
Suara tawa itu pun berubah menjadi rintihan yang memilukan siapa pun yang mendengar.
Lolongan anjing hutan bercampur dengan suara burung hantu yang bertengger di atap rumah menjadikan suasana malam itu menjadi kian mencekam,apalagi ditambah suara orang berjalan membuat merinding siapa pun yang mengalaminya nya ,termasuk Mika yang masih tak bisa memejamkan mata nya.
Debaran di d*da nya berdebar dengan kencang disertai keringat yang keluar sebesar-besar biji jagung turut membuat basah pakaian yang ia kenakan.
"Ya Tuhan....aku takut sekali ... suara apa itu ... duuh...mana bang Fahmi tidur nya pules banget lagi...." Mika pun mengeluh karena suami nya nampak tidur dengan nyenyak
"oh pagi....cepatlah datang....." lirih nya
Mika pun hanya bisa meringkuk dengan menutup kedua telinga nya dengan kedua telapak tangan nya ,seraya memejamkan mata nya serapat mungkin .
Saat Mika sudah dalam posisi seperti itu sosok hantu wanita dengan banyak nya nanah dan borok di wajah nya tiba-tiba muncul di hadapan Mika.
Bau busuk bercampur amis langsung menyeruak di rongga pernafasan nya ,namun Mika enggan untuk membuka mata nya ,ia terlalu takut jika tiba-tiba saat ia membuka mata ada hantu di hadapan nya ,itulah yang ada di benak nya ,tanpa ia tahu jika apa yang ia fikirkan memang benar ada nya.
Sosok hantu wanita tersebut menatap menyeringai .
***
Suara kokok ayam juga kicauan burung-burung membangunkan Mika yang baru terlelap ,hangat nya matahari pagi pun sampai mengintip ke dalam kamar lewat celah kecil pada pintu jendela kamar yang masih tertutup.
Mika mengerjapkan mata ,dan segera mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan kamar
"bang Fahmi kemana ,apa dia sudah bangun ,kok aku gak dibangunin" gumam Mika bertanya-tanya
Mika pun segera beranjak keluar kamar namun sebelum itu Mika membuka jendela terlebih dahulu
Krieeetttt.....
suara pintu jendela yang terbuat dari kayu pun berderit.
Kamar pun menjadi terang-bendrang ,namun mata nya melihat sosok sang suami yang tengah berbicara dengan beberapa warga
"itu kan bang Fahmi" gumam Mika
Fahmi melirik ke arah Mika lalu melambaikan tangan nya , Mika pun bergegas menghampiri suami nya .
"pagi sayang,maaf tidak membangunkan mu,kamu terlihat lelap sekali tadi jadi aku tak ingin mengganggu tidur mu" ucap Fahmi setelah Mika sampai, Mika pun hanya tersenyum menanggapi
"bapak-bapak sekalian perkenalkan ini Mika istri saya " ucap Fahmi memperkenalkan istrinya tersebut
"wah...cantik ya istri nya ,mas Fahmi pintar cari istri ,senang bisa bertemu ,perkenalkan nama saya Karjo ,ini Tejo,ini Wawan ,Umar , Sanip , Oman ,dan itu Mbah Parwoto ,sesepuh di desa Rawa ****** " ucap warga bernama Karjo,seraya memperkenalkan satu-satu warga yang berada di sana
__ADS_1
"tak perlu di ingat-ingat nanti malah bingung lagi ,kalau misal nya mbak dan mas Fahmi ada perlu apa-apa jangan sungkan untuk memanggil kami ,insya Allah kami siap bantu " tutur Karjo lagi
"iya pak terima kasih sebelum nya ,dan maaf jika nanti saya dan suami akan merepotkan bapak-bapak " ucap Mika
"nak Fahmi dan neng Mika ayo kita sarapan dulu nanti setelah selesai baru kita pergi ke rumah almarhum kakek nya nak Fahmi ,para warga juga sudah tak sabar ingin membantu kalian membersihkan rumah itu " ucap Bu Asih
***
Hari ini semua warga berbondong-bondong membantu membereskan dan membersihkan rumah untuk ditempati Fahmi dan Mika.
Rumah besar berlantai dua tersebut menjadi rumah satu-satunya yang paling mewah dari semua rumah penduduk di desa tersebut ,hanya saja letak nya yang di ujung jalan berdampingan dengan hutan lebat di belakang rumah nya.
Hutan tersebut juga merupakan hutan yang sangat rimbun dan angker,tak ada yang berani masuk hutan sendirian apalagi diwaktu menjelang malam.
Semua warga membagi tugas ,ada yang menebas rumput ilalang yang tumbuh lebat dan tingginya hampir sepinggang orang dewasa di depan pekarangan ,di dalam pun semua berpencar ke setiap ruangan ,membersihkan semua yang kotor.
