti ini ,aku janji setelah semua nya kembali baik aku akan membuat mu bahagia lagi, apa pun yang kamu inginkan akan aku penuhi "Fahmi merasa bersalah pada istrinya itu


"dimana pun dan dalam keadaan apa pun aku akan tetap bahagia bersama mu ,karena aku sudah tak punya siapa-siapa selain kamu,kamu lah rumah ku kamu lah tujuan hidup ku ,kamulah cinta ku" ucap Mika tulus


"terima kasih karena kamu tetap mau bertahan dengan ku ,pokok nya aku berjanji akan terus membahagiakan mu " ucap Fahmi lagi


"bisa selalu bersama mu saja itu sudah sangat membuat ku bahagia ,terima kasih sudah hadir dalam hidup ku " tak kuasa menahan haru Mika pun memeluk erat suami nya


Namun suasana haru mereka harus terganggu sebab sebuah ketukan di jendela mobil membuat kedua nya menyudahi peluk-pelukan nya


"siapa yang mengetuk kaca mobil nya?" tanya Fahmi ,karena tak mendapati siapa pun di sana


Mendadak suasana haru tadi berubah jadi horor ,disertai lolongan anjing hutan bersahutan membuat kengerian tercipta


"matahari baru saja tenggelam sudah horor saja " gumam Fahmi


Fahmi pun kembali melajukan mobil nya ,hingga berhenti di depan sebuah gapura bertuliskan


Selamat datang di Desa Rawa ******


"kita sudah sampai....?"


.


.


.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2