Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Makhluk kerdil pemangsa daging manusia


__ADS_3

Dengan guyuran air hujan yang terus mengguyur bumi dengan deras nya ,pak Bayu bersama Fahmi pergi menyusuri jalanan basah dan becek untuk menuju rumah Mbah Parwoto.


Sementara Bu Asih hanya bisa menunggu di rumah dan mendoakan semoga Mika cepat ditemukan.


"uwa yakin Mbah Parwoto bisa membantu menemukan Mika?" tanya Fahmi sedikit berteriak sebab air hujan membuat pendengaran sedikit berkurang


"insyaallah....,kita harus yakin dan juga berdoa ,semoga nak Mika bisa segera ditemukan "sahut pak Bayu tak kalah berteriak


Tak begitu jauh letak rumah mbah Parwoto ,hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah pak Bayu,hingga mereka pun kini sudah sampai di sebuah rumah kayu dengan berdinding bilik bambu.


Pak Bayu kemudian mengetuk pintu


tok tok tok


"assalamualaikum....." teriak pak Bayu


"waalaikum salam..." sahut penghuni rumah ,yang nampak nya belum tertidur


Pintu terbuka ,namun mbah Parwoto mengerutkan kening nya saat melihat pak Bayu tak sendiri.


"boleh kita masuk ,di sini dingin" ucap pak Bayu


"oh..iya tentu,silahkan " sahut Mbah Parwoto


Kini pak Bayu dan Fahmi sudah duduk di kursi ,pak Bayu langsung mengutarakan maksud nya.


"jadi istri mu menghilang?" tanya Mbah Parwoto setelah mendengar penuturan pak Bayu


"iya Mbah ,tolong bantu saya mencari istri saya " tutur Fahmi


Mbah Parwoto sedikit terdiam ,matanya terpejam dengan bibir sedikit berkomat-kamit,Fahmi melirik pada pak Bayu yang nampak mengangguk pada nya ,meski Fahmi tak mengerti apa maksud anggukan pak Bayu ,ia yang hendak bertanya pun menahan diri sebab Mbah Parwoto segera membuka mata nya


"baiklah sebentar saya ke dalam dulu" Mbah Parwoto pun pergi memasuki kamar nya


Tak berapa lama Mbah Parwoto keluar dengan sudah berganti pakaian.


"memangnya harus berganti pakaian dulu untuk mencari Mika?" tanya Fahmi membatin


Kemudian Mbah Parwoto membawa senjata seperti keris dan belati yang tertempel di tembok lalu menyimpan nya di balik pakaian hitam nya.


"ayo kita berangkat ,sebelum terlambat " ujar Mbah Parwoto


"kenapa gak pergi dari tadi ,kalau tak mau semua nya terlambat " gerutu Fahmi dalam hati nya

__ADS_1


Ketiga nya pun segera menuju tempat dimana Mika melihat sesuatu sebelum menghilang.


Perlahan hujan pun mereda ,selama perjalanan hanya suara tiupan angin yang menerpa dedaunan hingga suara gemerisik nya terdengar nyaring di telinga yang mendengar nya.


Air hujan masih menetes meski tak selebat sebelum nya , sayup-sayup terdengar suara kikikan seorang wanita,namun begitu di dengarkan dengan seksama suara cekikikan itu menghilang ,suara cekikikan itu pun kembali terdengar saat Fahmi mencoba mengabaikan nya .


Fahmi yang mendengar nya pun sampai menengok kanan kiri hingga sekeliling nya.


"seperti ada suara perempuan tertawa ,apa jangan-jangan itu Mika" fikir Fahmi


Seakan tahu apa yang ada di fikiran Fahmi ,Mbah Parwoto pun berucap


"jika itu istri mu maka ia akan teriak minta tolong bukan malah cekikikan "


"iya juga ya...lantas siapa yang tengah tertawa itu Mbah?"tanya Fahmi


"siapa lagi kalau bukan kuntilanak" sahut Mbah Parwoto


"hah... kuntilanak....memang nya makhluk itu beneran ada Mbah?" tanya Fahmi


"percaya tak percaya makhluk seperti kuntilanak dan sejenisnya memang ada ,tapi itu kembali lagi pada keyakinan masing-masing ,saya juga tak bisa memaksa siapa pun untuk mempercayai nya " ucap Mbah Parwoto,ia berkata seperti itu karena ia tahu tak semua orang mempercayai keberadaan makhluk halus.


"di sini kan awal mula kamu berpisah dengan istri mu?"tanya Mbah Parwoto menghentikan langkah nya dan menatap lurus ke depan.


