Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Penuturan Mbah Parwoto


__ADS_3

Semakin lama Fahmi semakin sering merasakan keanehan pada Mika.


Seperti hal nya saat ini, Fahmi tengah berjalan menuju ruangan tempat genset berada,sebab malam ini terjadi lagi mati listrik dan durasi nya juga cukup lama.


Ia terus meraba-raba dinding sebab gelap nya malam itu sangat membuat nya susah untuk bergerak.Sementara senter nya entah kenapa tidak bisa menyala sama sekali padahal senter nya sudah di charger penuh.


"aku bantu " ucap Mika tiba-tiba


"astaga...sayang....kamu bukan nya di kamar ?" seru Fahmi terkejut


"aku mengikuti mu ,aku takut di kamar sendirian " sahut Mika


"oh ya sudah kalau gitu kamu jangan jauh-jauh dari aku ya ,takut kesandung , nanti jatuh" ucap Fahmi


"ehm...iya " sahut Mika


Fahmi pun berjalan dengan perlahan,hingga ia melewati sebuah cermin besar yang tertempel di dinding ,ia tiba-tiba melihat wajah istrinya itu berubah jadi wajah perempuan lain yang nampak asing bagi Fahmi.


Untuk memastikan Fahmi menoleh pada Mika ,akan tetapi suasana gelap membuat penglihatan nya terhalang.


"kenapa Abang melihat ku terus ?" tanya Mika


"hah...ti...tidak apa-apa'' sahut Fahmi gelagapan


"kenapa Mika bisa tahu kalau aku melihat nya ,padahal kan ini gelap?" batin nya bertanya-tanya


Brraakk


Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh ,Fahmi terkejut karena Mika sudah tak ada di samping nya.


"Mika....."


"Mika...."


"Mika...."


Fahmi terus memanggil nama istri nya dengan kedua tangan nya yang terus meraba sekitar nya.


"kenapa semakin ke sini istri ku semakin aneh saja , tiba-tiba nongol tiba-tiba menghilang " batin nya


Meski gelap Fahmi tetap berusaha mencari keberadaan istri nya tersebut.


Ruangan demi ruangan Fahmi masuki ,hingga tak terasa kini Fahmi sudah berada di depan kamar yang terkunci.


"Abang sedang apa di situ ,sudah aku katakan untuk tidak mendatangi kamar itu !" seru Mika tiba-tiba


Fahmi menoleh

__ADS_1


"Mika....kamu dari mana saja aku mencari mu tadi ?"tanya Fahmi sedikit terkejut


"aku gak kemana-mana,kamu nya saja yang malah pergi ,aku sudah manggil-manggil mu tapi kamu tak menyahut ,makanya aku ngikutin kamu " sahut Mika


Fahmi mengerutkan kening nya ,pasal nya ia tak merasa dipanggil,malah dia yang mencari-cari istri nya tersebut.


"ayo lebih baik kita ke kamar saja ,aku sudah mengantuk ,biarkan saja listrik nya padam,aku lebih suka begini" tutur Mika mengajak Fahmi segera ke kamar nya


"tunggu ,bukan nya kamu takut gelap ,ini gelap banget loh ,gak ada penerangan apapun ,senter aku juga mati " ucai Fahmi


"iya , tapi kalau bersama mu , rasa takut ku akan hilang " sahut Mika seraya merangkul tangan Fahmi manja


"ya sudah ,kita ke kamar saja " sahut Fahmi pada akhirnya


Sementara itu


Mbah Parwoto saat ini tengah menuju rumah pak Bayu ,ia akan membicarakan tentang kasus Mika.


Dengan di temani cahaya dari obor bambu,langkah kaki renta itu terus berjalan menapaki jalanan yang terdapat banyak bebatuan dan kerikil kecil.


Tak jarang kaki renta itu menginjak kerikil tajam hingga menyakiti telapak kaki nya yang berjalan tanpa alas kaki.


Namun ia yang sudah terbiasa tak menggunakan alas kaki itu sudah terbiasa lagi dan tak merasa terganggu sama sekali.


Namun langkah nya tiba-tiba terhenti saat sesosok kuntilanak menghalangi jalan nya.


"pergi ,aku tak ada urusan dengan mu" seru Mbah Parwoto


Bukan nya menyingkir kuntilanak itu malah tertawa sangat nyaring hingga membuat bulu kuduk berdiri bagi siapa saja yang mendengar nya.


"sudahlah pergi sana,beri aku jalan aku tak ada waktu buat meladeni mu " ucap Mbah Parwoto lagi mengusir nya


Namun kuntilanak itu malah melotot dengan menujukan urat-urat nya yang menonjol berwarna biru di wajah nya.


