Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Penampakan perempuan berkebaya


__ADS_3

"astaghfirullah...."


"kamu kenapa ?" tanya Fahmi yang sudah selesai mandi dan hanya mengenakan handuk yang ia ikat di pinggang nya


"Abang ...bikin kaget saja " seru Mika


"kamu kenapa ,kok sampai terkejut begitu ,ini lagi kenapa wajah mu pucat banget ,kamu sakit?" berondong Fahmi


"aku tadi tuh lihat ada seseorang yang melintas gitu ,aku penasaran terus aku lihat ,tapi gak ada siapa pun" jawab Mika


"cuman perasaan kamu saja kali ,di rumah ini kan cuma ada kita berdua sayang" ucap Fahmi


"tapi aku yakin banget tadi tuh ada yang lewat gitu sekelebat " tutur Mika lagi


"gak ada siapa pun sayang ,percaya sama aku ,itu hanya perasaan kamu saja " ucap Fahmi lagi


Tak ada sahutan lagi dari Mika ,ia jadi kesal sendiri saat ia mengatakan apa yang ia lihat lagi tapi suami nya tak mempercayai nya.


"lebih baik kita istirahat saja ,diluar juga hujan tuh,aku mau yang anget-anget ,kamu mau juga gak yang anget-anget?" tanya Fahmi tersenyum menyeringai


"idih mesum " seru Mika


"Abang ..." sentak Mika saat ia terkejut ketika Fahmi tiba-tiba saja menggendong nya ,lalu merebahkan nya perlahan di tempat tidur


Akhir nya di siang hari yang dingin itu terjadi pertempuran panas.


***


Malam kembali menyambut


Suara binatang malam saling bersahutan, pohon dan dedaunan yang masih menyisakan air bekas guyuran hujan tadi siang,nampak masih meneteskan air nya ke tanah.


Tiupan angin dingin berhembus menembus sela-sela lubang ventilasi ,hingga sejuk nya pun terasa sampai ke kulit dan meresap pada pori-pori.


"dingin ya? maaf gara-gara aku kamu jadi kedinginan " sesal Fahmi saat Mika sudah menggulung dirinya menggunakan selimut tebal ,padahal ia sudah mengenakan pakaian panjang serta kaus kaki tak lupa sarung tangan juga ,keduanya duduk di depan perapian.


"hm...gak apa-apa kok bang ,makasih ya " ucap Mika saat Fahmi membuatkan coklat panas untuk nya


"iya sayang "sahut Fahmi


Fahmi pun memeluk Mika dari belakang, Mika pun lalu bersandar pada d*da bidang suami nya itu.


Nyaman


Itulah kata yang paling tepat untuk apa yang ia rasakan saat ini ,ia berharap akan selama nya merasakan kenyamanan seperti ini bersama suami nya.


Pesssss.....


Listrik tiba-tiba padam

__ADS_1


"astaga ...kenapa lagi-lagi mati lampu sih ,nasib tinggal di kampung ya begini" gerutu Fahmi


Ia yang hendak beranjak dari tempat nya pun ditahan oleh Mika


"gak usah ,disini juga sudah terang karena cahaya dari perapian itu ,tak usah menyalakan lilin apalagi genset "cegah nya


"baiklah "Fahmi menurut dan kembali memeluk tubuh Mika


"aku senang karena sudah bisa menjadi sebagian dari hidup mu ,terima kasih atas segala cinta dan kasih sayang yang sudah kamu berikan pada ku ,aku tidak akan pernah melupakan nya,aku bahagia bisa mencintai dan dicintai oleh mu,aku harap suatu saat jika kita tak lagi bersama seperti ini ,kamu akan selalu bahagia dimana pun kamu berada nanti" ucap Mika tiba-tiba


"kamu tenang saja antara kita berdua tak akan terpisahkan ,sampai kapan pun kita akan tetap bersama,apapun yang terjadi" sahut Fahmi


"pokoknya kamu harus janji, apa pun yang terjadi nanti kamu jangan pernah sedih,aku tak mau jika suatu saat aku pergi kamu bersedih ,kamu harus bahagia " tutur Mika


"kamu bicara apa sih , jangan bicara yang bukan-bukan ,ya sudah sekarang sebaiknya kita tidur ,sepertinya listrik juga akan lama nyala nya "


"aku mau tidur disini saja ,sambil berpelukan di depan perapian seperti ini ,rasanya romantis sekali " pinta Mika


"baiklah ,untung tempat nya nyaman buat tiduran " sahut Fahmi menuruti keinginan istrinya


Malam semakin larut, perapian yang tadinya menyala terang pun kini mulai meredup.