Mbah Parwoto pun memejamkan mata dengan bibir berkomat-kamit


Sesosok makhluk kerdil berdiri di bawah pohon mengkudu yang berada tak jauh dari mereka , makhluk itu bertaring runcing dengan kuku tangan dan kaki nya yang panjang juga tajam , makhluk itu bahkan menatap pada Mbah Parwoto,Fahmi ,dan pak Bayu.


"kenapa kau selalu saja ikut campur ?" seru makhluk itu pada Mbah Parwoto,dan hanya Mbah Parwoto saja yang dapat melihat dan mendengar nya


"kembalikan dia ,sudah ku katakan untuk tidak lagi membawa manusia ke alam mu ,kenapa kau melanggar janji mu?" seru Mbah Parwoto


"hahahaha.....aku menyukai daging gadis itu ,bau nya harum pasti rasanya sangat manis ,kau mau apa?" tutur makhluk itu


"dia bukan gadis ,dia mempunyai suami dan dia suami nya " tutur Mbah Parwoto


"hahahaha.....aku tidak peduli ,aku mau daging gadis itu " seru makhluk kerdil itu keras kepala


"serahkan dan kembalikan dia ,jika tidak kau dan bangsa siluman seperti mu akan menyesal " ancam Mbah Parwoto


"hahahaha....aku tak takut , kalau berani ayo maju sini wleeekk....." makhluk kerdil itu malah sengaja menantang dan mengejek Mbah Parwoto dengan men*ngging kan b*kong nya seraya menepuk-nepuk nya.


"kurang asem ....dasar setan " umpat Mbah Parwoto merasa kesal karena sudah diledek oleh makhluk kerdil itu

__ADS_1


Makhluk kerdil itu merupakan makhluk astral yang memang sangat menyukai daging manusia dan juga sangat usil.


Jika makhluk itu tak sedang mencari mangsa maka ia akan mengganggu siapa saja yang lewat di sana ,entah itu dengan menyamar sebagai wanita cantik dan akan menggoda para pria jika yang lewat merupakan pria ,namun jika perempuan maka mereka akan menakuti nya dengan cara apa pun.


"heh setan kampret tengil awas kau ya dasar kuntet " Seru Mbah Parwoto lalu bersiap menyerang makhluk kerdil itu


Mbah Parwoto pun berlari mengejar makhluk kerdil itu yang terus meledek nya ,kedua nya pun berputar-putar pada pohon mengkudu ,dengan makhluk itu yang terus berlari seraya melompat dan menggoyang-goyangkan b*kong nya .


Fahmi pun dibuat bingung melihat nya ,daritadi ia kebingungan saat melihat Mbah Parwoto berbicara sendiri ,kini ia di buat menjadi semakin bingung karena Mbah Parwoto bertingkah seperti mengejar sesuatu ,namun ia tak bisa melihat apa yang tengah di kejar nya.


"naaaahhh.....kena kau ya....rasakan ini" seru Mbah Parwoto saat berhasil meraih telinga makhluk kerdil itu ,bahkan Mbah Parwoto pun menarik telinga nya dengan merapalkan beberapa mantra , makhluk itu pun menjerit kesakitan.


"huaaa...... sakiiiitttt...... ampuuuunn....." jerit nya


"makanya jangan main-main dengan ku ,cepat kembalikan wanita itu ,atau kau dan sebangsa mu akan aku lenyap kan dari muka bumi ini" seru Mbah Parwoto dengan nafas terengah


"ba...baik....akan aku kembalikan " sahut makhluk kerdil itu


Mbah Parwoto pun melepaskan tangan nya


"tapi bohong ..... wleeekk....."


"coba saja kau berani membohongi ku" ancam Mbah Parwoto sambil mengeluarkan keris berlekuk empat yang ia simpan di balik baju nya


"dasar manusia beraninya cuman ngancam saja " hardik makhluk kerdil itu


Tanpa ingin berlama-lama lagi ,Mbah Parwoto pun mencabut keris itu lalu mengarahkan nya pada makhluk itu seraya berkomat-kamit.


"baiklah ,aku kembalikan" ucap makhluk itu pada akhirnya


Makhluk itu pun membuka portal ajaib yang memisahkan antara dunia manusia dan dunia ghaib,setelah itu makhluk itu pun lenyap.


Setelah kepergian makhluk kerdil itu ,Fahmi tiba-tiba terkesiap saat melihat seorang wanita tengah tidur meringkuk di bawah pohon mengkudu.


"MIKA.......!!!"


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2