Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Perlawanan


__ADS_3

Malam pun tiba


Bulan yang bersinar membentuk sebuah celurit yang kerap di sebut bulan sabit pun bersinar terang di langit yang cerah bersama jutaan bintang yang berkelap-kelip di kegelapan malam.


Beberapa kelelawar pun nampak berterbangan mencari makanan.


Derap langkah puluhan orang membuat suasana malam makin mencekam manakala suara lolongan anjing hutan dan binatang malam lain nya turut menyerukan suara nya.


Warga yang di dominasi para lelaki pun berbondong-bondong menuju rumah di ujung jalan dengan sebuah obor yang menyala di tangan masing-masing.


Meski ada perempuan itu hanya beberapa saja ,itu pun mereka memaksa ikut karena penasaran meskipun rasa takut juga mereka rasakan.


Dengan langkah pasti Mbah Parwoto dan pak Bayu berjalan paling depan memimpin warga.


Hingga sampai lah mereka di depan rumah besar tersebut, dari luar saja sudah nampak seram apalagi di malam hari seperti saat ini.


Nuansa gelap mendominasi rumah tersebut ,apalagi cahaya yang di hasilkan dari lampu pun tak seterang lampu neon.


Warga pun saling lirik satu sama lain,mereka bingung dengan apa yang akan mereka lakukan.


Dalam keremangan malam Fahmi yang baru saja keluar dari kamar mandi dapat melihat cahaya merah dari kamar nya ,ia melihat tak ada Mika di sana.


Fahmi pun berjalan menuju jendela dan melihat nya dengan menyibakkan sedikit gorden nya.


"mereka mau apa datang malam-malam begini?" tanya Fahmi pelan


Tak membuang waktu Fahmi pun berjalan ke luar kamar nya ,ia ingin menemui warga dan menanyakan ada perihal apa mereka datang berkelompok seperti itu lebih tepat nya satu kampung mereka datang.


Saat warga melihat pintu rumah terbuka ,mereka sudah merasa was-was dan waspada, kalau-kalau yang keluar bukan lah manusia.


"wa Bayu....Mbah Parwoto..."


"assalamualaikum nak Fahmi "ucap pak Bayu


"waalaikum salam ,ada apa ya wa ,kenapa malam-malam begini uwa dan warga datang ke mari?" tanya Fahmi


"nak Fahmi ,kita mau bicara pada mu ,tapi sebelum nya kami mau minta maaf,sebab ini menyangkut istri mu Mika" tutur Mbah Parwoto


"maksud Mbah ?" tanya Fahmi mengkerut kan kening


"Mika yang selama ini bersama mu bukan lah istri mu,dia hanya lah sosok makhluk astral penunggu rumah ini yang sudah lama punya dendam pada siapa pun penghuni rumah ini " kini giliran pak Bayu yang berucap


"wa Bayu jangan bercanda "seru Fahmi tak terima


"kami tak bercanda ,justru kami datang untuk menyadarkan mu,Mika membutuhkan pertolongan kita , jangan sampai kita terlambat ,karena jika kita terlambat kita akan kehilangan Mika untuk selamanya " sahut Mbah Parwoto


"apa bukti nya jika dia bukan istri ku ?" tanya Fahmi


"apa kamu tak pernah merasakan keanehan pada istri mu beberapa hari ke belakang?" tanya pak Bayu

__ADS_1


Mendapat pertanyaan itu Fahmi pun terdiam,ia jadi teringat akan keanehan yang ia rasakan dari Mika. Bayangan demi bayangan terlintas di benak nya.


"jadi kamu masih meragukan ucapan kami" ucap pak Bayu


"baiklah ,jika dia bukan lah Mika lalu dimana Mika yang sebenarnya?" tanya Fahmi


"dia ada di sini ,tapi kamu tak bisa melihat nya " ucap Mbah Parwoto


"maksud nya istri ku sudah tiada ?" tanya Fahmi


"saya tidak bisa mengatakan jika istri mu telah tiada,tapi ruh dan raga nya memang terpisah ,hanya saja yang sekarang mendiami tubuh istri mu adalah sosok hantu wanita penunggu rumah ini " tutur Mbah Parwoto


Antara percaya dan tidak Fahmi pun mencoba mencerna kata-kata mbah Parwoto dan pak Bayu.


Akan tetapi tiba-tiba seruan lantang dari belakang nya membuat Fahmi menengok


"tidak ,.....jangan percaya kata-kata mereka ,mereka bohong ,aku lah Mika yang sesungguhnya ,jangan mengada-ada kalian berdua ya " seru Mika menujuk Mbah Parwoto dan pak Bayu


"lihat lah nak ,apa seperti ini sikap istri mu pada orang tua ?" tanya Mbah Parwoto saat Mika berani menunjuk nya dengan tatapan kebencian


"jika kamu Mika istri ku... kamu tidak akan berani berbicara dan bersikap seperti ini,..... Mbah Parwoto lakukan saja apa yang seharusnya Mbah lakukan ,jujur, aku sendiri juga merasa aneh pada nya akhir-akhir ini " ucap Fahmi yang tak ada keraguan sama sekali wajah nya


"baiklah "


Mbah Parwoto pun memejamkan mata seraya berkomat-kamit,tak lama Mika merespon dengan jeritan serta menutupi kedua telinganya.


