
PERINGATAN !!!
Bab ini mengandung kekerasan.
~ flashback ~
Seorang wanita berusia dua puluh lima tahun di bawa paksa oleh beberapa orang , orang-orang itu nampak nya bukan lah orang pribumi namun merupakan orang berkebangsaan Belanda.
Dengan postur tubuh yang tinggi dan besar-besar mereka dapat dengan mudah membawa gadis itu.Berontak pun percuma karena tenaga nya kalah dengan mereka.
Bruukk
Tubuh gadis itu di lempar kan begitu saja pada tumpukan jerami di sebuah ruangan yang merupakan tempat penyimpanan bahan bakar dan senjata api mereka.
Dengan tangis nya gadis itu terus memohon minta di lepas kan ,akan tetapi seorang menir yang merupakan pemimpin nya masuk dengan membawa sesuatu yang membuat mata sang gadis terbelalak.
"hahahaha....lihat lah apa yang saya bawa kan untuk mu nona cantik " ucap menir itu dengan logat bicara nya yang khas
"TIDAKKK....KAKANG PRAMADI.....''pekik gadis itu histeris
"kalian benar-benar kejam ,kalian binatang ,j*h*nam ...." maki gadis itu dengan berlinang air mata
Sungguh apa yang ia lihat benar-benar menghancurkan hati nya,kekasih tercinta nya mati di penggal oleh mereka ,bahkan kepala kekasih nya tersebut sampai dilempar kan begitu saja pada gadis itu.
Gadis itu menangis meraung-raung melihat kepala kekasih nya yang tergeletak tanpa tubuh.
"Icih....itu lah hukuman karena kamu sudah berani menolak ku ,hanya karena pemuda desa ini ,sekarang menari lah untuk ku!!" perintah menir itu
Gadis bernama Icih tersebut merupakan seorang penari ,dan ia pernah menari di acara yang di langsungkan di kediaman si menir itu beberapa malam lalu.
Kecantikan dan kemolekan tubuh nya membuat menir itu tertarik dan ingin men*kmati tubuh nya,akan tetapi Icih menolak.
Pada dasar nya seorang penari di zaman nya memang sering kali di bawa ke tempat-tempat gelap untuk di jadikan p*muas n*fsu para lelaki hidung belang ,namun berbeda dengan Icih ,Icih mempunyai prinsip untuk menjaga harga diri nya,demi kekasih yang ia cintai.
Meski begitu prinsip yang ia anut itu malah menjadi kan nya di musuhi para penari lain nya,hingga tiba lah saat nya Icih menari untuk para menir ,dan itu tentu nya karena campur tangan teman sesama penari nya yang merasa Icih itu sok suci.
Beberapa kali Icih menolak ,ancaman dan ancaman pun di berikan pada Icih dan keluarga nya ,namun Icih merupakan gadis pemberani yang tak pernah takut akan sebuah ancaman.
Namun nahas,saat Icih tengah menari beberapa kelompok orang Belanda itu mengacau dan menyeret paksa nya ,tanpa sepengetahuan nya pula kekasih nya di habisi saat itu juga oleh sang menir langsung.
__ADS_1
"tidak....aku tidak sudi menari untuk mu dasar iblis jahat " maki Icih
"ikat dia " para anak buah nya pun segera mengikat Icih dengan kedua tangan ke atas serta kedua kaki nya pun di ikat pada kedua sisi kiri kanan nya.
"tidak....lepas kan aku dasar br*ngsek" maki Icih lagi
plak'
menir itu menampar pipi Icih hingga meninggalkan bekas merah di kulit putih nya.
Tak hanya sampai di situ bahkan dengan brutal nya pakaian Icih ditarik dan dirobek nya hingga kini Icih tak mengenakan sehelai benang pun.
Icih meronta ,namun ia tak bisa berbuat banyak karena kedua kaki dan tangan nya di ikat kuat.
plak'
lagi ,Icih mendapat tamparan keras di pipi nya saat Icih meludahi wajah sang menir.
buk
buk
buk
"tidak...jangan ..." lirih Icih
"hahaha....ini akibat nya karena kamu sudah membuat wajah saya kotor dengan ludah mu" menir itu tergelak
plak'
plak'
plak'
"aaaakkkhhhh......" Icih menjerit saat kulit putih mulus nya mendapatkan cambukan keras dari si menir.
