
Sore jam 16:30 Fahmi dan Mika pergi ke luar rumah untuk sekedar berjalan-jalan menghilangkan kepenatan selama berada di dalam rumah.
Fahmi tak ingin istri nya tersebut merasa bosan jika harus berada di dalam rumah ,ia ingin membuat istrinya itu tak lagi berfikir yang tidak-tidak.
Hal sama pun terjadi pada nya ,ia yang merasa bahwa dirinya merasa penat dan butuh healing setelah kejadian di dapur baru saja pun menginginkan fikiran nya kembali segar.
Kedua nya berjalan santai sambil menyaksikan panorama alam di sepanjang jalan mereka ,suasana sore yang syahdu terlihat langit sudah mulai menunjukkan warna jingga nya di ufuk barat.
Keadaan desa tersebut sudah sangat sepi sebab semua penduduk sudah mulai masuk ke dalam rumah mereka, dan hal itu sudah menjadi kebiasaan warga yang sudah mereka lakukan dari turun temurun.
Berbeda dengan Fahmi dan Mika kedua nya justru malah pergi berjalan-jalan menjelang petang.
Hingga sampailah mereka berdua di depan rumah pak Bayu dan Bu Asih.
"bagaimana kalau kita mampir sebentar ,gak enak juga kan kita tak pernah berkunjung setelah kita pindah " ujar Fahmi
"iya ,terserah kamu saja ,aku sih ikut saja " sahut Mika
Kedua nya berjalan menuju pintu rumah pak Bayu . Hingga mereka sampai di depan rumah tersebut ,Fahmi segera mengetuk pintu rumah nya .
tok tok tok
"assalamualaikum" ucap Fahmi
"waalaikum salam ...." sahut pak Bayu di dalam
Krieeetttt.....
Suara pintu saat terbuka pun membuat pendengaran juga gigi turut menjadi ngilu , maklum saja namanya juga rumah tua dan engsel nya pun sudah mulai berkarat .
"loh....nak Fahmi ,nak Mika ,kenapa sore sekali kalian datang nya ,ayo silakan masuk ,jangan berada di luar saat menjelang Maghrib pamali " ucap pak Bayu langsung meminta kedua nya masuk
Tak banyak protes , Fahmi dan Mika pun masuk.
"Bu....ambil kan air minum ada nak Fahmi dan nak Mika " teriak pak Bayu
"Oalah....iya bang ...sebentar " teriak Bu Asih dari arah dapur
"kenapa jam segini kalian keluar rumah ?" tanya pak Bayu
__ADS_1
"memang nya kenapa wa ?" tanya Fahmi
"di desa ini ada larangan bagi siapa pun yang keluar di waktu menjelang petang seperti sekarang ini ,pamali" ucap pak Bayu
"pamali...? kenapa pamali wa?" tanya Fahmi lagi
"nah begini nih kalau anak jaman sekarang ,kalau di bilang pamali tuh pasti bertanya kenapa ,berbeda dengan jaman nya ibu dulu,kalau orang tua berkata pamali kami yakin itu pasti hal yang tak akan baik pada kita ,dan kita tak pernah bertanya , berbeda dengan anak sekarang " tutur Bu Asih ketika keluar dari dapur sambil membawa dua cangkir wedang jahe.
"hehehehe.....maaf Bu nama nya juga penasaran ?" sahut Fahmi sambil tersenyum kikuk
"iya ibu ngerti kok " sahut Bu Asih lagi
"jadi begini ,dari apa yang ibu tangkap dari pelajaran agama saat sekolah dulu,diwaktu menjelang petang yaitu Maghrib,para jin ,setan,dan makhluk sejenis nya akan berkeliaran mencari orang atau pintu rumah yang masih terbuka ,mereka akan masuk dan akhirnya akan menghasut kita untuk melakukan hal tercela ,dan itu sangat tak baik bagi kita bukan" tutur Bu Asih
"iya ,ditambah orang tua kita dulu sering mengatakan jika di jam segini anak-anak akan di culik Wewe gombel ,jadi kita yang masih anak-anak pun tentunya takut " tambah pak Bayu
"iya apalagi pantangan desa ini yang juga melarang siapa pun keluar rumah diwaktu petang" timpal Bu Asih
"oh ya...kok aku belum tahu?" tanya Mika
"sebelum nya kami minta maaf ,sebab kami fikir kalian dari kota tak akan percaya hal seperti itu ,seperti yang sudah terjadi sebelum nya ada warga pendatang dan mereka tak mau percaya apalagi mematuhi nya ,alhasil mereka pun terkena penyakit yang tak bisa terdeteksi oleh medis hingga mereka meninggal dunia pun tak ada penjelasan apapun tentang penyakit yang mereka idap" tutur Bu Asih menjelaskan
Terdengar suara bedug dari mushola ,tak lama pun terdengar alunan adzan yang menggema di desa tersebut .