"brengsek....jangan ikut campur urusan ku " bentak Mika


"baik " seru warga menyahut bersamaan


"ruangan itu ada di lantai atas ,kalian naik saja disana juga ada linggis yang bisa kalian gunakan untuk membuka gembok nya " ucap Fahmi tiba-tiba


"ayo semua nya kita cari ke atas "seru salah satu warga


Mereka pun beramai-ramai menuju lantai dua


"tidak ....jangan...." seru Mika


Namun karena lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an yang di lantunkan Mbah Parwoto membuat Mika tak bisa melakukan apa-apa.


"aaaakkkhhhh.....kau akan menyesal " teriak Mika dengan suara menggelegar


tiba-tiba dinding dan jendela bergetar ,kaca pun nampak retak dan


Praaaaang....


Para ibu-ibu yang ikut pun menjerit histeris dan memilih untuk berlari ke luar rumah saat semua kaca jendela di rumah itu pecah,bahkan pecahan kaca nya hingga mengenai Fahmi dan pak Bayu , masing-masing dari mereka mendapat luka di beberapa bagian akibat terkena serpihan kaca itu.


Fahmi meringis merasakan perih di pipi kiri juga kedua lengan nya

__ADS_1


Tak cukup sampai di situ ,semua perabotan rumah yang ada di sana berterbangan dan jatuh menimpa tubuh ringkih Mbah Parwoto,akan tetapi berkat adanya sosok Mika yang saat ini sebagai ruh , Mbah Parwoto pun selamat dari hantaman itu.


"terima kasih nduk" batin Mbah Parwoto


Sosok Mika kembali menghilang saat Mbah Parwoto kembali melantunkan ayat-ayat Al Qur'an.


Sementara tubuh Mika yang saat ini tengah di tempati Icih pun kembali berteriak ,dan menyerang Mbah Parwoto.


Kali ini Mika mencoba untuk mencekik Mbah Parwoto.


Dengan sekuat tenaga Mika menekan leher Mbah Parwoto ,namun tiba-tiba Mbah Parwoto membelalakkan mata saat melihat Fahmi sudah mengacungkan pisau ke arah Mika hendak menikam nya.


"ja....ngan....." lirih mbah Parwoto


"nak Fahmi jangan , itu akan membahayakan Mika yang sebenarnya" seru pak Bayu seraya mengambil alih pisau itu


"tapi bagaimana dengan Mbah Parwoto" lirih nya


"kita tarik saja tangan nya " ucap pak Bayu


Fahmi pun mengangguk lalu keduanya menarik tangan Mika yang tengah mencekik leher Mbah Parwoto.


Tak lupa Fahmi dan pak Bayu pun juga melantunkan ayat kursi.


"aaaakkkhhhh..... kalian semua br*ngsek....!!!'' maki Mika lalu jatuh terduduk di lantai


"hiks....hiks....bang Fahmi...tolong aku " lirih nya


"tidak nak Fahmi..... jangan ...." larang pak Bayu saat Fahmi hendak menolong Mika


"hentikan Icih....dia bukan lah kekasih mu,dia hanya orang yang miliki wajah yang mirip dengan kekasih mu,keluarlah ,kembalikan Mika yang sebenarnya ,pergilah dengan tenang,hentikan dendam mu itu,karena sebenarnya dendam mu itu sudah terbalaskan setelah kematian orang-orang yang membunuh mu,mereka tak ada sangkut paut nya dengan masalah mu" ujar Mbah Parwoto


"tapi mereka menempati rumah terkutuk ini ,dan siapa pun harus mati ,hahahaha..."


"astaghfirullah....." lirih mbah Parwoto


Sementara itu di lantai dua,para warga yang tengah mencoba membobol gembok pun akhirnya berhasil menghancurkan gembok yang berkarat itu.


"bawa alat penerangan ,apa pun itu!" perintah salah satu warga karena ruangan itu sangat gelap sekali


"ini aku menemukan senter di lantai dan masih nyala " ucap salah satu warga yang tak sengaja menginjak senter milik Fahmi yang saat itu memang dalam keadaan mati,namun kini senter itu sudah menyala kembali.


Senter pun diarahkan ke dalam ruangan dan semua nya masuk dengan perlahan,namun mereka semua terperanjat melihat sesuatu di dalam nya


"astaghfirullah halazim........"


.


.

__ADS_1


.


bersambung ....


__ADS_2