
Mika kembali terdiam dan termenung di depan jendela dengan segelas air lemon hangat di meja yang tak jauh dari nya .
Sementara Fahmi ,suami nya tengah berada di luar ,ia sedang melanjutkan kegiatan nya mengolah tanah untuk media tanam tanaman nya yang kemarin terganggu karena turun nya hujan.
"Alhamdulillah.... akhirnya selesai juga ,sekarang kalau gak salah begini deh caranya nanam singkong " gumam Fahmi setelah selesai mencangkul dan membuat tanah nya gembur.
Fahmi langsung menanam batang-batang singkong yang ia dapatkan dari pak Bayu ,ia menanam nya cukup berjarak ,sebab kalau terlalu dekat akan tak bagus untuk pertumbuhan singkong nya sendiri.
Di sela-sela batang singkong yang ditanam , Fahmi pun menanam bibit cabe dan sayuran yang lain nya.
Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat ,Fahmi yang terlalu asyik pada kegiatan nya tersebut lupa waktu, hingga baru sadar ketika ia selesai.
"ya ampun sudah sore ternyata , Mika kemana kok gak nyamperin ?" gumam nya
"mungkin sedang beristirahat " batin nya kemudian
Fahmi pun segera berjalan ke dalam rumah nya ,ia mencium aroma masakan yang membuat nya lapar seketika.
Fahmi pun menuju dapur ,dan benar saja dugaan nya jika Mika saat ini tengah memasak.
"hm...harum banget sayang , aku jadi lapar deh" Fahmi pun langsung menarik kursi lalu duduk ,sudah banyak makanan yang tersedia di sana
"kamu masak nya banyak banget , enak-enak juga seperti nya " ucap Fahmi lagi
Namun Mika tak menyahut nya ,daritadi hanya diam memunggungi dengan tangan nya yang terus mengelap piring.
"sayang ,kamu tak apa-apa kan?" tanya Fahmi
Ia hendak menghampiri istri nya tersebut ,akan tetapi belum sempat tangan nya menyentuh pundak Mika,suara Mika tiba-tiba terdengar di belakang tubuh nya.
"Abang sedang apa?"
Sontak Fahmi pun menoleh
"loh sayang ....kamu...." Fahmi pun segera menoleh kembali pada sosok wanita yang mirip istri nya tersebut ,namun ia terkejut saat tak melihat siapa pun di depan nya
"hah....apa aku salah lihat?" gumam nya
"kamu kenapa bang?" tanya Mika lagi
"oh...tidak kenapa-kenapa ,sekarang lebih baik kita makan saja ,aku sudah lapar ,loh...." kembali Fahmi dibuat terkejut saat melihat meja makan nya yang kosong melompong hanya ada teko dan gelas saja di sana.
"kamu ini kenapa sih bang?" tanya Mika
"seperti nya aku sudah sangat lelah sayang " Fahmi terduduk lemas di kursi ,sementara Mika pun segera mengambil bahan-bahan makanan ,ia meraih telur ,sayuran dan sosis.
__ADS_1
Sementara Mika memasak ,Fahmi menatap punggung istrinya itu dengan seksama
"masa iya tadi aku salah lihat ,bahkan aku sampai mencium aroma masakan nya " batin Fahmi yang masih bingung dengan apa yang terjadi barusan pada nya
"bang....kok bengong ,ini makanan nya sudah siap " seru Mika saat melihat suami nya hanya diam dengan tatapan kosong nya
"oh...sudah siap ya ,ya sudah yuk kita makan " sahut Fahmi ,mereka pun segera menyantap makanan nya
"Abang ,maaf ya tadi aku tidak menemani mu di ladang baru kita " ucap Mika tak enak hati
"iya sayang ,tak apa-apa "sahut Fahmi tak mempermasalahkan nya
"tapi sudah selesai kan?" tanya Mika lagi
"Alhamdulillah selesai ,tinggal kita sirami dan nunggu tumbuh dengan subur , mudah-mudahan saja apa yang kita tanam itu benar-benar bermanfaat buat kita ya sayang " sahut Fahmi
"Amiin....aku jadi tak sabar ingin makan singkong bakar hasil tanam suami ku " tutur Mika tersenyum
"sabar ya sayang " sahut Fahmi , Mika pun tersenyum seraya mengangguk
Setelah selesai Fahmi beranjak ke kamar mandi ,sementara Mika tengah mencuci piring dan peralatan bekas nya memasak.