Mushola tersebut merupakan mushola satu-satunya yang berada di desa itu ,karena penduduk nya juga yang hanya berjumlah tak lebih dan tak kurang dari dua ratus jiwa pun tak membutuhkan mushola lain ,apalagi yang sering datang ke mushola tersebut hanya yang terdekat saja ,sedangkan yang jauh dari mushola memilih mengerjakan sholat di rumah masing-masing ,alasan nya hanya satu yaitu takut akan pamali yang sudah mendarah daging pada para warga.
Warga yang terdekat pun bukan berarti mereka datang ke mushola di waktu mendekati maghrib juga ,mereka akan datang lebih awal saat matahari masih me nyinarkan cahaya nya,dan mereka akan pulang ke rumah masing-masing ketika lewat jam delapan malam ,dan lebih dari jam sepuluh malam mereka pun dibuat takut untuk kembali keluar ,maka nya tak pernah ada satu pun warga yang ronda malam.
"Alhamdulillah....sebaiknya kita segera mengerjakan shalat Maghrib ,kita laksanakan di sini saja ,nak Fahmi bisa kah bantu uwa untuk membereskan ruangan ini agar kita bisa shalat bersama " pinta pak Bayu
"iya wa...." Fahmi pun membantu pak Bayu menyiapkan ruangan itu ,sementara Bu Asih dan Mika pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.
Beruntung pak Bayu sudah menimba air nya terlebih dahulu jadi Bu Asih sudah tak perlu menimba air lagi di sumur.
Setelah selesai mengerjakan shalat ,Fahmi dan Mika pun berpamitan ,namun dilarang oleh pak Bayu ,sebab waktu masih menunjukan pukul 18:45.
"ya sudah bang ,gak apa-apa kita di sini dulu,aku takut kalau kita nekat pulang sekarang" ucap Mika
Sebenarnya Mika sudah merasakan tak enak di hati nya,entah firasat apa yang ia rasakan ,yang jelas terlihat sekali kegelisahan pada diri nya, antara takut,cemas,dan was-was ,semua nya bercampur aduk
__ADS_1
"baiklah" sahut Fahmi
Kedua nya pun juga ditawari makan malam bersama ,meski sempat menolak tapi pada akhir nya pasangan suami istri tersebut pun menerima tawaran nya .
"duh kita jadi merepotkan uwa ini" ucap Fahmi tak enak hati
"ah tidak kok ,sama sekali tak merasa di repot kan ,malah kami senang jika ada yang ikut makan bersama di rumah ini ,rumah ini jadi rame " tutur pak Bayu yang memang merasa senang dengan kehadiran Fahmi dan Mika ,namun ada hal yang mengganjal di hati nya ,yaitu melihat gelagat Mika yang tak biasa.
"semoga saja tidak akan terjadi sesuatu pada nya " batin pak Bayu lirih
Tak terasa waktu pun berjalan dengan cepat,kini jam menunjukan pukul 20:06 ,Fahmi dan Mika pun berpamitan
"ya Allah....lindungilah mereka ?" lirih pak Bayu saat memperhatikan punggung Fahmi dan Mika yang menjauh dan menghilang di kegelapan malam
Suara burung hantu terdengar membuat bulu kuduk berdiri, dengan terus memegangi lengan Fahmi pun Mika memperhatikan sekor burung yang bertengger di pohon ,Mika terus memperhatikan sampai kepala burung hantu itu berputar seratus derajat namun ia terperanjat saat melihat mata burung hantu itu yang nampak menyala melihat ke arah nya.
"astaga "
srak....srak....srak...
Belum hilang rasa terkejut Mika ,ia sudah kembali dibuat terkejut dengan suara yang berasal dari semak-semak ,bahkan semak itu terlihat bergoyang.
"bang...itu...apa di sana?" tanya muka dengan nada bergetar
"entah lah sayang , sepertinya hewan ,sudahlah biarkan saja " sahut Fahmi seraya menarik lengan Mika
"tunggu bang...." mika menahan tarikan tangan suami nya lalu memperhatikan ke arah semak-semak itu dengan seksama
Tiba-tiba terlihat ada sepasang mata merah berkedip membuat Mika terperanjat dan langsung berlari tanpa menghiraukan suami nya yang memanggil-manggil nya.
"sayang....tunggu .... Mika...."
.
.
.
bersambung...
__ADS_1