Perih,dan panas Icih rasakan di sekujur tubuh nya,nafas nya pun tersengal hingga membuat dua buah kembar nya naik turun.
Melihat hal itu rupanya si menir sudah tak tahan,apalagi saat melihat bagian bawah Icih yang polos dan terbuka lebar akibat kaki nya yang di tarik oleh beberapa anak buah nya menggunakan tali.
__ADS_1
Air liur si menir nampak hendak menetes,ia pun tak menyia-nyiakan hal itu,dengan segera ia pun segera menyerang Icih yang saat itu tengah lemas akibat cambukan nya.
"aaaaakkkkkhhhh......." jeritan demi jeritan menggema di ruangan itu , Icih terus menerima gencatan yang sangat brutal dari si menir tua tersebut ,apalagi itu adalah hal pertama bagi nya ,jadi pasti akan sangat menyakitkan.
Dan rupanya tak hanya si menir itu saja yang memperk*sa nya , setelah si menir selesai ,si menir dengan sangat kejam memberikan Icih pada puluhan anak buah nya.
Lagi-lagi Icih menjerit keras saat beberapa benda tumpul menghujami nya,tak ada kata istirahat , selesai yang satu ,lanjut yang lain lagi ,bahkan sampai ada yang menyerang nya hingga beramai-ramai.
Tubuh Icih kini bagaikan remuk redam ,ia yang sudah tak berdaya pun hanya bisa pasrah mendapatkan perlakuan menjijikan seperti itu.
Harapan nya hidup bahagia bersama sang belahan jiwa sirna sudah,kekasih nya tewas ,ia pun kehilangan mahkota paling berharga nya.
Harapan nya kini hanya lah mati, namun rupanya si menir itu tak membiarkan nya mati begitu saja.
Setelah semua puluhan anak buah nya selesai menuntaskan h*srat b*rahi mereka ,menir itu mendatangkan seorang tabib untuk merawat nya hingga sembuh.
Sampai akhirnya kondisi Icih pun pulih,namun ternyata penderitaan nya belum berhenti, lagi-lagi si menir melakukan tindak asusila pada nya, siang malam Icih terkurung di kamar dan pasrah menerima gencatan demi gencatan para penjajah itu.
Sampai suatu ketika Icih sudah tak tahan,ia tak mau menerima obat apapun dari tabib,sebab rasanya percuma,ia diobati untuk kemudian di sakiti lagi.
Dengan kondisi tubuh penuh luka lebam Icih tidur meringkuk di tempat tidur,tubuh nya pun demam, hingga menggigil.
Semakin lama nafas nya semakin melemah , hingga akhirnya Icih pun menghembuskan nafas terakhir nya ,namun sebelum Icih benar-benar meninggal, dengan nafas terputus dan bibir bergetar Icih bergumam
"a...ku....ber...sumpah ...akan menuntut balas ....arwah ku akan terus bergentayangan sampai kapan pun ,rumah terkutuk ini akan menjadi saksi ,selama rumah ini masih berdiri kokoh,maka ....selama itu pula aku....akan menuntut balas "
Icih pun pergi untuk selama-lamanya ,namun arwah nya terus menuntut balas bagi siapa saja yang menempati rumah itu ,karena baginya rumah itu rumah terkutuk.
Bahkan hingga si menir ,serta anak buah nya tewas pun,dendam nya tak pernah hilang,teror demi teror ia berikan pada penduduk desa yang berhubungan dengan rumah itu,seperti yang ia ucap kan dendam nya akan berakhir jika rumah itu tak lagi berdiri.
Apalagi jasad nya tak dibuang si menir seperti para korban nya yang lain ,melainkan di awetkan. Sebab menir itu sangat menyayangkan melihat tubuh indah Icih jika harus dibuang begitu saja.
~ flashback of ~
.
.
.
__ADS_1
bersambung ...