"kau benar-benar bandel ya ,baiklah kalau kau tak mau diajak kompromi " Mbah Parwoto pun membacakan ayat kursi dan kuntilanak itu mulai kepanasan.


Kuntilanak itu pun pergi karena merasa tak tahan dengan rasa panas yang membakar sekujur tubuh nya.


"huuh.... buang-buang waktu ku saja ,dasar Kunti " umpat Mbah Parwoto ,lalu kembali melanjutkan lagi jalan nya.


Setelah sampai di depan rumah pak Bayu ,Mbah Parwoto pun mengetuk pintu.


tok tok tok


"wa Bayu.... buka pintu nya , ini aku Parwoto..." teriak nya ,karena pak Bayu tak kunjung membuka kan pintu nya


Setelah mengetahui siapa yang datang ke rumah nya ,pak Bayu pun membuka kan pintu ,Bu Asih turut mengikuti karena gelap nya malam membuat nya parno sendiri.

__ADS_1


"Mbah Parwoto ,ada apa malam-malam begini datang ke rumah saya?" tanya pak Bayu


"kita bicarakan di salam saja " ucap Mbah Parwoto


"ah iya ,ayo masuk ,Bu...ambil kan minum" pinta pak Bayu pada istri nya


"ih si Abang ,aku takut ah ke dapur nya ,gelap " lirih Bu Asih


"sudah lah tak perlu repot-repot,saya ke sini bukan untuk menumpang minum ,tapi ada hal yang sangat penting untuk ku sampai kan " ujar Mbah Parwoto


"hal penting apa ?" tanya pak Bayu


"Mika..."


"ada apa dengan nya ,bukan nya Mika sudah kembali?" tanya Bu Asih ,saat Mbah Parwoto baru saja menyebutkan nama nya


"justru itu , Mika yang berada bersama Fahmi saat ini bukan lah Mika "


"maksud nya?" tanya pak Bayu


"kemarin malam Mika datang pada ku ,dia ingin minta tolong sebab ruh nya tertahan di suatu tempat ,ia bisa datang menemui ku karena makhluk yang menahan nya sedang lengah"tutur Mbah Parwoto menjelaskan


"jadi ....maksud nya Mika sudah meninggal?" tanya Bu Asih dan pak Bayu bersamaan


"bukan,bukan meninggal " sangkal nya


"lalu?" tanya pak Bayu


"raga nya tengah dirasuki oleh hantu perempuan yang selama ini menebar teror dan dendam pada siapa saja yang berhubungan dengan rumah tersebut" tutur Mbah Parwoto


"hantu perempuan ....jadi maksudnya hantu itu yang sudah menculik warga yang masuk rumah itu?" tanya Bu Asih


"lantas bagaimana cerita nya hingga hantu wanita itu jadi penyebab hilang nya warga ?" tanya pak Bayu yang memang tak tahu apa pun tentang sejarah rumah tersebut


"dulu ,aku masih sangat kecil , kira-kira usia ku baru lima atau enam tahunan, tapi aku masih bisa mengingat nya dengan jelas,pada zaman itu di desa ini masih tinggal beberapa orang Belanda meski negeri ini sudah merdeka dari para menjajahan bertahun-tahun lama nya.Namun kata merdeka belum berlaku bagi penduduk di desa ini.Para menir Belanda mereka sangat kejam dan sadis ,mereka memperlakukan rakyat pribumi layak nya binatang dan sampah,mereka tak segan untuk menghabisi siapa saja yang melanggar aturan nya.Hinnga suatu ketika aku lepas dari pengawasan orang tua ku ,aku yang saat itu masih belum mengerti akan bahaya,pergi dari rumah saat pintu rumah terbuka,aku melihat beberapa orang berbadan tegap dan tinggi membawa paksa seorang wanita dengan pakaian ala penari tempo dulu.Aku diam-diam mengikuti mereka ,tak ada yang menyadari ketika aku berhasil masuk rumah itu.Dulu rumah itu juga belum seperti saat ini ,gaya dan arsitektur nya pun juga berbeda ,hanya yang menyamai nya rumah nya yang berlantai dua" tutur Mbah Parwoto


"lalu setelah itu apa yang terjadi pada perempuan itu?" tanya Bu Asih


"perempuan itu............


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


*maaf ya aku gantung dulu, cerita nya kan Mbah Parwoto masih sangat kecil jadi gak pantas kalau di bahas sekarang ,apalagi nanti akan ada adegan sedikit hot nya ,semoga aja lulus review nanti ya 🤭😁


Di next episode akan ada flashback nya kok , mohon di maafin ya semua nya🙏🙏🙏


__ADS_2