Bsseeetttt.....
Sekelebatan seseorang nampak melintas , Mika pun menoleh
Namun hening tak ada sahutan , Mika pun kembali melanjutkan pekerjaan nya
Tak
Kali ini terdengar benda terjatuh seperti kursi jatuh ke lantai
Mika kembali menengok dan mengedarkan pandangan nya namun tak ada barang apapun yang terjatuh.
"sebenarnya kamu mau apa ? kenapa kamu selalu mengganggu ku ? apa yang kamu ingin kan dari ku?" teriak Mika ,ia yang sudah merasa lelah di teror terus pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
Bahkan berkali-kali ia melihat penampakan seorang wanita berkebaya kuning tersebut tengah menatap dan memperhatikan nya.
Sebenarnya saat ia berada di kamar tadi pun sosok itu kembali menampakan diri nya ,bahkan semalam sosok wanita itu muncul dalam mimpi nya.
"ayo...tunjukan lagi dirimu ,jangan jadi pengecut dan terus meneror ku ,apa yang kau ingin kan dariku " teriak Mika lagi
tiba-tiba angin berhembus hingga membuat jendela di dapur terbuka dan tertutup sendiri
bruukk....brraakk....bruukk....brraakk....
__ADS_1
"mati....."
"kau....harus....mati...hahaha"
Sebuah bisikan membuat Mika menjerit sejadi-jadinya
"aaaaaaakkkkhhh......."
Mendengar ada suara jeritan di bawah ,Fahmi yang baru selesai mengenakan pakaian pun segera berlari menuju dapur.
"Ya Allah ....Mika " Fahmi segera menghampiri istri nya tersebut yang nampak ketakutan dengan menutup kedua telinga nya sambil memejamkan mata
"Mika....sayang ...ada apa ...hey...kamu kenapa ,tenang lah ini aku " seru Fahmi seraya menangkup kedua pipi Mika
"Abang..." Mika pun langsung memeluk tubuh tegap suami nya
"kenapa hem...ada apa coba cerita " tanya Fahmi seraya mengusap punggung istrinya
"ada yang menginginkan aku mati bang " lirih Mika
"Ya Tuhan....siapa ?" tanya Fahmi terkejut
"perempuan itu ...perempuan yang aku lihat semalam bang ,dia ingin aku mati" isak Mika
"perempuan..." gumam Fahmi
"ya sudah sekarang kamu tenang kan diri kamu lebih baik kamu istirahat ,Abang tidak akan membiarkan mu kenapa-napa ,perempuan itu atau siapa pun tak akan bisa menyakiti mu ,kamu mengerti " ucap Fahmi mencoba untuk menenangkan istrinya tersebut ,meski ia tak percaya pada ucapan istrinya itu ,baginya istrinya itu tengah mengalami halusinasi berlebih hingga membuat nya histeris seperti itu.
"maafkan aku sayang , seandainya aku punya banyak uang ,aku pasti sudah membawa mu ke psikiater " batin Fahmi lirih
"ya Tuhan...tolong jagalah istriku , kembali kan istriku seperti dulu lagi "
Sementara di luar sana ,Bu Asih yang merasa mengkhawatirkan Fahmi dan Mika pun berbicara pada suami nya.
"bang,itu nak Fahmi dan istrinya apa mereka tak apa-apa,selama mereka pindah ke rumah itu kita tak pernah menemui nya ,mereka juga tak pernah berkunjung ,aku khawatir terjadi sesuatu pada mereka ,Abang pergi lah periksa keadaan mereka "desak Bu Asih pada suami nya
"mau nya sih begitu ,tapi ya ....gimana ya ... masalah nya Abang tuh takut ke rumah itu lagi " sahut pak Bayu
"kita doakan saja semoga mereka baik-baik saja " tambah pak Bayu lagi
"amin... mudah-mudahan saja ya bang" sahut Bu Asih
.
.
__ADS_1
.
bersambung ...