Sayup suara seseorang terdengar memanggil.


" Mika......mika......mika...."


Mika mengerjapkan mata nya,saat telinga nya menangkap suara yang memanggil nya


"Mika.....mika....."


Kembali bisikan seseorang memanggil nya


"siapa itu?" tanya Mika pelan


"hm...kenapa sayang?" tanya Fahmi yang rupanya terbangun


"tumben kamu langsung terbangun mendengar suara ku ?" tanya Mika


"masih mati juga ya listrik nya " ucap Fahmi


"bang...masa tadi kok ada yang manggil-manggil nama aku" adu Mika


"siapa?" tanya Fahmi


"gak tahu " Mika pun menggelengkan kepala nya


"kamu pasti mimpi ,kita pindah ke kamar yuk ,malam makin dingin ,api nya juga hampir padam " ajak Fahmi lalu membantu Mika untuk bangun


"tapi sebentar ya aku nyalain genset nya dulu " ucap Fahmi seraya berjalan menuju mesin genset yang tak jauh letak nya dari tempat mereka

__ADS_1


Setelah listrik menyala berkat mesin genset , kedua nya pun beranjak ke kamar mereka.


Akan tetapi saat hendak menaiki tangga , Mika tak sengaja melihat penampakan sosok wanita berkebaya kuning dengan selendang berwarna hijau tengah berdiri di samping pintu menuju dapur.


"aaakkkhh....." pekik Mika terkejut


"sayang kamu kenapa?" seru Fahmi yang turut merasa terkejut akan pekikan Mika


"itu....aku lihat ....loh kok gak ada " gumam Mika setelah kembali melihat ke tempat tadi


"melihat apa?' tanya Fahmi


"ada perempuan tadi berdiri di situ bang "jawab Mika


"perempuan siapa ? dimana ? kamu jangan aneh-aneh deh gak ada siapa-siapa di rumah ini selain kita" ucap Fahmi yang merasa bingung dengan tingkah istri nya tersebut


"ada apa dengan nya ,kenapa semenjak pindah ke rumah ini tingkah nya selalu aneh gitu ,ada orang lewat depan kamar lah ,ada yang manggil-manggil lah ,sekarang katanya ada perempuan ,apa mungkin Mika berhalusinasi " batin Fahmi


"kamu dengarkan Abang baik-baik ya sayang ,di rumah ini hanya ada aku dan kamu ,tak ada siapa pun,jadi mungkin itu tadi hanya perasaan dan halusinasi mu saja ok ,jangan takut ada aku disini" ucap Fahmi yang mengira jika Mika benar-benar berhalusinasi.


Fahmi pun segera membawa istri nya ke kamar. Meski kesal karena suami nya tak percaya pada nya Mika pun menurut saja saat di bawa ke kamar mereka.


"masa iya aku berhalusinasi sih ,aku yakin banget dengan penglihatan dan pendengaran ku,itu nyata " batin Mika


Di balik jendela yang tertutup nampak beberapa sosok astral melayang menatap kosong pada jendela kayu tersebut.


Rupanya sosok-sosok tersebut merupakan sosok para penduduk yang di ceritakan hilang dan tak kembali termasuk dua orang penulis dari kota yang turut manjadi korban.


Ada rahasia dibalik hilang nya para penduduk dan itu masih menjadi misteri bagi semua penduduk di desa tersebut.


Sebenarnya ada salah satu warga yang cukup mengerti dan tahu seluk-beluk rumah dan kampung nya ,hanya saja ia tak ingin menceritakan nya ,karena itu akan berakibat fatal bagi dirinya sendiri.


Biarlah itu menjadi misteri meski terus merenggut nyawa tak berdosa setiap waktu nya .


Begitu fikir nya


.


.


.


bersambung...


Hayooo....pada penasaran gak siapa orang nya yang tahu ,dan ada misteri apa sebenarnya di desa dan rumah tersebut ?


Makanya jangan pernah bosan nungguin up RUMAH DI UJUNG JALAN ya....


jangan lupa Like , komentar dan tambah ke favorit ya ...

__ADS_1


ngarep 🤭


__ADS_2