Sarang laba-laba ,tanaman merambat juga akar dari pohon di belakang rumah pun sampai masuk memenuhi setiap ruangan.
Sedangkan untuk para perempuan ,mereka menyediakan makanan untuk makan siang mereka.
"aku gak nyangka bang,ternyata warga di sini semua nya baik-baik dan kompak,apalagi mereka juga sangat welcome pada kita " ucap Mika yang turut ikut bersih-bersih
"iya ,aku benar-benar bersyukur ,mungkin karena dulu nya almarhum kakek ku merupakan pemimpin di desa ini jadi mereka dengan suka cita membantu kita" sahut Fahmi
"kamu istirahat lah ,jangan terlalu capek" ucap Fahmi kemudian ,ia tak tega melihat istri nya itu kelelahan
"baiklah kalau gitu aku ke sana ya,kamu gak apa-apa kan di sini ?" tanya Fahmi
"gak apa-apa kok bang,di sini juga masih ada warga lain ,kalau ada apa-apa aku akan minta bantuan mereka " jawab Mika
"ya sudah Abang ke sana ya" Mika pun mengangguk dan Fahmi pergi menghampiri para warga yang nampak nya menemukan sesuatu
Saat Mika tengah mengangkat barang-barang yang sudah lapuk dimakan usia tiba-tiba sesuatu mengalihkan perhatian nya
Tanpa ada seseorang yang melihat ,perempuan berparas cantik itu pun berjalan mengikuti sesuatu yang ia lihat.
Sementara itu Fahmi dibuat terkejut saat melihat warga menukan beberapa ular yang cukup berbisa ,ada satu induk dan lima anakan nya
"Ya Tuhan...." Fahmi yang sangat takut pada ular pun sampai menjauh
Alih-alih di lepas liarkan para warga malah membunuh semua ular-ular itu
Fahmi yang melihat pun terkesiap
__ADS_1
"kenapa ular-ular nya malah dibunuh ?" tanya Fahmi yang tak setuju
"kalau tak dibunuh bisa-bisa ular-ular ini nanti membahayakan ,mas Fahmi sendiri kan takut ular" tutur salah satu warga
"ya tapi kan gak harus di bunuh juga ,bisa kan bapak-bapak bawa ular itu ke hutan,biar bagaimanapun ular-ular itu juga berhak hidup ,apalagi banyak anakan nya juga tadi " ucap Fahmi sedikit kesal
"nanti kalau ular-ular itu kembali ke rumah ini bagaimana ?" tanya yang lain
"Ular itu akan mencari tempat yang lembab dan kotor untuk habitat nya ,kalau rumah ini sudah rapih dan bersih ular maupun hewan lain pasti tidak akan berani masuk " tutur Fahmi
"lah terus ini bagaimana dengan bangkai ular-ular ini "
"biar saya saja yang kuburkan " ujar Fahmi ,ia pun segera memindahkan bangkai ular-ular itu pada sebuah karung,lalu beranjak ke halaman yang sudah sedikit rapi sebab rumput dan tanaman liar lain nya sudah dibabat habis.
Jika dengan ular hidup Fahmi memang takut tapi jika ular nya sudah mati tak ada alasan baginya untuk takut.
Dengan cangkul yang ia pinjam dari warga ,Fahmi mulai menggali lubang pada tanah.
Setelah selesai Fahmi pun segera beralih pada karung yang berisi bangkai ular,akan tetapi ia menjadi kebingungan karena tak satu pun dari bangkai ular itu berada di tempat nya.
"loh...kemana ular-ular tadi,kok gak ada ?" gumam nya ,Fahmi sampai mencari-cari di sekitar nya ,ia berfikir ada hewan lain yang membawa bangkai ular itu untuk di mangsa akan tetapi ia tak menemukan apa-apa di sana
"mas....mas Fahmi...." seseorang berteriak memanggil nama nya lalu berlari menghampiri
"iya Bu ada apa?" tanya Fahmi
"itu...itu...mas...mbak Mika...." ujar seorang warga menghampiri dengan nada cemas
"ada apa dengan istri saya?" tanya nya
"itu....anu....tadi ....."
"Bu...coba lah tenang ,tarik nafas ....buang perlahan...." ucap Fahmi ,si ibu itu pun menuruti
"sekarang cerita lah ,ada apa dengan Mika?" tanya Fahmi setelah ibu itu sudah sedikit tenang
"mabk Mika tadi ada ,tapi tiba-tiba sudah tak ada ,tak ada yang tahu kemana pergi nya ,kita sudah mencari nya ke seluruh ruangan tapi mbak Mika tidak ada " ucap nya
"apa... istri saya hilang !!!! "
.
.
__ADS_1
.
bersambung